
Si bapak yang belum sempat aku tanyakan namanya mengatakan kena imbas nya, memang nya ada apa?? sedahsyat itu kah yang akan kami hadapi??
"Orang yang tidak bisa disebutkan namanya"
Ucapan nenek juga membuatku bingung, orang seperti apa yang akan kami hadapi, manusia kah atau mahluk ghaib??
"Yuk jalan lagi" teriakan Wida membuat lamunanku buyar
"Ada satu tempat lagi yang akan kita datangi yaitu gua Putri pukes" kata Wida lagaknya sang pemandu wisata
Kami semua bergerak menuju arah mobil, dan ku sempatkan menoleh kebelakang melihat si nenek, tapi si nenek sudah tidak ada, "kemana dia" pikir ku
Mungkin sudah pergi saat kami bubar tadi, aku pun masuk ke mobil dan masih tetap menikmati perjalanan
Tidak butuh waktu lama kami sampai di goa Putri pukes dan kami disambut oleh penjaga goa sekaligus pemandu wisata selama di goa tersebut
Penjaga mulai mempersilahkan kami masuk dan mulai menceritakan goa Putri Pukes dikisahkan putri pukes berasal dari tanah Gayo
Yang mengisahkan seorang putri raja yang menyukai seorang pangeran kerajaan lain, kemudian memohon pada orang tuanya agar mereka di nikahkan
Awalnya orang tua putri pukes tidak menyetujui dengan pangeran yang di cintai nya karena negeri pangeran sangat jauh namun putri dan pangeran sangat gigih memperjuangkan cintanya
Akhirnya kedua orang tua mereka merestuinya. Setelah mereka dinikahkan, putri harus tinggal bersama di kerajaan suaminya. Putri pukes minta ijin dan pamit pada orang tuanya dan diantar oleh pengawal
Saat itu hati kedua orang tua putri sangat berat dan sangat sedih untuk melepaskan anaknya namun apa hendak dikata putri sudah menjadi milik suaminya
Ketika putri mohon pamit pada orang tuanya, kedua orang tua putri berpesan “anakku jika kamu pergi menyusul suamimu maka pergilah dengan damai dan ikhlas kalaupun kamu rindu jangan melihat ke belakang”
Dalam perjalanan putri rasa rindu pada orang tua begitu membara sehingga dia lupa dan tanpa sengaja melihat ke belakang, seketika itu pula datang petir dan hujan pun turun dengan deras sekali,
Mereka bersama rombongan pengawal berteduh didalam sebuah goa yaitu goa Putri pukes yang dikenal saat ini, saat itu di dalam goa putri pukes terasa dingin dan secara perlahan-lahan merasa tubuhnya mengeras dan menjadi batu.
__ADS_1
Gua putri pukes berada di pinggiran jalan menghadap ke danau laut tawar, untuk memasuki ke dalam goa naik keatas melalui bibir pintu goa, kemudian masuk kedalam turun melalui tangga yang sudah disemen sekitar 6 meter, goa sudah terang karena sudah disediakan fasilitas penerangan listrik.
Mulut goa atau pintu masuk goa luas 1,5 meter, memiliki Panjang kedalam 10 meter lebarnya 8 meter luas 1,5 m tinggi rata-rata 2,50 meter dan kedalaman 10,80 meter Di dalam gua Putri Pukes tersebut terdapat batu yang dipercayai Putri Pukes yang telah menjadi batu, sumur besar, kendi yang sudah menjadi batu, dan tempat duduk untuk bersemedi (bertapa) orang masa dahulu
Tapi ada keanehan yang aku lihat saat ke luar dari dalam goa, dekat pintu goa sepeti terlihat membentuk wajah manusia, kalau tidak diperhatikan benar memang terlihat biasa saja tapi setelah diperhatikan ada sepeti membentuk wajah
Hmm mungkin itu terbentuk secara alami, namanya juga goa yang sudah ribuan tahun, pasti bisa saja membetuk apapun
Dan aku pun keluar dari goa tersebut, saat aku keluar aku seperti melihat santi di tarik paksa oleh seorang pria tapi tidak kelihatan siapa dia
"Hei mau kau bawa kemana Santi" teriak ku, yang membuat semua pengunjung disana beralih menatap ku
"Un kamu manggil siapa" tanya Wida
"Santi dibawa orang asing" ucap ku
"Dimana tidak ada siapa-siapa disana" kata Wida lagi
Seorang bapak tua menegur ku, tapi aku tidak tau apa maksudnya, saat aku hendak bersuara dan bertanya si bapak sudah berlalu meninggalkan ku
"Pak, bapak tunggu" teriak ku tapi si bapak terus berjalan dan menghilang dibalik mobil pengunjung yang terparkir
"Aaaargh siapa sih orang-orang ini semua Kenapa datang dan pergi secara tiba-tiba, kalau ngasih solusi sih gak papa ini malah tambah buat bingung aja" umpat ku dalam hati
"Kenapa, ada masalah??" kata lifa menegur ku
"Aku semangkin bingung aja di buat semua uang aku temui, rasanya aku seperti memasuki labirin dan aku sulit menemukan jalan keluar" jawab ku
"Sabar mungkin ini sepeti teka-teki yang harus kita cari jawaban nya sendiri, mungkin semua yang kamu temui adalah jalan menuju kunci jawaban" lifa membesar hati ku
"Kita jalan" Wina menepuk bahu ku yang membuat ku kaget
__ADS_1
"Astaghfirullah, kaget aku tiba-tiba kamu mukul aku, jalan kemana lagi" ucap ku pada Wina
"Makanya jangan melamun terus nikmati perjalanan ini, refresh kan fikiran, karena kalau kamu bawa stress tenaga mu akan habis sebelum berperang"
"Ikuti alurnya dengan halus jangan dilawan dan jangan dipaksa untuk kamu fahami saat itu juga, semua yang kamu temui harus kamu tangkai dan jangan tinggalkan jejak" ucap Wina
Tapi aku merasa aneh, yang berbicara tidak seperti Wina, sikapnya berbeda sekali dengan Wina yang biasanya
"Wina" panggil ku
Wina cuma menoleh dan tersenyum, lalu melanjutkan jalannya tapi bukan menuju mobil melainkan ke tepi danau dan menatap kearah danau tanpa berkedip
"Jangan meninggalkan jejak??, teka-teki apa lagi ini" pikir ku
Aku menghampiri Wina yang masih diam dipinggir danau, menatap luasnya danau laut tawar tanpa berkedip
"Wina, kamu melihat apa" tanya ku pada Wina
"Eh cuma lihat danau ini warnanya biru ya seperti laut saja"
Wina menjawab pertanyaan ku tapi kali ini aku merasa memang Wina yang menjawab
"Lalu tadi siapa?? Yanti kah?? atau memang ada yang lain yang mengingatkan ku untuk lebih melonggarkan kekhawatiran Ku dalam menuntaskan misteri ini" otak ku terus berfikir
"Ya makanya dinamakan laut tawar karena dia menyerupai laut tapi rasanya tawar, Danau Laut Tawar, itulah nama yang diberikan suku asli Gayo buat danau seluas 5472 hektar ini"
"Danau Laut Tawar ibarat hamparan permadani berwarna biru kalo kamu lewat di atasnya dengan naik heli atau pesawat, mirip seperti sisa-sisa air laut yang terjebak di daratan saat terjadi badai besar ribuan tahun silam" jelasku pada Wina
"Ih sok tau deh" kata Wina sambil tertawa
"Baca google.. hahaha" kami pun tertawa lepas
__ADS_1
Lega rasanya kalau sudah tertawa lepas begini rasanya beban hilang, mungkin ini yang dinamakan aku harus santai dan rileks tanpa harus dikejar-kejar misteri yang akan dihadapi nanti