Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 31


__ADS_3

"Nyawa??" tanya Sri


Lifa hanya melihat ke arah Sri tapi tidak berkata apa-apa


"Ada apa sebenarnya ini" mom endang menangis sambil terus memeluk Wida


"Apa kemungkinan ada hubungan nya dengan pak bono"


kata lifa melanjutkan keraguannya yang tadi sempat tertunda


"Maksud kamu" tanya Wida


"Bukannya kamu bilang om Wowo tinggal di villa perkebunan setelah kejadian itu berati dia itu adalah pak Bono??" tanya lifa lagi


"Iya benar Wowo adalah bono, dia memakai nama keluarganya setelah kejadian itu dan membuang jauh-jauh panggilan wowo" kata Wida


"Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, kita cari tau dulu yang penting kita tetap waspada saja" kata ku


"Buat kalian semua yang ada disini, aku berharap membantu ku, apapun yang terjadi niatkan untuk menolong keluarga ini"


"Sri kamu temanin mom endang jangan ikut ke villa, karena diantara kita sepertinya kamu yang paling lemah, aku takut terjadi apa-apa sama kamu"


"Gak aku gak lemah, aku mau ikut, kepalang tanggung kita kesini mau jalan-jalan bukan mau mendem di rumah, anggap aja ini petualangan menegangkan" Jawa Sri dengan tegas


"Bagaimana dengan kalian" tanya ku pada yang lain


"Kami ikut" jawab mereka serentak


"Besok adalah malam Tahun baru, kita harus bersikap normal dan netral dulu jangan ada yang menunjukan sikap was-was atau apa pun itu"


"Anggap aja tidak terjadi sesuatu, tapi kita harus tetap waspada, karena ditakutkan ini bukan hanya melibatkan dunia lain tapi dunia manusia juga" jelas ku pada mereka


"Baiklah" jawab mereka semua


"Mom dirumah saja ya, biar kami yang menyelesaikan ini semua" kata ku pada mom endang, dan cuma di jawab dengan anggukan saja


"Hari ini lebih baik kita nikmati liburan ini, seperti rencana kita sebelum nya kita ke pantan telong" kata ku


"Asiik jalan-jalan" kata Endah dan Wina


"yupz mumpung sekarang Mash jam 9" kata ku


"Wini gimana" tanya Enda karena wini belum bangun


"Win, bangun mau ikut jalan gak" kata ku membangunkan wini

__ADS_1


Wini reflek bangun sambil bilang


"Mau" dan semua langsung tertawa melihat reaksinya


"Mom istirahat di kamar dulu ya, insya Allah kita akan menyelesaikan semua nya, sekarang kita tenang kan dulu fikiran kita" kata ku pada mom endang


"Wida bawa mom ke kamar biar kan mom istirahat, dan mbak buatkan mom teh manis anget ya, dan bang Jack tolong waspada dan jaga mom endang" pinta ku pada mereka


********


Pagi itu kami putuskan untuk pergi ke salah satu wisata yang ada di kota takengon, kami menggunakan mobil keluarga wida


Hari masih pagi ketika mobil kami menepi di pinggiran puncak Pantan Terong, tempat wisata ini terletak di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh


Mungkin karena suasana liburan anak sekolah jadi terlihat jalur terlihat padat di kiri-kanan lajur beraspal itu terparkir aneka mobil para pengunjung.


Untuk menuju kawasan obyek wisata paling populer itu bisa menggunakan lajur jalan dua jalur dari Terminal Bus Kota Takengon. Lalu berbelok lah ke kiri, ikuti penunjuk jalan yang terus mendaki.


Sekedar info saja bagi anda yang tidak terbiasa mengendarai mobil dengan jalan mendaki, sebaiknya lebih hati-hati ,karena jalurnya terbilang ekstrim, kami saja yang baru pertama kali kesini sempat spot jantung


Tapi nyantai karena sopir keluarga wida sudah handal jadi merasa aman, Sepanjang jalan, hamparan kebun kopi milik petani menjadi pemandangan tersendiri. sesekali, terlihat petani sayuran seperti kol sedang memanen hasil kebun. Ditimpali dengan udara sejuk nan segar, plus awan yang berkabut.


Di puncak Pantan Terong ini, hamparan Kota Takengon dengan rumah dan bangunannya terlihat jelas. Jika tak berkabut, maka pemandangan terlihat sungguh jelas. Namun, saat berkabut, maka samar-samar terlihat rumah menyembul dibalik kabut dan awan.


Paling menarik, hamparan Danau Laut Tawar membiru terlihat sempurna. Mirip mangkung mengelilingi kota dataran tinggi itu. Pantan Terong terbagi dua, bagian atas dan bawah. Di bagian atas terdapat kafe yang menyajikan kopi arabika dan robusta.


Diantara keramaian aku duduk disalah satu bangku taman di atas puncak sambil melihat kedalam sekitar, aku sepeti melihat satu keluarga bahagia yang seperti familiar sekali


Wajah-wajah itu mirip sekali dengan orang-orang yang aku lihat di ruang tamu rumah Wida


Santi, Wowo, Yanti, ayah Santi, dan yang lain nya, aku mengenal mereka, aku tersentak dan bangun dari tempat duduk


"Kenapa?? tanya lifa


"Emh aku seperti melihat mereka" kata ku


"Siapa??" tanya lifa lagi


"Misteri" kode ku


"Lifa langsung menoleh kesekeliling" tapi dia tidak menemukan yang aku lihat


Aku hanya menggelengkan kepala sambil menatap lifa


"Jangan terlalu serius dulu, mungkin aku salah liat" kata ku pada lifa

__ADS_1


"Kak"


Aku menoleh kearah kanan dan aku lihat ada Santi sambil tersenyum padaku


"Santi kamu kesini sama siapa" tanya ku


Santi menunjuk ke arah bawah tepat aku melihat Santi dan keluarganya


"Aku ingin seperti ini lagi berkumpul dan Bisa jalan-jalan bareng lagi" Santi menyentuh tangan ku dan terasa dingin sekali tangan nya


"San kamu tinggal dimana katakan pada kakak, nanti kakak kesana, izin kan kakak membantu mu, tuntun kakak" pinta ku padanya sambil menyentuh tangannya yang dingin


Santi tetap tersenyum, dan melihat ke arah bawah lagi dan aku melihat pria berjenggot itu melihat kearah kami tanpa berkedip, dan aku melihat lagi ke samping ku sejenak wajah Santi berubah menjadi ketakutan


Ketakutan semangkin jelas ketika aku melihat pria itu berjalan menuju arah kami, Santi berusaha berlindung dibalik badan ku


"Hati-hati sama dia kakak dia jahat, dia jahat, dia jahat, Santi takut kak tolong Santi kak"


Santi tetap berlindung di balik badan ku sambil berteriak dia jahat, dan laki-laki itu berjalan semangkin mendekat dan hendak meraih Santi dari ku


"Hentikan jangaaaaaaan" teriak ku sambil berdiri dan merentangkan tangan tanda menahan


" Un kamu melihat apa" tanya lifa dan membuat yang lain nya menatap heran kearah ku


"Santi" ucap ku sambil melihat kesamping tapi tidak ada siapa-siapa


"Apa hari ini keluarga Santi juga pernah jalan-jalan kesini??" tanya ku


"Bisa jadi" kata lifa


"Ada apa" tanya Wida dan yang lain nya mendekati ku


"Tidak ada apa-apa, aku cuma sepeti melihat Santi dan keluarga nya disini" jawab ku


"Yah benar 1 hari sebelum malam tahun baru tepatnya sama seperti hari ini, kami pernah rame-rame kesini, menikmati indah nya kita ini dari atas, tapi ini adalah hari terakhir kebersamaan kami" jawab Wida


"Tetap tenang, jangan panik dulu, yang lain nya jangan lupa tetap waspada terutama Lindungi sang terpilih" kata Endah yang sudah mulai ikut masuk kedalam misi ini


Semua memandang ke arah ku, yang sempat membuat ku sala tingkah


"Tetap semangat dan jangan menyerah"


Sri mengulurkan tangan untuk semua menyatukan tanda kekuatan, dan kalo saling berpandangan dan menyatukan tangan


...Semangat ucap kami serentak..

__ADS_1


Dan aku sempat menoleh kearah bawah dan melihat ada yang mengacungkan jempol tapi aku tidak kenal siapa dia


__ADS_2