Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Semoga selalu seperti ini....


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa. Tong hilap sentuh jempol na....


...****************...


Gibran masih kebingungan dan masih merasa heran dengan ucapan Nada di waktu itu. Tapi dia sendiri mencoba gak menggubris apa yang dia pikirin, meskipun sebenarnya dia benar-benar penasaran. Apalagi dengan omongan-omongan Nada yang mengancam dia seolah bener-bener gak mau hal itu diketahui oleh orang lain.


Nada, apa sih yang bikin lo kayak gitu.. Sumpah gue penasaran.. Batin Ghibran di sebuah tempat.



Ghibran emang sering pergi merenung di tempat yang cukup adem dan sepi. Karena menurut dia, tempat yang rame itu malah bikin sumpek.


Cukup lama dia melamun di tempat itu. Dan yang dia lamunin tak lain dan tak bukan adalah nada sang cewek dingin. Dia lagi memikirkan ada apa, dan kenapa dengan Nada, cewek yang diam diam udah mencuri hatinya sejak pertama kali.


Tuuuut.. Tuuuut....


Suara ponsel yang ada di sakunya. Dan saat dia liat, ternyata ada panggilan dari mama nya.


Ghib, kamu dimana? Segera pulang.


"Ada apa? Tumben Mama inget sama anak?! Biasanya selalu lebih mentingin kerjaan." kata Ghibran ketus.


Ghibran... Jangan kurang ajar kamu jadi anak. Mama seperti ini juga demi kebahagiaan kamu.


"Mama sama Papa sama aja. Selalu itu yang kalian bilang. Kebahagiaan Ghib dari mana?!"


Udah sekarang mama bilang pulang. Jangan buat mama emosi.


"Iya Ghib pulang sekarang."


Hubungan antara Ghibran dan mama papa nya memang gak terlalu baik. Meskipun begitu, Ghibran selalu berusaha mendapatkan yang terbaik demi orang tua nya. Tapi sejujurnya yang dia inginkan cuma sedikit perhatian dan sentuhan dari orang tuanya.


Gibran langsung pulang menuju rumahnya. Karena kalau dia gak segera pulang, saat dia sampai nanti pasti bakal ada ocehan dan omelan dari mamanya itu.



Rumah Ghibran.


Ghibran yang sudah sampe di rumah setelah ngebut ngebutan, langsung masuk ke dalam nya. Dan di ruang tamu udah ada mama dan papa nya yang sedang menunggu kehadiran dia.


"Baru pulang kamu. Dari mana aja?" tanya mama nya sarkas.


Note : mama nya emang selalu bicara sarkas ya.. Jadi Ghibran sendiri udah biasa.

__ADS_1


"Seenggaknya Ghib selalu inget pulang setiap hari. Nggak kayak papa dan mama, yang bahkan pulang ke rumah aja seminggu sekali." jawab Ghibran gak kalah sarkas.


"Ghibran! Semakin hari kamu semakin melawan ya sama mama?!"


"Bukan Ghib yang bikin diri Ghib jadi gini. Tapi kalian.!"


"Cukup... Udah cukup. Kalian gak usah tambah bertengkar. Pusing kepala papa kalo lihat kalian selalu seperti ini setiap kali bertemu." papa nya melerai.


"Sekarang langsung aja to the point. Ada apa? Tumben mama dan papa udah ada di rumah. Dan kenapa manggil Ghib?"


Papa Ghibran yang bernama Sanjaya itu pun menghela napas nya perlahan. Dia merasa wajar dengan dingin nya sikap sang anak. Karena Ghibran yang memang kurang kasih sayang dari mereka berdua.


"Apa kah harus ada alasan untuk papa dan mama bertemu dengan anak sendiri? Kami selalu sibuk nak. Dan itu gak lain adalah untuk semua kebutuhan kamu sendiri. Papa dan mama hanya kangen sama kamu." jawab Sanjaya sambil menatap wajah Ghibran penuh rasa rindu.


Memang dari kedua orang tua nya, Sanjaya yang bersifat lebih kalem. Gak suka bicara sarkastis, dan ketika ada waktu luang, dia juga yang selalu mencoba mendekati Ghibran.


Berbeda dengan mama nya, Farah. Dia itu wanita kekinian yang terlalu terobsesi dengan segala pencapaian karir. Dan mama nya itu bermulut tajam, selalu bicara sarkas, dan setiap kali ada di rumah, dia selalu lebih sibuk dengan kerjaan nya. Tapi sebenarnya dia juga sangat sayang pada putra nya yang dia lahir kan itu.


Ghibran tercenung mendengar ucapan papa nya itu. "Apa Ghib gak salah denger? Kalian kangen sama Ghib? Sejak kapan?" tanya Ghibran gak percaya.


Andai kamu tahu, nak. Jika saja papa tidak memiliki tanggung jawab yang besar ini, papa juga gak ingin membuat kamu kekurangan kasih sayang dari orangtua. Tapi ini tugas papa, dan nanti akan menjadi tugas kamu. Batin papa nya menatap Ghibran dengan sendu.


"Kamu tahu nak? Hari ini hari anniversary pernikahan mama dan papa.... Apa kamu lupa? Mama dan papa udah menyiapkan dinner untuk kita makan bersama." ucap papa nya.


Hari ini hari anniversary mama dan papa? Kok gue gak inget sih?! Gue beneran bodoh. Bisa lupa ama hari penting mereka.


Ghibran cukup lama diam mematung, dia sebenarnya cukup gak percaya bahwa ini adalah hari yang selama ini selalu dia tunggu. Demi bisa ngeliat mama dan papa nya ada di sampingnya.


"Ghib... Kamu gak senang dengan ini?" tanya Sanjaya melihat putra satu satu nya itu diam cukup lama.


Ghibran akhirnya sadar dari lamunan nya. Dia langsung menghambur ke pelukan papa nya. "Sorry pa, Ghib bener bener lupa. Banyak hal yang terjadi yang bikin Ghib gak bisa fokus ke satu hal." ucap Ghibran menyesal.


Sanjaya cuma mengelus punggung anak nya itu. Dia juga membalas pelukan Ghibran.


Setelah itu Ghibran juga memeluk mama nya. "Maafin Ghib, ya Ma... Maaf karena tadi Ghib malah marah marah sama mama."


"Enggak Ghib. Kamu gak salah. Disini mama dan papa yang salah. Kami gak pernah merhatiin kamu lebih dari pekerjaan. Tapi ini juga mama papa lakukan demi kamu. Demi masa depan kamu." ucap Farah lembut. Gak ada lagi intonasi sarkas dari ucapan nya.


"Ghib kangen sama mama dan papa. Kenapa kalian baru pulang.... Banyak hal yang pengen Ghib ceritain sama mama dan papa." kata Ghibran yang tiba-tiba berubah jadi lebih cerewet itu.


Sanjaya yang melihat anak istri nya saling peluk itu cuma bisa tersenyum tipis. Dia sengaja hari ini pulang dari Amsterdam dan Farah yang pulang dari Surabaya, demi bisa merayakan hari anniv bersama anaknya.


"Kamu kira yang kangen cuma kamu aja? Mama juga kangen sama kamu. Tapi karena urusan di Surabaya yang gak selesai selesai, mama belum bisa pulang."

__ADS_1


"Iya nak. Papa dan mama itu kangen sekali sama kamu. Tapi urusan kantor itu gak bisa di tunda. Apalagi di Amsterdam papa sedang menjalin kontrak. Suatu hari nanti kamu bakal mengerti, gimana kami berjuang demi kebaikan kita bersama."


Ghibran sebenarnya cukup terharu. Demi bisa merayakan ulang tahun pernikahan bersama, mereka rela pulang lebih cepat.


Di balik sisi dingin nya si cowok kulkas itu, memang dia memiliki sejuta masalah yang kadang cuma dia yang mengerti. Salah satunya adalah kerinduan bisa bersama mereka. Orang yang menjadi jalan ada nya dia di dunia ini.


Mereka pun akhirnya berjalan ke arah ruang makan. Dan Ghibran cukup kaget. Karena ngelihat ruangan itu udah di dekorasi dengan indah.





"Pa.... Ma.... Ini... Siapa yang nyiapin?" tanya Ghibran kaget.


"Yang pasti bukan kita bertiga."


"Terus siapa?"


"Oleh tukang dekorasi Ghib.. Mama sengaja minta segera di dekor sejak siang agar sekarang sudah siap."


"Ya udah. Sekarang waktunya kita makan..... Ayo nak.. Cepat ambil makanan kamu. Nanti mama mu itu ngehabisin lebih dulu lho....


Ghibran tersenyum. Dia pun langsung duduk di kursi yang udah di sediakan.


Terima kasih Tuhan.... Kau kabulkan keinginan ku melihat mereka ada di samping ku.


Semoga selalu seperti ini....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai dear readers.... Maaf ya author blom bisa up banyak banyak. Masih kayak biasa. Karena author jujur aja bingung Mau bikin cerita gimana.


Sorry sorry sorry pokoknya karna cerita ku ini masih jelek. Dan makasih kalian udah dukung karyaku ini.


Love you dear....


Owh iya,,,,, author pengen tambah tambah temen niii..... Kalian mau gak save no wa author... Save ya.... Biar author juga nambah banyak temennya...


088223749033


Bagi yang mau berteman ma author silahkan chat. Yang gak mau juga gk papa kok.

__ADS_1


Hopefully we'll meet again in the next story....


__ADS_2