Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 25


__ADS_3

Aku dan Wida memposisikan tidur di ranjang di samping Wina, mata ku menerawang seisi kamar semua terlihat unik


"Kamar special" gumam ku


Dan tak lama aku mendengar suara langkah kaki tertatih-tatih, tapi aku tidak berani keluar kamar, ku lihat Wida dan Wida sudah tertidur pulas


"Apa salah ku" suara teriakan yang sangat kencang dan jelas terdengar


Aku kaget langsung terduduk di atas tempat tidur, ku bangunkan Wina dan Wida tapi mereka tak mau bangun


"Salah mu ada menikah dengan orang lain dan bukan dengan ku" terdengar suara laki-laki berteriak


"Aku sudah menganggap mu sebagai pakan mana mungkin aku menikah dengan mu" terdengar lagi suara perempuan berteriak


"Malam ini kau harus menjadi milik ku" teriak laki-laki itu lagi


"Lepaskan anak ku" terdengar lagi suara laki-laki melarang untuk melepaskan anak nya


"Diam kau an***g, gara-gara kau aku menderita selama 5 tahun gara-gara memikirkan cinta yang tak sampai, aku lamar anak mu dengan baik-baik tapi kau malah menikahkan nya dengan yang lain" teriak laki-laki itu


"Siapa kalian" teriak ku dari kamar, aku hendak beranjak dari tempat tidur tapi badan ku kaku


"Kau sudah dianggap seperti saudara kita besar dan tumbuh bersama Mira juga sudah menganggap mu seperti paman nya sendiri bahkan sebagai ayah, dan dia sudah mempunyai laki-laki yang dia cintai, mana mungkin menikah dengan mu" jawab laki-laki itu lagi sambil merintih kesakitan


"Ahahahaha, aku tidak peduli sekarang akan ku akhiri kebahagiaan kalian semua, membantu yang kau banggakan sudah mati dan dimakan cacing" teriak laki-laki itu lagi


Dan terdengar suara tangisan dari perempuan itu semangkin kencang memanggil nama seseorang


"Ahahaha panggillah suami mu sepuas mu dia tidak akan mendengar nya, karena dia sudah membusuk dibalik tanah" jawab laki-laki itu lagi


"Biadaab" teriak laki-laki yang lain


"Diaaaam" teriak ku dan suasana menjadi hening


Suara-suara ini membuat kepala ku sakit, aku tidak tau siapa mereka, kenapa selalu saja mengganggu ku


"Santi yah Santi pasti tau semua nya, jangan-jangan gundukan yang ditatap Santi lama itu, aaaaaaah" aku berteriak karena pikiran ku sendiri


"Un kenapa" Wida bertanya pada ku, mungkin dia tebangun karena teriakan ku


"Wina win bangun bantu aku, win"


Aku membangun kan Wina tapi Wina tetap tidur nyenyak, aku yakin Wina pasti tau sesuatu atau Wina bisa menjadi perantara antara aku dan mereka yang berada di dunia lain


"Kenapa un kok kamu kayak panik gitu" tanya Wida lagi

__ADS_1


"Kamu kenal Mira" tiba-tiba aku bertanya pada Wida tanpa berfikir lagi


"Mira??" Wida kaget


"Iya Mira" jawab ku lagi


"Di villa ini pernah terjadi sesuatu, apa kamu tau" tanya ku lagi


"Tidak aku tidak tau aku jarang kesini" jawab Wida


"Siapa yang sering ke sini"


"Aku juga tidak tau" jawab Wida lagi


Aku tidak tahu apakah Wida masih menyembunyikan sesuatu atau memang dia tidak mengetahui apapun


"Kamu tau dari mana nama Mira" Wina balik bertanya


"Barusan aku mendengar nama itu disebut oleh seorang laki-laki yang sepertinya ayah Mira" jawab ku lagi


"Apa???" Wina terkejut mendengar ucapan ku


"Kenapa ada yang salah??" tanya ku lagi


"Tidak apa-apa, tidur lah besok di rumah kita lanjut lagi ceritanya" Wida mengajak tidur mungkin Wida Masih belum mau menceritakan semuanya


"Besok saja, tidur lah" jawab Wida sambil membalikkan badan


Jelas terlihat oleh ku bahunya bergoyang sepeti sedang menangis


"Aku haus aku kedapur dulu ya" ucap ku pada Wida, dan Wida hanya diam saja


Aku beranjak dari kasur dan badan ku tidak kaku lagi seperti tadi, tapi rasnya lelah sekali seperti baru lepas dari ikatan yang kencang


Aku keluar kamar dan menuju dapur belum sampai dapur aku sepeti mendengar suara-suara orang sedang berbicara dengan pelan


Aku berhenti dan mendengarkan dengan seksama, memastikan bahwa memang ada yang sedang berbicara


"Awas kamu sampai membocorkan rahasia itu, akan aku bunuh kamu dan keluarga mu"


Terdengar suara laki-laki sendang mengancam sesorang dan suaranya seperti ku kenal


"Rahasia apa" pikir ku


Gumaman ku sepertinya terdengar boleh mereka dan seperti ada yang berjalan ke arah ku

__ADS_1


"Mau kemana nak" mbok nem menyapa ku


"Aku haus mbok mau ke dapur ambil minum tapi kok seperti nya aku tersesat lupa dimana dapur" jawab ku


"Nanti mbok ambilkan, duduk aja dulu" kata mbok nem


"Iya mbok" jawab ku sambil mengarah ke sofa ruang tamu


"Un kamu ngapain" tanya lifa


"Aku haus mau ke dapur tapi ketemu mbok nem jadi sama mbok nem diambilkan, tadi aku lupa bawa minum ke kamar, lalu kamu kenapa bangun" tanya ku balik pada lifa


"Aku lapar mau minta mbok nem masak mie" jawab lifa sambil nyengir


"Nak lifa lapar??" mbok nem muncul dan langsung bertanya


"Iya mbok minta tolong masakin mie ya, kamu mau un??" tanya lifa lagi


"Iya mau deh sekalian saya mau mie kuah pakai cabe yang banyak ya mbok, pengen yang anget-anget dan pedes ne" jawab ku


"Ya sudah mbok buatkan sebentar" mbok nem pun pergi ke dapur lagi


Sepintas aku sepeti melihat pak Bono memperhatikan dari balik jendela tapi langsung menghilang setelah aku menyadari keberadaan nya


Aku memegang lengan lifa dan berbisik


"Aku sepeti melihat pak Bono sedang memperhatikan kita dari tadi" bisik ku pelan


"Aku yakin ini semua ada kaitannya dengan pak Bono, kamu ngerasa gak laki-laki dalam foto itu agak mirin dengan pak Bono versi tua" bisik lifa lagi


Aku saja tidak menyadari itu tapi lifa bisa merasa seperti itu


"Aku tidak perhatian nanti aku coba lihat lagi" bisik ku lagi


Tak lama mbok nem muncul dengan membawa mie yang kami pesan tadi, dan kami pun menyantap dengan lahap, setalah makan kami kembali ke kamar masing-masing


Sebelum masuk aku sempat berbalik dan memperhatikan ke se isi ruangan, lalu masuk kekamar dan berbaring di sisi Wina yang tidurnya pulas sekali


Aku berharap tidur ku nyenyak dan tak ada mimpi aneh yang muncul agar besok bangun dalam ke adaan fit dan siap berpetualang lagi


Besok aku akan mengajak teman-teman nginap di villa Cendana sampai malam tahun baru tiba, rasanya harus aku selesaikan cerita ini, aku sudah lelah


Mungkin dengan menginap disana akan lebih ada kejelasan yang didapat dan akan ada, aku akan minta Wida untuk membooking villa itu


Obsesi ku semangkin besar untuk memecahkan kasus ini, misteri yang membingungkan, misteri yang berhubungan dengan dua alam

__ADS_1


Mungkin masih ada arwah gentayangan yang butuh diselamatkan, yah itu pasti Santi dan keluarga nya, semua harus terungkap


__ADS_2