
Aku melihat banyak mobil yang mampir dan sama seperti kami, setiap penumpang turun dan menuju air mancur, untuk sekedar cuci muka dan kaki, ada pula yang sekalian buang hajat, karena terdapat toilet juga disana
Suasana riuh dengan suara-suara dari setiap orang yang mampir, tapi tak ada sedikit pun yang bercerita tentang kejadian di belokan tajam. Aku tambah penasaran sebenrnya apa yang terjadi kenapa tidak ada yang melihat kejadian tadi
Selesai membasuh wajah dan kaki, kami kembali ke mobil, dari dalam mobil aku melihat semua aktifitas yang terjadi baik orang-orang yang akan ke air mancur maupun yang berada di rumah makan tersebut
Aku melihat ada beberapa orang yang makan dengan lahap nya, termasuk supir yang membawa kami
"Mbak g ikut makan?" Tanya Anto supir ganti mobil travel yang kami tumpangi
"Masih kenyang bang" jawab ku singkat, masih terus memandangi semua aktifitas yang ada
Aku melihat Wida dan Enda pergi membeli beberapa makanan, sementra aku dan hang lain nya masih tetap anteng didalam mobil, udara malam begitu dingin, aku naikan jendela kaca pintu mobil setengah menitip kepala
Ada perasaan aneh yang kurasakan dengan aktifitas yang terjadi, orang-orang disana sebagian hanya diam memandangi makanan yang ada didepan nya, wajah orang-orang tersebut juga terlihat pucat tanpa ekspresi
Orang-orang yang berlalu-lalang menuju pancuran juga terlihat banyak sekali dan tidak ada habis nya, padahal tidak banyak mobil yang mampir ke lokasi ini, kecuali mobil Ki dan satu mobil yang dibelakang kami, sementara mobil yang aku lihat lainnya tidak ada yang menyusul sampai saat ini.
Aku lihat teman-teman ku di bangku belakang Wina dan wini sudah kembali terlelap dalam tidur nya, sementra Tiwi sibuk menggoyangkan ponsel nya yang sepertinya tak ada sinyal.
Tok.. tok.. kaca jendela pintu mobil di ketuk yang seketika mengagetkan ku, aku lihat ada seorang gadis kecil yang menawarkan dagangan, ku lihat teman-teman ku tak ada pergerakan untuk melihat siapa yang mengetuk kaca mobil mereka sibuk sendiri
Ku turunkan kaca jendela, dan kulihat anak kecil yang menawarkan daganganya
"Kakak, mau beli ini?? " Tunjukan gadis kecil itu pada sebuah gantungan yang ada di tangan nya
Aku melihat dagangan yang ditunjukkan oleh gadis kecil itu yang seperti gantungan kunci atau tas yang lebih mirip buntalan jimat
"Kamu jual apa itu??" Tanya ku penasaran
"Ganci kak, atau bisa dipakai di tas juga, atau kalau kakak mau ada nih buat hp" kata gadis itu menerangkan dagangan nya dengan antusias
Sekilas kulihat gadis itu terlihat pucat dengan gaun putih yang sedikit lusuh
__ADS_1
"Berapa harganya" tanya ku
"Kakak pilih aja dulu yang mana kakak suka nanti baru aku kasih tau harganya" jawab gadis kecil itu
"Loh kok gitu, nanti sudah dipilih terus harga gak cocok kan gak enak" jawab ku lagi
"Harga nya gak mahal kok kak, pilih aja" dengan senyum yang manis namun masih meninggalkan kesan serem jika dilihat lama-lama
"Baiklah sebentar aku turun dulu, biar enak milih nya" aku turun dari mobil, dan aku memposisikan diri agar sejajar dengan nya dan langsung memilih-milih ganci mana yang bagus, tapi tidak ada yang cocok, sampai aku melihat gantungan hp yang bentuknya unik dan lucu
"Kakak beli yang ini ya, berapa harga nya??" Tanya ku sambil mengagumi gantung hp yang aku pilih tanpa melihat kearah gadis kecil itu
"Kalau Kakak mau ambil saja itu hadiah dari ku untuk melindungi kakak" kata gadis kecil itu dan aku langsung melihat kearahnya tapi dia sudah tidak ada
Aku kaget dan langsung berdiri, aku mencarinya disekitar mobil, mungkin dia ke sebelah menawarkan daganganya pada Tiwi yang tadi sibuk cari sinyal.
Aku mengitari mobil tapi tak ada gadis kecil itu disana
"Hei dek, dek kamu dimana" teriak ku mencari dimana gadis kecil itu
"Kalian tadi lihat gak anak kecil yang tadi aku beli gantungan ini" tanya ku pada mereka
"Enggak" jawab mereka serempak
"Ish masa kalian gak lihat sih, tarikan ada yang ngetuk kaca, anak kecil, cewek pake baju putih, rambut nya panjang", kataku lagi menjelaskan
"Engak" jawab mereka lagi serempak sambil menggelengkan kepala dan saling lihat, juga menunjukkan tatapan aneh pada ku
Aku terdiam dan seketika aku merasa takut lalu menaikan kaca jendela pintu mobil, dan diam memandangi gantungan hp yang unik ditangan ku, menarik lucu dan imut, tapi kemana dia..pikir ku dalam hati masih penasaran campur takut
Aku melihat kesekitar, "masih ramai aja padahal sudah jam 3 malam" gumam ku yang terdengar oleh lifa
"Kenapa un" tanya lifa padaku
__ADS_1
"Ah enggak, udah jam 3 malam Mash ramai aja di sini, darimana aja ya mereka semua, padahal kan yang datang kesini cuma mobil kita dan mobil itu saja", jawab ku
"Ha?? Rame??" Kata lifa yang melihat keluar, dan menggelengkan kepala
Lalu kami sama-sama terdiam, sementra aku terus mengamati gantungan yang belum sempat aku bayar tadi, lalu ku gantungkan pada hp ku yang dari tadi tergeletak di dashboard mobil tanpa sinyal
Kemana ya anak itu, padahal aku belum bayar.
"Bayarlah dengan membantuku" aku kaget dan meoleh ke kanan, seperti ada yang berbisik pada ku
"Kalian tadi ngomong sesuatu gak sama aku" tanya ku pada lifa dan Sri
"Enggak" jawab mereka dengan tatapan aneh dan penuh tanya
"Lu kenapa sih dr tadi Kok aneh gitu" tanya Sri pada ku
"Aku tadi denger suara kayak ada yang bisikin gitu, aku pikir salah satu dari kalian" jelas ku lagi
"Udah lu istighfar gih" kata Sri menyeduh ku untuk istighfar, mungkin karena dia melihat keanehan pada ku
Aq diam saja sambil berfikir " masa cuma aku yang lihat anak itu sih"
Endah dan Wida akhirnya kembali ke mobil, aku melihat mereka menenteng plastik kecil, tapi tak kelihatan apa isi nya
"Nih cemilan" kata Wida sambil menyerahkan plastik yang yang di tenteng tadi aku lihat
"Apa ne??" Tanya ku sambil membuka bungkusan tersebut
"Cemilan buat dijalan, lah Wina wini tidur Mulu" kata Wida
Aku memberikan cemilan tadi pada lifa, lalu aku kembali terdiam dan hanya menatap kosong ke arah orang yang ramai lalu lalang, memikirkan kejadian aneh tadi
****
__ADS_1
Dukung terus author ya, semoga bisa menyelesaikan setiap novel yang author usahakan