
Keluarga Wida memang termasuk orang terkaya di kampung sini, karena usaha orang tuanya yang begitu banyak, selain memiliki vila yang selalu siap disewakan, orang tua Wida juga memiliki perkebunan kopi dan jeruk yang sangat luas
"Non kan sendirian jadi disini saja biar Deket sama non Wida jadi g merasa sepi kalau mau main tinggal ketik pintu" kata ART yang masih muda tersebut, sepertinya masih seumuran Dangan kami
"Iya mbak terima kasih" jawab ku singkat
"Panggil saja saya Marni non biar enak karena usia kita sepertinya gak jauh beda" jelasnya lagi meminta dipanggil nama saja sambil membuka kan pintu kamar
"Baiklah Marni terima kasih ya" kata ku pada nya
"Kalau butuh apa-apa panggil saya saja ya non" kata Marni lalu dia beranjak pergi
Aku pun masuk kekamar dan langsung merebahkan diri di kasur yang kelihatan bersih dan empuk yang seperti memanggil untuk segera di tiduri
Saat sedang berbaring mataku menerawang membela seisi ruangan, memperhatikan sekeliling, dan melihat ada 2 pintu disamping lemari pakaian, "itu pintu apa ya yang satunya" pikir ku
"Yang satu pintu kamar mandi yang satunya apa ya" gumam ku sendiri, dan langsung berdiri karena teringat perkataan Marni (kalau bete tinggal ketik pintu kamar Wida saja)
Aku langsung menuju pintu tersebut aku buka pintu pertama dan ternyata kamar mandi, lalu ku ketuk pintu kedua namun tak ada jawaban dan aku mencoba membuka nya, ternyta pintu tidak di kunci
Aku membuka pintu tersebut dan ternyata benar itu pintu yang tembus kekamar Wida
"Masuk lah sini, aku sengaja gak mengunci pintu nya, karena aku tau kamu pasti buka sendiri pintu itu, jiwa penasaran mu kan gak terbantahkan, haha" kata Wida yang melihat ku masih bengong didepan pintu
"Kenapa kamu tadi gak jawab pas aku ketuk pintu" kata ku sambil melangkah menuju kasur dimana Wida sedang berbaring sambil memainkan hp nya
"Sini tiduran dekat aku" kata Wida mengajak ku untuk ikut berbaring disebelahnya
"Kamu kok yakin banget bakalan aku yang tidur dikamar itu" tanya ku padanya sambil merebahkan diri disampingnya
"Aku sudah menduga bahwa kamu yang akan tidur disitu, gak tau kenapa tapi filing ku bilang bahwa kamu yang akan tidur disitu" kata Wida lagi
"Mungkin karena selama ini tanpa sadar kita seperti membangun gap, siapa akrab dengan siapa, dan kamu sadar gak, kalau kita berdua ini yang dekat saat di kosan dan merek yang memilih berdua itu yang dekat juga" Wida melanjutkan pembicaraan sampai membahas kedekatan satu sama lainnya
"Iya juga ya" kata ku membenarkan, karena aku juga merasa bahwa aku dan Wida lah yang sering nongkrong berdua bergantian bermain dikamar dan tidur dikamar salah satu dari kami, gara-gara ketiduran karena keasikan ngobrol berdua
"Oh iya itu bekas kamar siapa kok bisa ada pintu tembus nya" tanya ku pada Wida yang diam dan tidak menjawab bahkan sudah tidak ada pergerakan lagi, dan ku lihat ternyata dia sudah tidur
Aku pun mulai merasakan ngantuk juga dan ikut tertidur disamping Wida yang sudah terlebih dahulu terlelap dalam tidur nya
******
"Kak bangun" ada suara anak kecil yang membangunkan ku
"Emmh jam berapa sekarang" tanya ku
"Jam 7 pagi kak hayuk bangun, kita sarapan terus kita jalan-jalan lagi ya" suara nya masih jelas terdengar sementra aku masih belum membuka mata
"Mmmmh iya sebentar, mandi dulu" jawab ku lagi
__ADS_1
"Baiklah aku tunggu dibawah ya kita sarapan sama-sama" katanya lagi
"Mmh iyaaa" sambil membuka mata dan menoleh kearah sumber suara dan langsung kaget karena tidak ada seorang pun disamping ku
"Mana Wida ya, perasaan tadi dia tidur disamping ku dan membangunkan ku, tapi kenapa dia panggil aku kakak dan suaranya seperti anak kecil" gumam ku
"Ah mungkin perasaan ku saja suara anak kecil tadi" gumam ku lagi dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk mandi
Saat aku masuk kekamar mandi dan mulai menyalakan air, terdengar sayup-sayup suara teriakan anak kecil dan wanita muda yang meminta tolong
"Aaaaaa, tolooong"
Praaang, suara kaca pecah
"Mamaaaaa... Lepaskan mama ku"
Terdengar suara anak kecil berteriak, seolah berusaha melerai perkelahian
Aku mematikan keran air, tapi tidak ada suara apapun semua sepi, suara teriakan tadi pun menghilang
Ku nyalakan lagi keran air dan keadaan normal tidak ada terdengar suara apapun, ku letak kan handuk dan bersiap untuk mandi, saat aku mulai berdiri dibawah shower dan mulai merasakan hangat nya air dari shower yang menyirami tubuh ku, tiba-tiba
"Aaaaaaa, bajingan lepaskan aku" aku mendengar teriakan seorang wanita yang seperti meronta meminta untuk dilepaskan
Praaang, bruuuk terdengar jelas banyak lemparan-lemparan barang dan seperti ada yang terjatuh
"Mamaaaaaaa" teriak seorang anak kecil lagi
Ku nyalakan shower, "ahahahahah" suara tawa seorang pria terdengar
Ku matikan lagi kran air, hening tanpa suara hanya terdengar tetesan air Dari sisa shower yang barusan saja ku matikan
Jantung ku berdegup kencang, aq mulai merasakan sesuatu yang aneh yang sedang terjadi, dengan masih penasaran aku menyalakan air lagi dan berusaha bergegas menyelesaikan mandi ku
"Aq harus segera selesai mandi dan aku akan segera melihat apa yang sedang terjadi" gumam ku dan menyalakan keran air
"Kamu harus menjadi milik ku, tidak ada seorang pun yang bisa memilikimu" terdengar suara seorang laki-laki berbicara disela-sela tangis seorang perempuan
Aku membiarkan air mengalir membasahi tubuh ku, dan terus mendengarkan apa yang sedang terjadi
"Kenapa kamu melakukan ini semua" teriak suara perempuan itu
"Aku mencintai mu sejak dulu, tapi kenapa kamu malah memilih bajingan Santoso itu"
teriak laki-laki itu lagi
"Praang" terdengar suara bantingan barang
"Aaaaaa" terdengar pula suara jeritan ketakutan dari dua orang beda usia
__ADS_1
"Kamu harus ikut aku" teriak laki-laki itu lagi
"Gak mau, lepaskan aku nano" suara perempuan itu terdengar meronta untuk berusaha melepaskan diri
"Lepasin mama ku, lepasin om, lepasiiin" suara anak kecil itu seperti berusaha sekuat tenaga membantu melepaskan mamanya
"Berisik kamu" teriak laki-laki itu yang bernama Bano, setidaknya aku tau nama dia karena panggilan dari perempuan tadi
"Aaaaaa" "Praang"
"Santiiiii" teriak perempuan itu
"Ahahha rasakan itu lah kalau selalu ikut campur urusan orang tua" suara bano malah seperti terlihat senang
"Santi???" Pikir ku, saat mendengar teriakan perempuan tadi memanggil anak kecil yang berusaha menolong nya tadi
Aku langsung mematikan air dan suasana lagi-lagi hening.. dan tiba-tiba saja tubuh ku gemetaran aku lupa ternyta air yang ku nyalakan terus saja menyirami tubuhku terus menerus hingga membuatku kedinginan dan menggigil
Aku berusaha menggapai handuk namun tubuh ku seperti kaku.. berat sekali kaki melangkah dan sekuat tenaga pun tangan ku meraih tetap tak bisa
Sepeti ada yang mengikat kaki ku dan menarik tangan ku agar tak bisa menggapai handuk
Tiba-tiba keran air menyala sendiri dan terdengar lagi dengan jelas suara-suara teriakan seperti perempuan dipukul dan meronta
"Lepaskan anak ku, santi , santi, lepaskan dia" suara perempuan itu terus meminta untuk melepaskan anaknya
"Santi?? Pikir ku.. aku harus menolong nya, tapi kaki ku seperti semangkin kuat terikat
"Hei apa yang kalian lakukan" aq berusaha teriak agar mereka tau bahwa ada aku di rumah ini
"Tante, tente tolong" teriak Santi meminta tolong
"Santi, Santi, Sekuat tenaga aku berusaha lepas sambil berteriak memanggil nama Santi, dan tiba-tiba
"Un.. un.. bangun" suara Wida mengagetkan ku
"Santi..." Teriak ku sambil terbangun dari tidur
Aku melihat ke sekeliling dan memegang tubuh ku.. kulihat tubuh ku masih kering dan aku Mash berada di tempat tidur yang sama dengan Wida
Aku melihat Wida masih dengan nafas yang Masih ngos-ngosan
"Kamu mimpi apa?" Tanya wida
"Aku kenapa disini, bukan kah tadi aku mandi" tanya ku balik tanpa menjawab pertanyaan Wida
"Mandi??" Tanya Wida lagi keheranan
"Iya tadikan aku mandi, trus"
__ADS_1
"Sejak kapan kamu mandi, kan tadi pas sampe kita sama-sama ketiduran disini" Wida langsung memotong perkataan ku yang hampir saja menceritakan mimpi ku
"Makanya sebelum tidur doa dulu, entah itu jam berapapun, biar g mimpi aneh-aneh" kata Wida lagi yang masih menyisakan kebingungan dalam diri ku