Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 9


__ADS_3

Plaak


Gak sengaja aku menyenggol botol sabun mandi cair saat aku ingin meletakan sikat gigi, aku menoleh ke sumber suara tersebut dan langsung mencari botol sabut tersebut, namun belum sempat aku mengambil nya ada yang memberikan botol sabun itu padaku


"Terima kasih" ucap ku dengan cepat, dan langsung kaget "siapa yang memberikan botol ini pada ku" aku langsung melihat kearah pintu karena aku pikir Wida yang masuk dan membantu ku mengambil botol sabun agar cepat selesai mandi, karena tadi dia yang datang mengetuk pintu ku


Tapi pintu masih tertutup rapat " cek.. haah entah lah" lirih ku masih dengan kebingungan dan melanjutkan aktifitas ku dikamar mandi


Selesai mandi aku bergegas keluar dan aku kaget sudah ada yang menyiapkan baju Ku lengkap di tempat tidur, " Baik sekali Wida mau menyiapkan baju ku" pikir ku lagi dan langsung memakainya


Selesai memakai baju dan berdandan ala kadarnya aku langsung turun, tapi langkah ku terhenti, "aku mau kemana ya, dimana ruang makannya, besar sekali rumah ini" gumam ku yang masih berdiri di depan anak tangga terakhir lantai bawah


"Hei kesini" aku melihat wanita cantik yang mirip dengan Wida memanggil ku di koridor rumah


Aku langsung mengikutinya dengan sedikit berlari karena takut kehilangan jejaknya dan tersesat karena cepat sekali jalannya dan menghilang dari pandangan, benar saja begitu aku sampai di posisi wanita tadi memanggil ku, wanita itu sudah menghilang dan tak kelihatan sama sekali


"Cepat sekali jalannya" pikir ku,


Aku menyusuri koridor tersebut yang mungkin mengarah keruang makan, terlihat cahaya matahari di ujung koridor, aku mempercepat jalan ku dan begitu sampai di ujung nya, aku disambut matahari dan udara sejuk yang membuat kulit dan nafas menjadi semangkin terasa segar


"Un sini" teriak lifa dari arah kanan sambil melambaikan tangan ke arah ku


Aku tersenyum dan langsung berjalan kearah mereka


"Lama sekali sih kamu mandi nya, kita sudah hampir selesai sarapan loh" kata Wina dengan mulut yang masih penuh dengan makanan


"Hilih, hampir selesai dari mana, piring mu aja masih full dengan makanan kok" jawab ku yang disambut tawa oleh yang lain nya karena memang piring dan mulut Wina masih penuh dengan makanan


"Ayo dimakan sarapannya, kami mau makan yang mana" kata mom endang menawarkan makanan pada ku


"Makan roti dan sereal pakai susu saja" terdengar suara bisikan ditelinga ku


"Un mau sereal pakai susu dan roti saja tante" aku reflek menyebutkan menu sarapan seperti bisikan tadi


Klentaang


Uhukm. Uhuk..


Mom endang yang kaget langsung menjatuhkan sendok yang dipegang nya, sementara Wida tiba-tiba terbatuk-batuk tersedak air minum yang akan di minum nya

__ADS_1


Terlihat dengan jelas raut wajah kaget mereka saat aku mengatakan menu sarapan ku tadi


"Loh mom dan Wida kenapa??" Tanya ku keheranan


"Ah tidak apa-apa, sebentar mom buatkan ya" kata mom endang yang tersadar dari keterkejutan nya karena perkataan ku


"Sereal nya 4 sendok saja, roti nya 2 lembar dan campurkan jadi satu dengan susu" bisikan itu terdengar lagi


"Eh mom sereal nya 4 sendok saja ya, soalnya nanti aku mau campurkan dengan roti" secara tidak sadar aku meminta pada mom endang seperti apa yang ku dengar dalam bisikan ku tadi


Entah kenapa aku selalu saja menuruti apa yang ku dengar pada bisikkan di telinga ku


"Apa kau mau rotinya 2 lembar" Wida menanyakan pada ku soal roti yang ku mau


"Iya kok kamu tau, aku kan belum bilang" jelasku pada wida


Wida dan mom endang saling berpandangan, terlihat mata mom endang sudah seperti berkaca-kaca menahan tangis


Wida menggelengkan kepala nya ke arah mom endang, tanda untuk mom endang agar jangan sampai menangis


"Tidak apa-apa, aku hanya menebak nya saja" kata Wida yang terus melihat ku tanpa berkedip


kata Endah yang sudah tau kebiasaan ku karena kalau pagi kami lebih sering sarapan bareng ketimbang yang lain nya, kebetulan jadwal masuk kuliah kami bareng walau beda kampus


"Emh gak tau, aku ngidam kali" hahaha jawab ku sambil tertawa, namun masih berpikir "aku sendiri saja aneh kenapa aku minta sarapan seperti itu, hanya karena seperti ada yang membisikan"


"Eh Wid, tadi kamu masuk kekamar ku gak" tanya ku pada Wida yang masih terus menatap ku dengan intens


"Eh mmmm, apa" kata Wida yang kaget saat aku sebut namanya


"Tadi pas aku mandi kamu masuk kamar ku gak" tanya ku lagi mengulang pertanyaan pada Wida


"Aku?? Kapan?? Tanya Wida balik


"Loh bukannya tadi pas aku mandi kamu mengetuk pintu kamar mandi ku bilang cepat mandi dan sudah ditunggu di bawah, terus kamu juga yang mengambilkan botol sabun mandi ku yang jatuh dan menyiapkan baju yang ku pakai ini diatas tempat tidur" jelaskan panjang lebar


"Uhuk.. uhuk... Uhukk.."


Mom endang terbatuk-batuk mendengar perkataan ku

__ADS_1


"Ini mom minum, makanya pelan-pelan dong mom"


Aku refleks mengambil kan air minum dan memberikan pada mom endang yang terus menatapku


"Mom tidak apa-apa" tanya ku pada mom endang


"Tidak, mom tidak apa-apa, cuma keselek sedikit tadi sama makanan yang mom makan" jawab mom sambil memegang tangan ku


"Sini un tiup, ubun-ubun momy ku tersayang"


"Uni..," teriak Wida yang tiba-tiba berdiri


Aku kaget melihat Wida yang berdiri dengan tatapan seperti menahan tangis


"Eeh wid maaf aku sudah lancang, aku gak tau kenapa tingkah ku mengalir begitu saja, aku juga gak tau apa yang aku lakukan tadi" jelas ku pada Wida


"Wida sudah nak, sudah" nak uni cuma mau bantu mama saja


"Tapi mom tingkahnya seperti"


"Sudah jangan dibahas dulu mungkin hanya mirip" mom endang memotong perkataan Wida, yang membuat kami yang ada disana bengong melihat ibu dan anak di depan kami


Sementara aku masih berdiri mematung menatap Wida disamping mom endang yang masih menatap ku juga yang juga berdiri


"Sudah nak gak papa duduk lah" perintah mom endang sambil menyentuh tangan ku


Saat aku duduk, aku dan teman-teman yang lain saling berpandangan karena bingung, dan kami melanjutkan aktifitas sarapan kami lagi dengan diam


Dan akhirnya aku melupakan pertanyaan ku yang belum sempat dijawab oleh wida, dan menyisakan sejuta pertanyaan yang belum sempat terjawab


*****


maaf yabkalau nanti author sedikit lama dalam update cerita nya, karena author kadang sibuk dengan aktivitas author di real dan kadang gak sempat menulis


tapi author berusaha untuk terus melanjutkan cerita ini sampai selesai, author juga masih baru menulis jadi mohon maaf jika masih banyak kekurangan-kekurangan kata dan kesalahan dalam penulisan


kritik dan saran sangat author harapkan dari rekan-rekan pembaca sekalian demi kelancaran dan kesuksesan author selanjut


terima kasih di tunggu next episode nya ya

__ADS_1


__ADS_2