Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Kevin dan...... Abby??


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Biasa kan like sebelum membaca


......................


"Nama gue......." cowok itu bukan nya menyebutkan nama nya, dia kini malah terdiam sebentar sambil terlihat seperti sedang berfikir.


Nada kini masih menunggu jawaban cowok itu. Bukan karena apa apa, tapi dia ingin segera pergi mencari penjual minuman ringan. Kan gak sopan, kalau dia tiba-tiba pergi padahal orang itu belum selesai menyebut nama nya.


Bocah kecil bernama Kevin itu sekarang menepuk dahi nya dengan pelan melihat kelakuan kakak laki-laki nya itu. Bocah berusia tujuh tahunan itu kelihatan sedikit menahan malu.


"Nama kakak Kepin itu Abby , kakak cantik. Dia mah gitu. Agak agak sedeng..." ucap Kevin yang mulai jengah karena sang kakak gak juga menyebutkan nama nya. Dan Kevin mengatakan hal itu sambil menaruh jari telunjuk nya di jidat dan menggerakkan gerak kan jari nya itu.


Nada tertawa kecil mendengar kata kata Kevin yang polos tapi menusuk itu. Sedang kan Abby, cowok itu malah kembali memelototi adik nya dan menjewer kuping Kevin lagi. Kali ini seperti nya dia menjewer dengan lebih kencang dari yang tadi.


"Siapa cobak yang agak sedeng??! Coba ngomong sekali lagi.." kata Abby dengan wajah yang seram.


"Peace kak... Peace... Lepas napa.... Suka amat narik narik kuping Kepin. Kalo kuping Kepin jadi lebar kayak daun gimana..." ucap Kevin sembari meringis pelan. Wajah nya yang kesakitan karena jeweran kaka nya itu jadi terlihat lucu.


Satu tangan Kevin memukul mukul tangan kakak nya yang masih setia menempel di telinga kiri nya. Dan tangan nya yang satu lagi, terangkat ke atas dan menunjukkan dua jari.


Nada seperti nya kembali ke mood nya yang semula. Dia menghela napas nya dengan kasar, jengah dengan perdebatan kecil yang sejak tadi gak juga selesai.


Mungkin kalau pun Kevin menunjukkan wajah imut nya, Nada gak akan terkesima. Dia udah terlanjur kesal dengan mereka berdua yang sedari tadi terus ribut di hadapan nya.


Nada akhirnya memilih berjalan ke belakang kedua orang itu, lalu dia pun memisah kan mereka. Dan kedua nya pun menghentikan ribut ribut nya.


"Udah yaaa, adek manis.... Kakak sekarang mau cari warung dulu... Jadi kakak mau pergi... Kalo kakak udah pergi, terserah kalian mau lanjut lagi ribut nya atau engga. Babay..." ucap Nada kemudian berjalan menjauh meninggalkan dua cowok beda usia itu tanpa menunggu jawaban.


Kevin menggembung kan pipi nya karena sebal. Kenapa si kakak cantik malah pergi sih.... Dia pun menatap kakak nya dengan sengit.


Dan Abby malah balik menatap adik nya dengan wajah yang seolah tanpa dosa... Kevin menghentak hentak kan kaki nya menjauh dari Abby.

__ADS_1


Dan yang gak Abby sadari, arah jalan Kevin itu ternyata malah mengikuti Nada.


Abby kini malah menggeleng kan kepala nya dengan pelan. Heran dengan sikap adik nya yang gak seperti biasa. Dia sekarang malah melamun karena menurut nya, dia melihat sebuah kejadian yang sangat langka.


Yups, adik nya itu adalah tipikal anak kecil yang susah bergaul dengan orang luar dari keluarga. Dan adik nya itu gak pernah berkenalan dengan orang asing. Apa lagi yang baru pertama kalinya bertemu. Ada apa dengan adik kecil nya ini.


Abby Pancaputera, seorang anak kebanggaan keluarga Pancaputera. Seorang kakak dari tiga adik. Dan Kevin adalah adik nya yang paling kecil dan paling jail di keluarga.


Meski pun Kevin di kenal jail dan menyebalkan dalam keluarga mereka, anak itu gak pernah mau berhubungan dengan orang lain yang bukan termasuk bagian dari keluarga nya. Bisa di bilang, kali ini adalah sebuah keajaiban bisa melihat bocah nakal itu ber sosialisasi dengan orang baru.


Abby sekarang ini satu angkatan dengan Nada. Dan yaaa, mereka berbeda sekolah.


Abby yang melihat Kevin adik nya bisa cukup akrab dengan Nada yang notabene baru dia kenal pun menjadi penasaran dengan sosok cewek cantik yang bisa menarik perhatian bocah satu ini.


Dia jadi memikir kan banyak hal...


Dan........


Karena dia terlalu lama melamun, dia bahkan gak sadar kalau saat ini Kevin yang menurut nya adalah bocah tengil itu udah gak lagi berada di samping nya.


'Baby shark du du du du du.. Baby shark du du du du du... Baby shark....'


Suara dering ponsel nya yang berbunyi nyaring dan membuat nya terkejut itu pun menyadar kan nya dari lamunan kecil itu. Dia sedikit heran dengan nada dering aneh yang dia dengar. Rasanya dia gak pernah mengganti dering ponsel nya...


Dan yaaah, siapa lagi yang mengganti nya kalau bukan bocah nakal itu. Pikir nya sambil mengambil ponsel dari saku kemeja nya menyalakan nya.


Dia pun segera melihat notif apa yang membuat ponsel nya bernyanyi terus menerus.


Dan notif itu ternyata berisi beberapa chat singkat dari sang bunda yang menanya kan kemana dia dan adik nya.


Abby pun membalas chat dari bunda nya. Menjelaskan kalau dia dan Kevin sedang ada di komplek rumah sebelah.


Selesai mengetik chat, dia pun sadar kalau dia gak mendengar celoteh Kevin yang biasa nya sangat berisik dan mengganggu telinga nya.


Abby menoleh ke kanan dan ke kiri. Lalu dia pun berbalik ke belakang, tapi nihil. Adik nya gak ada. Wajah nya pun berubah panik dengan begitu cepat. Meski pun adik nya itu menyebal kan, Kevin tetap adik yang menjadi adik kesayangan nya.

__ADS_1


Kemana dia.... Ucap Abby by dalam hati sambil berkeliling mencari Kevin.


"Keviiiin" teriak nya.


Abby mengusap peluh yang ada di dahi nya. Dia pun melirik jam tangan yang melingkar di tangan nya. Jam enam lewat empat puluh lima menit.


"Huh huh huh...." dia merasa napas nya hampir habis, dengan napas yang ngos ngosan, dia masih tetap mencari Kevin. Bagai mana kalo bocah kecil itu hilang atau di culik?? Bisa bisa dia kena damprat habis habisan oleh bunda nya.


Mengingat bunda nya yang pasti akan marah kalau Kevin gak pulang bersama nya, Abby jadi bergidik ngeri. Bunda nya itu kalau udah marah sangat menyeram kan...


Abby pun memilih kembali mencari adik nya ke sekitar tempat itu. Dan karena Abby gak menemu kan keberadaan adik nya, dia pun berjalan ke arah lain. Mencoba peruntungan.


Siapa tau kan, adik nya ada di tempat lain.. Kan Kevin itu sangat sering menjaili dia. Dan mungkin kali ini juga anak itu lagi pergi untuk mengelabui nya. Dia mencoba untuk positif thinking.


Tapi pikiran nya kembali ruwet. Gimana kalau adik bontot nya itu beneran hilang???


"Keviiiiin"


Abby kembali berteriak, kemana sih adik bandel nya ini....


Kita kira si Kevin ke mana ya???


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai holla dear readers...


Maaf ya,,,,, author malah nge gantung cerita nya.. Wkwkwkwk...


Soal nya author tuh kemarin kemarin lagi keluar. Jadi nya gja sempet buat mikirin story..


And makasih yaaa, buat kalian yang masih mau ttp stay di sini. Walaupun cerita ini mungkin bikin bosen, dan lama buat up juga.


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.


Love you, see you in the next episode... Babay...

__ADS_1


__ADS_2