Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 43


__ADS_3

"Maafin uni mom, udah buat mom sedih" aku memeluk mom endang dan mom endang membalas pelukan ku


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, harus ada solusi dari ini semua" Sri yang jarang sekali terlihat dalam perbincangan karena memang karakternya yang pendiam tiba-tiba bersuara


"Iya benar harus ada yang harus kita lakukan biar tidak hanya satu orang saja yang merasa kelelahan" wini juga menimpali sambil menatap ke arah Wina


"Kenapa menatapku" tanya Wina


Wini hanya diam dan mengalihkan pandangan nya kearah ku, aku tau wini Mash khawatir dengan kembarannya


"Apa kita harus lapor polisi" kata lifa lagi


"Jangan", wini tiba-tiba bersuara agak keras


""Biasa aja kali bilang jangan nya tidak usah pake teriak ditelinga ku gitu" Endah terlihat protes dan Wina hanya menatap Endah sekilas


"Malam ini adalah malam tahun baru, malam dimana semua kejadian yang menyakitkan terjadi" Wida mulai bercerita


"Malam itu aq dan mommy pergi ke villa berdua karena ayah yang di tunggu-tunnggu untuk menjemput gak kunjung datang setelah memberi kabar kalau mobil nya rusak dan setelah diperbaiki akan di jemput"


"Kami menghubungi Anto tapi tidak diangkat, saat menghubungi Yanti dia mengatakan anto sedang pergi kerumah om Wowo tapi belum kembali sejak siang"


"Kami pikir mungkin mereka masih sibuk mempersiapkan malam tahun baru acara rutin di villa, jam 10 malam belum ada kanar dari ayah maupun Anto untuk menjemput"


"Saat menghubungi Yanti sudah tidak ada jawaban aku merasa aneh makanya aku mengajak mommy dan memutuskan untuk pergi ke villa sendiri menggunakan motor"


"Agak rawan memang perjalanan malam menggunakan motor, tapi kami nekat saja untuk pergi, karena berfikir malam tahun baru pasti ramai orang di jalan jadi aman"


"Sampai di halaman villa kami melihat villa masih sepi seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan, biasanya menjelang tengah malam sudah ramai di kunjungi orang dan lampu-lampu taman juga sudah di nyalakan, tapi kali ini sepi dan gelap"


Wida terus bercerita tentang malam itu, tanpa sengaja tangan ku menyentuh tangan wini dan wini menoleh kearah ku, sejenak kami saling bertatapan


"Jam berapa ini" bisik ku pada wini disela-sela Wida yang masih semangat menceritakan kejadian malam tahun baru

__ADS_1


"Jam 10 pagi" jawab Wina sambil melihat di tangan nya, "Kenapa?" tanya Wina lagi


Aku cuma diam dan beralih kemeja untuk mengambil jam tangan ku dan ku kenakan, entah kenapa aku punya firasat lain soal berburu waktu


"Aku masih mematung saat berhenti dihalaman vila" aq mendengar Wida Mash melanjutkan ceritanya


"Tapi mommy langsung menuju ke dalam villa, sambil memanggil Yanti namun tak ada jawaban, sementara waktu sudah menunjukan jam 11 malam" Wida berhenti berbicara dan mulai terisak


"Kenapa?" tanya Endah yang berada disamoing ku, dan aku menggeleng


"Villa masih gelap" mom Endang melanjutkan cerita wida


"Mom bingung dimana tempat nyalakan lampu sementra tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam villa"


"Tiba-tiba lampu villa menyala berikut lampu taman semua menyala dan mom melihat Wida yang menyalakan, tapi mom kaget villa dalam. keadaan berantakan dan ada bekas ceceran darah" mom mulai terisak saat menceritakan kejadian itu


Tanpa sengaja aku melihat Santi yang menatap tajam ke arah ku dari pintu kamar, seolah-olah tatapan itu menyimpan semua kebencian tapi entah pada siapa


"Santi" ucap ku sambil tangan ku reflek menyentuh tangan wini, dan menggenggamnya dengan erat


"Saat nya memulai pertarungan, hidup atau mati, aku rela mengungkap misteri ini" aku menatap wini dan wini mengangguk seolah-olah sudah mengerti maksud dari ucapan ku


"Baiamana cara memulainya" tanya wini


Dan aku hanya menggeleng karena aku juga tidak tau kapan waktu nya aku bisa kembali ke dunia kasat mata yang menuntun ku pada cerita dan kejadian sebenarnya


"Mom pernah tau gak kalau ada ruang rahasia disekitar villa perkebunan" tanya ku pada mom Endang


"Mom gak tau, tapi dulu almarhum ayah Wida pernah berencana membuat jalan rahasia dan ruang bawah tanah yang nanti nya akan tembus ke villa Cendana" jawab mom endang


"Waktu di villa perkebunan, uni diberi penampakan soal pintu rahasia disekitar perkebunan dan sebelum laki-laki itu menyerang uni sempat melihat dia membawa seorang laki-laki yang dirantai dan memasukannya ke dalam terowongan yang sprtinya pintu rahasia"


"Laki-laki itu bilang rencana yang dijalankan bersama tanpa sepengetahuan siapapun sudah dijalankan dan terlaksana dan itu adalah tempat mu selama nya"

__ADS_1


Aku menceritakan penampakan yang ku lihat di villa perkebunan, aku merasa masalah ini harus di satukan penggalan demi penggalan agar bisa menjadi satu runtutan cerita dan peristiwa


"Catat" Wina dengan tatapan kosong nya hanya berkata satu kata saja


"Ambil kertas dan pulpen" kata Sri


Wida langsung bergegas mencari buku dan pulpen untuk mencatat setiap peristiwa yang terjadi


"Sini aku yang catat" kata Endah, Endah emang sprti wartawan, dan dia pula yang sering menemani ku setiap ada masalah


" Dari mana tadi, pintu rahasia villa perkebunan ya" tanya Endah


"Rumah om Wowo tempat aku menyaksikan kejadian kecelakaan di depan rumah nya" jawab ku lagi


"Aku akan ke villa sekarang, sebelum jam 12 malam misteri ini harus di pecahkan, aku akan kembali dr awal dimana aku pertama kali dibawa kesana" ucap ku pada mereka


"Lalu kami" tanya Wida


"Tunggu aku disini, jika sampai jam 10 malam aku tidak kembali telpon polisi bilang ada pembunuhan di villa Cendana" jawab ku lagi


Aku menoleh ke kanan karena seperti ada tangan kecil yang menyentuh ku, dan aku tersenyum pada wajah sendu Santi yang tersenyum pada ku


Santi menoleh kearah wini seolah memberi perintah tapi aku belum tau pasti apa keinginan Santi, aku menoleh kearah wini dan menggenggam tangan wini dan wini seolah mengerti dan dia mengangguk


Saat aku menoleh kearah Santi aku sudah berada di villa cendana, keadaan masih sepi seperti tidak terjadi apa-apa, tidak ada Santi atau pun Yanti, aku kembali di kamar dimana pertama kali aku bangun


**tiiit..tiit..tililit tiit tiit**


Aku mendengar suara dering telpon dan aku hafal betul itu suara telpon Yanti


Aku bergegas keluar dari kamar, aku yakin bisa menyelesaikan misteri ini, dan menangkap dalang dari semua peristiwa yang terjadi


"Hallo yah, tidak ada yah Anto masih di rumah om Wowo hp Anto di tinggal yah di cas, nanti Yanti coba telpon om woow deh yah buat jemput ayah, ayah dimana"

__ADS_1


Sejenak obrolan via telpon ini pernah ku dengar sebelum nya namun kali ini aku tidak bisa mendengar pasti jawaban dari ayah Yanti di seberang sana, namun yang pasti ayah minta jemput


__ADS_2