Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 14


__ADS_3

"Kamu kenapa, kenapa teriak-teriak manggilin Wida, Wida dari tadi di kamar momy lagi ngobrol-ngobrol"


"Terus kenapa kamu tidur disini, kenapa gak di kamar"


Mom endang menghujani ku dengan pertanyaan yang aku sendiri bingung menjawab nya


"Tadi, aku"


"Sudah, bawa dulu uni ke kamar, Marni buatkan teh manis hangat ya"


Belum sempat aku menjawab mom endang sudah memotong pembicaraan dan memerintahkan Wida untuk membawa ku ke kamar


Sementara yang lain masih kebingungan dengan apa yang terjadi


Wida membawa ku kemar ku dan yang lain kembali ke kamar masing-masing


"Kenapa semangkin aneh kejadian di rumah ini ya, apa yang terjadi pada ku, kenapa aku bisa tidur di sofa teras rumah, padahal jelas aku tadi sedang berjalan di koridor menuju kamar dan Wida memanggil ku"


"Taman itu, dimana taman itu, kenapa semua nya berubah, kenapa Wida tidak merasa tadi dia ada bersama aku di taman"


"Kenapa Wida yang sekarang berbeda dengan yang tadi, sekarang sentuhan Wida g sedingin yang tadi, sekarang aku merasakan tangan Wida hangat"


Aku terus berfikir panjang dengan apa yang telah terjadi tadi, sambil berjalan mengikuti Wida yang menuntun ku menuju kamar, aku melihat wajah Wida terus


" kenapa kamu melihat ku seperti itu, ada yang salah dengan penampilan ku" tiba-tiba Wida membuyarkan lamunanku


" eh enggak gak papa kok, nanti saja cerita nya, aku capek banget" jelas ku mengelak pertanyaan Wida


sret.. aku seperti melihat bayangan berlari kearah koridor Utara, seperti anak kecil yang sedang berusaha bersembunyi


"Kenapa" tanya Wida lagi


"Enggak tadi aku cuma lihat ada anak kecil lari kesana, anak siapa itu" tanya ku pada Wida


"kamu salah lihat kali mana ada anak-anak dirumah ini" jawab Wida sambil membuka pintu kamar


" Wid"


"iya"


"Ada berapa banyak ruangan dan koridor menuju ruangan lain, aku pusing setiap kali harus keluar kamar dan balik lagi ke kamar, masa aku harus tersesat terus" tanya ku pada Wida


" emmh gak ada koridor kalah pun ada ya cuma ada satu itu juga jalan menuju ke teras belakang tempat kita makan tadi pagi" jawab Wida


"satu???" tanya ku keheranan


"Iya satu" jelas Wida lagi sambil berbaring di kasur setelah masuk kamar tadi


" Memang nya kenapa??" tanya Wida lagi

__ADS_1


" Gak papa" jawab ku lagi menyimpan sejuta pertanyaan


Aku berfikir akan menyelidiki sendiri apa yang terjadi di rumah ini, apa betul koridor nya hanya ada satu, apakah ada koridor lain dan pintu-pintu lain yang menuju ruangan lain yang sengaja di tutupi


lalu siapa anak yang ku lihat berlari menuju koridor utara, jelas-jelas di rumah ini ada 4 koridor utama, tapi kenapa Wida bilang hanya ada satu


"Apa sebenrnya yang mereka tutupi??? " gumam ku


"Kenapa un, menutupi apa"


Ternyata Wida mendengar gumaman ku tadi


"Eh gak Wid, aku gak tau harus memulai dari mana ceritanya" jawab ku pada Wida


"Cerita aja gak papa kalau aku tau ya aku jawab" terang Wida lagi


Tok..tok. tok.., Ada ketukan pintu dari luar


Aku bergegas membuka pintu, ternyta tidak ada siapa-siapa, suana hening tak ada pergerakan apapun, aku tutup kembali pintu dan berkata


"Gak ada orang" sambil mengangkat bahu


Saat aku hendak berbaring di kasur disamping Wida


Tok..tok..tok.. terdengar lagi suara ketukan


"Siapa? kata Wida menyahuti ketukan, mungkin karena tidak mau terjadi ketukan hampa setelah di buka pintu


Ternyta kali ini benar ada yang mengetuk Marni yang datang untuk mengantarkan teh hangat untuk ku, lalu aq bergegas membuka pintu untuk mengambil teh yang dianter Marni


"Mbak tadi kamu datang kesini ngetik terus pergi ya" tanya ku pada Marni sambil mengambil gelas teh dari nampan yang dipegang Marni


"gak ada, saya baru datang, memang nya kenapa" jawab Marni sambil balik bertanya


"OOO tidak apa-apa, ya sudah, terima kasih ya" jawab ku singkat menutup pembicaraan agar tak menimbulkan banyak pertanyaan


"Teh nya cuma satu kita minum bareng ya" tawar ku pada Wida


"Tidak apa-apa buat kamu saja tadi kan kamu habis mimpi buruk pasti banyak menghabiskan tenaga" canda Wida sambil tertawa


"Ah bisa aja kamu, tapi tadi tu aku ngerasa aku gak sedang bermimpi, itu tu bener-bener nyata, aku Habsi dari ruang makan mau kekamar tapi kamu malah manggil aku supaya duduk di taman" terang ku pada Wida


"Taman??" tanya Wida heran


"Iya taman yang masuk nya dari koridor Utara apa selatan ya tapi sepertinya selatan deh tadi duh aku lupa" jelas ku sambil mengingat-ingat


"kamu serius??" tanya Wida lagi


"lah malah balik tanya" jawab ku sambil berjalan kearah jendela dan membuka jendela lebar-lebar agar udara sejuk masuk kedalam kamar

__ADS_1


"Dulu memang rumah ini dikelilingi taman, ada 4 koridor yang menghubungkan ke beberapa gedung dan ruangan, bahkan ada yang menghubungkan ke"


Wida menghentikan ceritanya karena memperhatikan ku sedari tadi senyum dan melambaikan tangan kearah bawah


"Un kamu dengerin aku ngomong gak" tanya nya pada ku


"emmm eh iya denger" jawab ku singkat


"Kamu ngapain sih, lihat apa kamu" tanya Wida sambil menghampiri ku


"itu ada Santi lagi main bareng teman-teman nya dibawah lucu mereka" jawab ku lagi


"Santi??, jangan ngawur deh, gak ada siapa-siapa dibawah cuma kebun kol doang mana ada yang lagi bermain" jawab Wida sambil memegang tengkuk nya, entah mungkin dia merasa merinding atau bagaimana aku juga tidak tau


Aku terdiam dan menatap Wida lalu kembali melihat kebawah, ternyta benar hanya kebun kol yang aku lihat, tidak ada keindahan dan kelucuan anak-anak bermain yang tadi aku lihat


Aku kembali ke kursi dekat kasur sambil meneguk teh hangat yang belum sempat aku habis kan


"Perasaan tadi jelas ku lihat mereka lagi bermain di taman, tapi kenapa sekarang jadi kebun kol" pikiran ku mulai menerka-nerka


"Un, kamu gak papa??" tanya Wida


"Gak papa cuma heran aja dengan kejadian barusan" jawab ku


"Wid, kamu ngerasa ada yang aneh gak sih dengan rumah mu" tanya ku pada Wida


"Gak ada, biasa aja, sejak kecil aku tinggal disini, cuma sejak kejadian waktu itu semua berubah" terang Wida


"Kejadian apa?? tanya ku


kroompyaang, tiba-tiba seperti ada benda yang jatuh di kamar Wida


"Apa tu" teriak ku


Sontak kami berlalu ke kamar Wida yang memang tembus dari kamar ku.


Semua masih kelihatan rapi tak ada kejadian apapun


sret aku melihat ada yang masuk kekamar mandi


"Siapa itu"?? teriak ku dan sempat membuat Wida kaget


Aku berjalan ke arah kamar mandi tapi tak menemukan siapa-siapa


"Siapa??" kata Wida yang sedari tadi masih berdiri mematung dekat pintu tembus


"hmm gak ada, mungkin aq salah lihat, jawab ku sambil mengangkat bahu


Kreeek pintu kamar Wida terbuka, tapi tidak ada satu pun yang masuk, aku berjalan kearah pintu dan kulihat keluar tidak ada siapa-siapa, mungkin tadi kena angin karena Wida lupa menutup nya dengan rapat

__ADS_1


Ku tutup kembali pintu itu dan aku kembali berjalan ke arah tempat tidur


__ADS_2