Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Pemenang nya


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


...****************...


Kita skip langsung malam aja lah yaaaa....


Malam ini adalah malam di mana Nada dan Reza akan bertanding balapan.


Pakaian yang sekarang di pakai oleh Nada itu pakaian yang simple dan gak ribet. Apalagi kan dia mau balapan. Baju dengan model tentara berlengan panjang, dan celana jeans hitam sampai mata kaki. Btw, bayangin aja ya.. Karena author lagi gak ada foto nya.


Oh iya.... Penasaran kan.... Mereka itu balap apa sih? Mobil atau motor? Terus simak ya...


Nada mengendarai mobil sport merah milik nya dengan kecepatan sedang. Maklum lah... Bersantai dulu sebelum berperang.


Acara balap yang bakal berlangsung jam delapan malam itu cukup ramai di waktu sekarang. Masih ada waktu sekitar satu jam lagi. Dan pemeran utama kita masih santai santai di perjalanan.


Kalau kalian bertanya, Kak Rey tau apa enggak, maka jawaban nya... Kak Rey tau kok. Karena Nada emang minta izin dulu untuk ikut balapan malam ini. Yaa, emang sih awal nya Kak Rey gak ngasih izin, tapi berhubung Nada memakai jurus andalan nya, akhirnya Nada mendapat izin. Walau pun dia harus rela membujuk Kak Rey dengan berbagai macam cara.


..........


Di tempat mereka akan melangsungkan balapan itu udah ada banyak orang yang bersiap di arena. Padahal masih satu jam lagi loooh.


Di satu bagian sana, ada Reza dan antek antek nya yang sedang menghisap rokok. Ada juga yang memakai vape. Juga ada seorang pria dewasa yang memakai jas hitam dan menggenggam sebuah map.


Di bagian parkiran juga lumayan ramai oleh mereka yang berkumpul di sana. Termasuk ada Adi, dan beberapa orang yang jadi teman baik Nada di tempat itu.


Sementara itu, di pojok bagian barat ada sekelompok orang yang menunggu Nada dengan cemas. Siapa lagi kalau bukan Mita dan kawan kawan. Di sana udah ada Mita, Adan, Rangga, dan juga Ghibran.


"Duuh, ni anak kemana lagi sekarang belum juga nyampe..." ucap Mita yang khawatir gak karuan. Adan pun cuma bisa menenangkan Mita dengan segala macam ucapan nya.


Ghibran juga sama tegang nya, tapi dia menutupi dengan ekspresi datar yang ada di wajah nya. Sedangkan si Rangga mah malah cuek bebek.


Kenapa mereka bisa cemas? Karena Nada sekarang ini susah di hubungi. Mereka jadi takut kalau kalau Nada yang gak di izinkan pergi oleh kakak nya itu.


..........


Sementara itu......


Yang di khawatir kan itu malah lagi asik asik malaju di jalanan sambil bernyanyi melepas jenuh. Hp nya sengaja dia non aktif kan karena dia malas mendengar notif yang bakal mengganggu nya.


Ponsel itu dia simpan di kursi samping dia mengemudi. Tanpa peduli kecemasan mereka yang menunggu nya. Emang parah nih si Nada... Bagi kalian yang mau menggetok kepala nya, sok mangga author gak nge larang.


***Hei, kamu yang di sana...


Tau kah aku rindu...


Rindu kan senyuman mu...


Dulu, saat bersama ku..


Hei, dengar suara ku..


Walau terbawa angin...


Tapi hati ku yakin...


Rasa.. Tak akan pergi..


Aku bisa bebas teriak kan nama mu...


Saat hujan turun membasahi wajah ku..


Lepas kan semua..


Bebanku...


Andai ku bisa memutar balik kan waktu..


Tak akan ku lepas saat kau memeluk ku..


Mencintai mu..


It's magic hour..


Hei, dengar suara ku..


Walau terbawa angin...


Tapi hati ku yakin...


Rasa.. Tak akan pergi..


Aku bisa bebas teriak kan nama mu...


Saat hujan turun membasahi wajah ku..


Lepas kan semua..


Bebanku...


Andai ku bisa memutar balik kan waktu..


Tak akan ku lepas saat kau memeluk ku..

__ADS_1


Mencintai mu.. Mencintai mu...


It's magic hour***....


Nah.. Itu salah satu lagi yang Nada nyanyi kan sekarang ini. Dan ini satu lagu lagi yang dia lantun kan. Lagi ini, membuat dia rindu seseorang...


Di tengah senja terhampar..


Ku genggam cinta.. Yang luar biasa...


Angin pun pasti mendengar..


Janji kita...Tuk slalu bersama...


Mengapa kini kau pergi..


Meninggal kan aku..


Hancur lah aku.....


Separuh roh hati ku pergi..


Meninggal kan rasa ini..


Ini terlalu pedih...


Ingat kah kita disini..


Berjanji mengenang hati...


Raga mu tak lagi ada..


Tapi tidak.. Dengan cerita kita..


Atas nama janji cinta...


Ku lanjut kan.. Walau kita terpisah


Mengapa kini kau pergi..


Meninggal kan aku..


Hancur lah aku.....


Separuh roh hati ku pergi..


Meninggal kan rasa ini..


Ini terlalu pedih...


Ingat kah kita disini..


Berjanji mengenang hati...


Ada yang kenal dua lagu ini?? Ini adalah soudtrak dari salah satu film yang jadi favorit Nada dan Bagas. Maka dari itu, bagi Nada lagu ini tuh spesial.


..........


Setelah cukup bersantai nya, menurut Nada, dia segera melajukan mobil sport nya ke tempat yang seharusnya.


Sampai di sana, Nada langsung masuk ke arena balap tanpa turun dan menemui teman teman nya dulu. Karena sekarang ini udh waktu nya bersiap.


Nada cuma menurun kan kaca mobil nya dan melambai ke arah Mita dan yang lain. Dan kacamata hitam bertengger manis di atas kepala nya.


Mita yang mula ngeliat Nada melambai kan tangan pun tersenyum. Dia langsung saja mengepal kan tangan dan mengangkat tangan nya ke atas. Sambil teriak.. "SEMANGAT NADA...."


Itu membuat Adan dan Ghibran yang masih bengong menoleh kan kepala ke arah Mita memberi semangat. Ghibran tersenyum tipis melihat kehadiran Nada di antara orang orang yang siap ber balap itu.


Mobil di samping Nada ikut menurun kan kaca nya, dan yaah, kalian pasti tau itu siapa. Siapa lagi kalau bukan si Reza pe.a.. Wkwkwkwk.


"Gue kira nyali lo ciut.. Gak takut kalah lo sama gue?" tanya Reza dengan sombong.


Nada memutar bola matanya dengan malas. "Ck.. Gak ada kata takut dalam kamus gue. Apalagi sama cowok be*o kayak elo."


"Siap siap untuk jadi tunangan gue, my baby.."


Nada cuma tersenyum misterius.. "Silah kan bermimpi..."


Cewek berbaju minim di hadapan mobil yang berjajar itu melambai kan kain ke atas.


"Three.... Two..... One...."


"GO......." ucap nya melepas kan kain yang dia pegang itu sambil berlalu ke pinggir arena.


Ada tujuh mobil yang bertanding. Dan masing masing seperti mau unjuk gigi siapa yang paling cepat.


Tapi Nada malah santai santai saja. Malah sekarang dia ada di urutan terakhir.


Beberapa orang mencibir Nada. Mengatakan bahwa Nada cuma seorang amatir yang sok ikut lomba. Bahkan ada yang berteriak payah pad Nada.


Hal itu membuat Ghibran cukup marah. Dia sebenarnya mau melabrak orang yang berkata seperti itu. Tapi di satu sisi, dia juga heran, apa kah Nada Emang gak terbiasa ikut balapan tapi sekarang coba coba memberani kan diri.?


Mita yang tau kalau Ghibran sedang emosi pun menenangkan nya.

__ADS_1


"Tenang aja Ghib, percaya sama Nada. Dia gak bakal ngebiarin diri nya sendiri kalah dari makhluk bedebah itu."


"......"


"Lo gak usah khawatir. Nada punya cara nya sendiri. Gak usah peduliin ocehan ocehan makhluk gak guna kayak mereka. Gak penting juga kan... ''


Ghibran pun akhirnya fokus lagi menonton pertandingan itu tanpa memperhatikan omongan orang yang ada di sana.


Tiba-tiba Ghibran melotot.


Kenapa coba kenapa??.....


Ya gimana gak melotot coba....


Lah sekarang Nada ada di baris ke tiga. Kapan nyalip nya ni anak?? Batin Ghibran heran sekaligus kaget.


Nada dengan santai nya maju mencoba untuk nyalip mobil yada di baris ke dua. Tapi kelihatan nya pengemudi mobil itu tau apa yang akan di lakukan oleh Nada. Dia langsung menggeser mobil nya ke arah Nada uang mau menyalip.


Dan terjadi lah sikut sikutan antara dua mobil itu. Tapi....


Tapi Nada gak kelihangan konsentrasi nya. Dia pun mengarah kan salipan mobil ke kanan. Otomatis mobil di depan nya itu menghadang ke kanan juga. Tapi dengan cerdik nya Nada langsung mempercepat kendali mobil sambil menyalip ke arah kiri... Tertipu dia... Wkwkwkwk..


Yang menonton di sana takjub.


"Kereeeeen....." teriak salah satu penonton.


Sekarang Nada ada di urutan ke dua. Tinggal satu pembalap lagi. Dan itu kebetulan adalah Reza.


Nada mencoba mengecoh Reza dengan trik sebelum nya. Tapi berhubung Reza itu termasuk salah satu pembalap yang cukup cekatan, Reza jadi bisa menghindari taktik Nada.


Ghibran yang melihat Nada seperti kewalahan itu pun mendengus pelan. Dia takut Nada bakal kalah dari si ketua basket itu. Rangga sejak tadi malah melongo menonton lomba balap ini. Apa lagi sewaktu Nada yang bisa menyalip mobil lain dengan mudah.


Mita melirik ke arah Ghibran. Melihat ekspresi Ghibran yang jelas terlihat khawatir itu membuat Mita menarik sudut bibir nya.


Mita menyenggol Adan, kemudian memberi kode supaya Adan ikut melirik Ghibran. Adan yang mengerti kode dari pacar sekaligus sahabat nya itu langsung ikut melirik cowok kutub di samping nya.


"Ekheeeem....." suara Adan yang nge bass itu membuat Ghibran menoleh.


"Sakit tenggorokan lu?" tanya Ghibran ketus.


Adan and Mita langsung menatap Nada lagi.


Dan di depan sana, Nada lagi berusaha menyalip mobil Reza.


Nada yang mengarah kan mobil nya ke kanan dan ke kiri, apa lagi dengan cukup cepat membaik keadaan. Sekarang yang cukup kewalahan itu si Reza. Tapi Reza masih belum memberi jalan.


Sedangkan mobil ketiga juga udah lumayan jauh tertinggal.


Garis finish sebentar lagi tercapai. Wah wah wah.... Siapa yang bakal menang nih.... Reza atau Nada.....


Nada melambatkan mobil nya.


Dan itu sukses membuat fokus Reza pecah. Dia juga jadi ikut melambatkan kecepatan. Sekarang Reza malah melirik mobil Nada lewat kaca spion mobil nya. Wkwkwkwk. Gubluk nya dia...


Dan..........


Dan.........


Dan apa coba.......??


Nada langsung meningkat kan kecepatan dan berhasil menyalip mobil Reza.


Kain putih bergaris garis hitam pun melambai ketika Nada mencapai finish.


Akhirnya mobil Nada jadi mobil pertama yang mencapai finish.


Pemenang nya adalah Nada.......


Horeeeeee.....


Nada pun segera menghampiri para sohib nya yang sejak tadi jadi penonton setia.


Dan yaaaa, pada akhirnya, Reza pun harus rela kehilangan saham dan memberi kan nya kepada Nada.


Ingat orang yang memegang map? Nah.. Map itu adalah map yang berisi pengalihan saham atas nama Reza menjadi atas nama Nada. Reza emang sudah menyiapkan perjanjian itu.


Setelah Nada membaca berkas itu, dia pun menanda tangani nya karena isi dari berkas yang dia pegang sesuai.


Jangan salah..... Reza memang menyiapkan berkas pengalihan, tapi dia juga membawa berkas tentang pertunangan.


Yups, dia menyiapkan dua berkas sesuai kalah menang nya.


And nyatanya dia kalah.....


Nada dkk pun ber tos ria.


"Guys, berhubung gue menang... Besok kita jalan jalan kepantai... Gue yang traktir..."


Ke pantai..... Batin Ghibran sambil tersenyum. Gak perlu gue ajak dia yang inisiatif ajak duluan.


###########


Hai hai... Balek lagi dengan author yang selalu bikin kangen... Sorry baru Come back ya....

__ADS_1


Jangan lupa like coment dan VOTE...


Tinggalkan jejak yaaa🐾🐾🐾🐾


__ADS_2