
Gara-gara telpon misterius aku lupa menceritakan soal mimpi ku tadi, padahal seharusnya Meraka harus tau, karena ini adalah petunjuk, tapi besok sebelum berangkat ke villa aku akan menceritakan semua nya
Mataku mulai terpejam, namun masih ada perasaan yang mengganjal dalam hati ku, aku masih penasaran dengan si penelpon, kenapa dia bisa tau nomor ponsel ku
Apakah di dalam rumah ini ada mata-mata, apakah orang yang aku lihat mengintip dibalik pintu itu adalah orang nya
Banyak pertanyaan didalam benak ku yang semua nya masih abu-abu, dan aku semangkin penasaran siapa orang-orang yang terlibat dalam misteri ini
Kenapa bisa aku menjadi sang terpilih, apa hubungan nya dengan ku, padahal aku tidak mengenal keluarga wida sebelum nya
Mata ku terpejam namun otak ku terus bekerja dan tak mau istirahat, padahal hari sudah hampir pagi
Tiba-tiba aku merasa ada yang menyentuh ku dengan lembut, dan aku membuka mata lalu menoleh kearah samping dan kulihat Santi sedang tersenyum pada ku
"Santi, kamu belum tidur kenapa kamu kesini" tanya ku yang seolah melupakan kalau Santi adalah mahluk tak kasat mata yang selalu membayangi ku
Santi hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaan ku, lalu menarik tangan ku untuk mengikuti nya
"Kita mau kemana" tanya ku
Namun Santi tidak menjawab pertanyaan ku dan terus menarik ku agar mengikuti langkah kaki nya, Santi membawa ku keluar kamar dan menuju keluar rumah
"Santi ini sudah malam berbahaya loh kalau kita keluar sendirian" ucap ku lagi pada Santi
Namun Santi tidak memperdulikan ucapan ku dan Santi terus berjalan sambil menarik tangan ku
Aku menoleh ke arah tempat tidur, aku kaget karena aku melihat tubuh ku sedang tertidur pulas di atas tempat tidur bersama lifa dan Wida
__ADS_1
Apakah aku terlepas lagi dari raga ku seperti kemarin, bagaimana jika teman-teman ku tidak tahu kalau aku sedang berjalan di bawah akan sadar ku, masih bisa kembali kah aku pada ragaku
Aku terus bertanya pada diri ku sendiri, aku berusaha kembali ke raga ku tapi aku tidak bisa kembali, Santi terus menarik ku menuju ruang tamu, setelah sampai ruang tamu Santi berhenti namun belum melepaskan tangan ku
Aku melihat kejadian yang sudah beberapa kali aku lihat dalam mimpi ku, dan aku sampai hafal, namun aku sadar ini bukan sekedar hanya menunjukan adegan yang berulang
Namun ini adalah dasar petunjuk untuk aku menemukan jalan dalam memecahkan misteri, tentang siapa dan kemana arah yang harus aku ikuti terlebih dahulu itu adalah keputusan ku
Aku teringat akan mimpi ku tadi dimana mereka semua berpamitan untuk pergi
"Ayah keluar dulu ada yang mau ayah beli, nanti baru balik jemput Wida dan mommy, baru bareng ke villa"
Aku mendengar kalimat yang sama seperti dalam mimpi ku, apakah kali ini aku harus mengikuti ayah, karena ayah menaiki mobil yang aku lihat di rusak Wowo
Aku kembali melihat Yanti dan keluarga nya berpamitan untuk pulang ke villa cendana untuk mempersiapkan malam tahun baru
"Dua cabang" ucap ku pelan
Lagi-lagi aku merasakan ada yang menyentuh tangan ku dan seperti menarik ku untuk ikut serta kedalam mobil keluarga Yanti
Dan aku putuskan untuk mengikuti tarikan yang tak tau dari mana asalnya itu, sama seperti dalam mimpi ku sebelum nya, aku naik ke mobil dan duduk di bangku belakang
Adegan yang sama Ku perhatikan orang yang sedang menyetir mobil, dan kali ini aku benar-benar yakin betul itu adalah orang yang kemaren aku lihat ditabrak mobil
"Fix kali ini akan aku ikuti kalian sampai tuntas tak perduli sampai kapan aku akan meninggalkan raga ku, yang pasti aku berharap Wina akan merasakan kalau aku dalam bahaya terlalu lama meninggalkan raga ku" ucap ku dalam hati
Sekilas aku melihat Yanti melirik ku dari kaca spion, aku semangkin kaget dan merasa aneh, ini sama persis yang aku lihat sebelum nya, berarti benar memang Yanti yang membimbing ku untuk mengikuti nya
__ADS_1
Tapi kenapa sekali Santi yang muncul terlebih dahulu, apa mungkin Yanti dan Santi selalu terkoneksi meski mereka sendiri sampai saat ini masih terpisah dan tugas ku lah untuk menyatukan nya
Lagi-lagi aku merasa bagaimana cara ku agar aku bisa berkomunikasi dengan yanti, tiba-tiba aku melihat Yanti menggerakkan tangannya dan membuat gerakan seperti menyuruh diam dengan menutup jari telunjuk ke mulut
"Apa itu artinya aku tetap diam dan mengikuti saja kemana mereka pergi dan menyaksikan apapun yang akan terjadi, yah mungkin Seperi itu, dan akan aku ikuti alur cerita mu" tekat ku dalam hati
Mobil memasuki sebuah villa dan aku kenal betul villa ini, ya villa ini adalah villa cendana tempat aku pertama kali ketemu Santi dan villa yang aku datangin sebelum nya
Kejadian yang aku lihat sebelum nya berualg Kembali dan aku tetap diam dan mengikuti alur nya
Saat mobil mulai parkir aku pun ikut turun, aku melihat Yanti dan keluarga nya masuk kedalam villa, ku perhatikan ke sekeliling suasana sepi sekali lalu aku pun mengikuti keluarga itu masuk kedalam villa
"Sayang nanti kamu jangan lupa ambil kembang api di rumah om Wowo ya, jalan saja dari jalan pintas biar lebih dekat" aku mendengar suara Yanti berbicara kepada suami nya
Ceritanya masih tetap sama sepeti yang aku lihat makam ini dalam mimpi ku, aku biarkan saja cerita ini berulang dan terus menuntun ku
"Oke sayang nanti aku kabari om Wowo dulu, kalau aku akan kerumahnya mengambil kembang api" jawab suami Yanti
Aku tetap mendengarkan obrolan pasangan muda itu dengan hati-hati dan teliti, sama seperti sebelum nya, karena aku tidak mau kehilangan sedikit pun informasi yang akan kucari
"Hallo om sebentar lagi aku akan ke rumah om ya ambil kembang api nya, karena tadi dari rumah mama kami langsung ke villa gak singgah tempat om dulu karena malas muter"
"Nanti Anto akan lewat jalur pintas aja seperti biasanya"
"Anto?? ah mungkin itu sebutan untuk dirinya sendiri" jawab ku sendiri
"Kak kenapa disini masuk duduk lah"
__ADS_1
Lagi-lagi adegan berulang ini terjadi dan tetap saja suara Santi membuat ku terkejut, namun kali ini aku berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbangun sebelum semua tuntas, karena aku tidak mau kehilangan moment penting ini
Tapi aneh aku tidak melihat Santi didekat ku, aku celingukan mencari dimana Santi tapi tidak ku temukan