Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 17


__ADS_3

Jalan setapak ini persis sekali dengan yang aku lewati bersama Santi, meski waktu itu Mash agak terlalu pagi tapi masih terlihat jelas jalan ini sama dengan yang aku lewati


Sepertinya semua kejadian aneh dari kemarin ini mengingat pada sesuatu yang telah terjadi, Santi, Wida, dan semua kejadian aneh dalam mimpi tapi nyata


Santi siapa kamu sebenarnya, manusia kah atau dari dunia lain yang membutuhkan pertolongan, apapun itu jika kalian membutuhkan bantuan ku, tolong beri petunjuk yang jelas agar memudahkan ku dalam memahami dan memecahkan semua misteri


Sepanjang jalan aku terus berfikir dan menerka-nerka semua kejadian yang aku alami selama Disni


"Santi" aku sepeti melihat Santi sedang berdiri didepan jalan kami tapi tiba-tiba ia berlari


"Siapa un??" tanya lifa


"Ah gak papa, aku teringan seseorang aja" jawab ku


"Hei itu vila nya, waah lihat kebun jeruk nya"!! teriak Enda, sambil berlari untuk mempercepat langkah nya


Dan di ikuti oleh yang lain, tapi tidak dengan ku dan wida


"Un, kamu tau dari mana jalan ini, aku aja gak pernah lewat sini, aku selalu lewat jalan raya" tiba-tiba Wida bertanya pada ku soal jalan pintas ini


"Dari Santi, sewaktu kita baru sampai di rumah mu, dia membawa ku ke jalan ini dan dia juga yang menunjukkan villa perkebunan itu" jawab ku


Wida tiba-tiba terdiam dan menghentikan langkah nya, terlihat matanya mengembun seperti menahan tangis


"Wida, kamu kenapa, ada yang salah dengan ucapan ku??" tanya ku pada Wida


sementra aku melihat teman-teman yang lain sudah asik berlarian dari satu pohon jeruk ke pohon jeruk yang lain nya sambil tertawa dan bercanda


"Kamu yakin dengan apa yang kamu bilang tadi??" tanya Wida lagi


"Aku yakin kalau tidak bagaimana aku bisa tau jalan menuju villa ini, padahal aku belum pernah kesini sebelum nya, am ku sudah ketemu Santi ok beberapa kali, pertama aku ketemu dia ya di rest area waktu itu dia yang menjual gantungan hp ini pada ku" sambil menunjukan hp ku pada Wida


Tiba-tiba Wida menangis dan membuat ku bingung


"Wid kamu kenapa"?? tanya ku lagi


"Santi sudah meninggal 10 tahun yang lalu un, kalau dia Mash hidup pasti umur nya sekarang sudah 15 tahun atau 16 tahun"


Aku teringat dengan ucapan Wida kemaren saat dikamar


"Kamu ini ya mangkin aneh aja iih.., di sini tu gak ada anak kecil, Kalaupun ada itu dulu sudah lama sekali"


"Apakah Santi adalah anak yang dimaksud bahwa Santi buka asik nya tapi keponakan nya


"Santi itu keponakan ku, anak dari kakak ku" jelas Wida sambil terisak


"Kakak??

__ADS_1


Tiba-tiba angin menjadi kencang, aku reflek menarik tangan Wida yang masih menangis untuk segera berlari menuju villa, dan Wida juga ikut berlari,


"Nanti aku akan tanya lagi pada Wida sementra ini cari tempat berlindung dulu", pikir ku


Sesampainya di villa keadaan kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa, teman-teman yang lain juga masih asik menikmati jeruk manis langsung dari pohon nya


"Selamat datang" tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara seorang laki-laki tua


"Pak Bono!!" kata Wida sambil menyeka air matanya


"Nak Wida kenapa"


"tadi kaget aja pak pas angin kencang" jawab Wida sekena nya


"Apa rencana menginap Disni" tanya pak Bono lagi


"Owh lihat nanti pak siapkan aja dulu segala keperluan siapa tau menginap jadi semua sudah beres, Oh iya kenalin ini uni teman satu kosan saya di Banda, jelas Wida pada pak Bono sambil memperkenalkan


"Dan yang disana yang sudah pada ngambilin jeruk itu juga teman-teman saya" jelas Wida lagi


Terlihat Wina melambaikan tangan nya kearah kami


Tapi aq merasa aneh dengan tatapan pak Bono pada ku, dia seperti menaruh curiga dan terkesan takut


"Bono?? seperti mengenal nama ini sebelum nya, tapi dimana ya" aq seperti teringan nama Bono pernah disebut sebelum nya tapi dimana dan oleh siapa aq msh ragu


"Yok kita kesana" ajak ku pada Wida untuk menghampiri teman-teman yang lagi asik di bawah pohon jeruk


"Lepasin"


Aku kaget seperti mendengar ada yang berteriak minta untuk dilepaskan, namun darimana datang nya aku pun tidak tau


Mungkin salah dengar saja dan aku pun ikut berbaur dengan yang lain makan jeruk manis langsung dari pohon nya


Dari tempat Kami terlihat jelas rumah Wida bertengger megah diatas bukit, dan dari sini pula masih terlihat jelas ada villa yang sprtinya tak asing oleh ku


"Wid" panggil ku pada Wid


" Ya" jawab Wida sambil makan jeruk


"Itu rumah kamu kan"


"iya" jawab Wida singkat


"Lalu itu rumah siapa??" tunjuk ku ke sisi lain


"Owh itu villa, dulu milik pak Bono sebelum terjadi sesuatu dan pak Bono sudah menjual nya pada orang lain" jelas Wida lagi

__ADS_1


"Pak Bono yang tadi??" tanya ku lagi


"Iya, dulu dia termasuk orang terpandang di kota ini, tapi entah kenapa dia memutuskan untuk menjual nya semua dan uang nya tidak tau di kemanakan lalu dia memilih untuk menjadi penjaga perkebunan milik ayah ku" jelas Wida


"Ayah mu kemana kok gak kelihatan sejak kami datang dan kami gak pernah cerita" tanya ku lagi


"Aku tidak tau kemana ayah ku menghilang sejak 10 tahun yang lalu tidak lama dari kejadian"


....Braak... aaaa


Cerita Wida terputus karena surat bantingan meja dan teriak dari dalam villa, dan membuat kami kaget


"Ada apa didalam, yuk kita lihat" teriak Wina


Kami pun berlari ke arah villa dan sampai disana tidak ada kejadian apapun disana, tak ada seorang pun


Kami saling berpandangan, dan lifa sempat memegang tangan ku tanda dia takut


"Gak ada apa-apa mungkin angin saja" ucap ku menenangkan suasana


"BTW, kita jadi nginep sini kan" tanya ku lagi pada teman-teman


"Kita pulang aja yuk, aku kok berasa serem ya" kata lifa lagi


"Ah penakut lu, dah kita nginep kan asik bakar api unggun" kata Wina yang meledek lifa Mash kelihatan ketakutan


"Masuk nak" tiba-tiba ada suara mempersilahkan kami masuk dan ternyata perempuan paruh baya dan mungkin dia adalah mbok nem yang dibilang pak Bono tadi


Kami pun masuk dan mengambil posisi duduk masing-masing


"Tas nya sudah mbok masukan ke kamar ya" jelas mok nem lagi


"Terima kasih mbok" jawab Wida


Aku langsung teringat pesan Santi, kunci didalam lemari tua, tapi lemari yang mana semua terlihat tua, ada 4 lemari disini dan hampir semua nya sama


"Duh Saan kamu merepotkan aja deh, yang mana coba lemari nya" tanya ku dalam hati seolah mencoba mengobrol dengan Santi


"Kamar nya yang mana" tanya ku entah pada siapa


"Yang itu" tunjuk Wida


Jelas Wida tau ini kan villa milik keluarga nya


"Aku kekamar dluan ya capek mau istirahat sebentar" ucap ku pada teman-teman


"ikut" kata lifa dan Enda sambil mengikuti langkah ku menuju kamar

__ADS_1


__ADS_2