
Sementara Wida hanya senyum saja melihat diskusi kami yang asik membahas soal liburan.
"Oh iya ada hal penting yang harus kalian tau" tiba-tiba Wina bersuara dan berhasil membuat semua yang ada terdiam.
"Nanti saat lewat belokan tajam, kalau sopir bilang tutup jendela, kalian tutup aja ya, terus jangan ada yang tertidur saat melewati jalan tersebut, kalau ada dari kita yang terlanjur tertidur bangun kan" jelas Wida
"Kenapa? Tanya ku
"Terus kalau kalian ada melihat orang yang melambai-lambai kan tangan, cuek aja jangan bersuara apa lagi berusaha meminta sopir untuk berhenti dan memberi tumpangan, anggap aja kalian gak melihat apa-apa" lanjut Wina tanpa menjawab pertanyaan ku
"Kenapa, ada kejadian apa di tempat itu" aku semangkin penasaran
"Nanti saja diceritakan, yang jelas ikuti saja apa yang aku katakan dan nanti sopir perintahkan, jawab Wina lagi yang semangkin membuat ku penasaran
Semua hanya diam dan kembali ke aktivitas masing-masing, melanjutkan aktifitas gosip soal akan dibawa kemana liburan kali ini.
Flashback off
*****
"Mohon maaf kalau bisa jangan ada yang bersuara saat kita melewati belokan nanti, apapun yang dilihat usahakan tetap tenang,
Lebih baik lihat nya jangan keluar jendela lihat aja ke hp atau jok mobil atau mana saja
Asal jangan keluar jendela" jelas sopir saat akan melewati belokan tajam
"Kalau bisa baca-baca doa saja dalam hati, boleh merem asal jangan sampai tertidur" tambah supir lagi menjelaskan
__ADS_1
"Kalau ada yang melihat sesuatu usahakan palingkan pandangan jangan sampai menatapnya terlalu lama atau sampai saling berpandangan mata" titah supir terus menjelaskan
Kami semua hanya terdiam dan bisa mengangguk tanpa berani membantah dan berkata sepatah pun
"Mbak tolong temennya dibangunkan" pinta kondektur pada Sri untuk membangunkan wina wini
Sri pun membangun kan Wina wini dengan perasaan was-was, entah apa yang akan terjadi dan dilihat saat melewati jalan tersebut
"Win..win bangun jangan tidur sudah mau masuk belokan tajam" kata Sri saat membangunkan Wina wini dan merekapun kaget dan langsung bangun.
Suasana terasa hening, hanya suara kelakson mobil saja yang terdengar, karena sengaja ditekan berkali-kali oleh supir, mungkin itu adalah tanda bahwa mobil yang kami tumpangi akan lewat
Ku perhatiakan satu persatu teman-teman ku di belakang yang terlihat sedikit tegang dan bahkan ketakutan, ada yang berkomat-kamit yang mungkin sedang membaca doa.
Begitu juga dengan ku yang terus memanjatkan doa dan membaca ayat-ayat pendek yang aku hafal terutama ayat kursi dan memohon perlindungan pada Allah.
Wida saja yang sudah sering lewat Mash terlihat jelas Mash ada semburat ketegangan dan ketakutan di wajah nya yang terus tak henti berkomat-kamit yang mungkin juga membaca doa seperti yang lainnya.. karena memang tak ada suara yang keluar sedikit pun dari mereka
"Kalau ada yang melihat sesuatu usahakan palingkan pandangan jangan sampai menatapnya terlalu lama atau sampai saling berpandangan mata" suara Supir seperti terngiang kembali di telinga ku saat aku mengingat titah supir saat sebelum memasuki belokan tajam.
Aku langsung mengalihkan pandangan ku kearah supir dengan wajah tegang, terasa keringat dingin mulai mengalir di tubuh ku, rasa merinding yang tak henti-hentinya hingga membuat buku kuduk terasa berdiri.
Supir hanya melirik sepintas kearah ku yang bisa kulihat dengan jelas, lalu fokus lagi pada jalan
Aku melihat kembali kearah belakang melalu kaca spion, namun tak ada terlihat lagi perempuan yang tadi memanggil-manggil, hanya beberapa mobil saja yang masih terlihat mengikuti kami dibelakang.
Aku beranikan diri lagi melihat kedepan, aku melihat seperti ada yang tergeletak lemas dipinggir jalan dengan seorang bocah yang menangis disampingnya, terlihat dengan jelas ceceran darah di jalanan dan wajah dari si bocah yang sedikit hancur karena luka.
__ADS_1
Apa ada kecelakaan, tapi kenapa tidak ada yang berhenti pikir ku, dan tapi kenapa tidak ada yang menolong tanya ku lagi dalam hati, karena aku melihat mobil yang didepan kami juga tetap melajukan kendaraannya tanpa menghiraukan kejadian yang ada.
"tetap diam" seperti ada yang berbisik di telinga ku untuk jangan bersuara dan berbuat apapun, saat aku hendak bersuara dan melihat ke arah supir.
Suara itu serasa jelas Lagi-lagi aku memalingkan wajah sambil menutup samping wajah ku sebelum melewati mereka dan lagi-lagi aku melihat ekspresi wajah supir yang tetap fokus ke jalan tapi Masih sempat melirik ku dengan suara klakson mobil yang tak berhenti.
Dari arah berlawanan lewat pula mobil dengan melakukan hal yang sama dengan mobil yang kami tumpangi yakni tak berhenti menekan klakson mobil.
Aku melihat lagi ke kaca spion, dan benar apa yang kulihat sudah hilang, sama seperti tadi cuma ada mobil yang mengikuti tapi kali ini hanya sisa 1 mobil di belakang, mana mobil yang satunya, padahal tadi ada 2 tanya ku dalam hati. Dan tak berani bertanya
Tak lama aku melihat perkampungan yang sangat ramai, banyak anak-anak berlarian kesana kemari menyebrang jalan tanpa menghiraukan mobil yang lalu lalang, ada beberapa yang melambaikan tangan ada pula yang mengangkat-ngangkat Dangan seolah menawarkan daganganya pada setiap mobil yang lewat.
Tapi tidak ada satupun yang berhenti begitu juga mobil yang kami tumpangi, tetap melaju dengan tenang, hingga tiba-tiba
"Aaaaaaa"
Aq seperti mendengar suara teriakan dari arah samping, aku menoleh tapi aku kaget semua keramaian tadi hilang dan yang kulihat hanya gelap nya malam.
Aku terdiam dan terus terdiam dengan keringat terus bercucuran, badan ku gemetaran, kok aneh-aneh ya yang ku lihat, pikir ku, sedikit pun aku tidak berani bersuara, aku lihat teman-teman ku di belakang yang masih dalam posisi diam dan mata terpejam sambil berdoa
Mobil terus melaju dengan tenang tapi sudah tidak dengan bunyi klakson lagi, aku pikir mungkin belokan tajam sudah lewat, tiba-tiba mobil berbelok kesebuah rumah makan yang terletak di pinggir jalan dekat hutan.
"Alhamdulillah kita sudah aman, silahkan turun dulu cuci kaki dan cuci wajah kalian semua di air mancur belakang rumah makan" perintah supir yang mengangetkan kami semua, dan tanpa bertanya kami pun turun dan menuju lokasi yang diberitahu oleh supir tadi
Kami berjalan mengikuti Wida, karena Wida sudah hafal benar dimana posisi air mancur, karena ini adalah jalan yang sering dilewatinya kalau pulang kampung, jadi mungkin dia sudah hafal dan terbiasa
"Wid!" Panggil ku pada Wida
__ADS_1
"Ya apa, pasti mau tanya-tanya ya, nanti aja jgn sekarang" jawab Wina to the poin, memotong pembicaraan karena mungkin dia sudah tah aku mau tanya apa
"Baiklah" jawab ku pasrah