
"Ini hanya kamar tamu nak, dulu rumah ini adalah villa yang sering disewakan sebelum dirubah menjadi rumah biasa" jawab mom endang
"Bukan kamar Mira??" tanya ku
Mom endang terlihat terkejut
"Dari mana kamu tau nama itu" kata mom endang
"uni mendengar nya di villa kmren malam tante" jawab ku singkat
"Hanya ayah Wida yang memanggil Mira pada Yanti, itu nama kesayangan ayahnya Wida untuk Kakak Wida" jawab mom endang
"Yanti ibunya Santi kah mom" ucap ku lagi
"Kamu kok tau" jawab mom endang
"Santi yang bilang kalau nama Santi adalah gabungan antara Santoso dan Yanti" jawab ku
Mom endang terdiam dan terlihat ada bulir air mata yang menetes di pipi nya dan cepat-cepat di hapus oleh mom endang
"Wida tolong telpon Ki bada" mom endang. memerintahkan Wida menelpon Ki bada
"Mungkin sudah saat nya" kata mom endang lagi
"Jangan"
Kami semua menoleh ke arah Wina, yang tiba-tiba berteriak mengatakan jangan
"Selesaikan masalah ini sendiri, kehadiran orang luar akan menambah bahaya bagi sang terpilih" Wina terlihat berbicara dengan tatapan kosong lurus ke depan
"Siapa sang terpilih" Mom endang bertanya
"Bantu uni, lindungi uni, dia yang akan menuntun dan mengungkapkan semua nya, mom ini demi kebaikan keluarga kita, sumpah ku akan terlaksana dan dendam ku akan terbalas" Wina langsung terdiam dan tak bersuara sedikit pun
Suasana menjadi sepi tak ada yang bersuara, keheningan ini membuat ku berfikir bagaimana ini semua bisa terjadi, bagaimana aku bisa menjadi sang terpilih untuk menyelesaikan semua misteri
Sumpah dan dendam, apa hubungan nya dengan ku, kalau ini berkaitan dengan kejadian 10 tahun lalu yang menimpa keluarga ini, lantas apa hubungan nya dengan ku???
Aku baru mengenal Wida 3 tahun ini dan sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di kota ini, bagaimana bisa aku menjadi sang terpilih??
Lalu siapa Ki bada yang tadi akan di telpon namun Wina melarang??
__ADS_1
Kenapa bisa Wina berbicara seperti itu, siapa yang merasuki Wina??
Apakah tebakan Ku selama ini benar kalau Wina adalah perantara antara aku dan dunia lain??
Begitu banyak pertanyaan yang ku lontarkan pada diriku sendiri dan tidak tau jawaban pastinya
Keheningan ini membuat dunia serasa terhenti, jarum jam juga tak lagi berdetak, sepi seperti tak ada kehidupan lagi
Aku melirik ke arah Wina, dan ku coba menyapa nya
"Wina" panggil ku
"Hmm iya, kenapa un" tanya Wina saat menoleh ku
"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan" tanya ku lagi
Semua masih terdiam, tanpa ada yang ikut bersuara
"Memang nya aku ngomong apa, dari tadi aku diam saja cuma ngelihat mom endang bangunin kamu, kami kenapa sih tadi lari-lari terus pakai pingsan segala" Wina malah memberikan pertanyaan balik pada ku
Aku bingung dan beralih menatap mom endang dan lifa, lifa hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu juga
"Mom, ada beberapa keanehan yang akan uni tanyakan pada mom dan wida" ucap ku pada mom endang dan Wida
"Apakah dibawah sana", aku berjalan kearah jendela
"Adalah sebuah taman tempat bermain Santi dan teman-teman"
"Kenapa dirumah ini tidak ada foto keluarga atau yang lain nya"
Pertanyaan ku terhenti dan aku terdiam serasa berat untuk melanjutkan pertanyaan ku karena ku lihat ada ketegangan di wajah Wida dan mom endang
Ku genggam tangan mom endang agar menenangkan nya dan membuat dia tegar mendengar cerita ku, dan ku tatap wajah Wida yang sebentar lagi menumpahkan air mata nya, meski ia terlihat berusaha tegar tapi aku tau hati nya hancur
"Mom" sambil ku usap-usap punggung tangan nya
Tiba-tiba mom endang menangis sejadi-jadinya, dan Wida langsung memeluk mom endang dan menepiskan tangan ku dengan kasar sampai aku hampir terjatuh karena dorongan nya
Kalau tidak karena lifa yang menahan badan ku mungkin aku sudah tersungkur ke lantai
"Mau kamu apa un, kamu sengaja membuka luka lama keluarga kami dan membuat koreng baru" teriak Wida sambil menangis dan memeluk mom endang
__ADS_1
Aku dan yang lain nya hanya terdiam melihat ibu dan anak yang tengah menangis berpelukan, kami hanya bisa membiarkan mereka tenang karena berbicara saat ini pun percuma yang ada hanya menambah panas suasana
"Pelan-pelan saja menyampaikan nya" bisik lifa yang masih memeluk ku dari samping yang juga berusaha menenangkan ku
"Mbak tolong ambilkan air putih" ku dengar Endah meminta air putih pada pelayan
Tak lama Mbak Marni datang membawakan dua gelas air putih dan menyodorkan ke Wida dan mom endang
"Diminum dulu non, nyonya, biar lebih tenang" kata mbak Marni pada dua majikan nya tersebut
Wida dan mom endang mengambil air minum Dan meminum airnya di sela-sela sesenggukan nya karena menangis
Selesai minum aku melihat mereka sudah sedikit tenang, dan mom endang beralih menatap ku
"Sini nak" mom endang mengulurkan tangannya meminta ku untuk mendekat
Dan aku mendekat pada mom endang dan mom endang langsung ke memeluk ku dan Wida secara bersamaan sambil menangis lagi
Aku pun hanya bisa membalas pelukan mom endang dengan perasaan sedih dan juga bingung
Aku bingung harus memulai dari mana cerita ini, aku takut nantinya hanya akan menambah sedih dua orang yang sedang aku peluk ini, tapi kalau tidak aku ceritakan maka tidak akan ada titik terang untuk semua misteri yang sedang terjadi
Perlahan mom endang melepaskan pelukan nya, dan dia mengisap kepala dan wajah ku, lalu dia berkata
"Bantu kami nak, cuma kamu harapan kami selama 10 tahun ini, untuk mengungkap ya g tak bisa terungkap oleh siapapun termasuk polisi"
"Kasus 10 tahun lalu hilang begitu saja tanpa ada yang bisa membantu kami, sampai kaki memutuskan untuk merenovasi semua villa ini menjadi rumah sederhana"
"Apa yang kamu ceritakan tadi benar adanya, rumah ini dulunya villa yang dikelilingi taman yang indah dan menghubungkan ke beberapa tempat termasuk villa Cendana yang pernah kami bilang"
"Termasuk jalan setapak menuju ke villa perkebunan itu dulu jalan pintas kesana yang setiap orang melewati jalan. itu akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah"
"Sekarang semua sengaja kami kubur dan di ubah menjadi perkebunan, semua bertujuan untuk mengubur masa lalu dan mengubur kesedihan"
"Wida saya kirim ke luar kota tujuan nya agar dia selamat dan baik-baik saja dan hanya bisa pulang 1 tahun sekali, karena kalau dia masih disini dia akan sakit dan terus diteror oleh"
"Momy jahaaat"
Ucapan mom endang terhenti karena teriakan Wina
"Momy tidak sayang kami" Wina terus berteriak
__ADS_1
"Wina tenang lah" kata ku pada Wina