Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 32


__ADS_3

Perjalanan kami lanjutkan ke loyang koro tempat yang melegenda yang selalu di kunjungi para wisatawan kalau ke kita ini


Loyang Koro \= Gua Kerbau  adalah gua alam yang pernah dipergunakan untuk membawa kerbau sehingga di beri nama Loyang Koro  (dalam bahasa Gayo  Loyang \= Goa dan Koro \= Kerbau)


Gua Loyang Koro adalah sebuah gua yang terletak di  tepi danau laut tawar  kecamatan kebanyakan  ibu kota Takengon dengan jarak tempuh lebih kurang  5 km arah timur ibu kota takengon, gua ini merupakan  salah satu objek wisata  yang sangat indah dan asri juga ramai pengunjungnya pada  hari libur


Gua ini letaknya  di kaki Gunung Birahpanyang, turun ke bawah  sekitar 15 meter melalui  bibir pantai dari jalan menuju kec. Bintang,  gua ini juga memiliki kedalaman lebih  kurang 110 meter,  untuk memasuki ke dalam gua dapat dijangkau dengan jalan setapak.


Para pengunjung yang berwisata ke Gua tersebut dapat menikmati sampai ke dalam goa yang berjarak sekitar 110 meter  karena pemerintah pariwisata setempat sudah menyediakan fasilitas penerangan seperti listrik dan generator.


Menurut pemandu  legenda  gua ini ada dua versi dalam  sejarah : yang pertama menyebutkan bahwa dulunya gua ini tembus ke Isak, melalui gua ini  para pengembala kerbau membawa ternaknya, jadi gua ini merupakan jalan pintas untuk menuju ke Isak atau ke Kota Takengon untuk berdagang


Jika mereka membawa ternak melewati jalan raya sangat jauh dan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan  sebaliknya dari Isak juga ada gua yang namanya Gua Kambing yang bersambung dengan gua loyang Koro ini, namun  saat ini sudah   tertutup dan tidak  dapat melewati lagi


Menurut lagenda tertutupnya gua ini  akibat pertikaian  antara pengembala kambing dengan pengembala kerbau yang sama-sama membawa  ternak,  saat itu beradu di dalam gua tersebut dan sama-sama tidak mau mengalah atau mundur salah satunya  hingga menyebabkan  runtuhnya dinding goa sehingga jalan tertutup dan tidak dapat dilewati lagi. Kemudian versi yang kedua  menyebutkan bahwa goa ini dulunya adalah tempat bersembunyi Sultan Aceh dari kejaran tentara Belanda dan portugis


Aku sengaja banyak membaca terang lokasi wisata di kota ini sebelum berangkat agar tidak terlalu buta tentang wisata mana aja yang akan di datangi meski kita berangkat dengan pemandu asli dan putri daerah kita ini yaitu Wida hehe


"Siapa nama mu nak" tanya seorang nenek yang sedang duduk dekat gua


"Uni nek" jawab ku sambil tersenyum


"Aura mu sangat kuat nak, ada yang selalu mengikuti mu" nenek melihat kesamping ku dan aku juga mengikuti arah mata nenek memandang


Begitu juga yang lain nya melihat kearah mata nenek memandang, hanya Wini yang aku lihat asik dengan dirinya sendiri


"Nenek lihat apa" tanya Wida


"Kamu jangan lemah, kunci nya ada di kamu, kamu yang harus membantu dia menuntaskan ini semua" nenek kembali duduk


"Siapa nek??" tanya ku lagi


"Sini" kata nenek memanggil ku


Ku hampiri nenek yang tengah duduk, dipegang nya tangan ku, terasa seperti ada yang hangat mengalir ke tubuh ku

__ADS_1


"Apapun yang menjadi tujuan mu, jangan takut selesaikan semua dengan kepala dingin, yang kamu hadapi bukan cuma dunia lain tapi manusia picik yang tak mengenal belas kasihan" ucap nenek


"Nenek tau siapa dia" tanya ku lagi


"Orangnya tak bisa disebut namanya, nenek hanya bisa membaca dari aura mu saja nak, ***** tidak mengenal mereka tapi nenek bisa merasakan apa yang sedang kamu hadapi, yang jelas orang itu tidak bisa disebut sembarangan"


"Selama perjalanan mu akan ada petunjuk yang kamu dapatkan sedikit demi sedikit jalan mu akan mengarah kesana, pelan-pelan jangan gegabah"


Nenek langsung diam menatap lurus kedepan tanpa berkedip


Aku melihat kearah teman-teman dan mereka cuma diam saja tanpa berucap, aku masih melihat Wini asik dengan dirinya sendiri


"Terima kasih nek kami pamit", ucap pada nenek


Tiba-tiba tangan ku ditarik oleh nenek,


"Teman mu itu jangan sampai ditinggal sendirian dia adalah sang perantara, rasa sakit yang dia derita akan lebih parah dari yang kamu rasa" kata nenek lagi


Aku langsung melihat kearah wini dan berjalan mendekatinya


Tapi nenek hanya diam tanpa berkata lagi, sambil asik mengunyah sirih dan menggoyangkan tembakau yang dibulatkan di oles-oles ke mulutnya kalau kata orang Medan itu suntik, kalau g nyuntil g asik kata mereka


Karena nenek diam saja aku berlari melihat ke wini, ada rasa khawatir terhadap wini, karena perkataan si nenek yang mengatakan rasa sakit yang dia derita lebih berat dari yang ku rasa


"Apa karena dia harus menerima kehadiran Yanti dalam tubuh nya dan selalu menjadi pengarah dalam misteri ini??"


"Wini" panggil ku


"Iya" sahut nya


"Jangan jauh-jauh dari kami" ucap ku, dan wini hanya mengangguk


Aku melihat ada kekhawatiran dibawah Wina kembaran wini, aku merasa Wina bisa merasakan apa yang dirasakan kembarannya


"Jaga wini" bisik ku pada Wina, dan Wina mengangguk

__ADS_1


Aku melihat ke arah nenek yang masih duduk terdiam disana, tanpa reaksi dan tak pernah melihat kearah kami atau bahkan melirik sekalipun


"Siapa nenek itu ya, kenapa dia bisa tau masalah yang kamu hadapi??"


"Siapa yang selalu mengikuti ku, Santi kah atau ada mahluk lain??"


Pikiran ku malah menjadi kacau karena ucapan nenek, semangkin banyak pertanyaan yang harus di jawab


Aku masuk kedalam loyang koro dan bertemu pemandu yang sedang menjelaskan pada wisata yang lain, dan aku menghampiri nya


"Pak maaf mau tanya, nenek yang duduk disitu itu siapa ya" tanya ku pada pemandu


"Owh itu nek Atma dia itu salah satu orang pintar disini ya sering disebut cenayang, tapi dia jarang kesini kalau ada dia berarti ada dari salah satu pengunjung disini yang memang sedang butuh bantuan, tapi biasanya dia hanya memperhatikan dan memperingatkan saja"


"Karena kadang ada beberapa pengunjung yang datang malah buat kacau, ibarat kata masalah dari luar masuk kesini dan dia tidak suka"


Jawaban si bapak malah membuat ku bingung, sehebat itu kah nek Atma??


"Dia tinggal dimana pak, kok bisa dia merasakan hal seperti itu, apa dia memang ditugaskan menjaga disini, sudah sering ya dia ada disini" tanya ku lagi


"Dia tinggal di belakang gunung sana, saya juga kurang pasti karena belum pernah kerumahnya, seinget saya selama jadi pemandu disini ya dia datang beberapa kali, kalau tidak salah adalah kejadian yang paling ngeri di kita ini ya itu kejadian di villa atas sana kalau tidak salah 10 tahun lalu"


" waktu itu saya masih ikut-ikut ayah saya belajar jadi pemandu waktu itu Nenek juga datang kesini, ada 1 keluarga yang datang dan si nenek memperingati keluarga tersebut, katanya harus hati-hati pada malam tahun baru akan ada orang terdekat yang memisahkan dan menghancurkan kebahagiaan"


"Tapi tidak ada yang tau apa artinya dari ucapan nenek, dan Kalai saya tidak salah ingat ada berita beredar Ada 1 keluarga yang hilang dan ada kekacauan di villa atas sana tapi karena saya tidak terlalu perduli ya saya juga gak ikut-ikutan lihat lokasi kejadian, walau sedikit penasaran tapi ayah melarang karena kata ayah takut kena imbas nya"


Pemandu menceritakan soal nenek, memang sedikit aneh tapi bisa jadi cerita ini benar


"Imabsnya bagaimana pak??, Villa apa??" tanya ku lagi


"Kalau tidak salah villa Cendana, ya saya ingat keluarga yang datang waktu itu adalah keluarga yang tinggal disana, saya pernah bertemu mereka saat pesta tahun baru tahun sebelum kejadian mereka menghilang"


"Padahal keluarga it ramah loh, ya imbas yang ayah saya bilang tadi ya itu sampai sekarang saya juga gak tau"


Jawaban si bapak terhenti dan semangkin membuat ku bingung

__ADS_1


"Aah tidak ada yang pernah tuntas" pikir ku


__ADS_2