Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 37


__ADS_3

"Ada. yang mengenal suara ini" tanya ku pada yang lain karena telpon sengaja di mode loud speaker agar yang lain dengar


"Ancaman nya" kata lifa


"Ya dia mengancam ku untuk mundur, Seperti nya dia tau kalau aku sedang menyelidiki misteri yang sedang ku alami"


"Aku semangkin yakin kalau semua yang aku alami bukan cuma ilusi" jawab ku pada lifa


Mom endang terlihat seperti berfikir, mungkin dia lagi mengingat-ingat suara laki-laki barusan


"Un ponsel mu ada mode rekan otomatis setiap panggilan masuk tidak" tanya Wida


"Oh iya aku baru ingat kebetulan aku selalu aktifkan mode rekan saat panggilan masuk" jawab ku


"Coba putar ulang, mom sepertinya kenal suara itu tapi masih ragu" pinta mom endang untuk memutar rekaman suara telpon


Aku memutar rekaman suara dari hasil panggilan telpon yang masuk ke ponsel ku


"Suaranya seperti tidak asing tapi masa iya" ucap mom endang


"Siapa mom" tanya ku dan lifa serentak, sementara Wida seperti lagi berpikir


"Orang yang sedang kita bicarakan tadi pagi". jawab mom Endang


"Om Wowo" Wida spontan menjawab, padahal dari tadi dia diam saja


"Kamu yakin" ucap ku


"Siapa itu" teriak ku sambil berlari ke arah pintu dan di ikuti oleh yang lain nya


Aku seperti melihat ada orang yang sedang mengintip dari cela pintu, dan kabur saat aku meneriakinya


Sampai di di luar kamar aku tidak menemukan siapapun


"Cepat sekali" ucap ku pelan


"Kamu lihat apa" tanya lifa


"Tadi ada yang mengintip dan menguping pembicaraan kita, aku curiga ada orang yang terlibat didalam rumah ini" jawab ku

__ADS_1


Aku putuskan kembali kedalam kamar namun saat aku hendak masuk kamar aku seperti melihat sekelebatan bayangan hitam terbang ke arah pintu luar


Sontak saat itu juga bulu kuduk ku merinding dan aku cepat-cepat masuk kembali kedalam kamar dan di ikuti oleh yang lain


Aku sengaja tidak memberitahukan yang lain soal bayangan hitam itu karena khawatir yang lain malah menjadi ketakutan


"Mom izinkan uni membuka tabir misteri ini, tanpa izin dari mommy rasanya berat untuk melangkah dan seperti ada jarak dan beban"


Entah kenapa tiba-tiba aku bersimpuh dihadapan mom Endang dan meminta izin untuk mengungkapkan semua misteri


Mom endang sedikit terkejut, lalu menatap Wida, ku lihat Wida sedikit mengangguK


"Iya mom izinkan tapi kalian harus hati-hati, karena mom merasa yang kita hadapi bukan soal dunia Lain tapi berkaitan dengan orang-orang yang ada disekitar kita"


Mom endang mulai menyadari akan hal itu, dan ini adalah lampu hijau buat ku dan ya g lain untuk beraksi


"Teman-teman mulai malam ini kita harus waspada, orang yang aku lihat mengintip tadi tidak menutup kemungkinan masih ada disekitar kita, dan dia sudah tau maksud dan tujuan kita"


"Dia bisa tau nomor telepon ku, tidak menutup kemungkinan juga orang-orang diantara kita pula yang telah memberikan nya atau tanpa sengaja mengambil sendiri tanpa kita tau"


"Aku minta tolong pada kalian untuk membantu ku dalam kasus ini, yang tidak kuat boleh mundur besok pagi boleh tetap tinggal menemani mom endang di rumah atau pulang kembali ke Banda"


Aku terdiam sejenak karena ragu melanjutkan ucapan ku


"Dan apa" tanya Endah


"Dan bisa jadi akan bisa mencelakai diri kita sendiri jika tidak hati-hati bahkan berujung kematian" ucapan ku lagi


"Kenapa kamu bisa seyakin itu" tanya Wina, karena aku tau dia khawatir dengan kembarannya yang si anggap sebagai perantara


"Besok pagi aku akan ke villa cendana, aku akan beradaptasi dulu dengan lingkungan sekitar" aku melanjutkan rencana ku tanpa menjawab pertanyaan wina


"Kamu yakin" tanya Wida


"Ya aku yakin, dan aku akan membawa Wini, kalau kalian ada yang mau ikut aku sangat senang" ucap ku lagi


"Kenapa harus Wini" tanya Wina lagi yang semangkin khawatir


"Wina sudah lah" ucap wini ke Wina yang adalah kembarannya, yang pasti sudah mulai merasa firasat aneh bakal terjadi

__ADS_1


"Tapi kalau ada apa-apa sama kamu bagaimana" ucap Wina lagi


"Insya Allah tidak akan tejadi apa-apa sama aku, yakin lah, makanya kamu berdoa aja semoga semua ini cepat terungkap dan berkahir" ucap wini lagi


Dua orang kakak beradik sedang berdebat dan kami hanya bisa diam tanpa berani ikut campur


"Mom besok saat jam 10 malam tidak kabar dari kami, tolong telpon polisi, rekaman suara sudah uni kirim ke ponsel Wida"


"Wida tolong kirim ke ponsel mommy hasil rekamannya, itu buat berjaga-jaga saja dan sebagai bukti bahwa kita butuh pertolongan dari pihak yang berwajib" pinta ku pada Wida untuk mengirim rekaman ke mom Endang


"Kamu yakin untuk menghubungi polisi" tanya mom endang


"Iya mom, aku yakin om Wowo adalah dalang dibalik kejadian ini semua, semua kejadian dan bukti sudah mengarah pada nya"


"Oh iya jangan lupa foto dan surat yang uni temukan serahkan juga pada polisi" pinta ku pada mom endang


Malam ini kita istirahat dulu tapi harus tetap waspada, aku merasa kita sedang diawasi


"Wida aku tidur dengan mu malam ini ya, lifa bisa kamu tidur disini juga malam ini" pinta ku pada Wida dan lifa


" iya kalau Wida tidak keberatan" jawab lifa


"Iya kamu disini saja rasanya lebih aman ketimbang kami berdua saja di kamar ini, apa lagi sejak kejadian barusan" ucap Wida


"Oke baiklah besok pagi kita bertemu di ruang tamu, dan sekarang kita sudah bisa bubar" ucap ku pada yang lain dan semua nya kembali ke kamar masing-masing


Tinggal aku, Wida, lifa dan mom endang, yang masih berada dikamar Wida


"Mom mau tidur disini juga" tanya ku pada mom endang


"Owh tidak mom balik kekamar saja, karena kalau tidur disini juga tidak akan muat kasur nya untuk empat orang" jawab mom endang lalu berpamitan


Lifa dan Wida pun memposisikan tidur bersebelahan sementra aku masih duduk sambil menerawang jauh, rasa kantuk ku rasanya hilang karena kejadian tadi


Aku merasa takut untuk memejamkan mata, takut kalau saat aku membuka mata ku aku melihat hal aneh dan menyeramkan lagi atau malah sudah tidak berada dikamar ini lagi


Ketakutan dan kekhawatiran ku semangkin menjadi-jadi, saat ini aku tidak tau apa yang harus aku lakukan


Tapi aku putuskan untuk mencoba istirahat dan tidur karena aku sadar besok adalah tantangan terberat ku untuk memulai hari dan memecahkan misteri

__ADS_1


__ADS_2