
"tadi ada anak kecil yang membangunkan aku, ngajak main, terus aku bilang aku mandi dulu" jelas ku lagi pada Wida
"Kamu ini ya mangkin aneh aja iih.., di sini tu gak ada anak kecil, Kalaupun ada itu dulu sudah lama sekali" Wida mengatakan kalaupun ada itu dulu, artinya dia punya adik
"Maksud mu, dulu"
"Udah deh ya sekarang kita bangun terus mandi, terus kita sarapan, barusan momy udah manggil kita buat turun" kata Wida lagi
Wida memotong kalimat ku dan meminta ku untuk mandi dan segera turun, untuk sarapan dan bergabung dengan yang lainnya dibawah
"Ok baiklah aku kekamar ku dulu" kata ku untuk pamit, lalu aku bangkit dan berjalan menuju kamar ku yang cuma nyebrang dinding saja karena pintunya bersatu dengan dinding pembatas kamar
"Ada apa sih ini, kenapa mimpi ku mangkin aneh aja, dan siapa anak itu, kenapa selalu muncul dalam mimpi ku" gumam ku sambil berjalan
"Kamu ngomong apa" tanya Wida
"Eeeh enggak kok gak ngomong apa-apa, aku kekamar dulu" jawab ku
Lalu aku mempercepat jalan ku menuju kamar, sampai dikamar aku tidak langsung mandi melainkan aku masih berbaring di kasur empuk yang nyaman
"Kamar ini berwarna pink dan dekorasi nya sepeti kamar anak kecil, banyak sekali boneka dikamar ini" pikir ku sambil mata ku masih menerawang jauh membelah seisi kamar
..Tok tok tok..
Terdengar suara ketukan pintu, aku langsung bangkit dan membuka pintu
__ADS_1
"Eh Marni, ada apa?" Tanya ku begitu melihat Marni berdiri didepan pintu
"Non dipanggil ke bawah untuk sarapan" kata Marni yang diperintahkan untuk memanggil ku turun
"Owh iya, sebentar lagi saya turun ya" jawab ku sambil tersenyum
"Kalau ada perlu apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk memanggil saya ya, saya permisi dulu" kata Marni dan langsung pergi meninggalkan ku yang masih mematung
"Hei cepetan mandi" ada yang menepuk pundak ku, seperti suara wida
"oh iya" jawab ku, dan menoleh kebelakang tapi tidak ada siapa-siapa
"Wida.. wiid.." panggil ku pada Wida karena aku dengar sekali suara dia lah yang menyuruh ku mandi
Tapi cepat sekali jalannya balik kamar lagi tanpa ada suara pintu terbuka dan tertutup
Aku membongkar koper untuk mengambil handuk, ku biarkan saja pakaian ku masih didalam koper, toh nanti juga akan pindah lagi karena kami berencana akan liburan di vila
Tapi belum tau juga villa siapa yang akan kami tempati, milik keluarga Wida kah atau orang lain, hanya Wida sang tour gaet lah yang akan menentukan nya, karena memang dia yang hafal lokasi, secara putri daerah gitu loh yang lahir dan besar di wilayah ini
Liburan semester kali ini cukup panjang, ada 1 bulan lamanya moment langka dimana liburan kali ini selain karena liburan kenaikan tingkat, wisuda para senior dan juga ditambah libur karena memasuki penerimaan mahasiswa baru dan tahun baru, rencananya dikota ini akan kami habiskan 1 Minggu saja sekaligus menyambut pergantian tahun di puncak pantan terong
Menurut info yang aku baca dan cerita Wida, selain pemandangan nya yang memanjakan mata karena terlihat jelas kita Takengon dari atas di puncak ini biasanya akan selalu ramai dikunjungi apa lagi malam pergantian tahun, pesta kembang api dan aneka acara rakyat tersaji, itu lah salah satu daya tarik yang membuat aku memutuskan untuk mengajak teman-teman kesini.
Kata Wida 1 Minggu cukup buat menikmati udara sejuk dengan pemandangan perkebunan kopi dan jeruk, juga nanas dan pepohonan yang Masih bisa dibilang hijau nya memanjakan mata selebih nya terserah kita mau melanjutkan liburan kah atau pulang ke kota masing-masing.
__ADS_1
Selesai membongkar koper dan mengambil handuk aku lalu bergegas kekamar mandi, sejenak aku ragu untuk melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar mandi, itu karena aku teringat akan mimpi ku tadi "hmm itu cuma mimpi, lagian Jam segini juga mimpi" gumam ku dan langsung masuk ke kamar mandi
Aku perhatikan kamar mandi sambil mengingat-ingat mimpi ku tadi mencoba membandingkan kamar mandinya, "siapa tau sama berarti harus hati-hati" pikir ku lagi
"Ternyata beda berarti benar itu cuma mimpi, mimpi aneh yang pelakunya seperti nya dengan orang yang sama, kenapa begitu ya" aku terus berpikir sambil menyiramkan air ke badan ku yang ternyta aku salah putar, bukan nya air hangat yang keluar malah air dingin
"Alaamak dingin nya" teriak ku tanpa sadar, untuk di kamar sendiri coba lagi rame-rame bersama teman-teman yang lain alamat jadi bahan tertawaan, lalu ku putar keran yang menunjukkan tanda merah artinya heater water shower
"tes dulu ah siapa tau panas nya bisa bikin badan melepuh" ku putar dan ternyta heater dikamar mandi di rumah Wida ini sudah otomatis hangat tanpa harus menyesuaikan lagi untuk menyeimbangkan antara air dingin dan panas nya seperti di tempat lain yang pernah aku pakai.
Aku sengaja menggunakan shower dan tidak menggunakan bathup karena aku sedang buru-buru, kalau tidak mungkin aku akan berlama-lama berendam di bak itu, jarang-jarang kan menikmati suasana seperti dihotel dengan gratis dan seperti punya kamar sendiri
Kamar mandi yang cukup besar seluas kamar kos dan kamar tidur ku di rumah itu, "heran kenapa Wida tidak cari kosan yang lebih mewah ya, kenapa dia malah ngekos di kosan sederhana dan kecil seperti sekarang" pikir ku lagi
Tok... Tok..tok..
"Un cepetan mandinya, sudah ditunggu dibawah"
"Iya" jawab ku singkat
Aku mendengar suara pintu kamar mandi ku di ketuk dan terdengar suara Wida seperti menyuruh ku cepat mandi makanya aku refleks menjawab
Aku kembali melanjutkan dan menikmati mandi pagi ku kali ini, air hangat itu membuat badan ku terasa rileks seperti di beri terapi alami, "coba ada aroma terapi nya pasti lebih segar" pikir ku sambil terus merasakan hangat nya air yang mengalir
Tiba-tiba saja aku mencium aroma yang sangat segar dan enak sekali harum nya, yang membuat aku semangkin merasakan kesegaran dan pikiran yang rileks, sepertinya ingin berlama-lama aku mandi, kalau saja tidak sedang ditunggu untuk sarapan pagi mungkin saja aku bisa sambil bernyanyi dikamar mandi
__ADS_1
Aku lalu mengambil sikat gigi dan menyikat gigi ku sambil membiarkan air terus mengalir menyirami tubuh ku, sambil mengarah menghadap kaca yang berada tidak jauh dari posisiku saat ini, "ih berembun" pikir ku sambil membersihkan kacanya nya dan melanjutkan aktifitas berkaca sambil menyikat gigi