Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 22


__ADS_3

"Hei kalian ada Disni" kata Wida yang datang bersama yang lain


"Loh mbok nem sapa yang jaga?? tanya ku


"Mbok nem sudah sadar , lifa lagi anterin mbok nem ke kamar nya buat istirahat, kan g enak kalau dia kelamaan tidur di kamar tamu" kata Wida


"Kita jadi nginep disini" kata Sri


"Hmm terserah kalian aja aku sih ikut-ikut aja, tapi kalau kita nginep kayak nya seru juga sih, nanti minta pak Bono cari kayu buat api unggun dan jagung buat di bakar" kata Wida


Wida pastinya lebih tau suasana karena dia pemilik villa perkebunan ini, banyak yang menyewa villa ini hanya untuk berlibur sambil menikmati makan dan petik jeruk langsung dari pohon nya


Perkebunan ini sengaja di buat produksi jeruk dan untuk wisata kebun jeruk juga, jadi ada beberapa sensasi yang didapat ketika berwisata di tempat ini, kebetulan aja belum ada yang memesan tempat ini jadi kami bisa menggunakan nya


Atau mungkin Wida sengaja menolak orang yang akan membooking tempat ini karena dia ingin kita berlibur disini, semua itu hanya Wida yang tau karena dia pemilik nya, pewaris tunggal


"Kunci"


Aku mendengar bisikan yang mengingatkan ku pada kunci yang harus kutemukan


"Hmm kita nginep aja, biar ada petualangan nya" aku pikir agar aku ada kesempatan mencari kunci, tinggal nanti aku atur waktu untuk bertanya pada Wida dan mom endang


Kamipun ngobrol di balkon sambil menunggu waktu malam tiba


"Eh udah sore mandi yuk, tapi kok dingin ya" katan Sri sambil tertawa


"Gak usah mandi aja, gak ada yang cium ini" kata Wina menimpali dan kita semua tertawa sambil kembali ke kamar


Aku melirik ke arah kamar antik saat hendak kembali ke kamar, karena pintu sedikit terbuka dan seperti ada yang ngintip dari dalam


Aku berhenti dan aku pastikan lagi benar ada orang apa tidak ternyta pintu Mash tertutup rapat


"Wida" panggil ku


"Iya" sahut Wida

__ADS_1


"Itu kamar siapa" tanya ku lagi


"Itu kamar pribadi orang tua ku kalau dulu saat bermalam disini, sekarang mungkin pak Bono yang ada tidur disana, atau malah kosong" jawab Wina


"Boleh kita yang tidur disana malam ini ??" tanya ku


" Hmm boleh nanti aku minta kunci sama mbok nem, aku juga sudah lama gak tidur disan, sekarang kita ke kamar yang sudah disiapkan aja dulu" ajak Wida


Aku pun berjalan mengikuti Wida masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, pikiran ku masih tentang pria dirantai dan Santi


"Lifa gimana mbok nem" tanya ku pada lifa saat sampai di kamar


"Mbok nem lagi masak tu buat makan malam kita, heran gak ada tanda-tanda dia lagi gak enak badan" terlihat mimik wajah yang sedikit bingung dari lifa


"Tapi dia berkali-kali mengatakan jaga teman mu bantu dia, maksudnya apa ya, lifa semangkin bingung


"Nanti kita cari tau ya, apakah aku orang yang di maksud mbok nem untuk kamu jaga dan bantu, mungkin ini ada kaitan nya dengan cerita ku tadi" jelas ku pada lifa sambil memegang bahu lifa agar dia tenang


"Cerita apa??, serius amat kalian ngbrol nya bagi-bagi dong siapa tau kami bisa bantu" kata Wina lagi


Memang diantara teman-teman hanya Wina yang suka kepo dan bahkan suka membantu jika dalam keadaan susah, bukan berarti yang lain tidak tapi Wina yang lebih peka


"Nanti aja tunggu kita santai dan lagi ngumpul semua baru di ceritakan dan cari solusi sama-sama" kata lifa


"Aku akan bantu kamu dalam memecahkan misteri ini, karena aku yakin mbok nem gak akan sembarangan ngomong begitu kalau tidak terjadi sesuatu yang harus kita bantu" Kata lifa sambil memegang tangan ku


"Terima kasih kami bisa mengerti aku, aku takut teman-teman yang lain hanya meledek ku dan bilang kalau aku ini halu" jawab ku pada lifa


"Jujur awal sih aku berfikiran kalau kamu halu dan terlalu banyak lihat atau baca cerita misteri, tapi sejak kejadian mbok nem tadi, aku jadi sedikit percaya, masih sedikit ya belum banyak" kata lifa lagi sambil tertawa


Dan kami pun tertawa bersama hingga menarik perhatian teman-teman yang lain juga ikut tertawa padahal mereka tidak tau kami ngobrol apa, mungkin refleks aja atau mungkin karena lucu melihat kami tertawa, entah lah


"Un, waktu aku antar mbok nem"


"Woi mandi udah mau magrib, ngbrol aja"

__ADS_1


Cerita lifa terhenti karena Endah teriak menyuruh mandi karena hampir magrib


"Sudah mandi dlu nanti kita lanjut lagi ngbrol nya" kata ku pada lifa dan kami di sibukkan dengan aktifitas masing-masing


***


Akhirnya kami pun menginap malam ini di villa perkebunan, Suasana yang benar-benar membuat fikiran tenang jauh dari kebisingan kota, dengan udara yang begitu dingin membuat acara api unggun juga begitu menyenangkan, kebersamaan yang begitu terasa


Tepat sekali perlengkapan yang aku bawa, entah siapa yang menyiapkan diatas kasur sampai sekarang masih misteri, sepertinya orang yang menyiapkan sudah terbiasa berada di sini, jadi faham betul apa yang harus dibawa dan dipakai


"Siapa pun kamu, hidup kah atau dari dunia lain, bantu aku menyelesaikan semua ini, ini pasti bukan sekedar mimpi atau halusinasi ku" ucap ku dalam hati yang ku tujukan entah pada siapa


Ku rebahkan badan ku di tikar dan ku tatap langit hitam yang bertabur bintang, benar kata mom endang di sini bisa menikmati indah nya gemerlap bintang di langit yang hampir tak pernah bisa dilihat jika berada di kota


Villa di atas bukit terlihat begitu cantik dari bawah sini, mata ku tak puas dan tak berhenti melihat ke sekeliling


"Asik sekali suasana ini" gumam ku


Dan aku kaget langsung bangun ketika mendengar teriakan dan suara orang minta tolong, dan yang buat aku lebih kaget lagi aku hanya sendirian di tempat ini


"Wiin, widaaa, lifaa, mboook.." ku berteriak memanggil mereka tapi tak ada satupun yang keluar, api unggun juga sudah mulai padam


"Jangan becanda deh" teriak ku lagi


Kirain senter yang ada didekat ku, karena tadi sengaja ku bawa untuk berjaga-jaga, ku sorot kesemua sisi memastikan kalau yang lain sedang bersembunyi


Aku bangkit dan mulai mencari dimana mereka


"Sriii, endaaah.." teriak ku lagi


Aku melihat seperti ada api di bagian samping villa, aku bergegas menghampiri, mungkin mereka sengaja ngerjain aku dan pindah lokasi, pikir ku sambil terus berjalan


Aku kaget karena itu adalah lokasi yang tadi siang aku lihat, masih dengan orang-orang yang sama, pria bertopeng, laki-laki dirantai dan Santi


"Siapa kau", teriak laki-laki yang dirantai

__ADS_1


"Kau mau apa?? harta?? kekuasaan atau mau meiliki semua perkebunan ini, ambil aku tidak peduli" teriak laki-laki itu sambil merintih kesakitan


Badan yang sudah berlumuran darah membasahi tubuh nya, namun pria bertopeng itu hanya diam tak bergeming, hanya fokus mengasah pisau yang ada ditangan nya


__ADS_2