
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Saat ini Ghibran masih bergelung dalam selimut. Sementara itu jam di meja belajar yaang ada di samping tempat tidur nya menunjukkan angka 05.30 pagi.
Berbeda dengan Nada yang walaupun termasuk anak jalanan tapi rajin melaksanakan ibadah kepada Sang Maha Pencipta, Ghibran adalah tipe orang yang kurang menekuni ibadah itu, padahal dia beragama islam.
Ghibran memang kurang mendapat pelajaran agama sejak kecil, karena orang tua nya adalah orang yang sibuk dan jarang memberikan perhatian lebih pada anak. Dan Ghibran juga sejak kecil jarang sekali pergi ke tempat yang namanya tempat mengaji.
Di waktu bangun sekarang ini, male lead yang satu ini malah masih sibuk di dunia mimpi.
......................
Sedang kan di sisi lain, female lead kita yang gak lain adalah Nada malah sudah bergelut dengan wajan dan minyak.
Yups, Nada sekarang sibuk membuat sarapan untuk nya dan kakak nya. Dia sedang membuat nasi goreng dan telur mata sapi.
Kak Rey sendiri sekarang malah masih ada di dalam kamar mandi.
Selesai dari kegiatan memasak nya, Nada segera menyusun makanan yang sudah dia bikin tadi di meja makan. Dan gak lupa juga dia membuat dua gelas susu putih yang sekarang sudah tersedia di meja.
Kini Nada tinggal menunggu kakaknya keluar dari kamar mandi untuk makan bersama.
Dan itu adalah rutinitas mereka berdua setiap hari, kalau kak Rey sedang gak lembur tentu nya.
Setelah beberapa saat menunggu, kak Rey akhirnya keluar dan tak lama kemudian ia pun duduk di kursi yang ada di samping Nada. Dan mereka pun makan bersama dalam keheningan.
Setelah selesai makan, kak Rey selalu menyempatkan untuk mengajak adik nya itu mengobrol meskipun cuma sebentar.
Dan kali ini, tumben tumbenan kak Rey bertanya tentang seseorang yang beberapa hari lalu datang ke Cafe Cerita.
Siapa lagi kalau bukan Ghibran.
"Yang kemarin itu siapa kamu dek?" tanya kak Rey memulai percakapan.
Nada mendongak, menatap wajah kakak nya yang sekarang terlihat begitu penasaran. Dia mengerutkan kening nya. Pikiran nya menerawang memikirkan siapa yang kakaknya itu maksud kan.
"Mita dan Adan kan sahabat aku kak. Kakak gimana sih.." kata Nada yang masih nge-lag dan gak konek dengan orang yang di maksud kak Rey.
Kak Rey menggeleng sambil mengulum senyum. Dia mengusap pelan rambut Nada. "Dua cowok itu loooh..." kak Rey memperjelas.
Lagi lagi Nada mengerutkan kening. Dia berpikir sesaat. "Oooh, si Ghibran ama si Rangga maksudnya?" tanya Nada memastikan.
__ADS_1
Kakak kesayangan nya itu mengangguk mengiyakan. Dan Nada pun menjawab kalau mereka berdua hanya teman selewat nya.
"Selewat apa selewat....?" kak Rey malah menggoda Nada.
Sedangkan Nada sendiri memang menganggap bahwa dia dan Ghibran memang hanya teman biasa, yaa, meskipun sebenarnya dia sering merasa kalau Ghibran sedikit memiliki kesamaan dengan orang yang hadir di masa lalu nya.
Nada berangkat ke sekolah berbarengan dengan kakak nya yang kali ini akan pergi ke kantor, bukan ke Cafe. Kali ini Nada memilih untuk membawa bekal dan gak mau pergi ke kantin.
Sesampainya Nada di kelas, dia melihat sekeliling. Ada sekian orang yang sudah memenuhi beberapa kursi. Tapi kebanyakan masih kosong. Duo sobat nya pun belum ada di kelas.
Dan sekarang ini, Nada yang sedang diliputi penyakit malas, memilih membuka salah satu buku dan mengerjakan tugas dari pada pergi ke perpus dulu untuk berdiam.
Nada melirik jam yang melingkar di tangan kanan nya. Dan jarum nya menunjuk kalau saat ini tinggal lima menit lagi bel masuk. Dia pun menyimpan buku tugas yang selesai dia kerjakan dan menghadap kan badannya ke depan.
Kursi di depan nya masih kosong.
......................
Ghibran sekarang misuh misuh bersiap berangkat. Dia benar-benar bangun kesiangan. Jam 06.45 dia baru bangun, lalu buru buru mandi bebek dan langsung sarapan dengan makanan yang sudah disiapkan bibik yang bekerja di rumah nya.
Ghibran menyempatkan sarapan sebab dia masih ingat dulu pernah diantar ke UKS oleh Nada karena maag nya kambuh. Dan dia gak mau itu terulang lagi.
Dia pun pergi ke sekolah tanpa pamit pada papa nya, karena dia pikir papa nya sudah berangkat ke kantor. Padahal papa nya juga masih ngebo di kamar.
Ghibran pun pergi dengan mengendarai motor ninja hitam kesayangan nya. Lalu dia kebut kebutan di jalan karena gak mau terlambat dan kelihatan memalukan.... 🤣🤣🤣
Gak mau menunda lagi, Ghibran pun ke kelas nya dengan cara berlari.
Dan yaaah, dia sukses dong sampai di kelas sebelum guru yang masuk. Dia lalu melihat Nada yang sekarang sedang mengobrol dengan Mita. Sedangkan Adan sedang duduk di kursi nya sendiri.
Ghibran buru buru melangkah kan kaki ke tempatnya. Lalu dia pun duduk. Dia sedikit mendengar obrolan Mita dan Nada yang baru saja berakhir.
"Gimana? Iya atau enggak Nad??" tanya Mita..
"Enggak tau.. Gimana nanti aja. Udah sana duduk. Syyuuh..." kata Nada sambil menggerakkan tangan nya seperti mengusir ayam....
Mita kembali ke kursi nya sambil ngedumel gak jelas. Mungkin dia kesal karena diusir mirip ayam.... Wkwkwkwk....
Gak lama setelah itu, guru pun masuk dan mengajar...
......................
Saat bel istirahat berbunyi, Mita dan Adan yang mengajak Nada ke kantin pun merasa sebal. Sebab Nada memilih makan di kelas.
__ADS_1
Sedikitpun gak mau pergi ke kantin walaupun cuman membeli minum.
Akhirnya Mita dan Adan pergi dari kelas menuju kantin hanya berdua, tanpa Nada.
Ghibran yang biasanya ke kantin bersama Rangga juga gak tau kenapa malah ingin diam aja di kelas. Mungkin biar bisa berduaaan ama Nada kali yaaa....
Sementara itu Rangga juga malah pergi dengan seorang cewek yang mungkin pacar baru nya. Ckckck... Dasar Playboy....
Sekarang ini di kelas cuma ada dua tokoh pemeran utama kita....
Ghibran menelungkupkan wajahnya di meja. Dia kelihatan seperti sedang gelisah... Entah apa yang dia pikirkan..
Sedangkan Nada dengan santai nya mengeluarkan bekal yang tadi dia bawa dari rumah... Dia membawa nasi goreng buatan nya tadi. Dan dia pun mulai memakannya.
Tapi baru beberapa suapan, dia melirik cowok di depan nya yang masih terlihat gusar.
Nada yang melihat itu malah berpikir kalau Ghibran sedang lapar... Tapi malas ke kantin.
Pikiran yang salah sebagian dan benar sebagian...
Nada pun menoel Ghibran, tapi cowok itu belum terusik dengan satu toelan. Nada menoel nya lagi, berkali-kali sampai Ghibran akhirnya menoleh ke belakang dan bertanya ada apa.
Nada menunjukkan bekal makanan nya..
Ghibran yang gak mengerti maksud Nada pun cuma berdiam. Dan itu membuat Nada memutar bola matanya dengan malas.
"Ayo makan bareng gue.." kata Nada akhirnya.
Ghibran sempat menolak, tapi karena Nada yang memaksa, dan juga dia yang baru tau kalau nasi goreng itu buatan Nada sendiri, mereka pun makan bersama.
Dan jangan lupa, minum juga dari tempat yang sama dong....
Waktu istirahat kali ini, Ghibran merasa senang gak ketulungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hollla dear readers....
Sorry yaa kemarin author gak up...
Oh iya, author mau ngasih tau, kalo hari jumat, kayak kemaren tuh, author gak bakal bisa up. Soalnya author ada kesibukan lebih kalo jumat mah...
Sooo, sorry banget yaaa....
__ADS_1
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...