
"Kalian lihat ini" tunjuk ku pada gantungan hp yang ada di tangan ku
"Ini aku beli dari rest area, namun belum sempat aku bayar gadis kecil itu sudah pergi, lalu tiba-tiba aku ketemu dia lagi di sebuah villa yang sangat bagus dan itu adalah villa yang aku sebut kan tadi pagi"
"Villa Cendana??" potong enda
"Iya Villa Cendana" jawab ku
Dan aku terdiam mengingat kejadian di villa Cendana yang ada dalam mimpi ku, saat itu Santi membawa ku berjalan menyusuri kebun teh dan dia berhenti pada sebuah gundukan dan menatap nya begitu lama,
"Ada apa dengan gundukan itu, apa ada sesuatu yang terkubur didalam nya??"
"Kamu ngomong apa??" tanya lifa, karena dia mendengar aku menguman
"Eh gak papa aku cuma ingat Santi Sepeti membawa ku ke satu tempat, dia tidak berbicara tapi Seperi menunjukkan sesuatu pada ku" jawab ku lagi
"Un kamu ini kebanyakan nonton atau baca cerita misteri kayak nya, jadi kebawa-bawa mimpi terus kamu anggap nyata" kata Enda menimpali
"Gak ndah aku yakin ini bukan sekedar mimpi, ini seperti firasat atau petunjuk, barusan kalian lihat aku tertidur kan dan kalian pula yang membangunkan ku" kata ku pada mereka
"Lalu apa hubungannya kamu tertidur sama semua cerita mu tadi" jawab Endah lagi dan di iyakan oleh lifa
"Tadi saat aku tertidur aku melihat ada laki-laki bertopeng sedang menarik-narik laki-laki yang terikat rantai dan menggendong gadis kecil, dan kalian tau gadis kecil itu siapa"??
"Santi!!" balas lifa lagi
"iya Santi, dan aneh nya aku bisa melihat setiap kejadian tapi aku tidak bisa menyentuh mereka, dan".. aku terdiam
"Dan apa!!" tanya lifa dan Endah
"Kunci" kata ku
"Kunci??" kata mereka lagi
__ADS_1
"Iya kunci, waktu dibawa Santi datang kesini waktu itu, Santi ada menyebut ku mencari sebuah kunci dan kunci itu tersimpan didalam lemari tua di villa ini" jawab ku
"Kapan kamu kesini" tanya lifa lagi
"Sudah gak usah di jelaskan kapan nya, kalian mau bantu aku tidak" tanya ku pada mereka
Lifa dan Endah saling berpandangan
"Please aku yakin ini adalah sebuah petunjuk bahwa Santi dan ibu nya membutuhkan pertolongan" jelas ku lagi
"Please ndah, lifa, bantu aku memecahkan kasus ini, aku yakin sekali ada hal dibalik setiap mimpi ku ya g harus ku selesaikan" tegas ku lagi pada kedua teman ku
"Oke, nanti kita ajak teman-teman yang lain, mereka juga harus tau" kata Endah menegaskan untuk mengajak yang lain nya
"Yah Wina . Wina sepertinya bisa melihat sesuatu yang ghaib, kalian ingat gak hanya dia yang bisa melihat kebun bunga dari kamar Wida, padahal kalian hanya melihat kebun kol" tanya ku pada mereka
"Iya, memang nya kamu juga melihat dibawah sana ada kebun bunga" tanya lifa lagi
"Kenapa kamu bisa seyakin itu" kata Endah
"Setiap aku keluar masuk kamar aku selalu harus bingung jalan nya, karena aku selalu melihat ada 4 koridor dan kejadian tadi pagi yang aku tertidur di teras rumah, itu aku sebenarnya di bawa oleh Wida ke koridor selatan dan disana ada taman yang bagus",
" Wida bilang tolong pertemukan dia dengan anak nya, dan dia menatap villa di atas bukit sangat lama" aku penasaran dengan villa itu apakah sama dengan yang bisa kita lihat dari sini"jelas ku pajang
"Wida punya anak??" tanya lifa dan Endah serentak
"Entah lah aku tidak yakin yang aku temui tadi pagi beneran Wida apa bukan, karena setelah aku sadar baju yang dikenakan Wida berbeda dengan yang dikenakan saat bersama ku di taman,"
"Dan sentuhan tangan nya juga beda waktu ditaman Wida begitu dingin dan pucat, tapi setelah aku sadar Wida begitu segar dan hangat" jelas ku dengan masih dalam keadaan bingung
"Kamu sudah kasih tau Wida soal cerita mu ini" tanya lifa
"Belum karena saat aku ingin bertanya selalu saja gak jadi, belum ada moment yang pas, apa nanti saat pulang dari sini kita ngobrol di kamar ku atau Wida aja ya, sekalian ajak mom endang juga, siapa tau memang ada sesuatu yang mereka tutupi.. mungkin ada hubungan nya dengan kejadian 10 tahun lalu dan juga misteri kelokan tajam" kata ku lagi
__ADS_1
"Ide yang bagus, lebih baik kita duduk bareng biar semua bisa membantu, meski aku belum yakin sih soal cerita mu tadi tapi apa salah nya kita coba saja" kata Endah yang Mash kelihatan ragu
"Kunci"
Seperti ada yang berbisik di telinga ku
"Ah iya kunci, untung kalian mengingatkan ku" kata ku tiba-tiba
"Kunci?? siapa yang ngomong" tanya lifa
"Barusan aku dengar ada yang berbisik bilang kunci, siapa lagi kalau bukan kalian kan disini cuma ada kita bertiga" jelas ku lagi
"Un lu lama-lama bikin aku takut deh, udah yuk kita gabung sama yang lain" tiba2 Enda langsung berdiri dan keluar kamar
"Kunci apa??" tanya lifa lagi
"Kunci yang tersimpan dalam lemari tua di villa ini, kamu mau membantu ku mencari nya, aku yakin itu kunci sangat penting, apakah ada kaitannya dengan laki-laki yang dirantai tadi aku lihat"
"Atau itu kunci untuk membuka pintu rahasia dimana tempat mereka menghilang, aku Mash belum ada petunjuk" kata ku lagi sambil menggaruk-garuk kepala ku yang tidak gatal
"Tenang un, nanti aku akan bantu kamu cari, disini banyak lemari tua, kita mulai dari mana" tanya lifa lagi
"Dari lemari di kamar ini saja, kita harus hati-hati jangan sampai ada yang tau karena untuk saat ini orang-orang di luar kita patut dicurigai, termasuk pak Bono dan si mbok, karena aku seperti tidak asing dengan wajah pak bono" jelas ku lagi
"Oke yuk kita mulai mencari" ajak lifa
Dan kami pun mulai melaksanakan aksi di mulai dari kamar yang kamu tempati
"Pasti ada lemari yang lebih tua dari pada Lemari-lemari yang kita lihat di villa ini" kata ku lagi
"Jadi menurut mu sebelum kita buka semua lemari di sini, kita lihat dulu yang sekira paling tua kita mulai dari situ??" tanya lifa lagi
"Iya karena Santi hanya bilang lemari tua, pasti ada, dan lemari yang kita lihat adalah lemari kamuflase yang sengaja di buat sama" insting ku mulai bermain
__ADS_1