
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Kini mereka larut dalam renungan masing-masing.
Dan Ghibran menatap langit bertabur bintang di atas nya dengan sebuah senyuman tipis.
Tapi sekarang Ghibran sadar, dia bahkan masih lebih beruntung di banding kan dengan Nada yang kedua orang tua nya telah tiada dan pergi selamanya.
Dan lagi, dia juga menyadari, kalau papa nya kini ingin sedikit meluang kan waktu untuk nya. Terbukti dengan semua rencana nya ini untuk mengajak Nada pergi keluar melihat sesuatu yang berbeda, dan itu adalah ide dari sang papa.
Yaaa, meskipun memang mama nya masih menyibukkan diri sendiri. Tapi seenggaknya kini ada papa kya yang siap untuk mendengarkan keluh kesah nya.
Dan Ghibran berharap, semoga mama nya nanti juga bisa ikut meluang kan waktu dan mendengar kisah nya.
Lagi pula, Ghibran juga sudah terbiasa dengan hal hal seperti ini. Dan dia juga jarang protes masalah mama dan papa nya. Ya, meski pun terkadang dia ada sedikit lepas kendali. Apa lagi jika yang berbicara itu mama nya yang terbiasa dengan kata-kata sinis.
Sebenarnya Ghibran punya dua keinginan yang bagi nya saat ini cukup sulit untuk dia dapatkan. Yang pertama dia ingin sekali bercanda tawa dengan keluarga yang utuh. Dan yang kedua dia sangat ingin untuk bisa selalu ada di samping Nada. Lebih dari sekedar teman.
Tapi Ghibran masih ragu dengan harapan kedua nya ini. Bisa kah mereka berdua lebih dari teman? Bisa kah mereka menjadi sejoli yang tak pernah terpisah? Sedangkan kini Ghibran juga gak tau, apakah ada nama nya atau tidak di hati Nada. Yang pasti, masih ada satu nama yang mengisi nya. Bagas...
Dan lagi, kedekatan mereka saat ini gak lebih dari sekedar teman yang menghabiskan waktu bersama. Bisa kah dia berharap??
Ghibran memejam kan mata nya dan menikmati hembusan angin malam. Sementara itu, Nada yang masih duduk di samping nya mengangkat tangan kanan nya dan melihat jam yang melingkar manis disana.
Jam dua belas malam.
"Ghib....." panggil Nada begitu dia tau sekarang ini jam berapa.
"Hmm??" Ghibran hanya menjawab dengan deheman pelan tanpa membuka mata nya maupun menoleh. Dia masih setia pada posisi nya yang menikmati angin malam.
__ADS_1
"Pulang??"
Kali ini Ghibran mengalihkan pandangan nya. Dan dia mengangkat sebelah alis nya.
"Kapan kita pulang? Gue takut kak Rey nyariin."
Ghibran yang mendengar itu pun menjawab "Tenang aja. Gue udah izin kaka lo. Kalo kita bakal pulang jam setengah dua an. Btw lo gak ngantuk?"
Nada menggeleng. "Gue kalo udah liat yang kayak gini sih bisa kuat sampe subuh. Tapi biasanya gue liat di taman belakang rumah. Lah sekarang kan bukan di rumah. Jadi gue takut kakak gue khawatir."
"soal itu lo tenang aja. Lagian gue juga gak bakal ngapa ngapain kok." kata Ghibran dengan sangat santai.
Tanpa Ghibran sadari, wajah Nada sekarang memerah mendengar kata kata Ghibran barusan, malah kini Nada melongo dengan ucapan yang baginya cukup absurd itu.
Tapi Nada yang kini blushing itu gak terlalu kentara karena gelap nya malam.
Sekarang yang terjadi adalah sebuah keheningan.
Mereka kembali menatap langit tanpa ada kata bosan. Apalagi dengan Nada yang memang begitu menyukai keindahan alam yang ada. Dan Ghibran kembali larut dalam lamunan nya.
"AAAAAA".......
Nada berteriak kencang dan membuat Gibran terkejut.
"Ghib....Ghib...." ucap Nada masih dengan teriakan nya yang begitu merdu. Dan sambil meneriaki Ghibran dia juga sambil menunjuk nunjuk ke atas nya.
"Apa sih?? Lo ngagetin gue.." kata Ghibran terbuyar dari lamunan nya. Dia melirik cewek yang tadi berteriak itu dengan pandangan malas.
"Liat di atas....." kata Nada menurunkan suara nya tapi masih tetap menunjuk langit.
Ghibran melihat arah tangan Nada. Sedangkan Nada tersenyum melihat apa yang ada di atas nya.
Ini yang mereka berdua liat... 👆👆👆
__ADS_1
Sebuah bintang jatuh....
Mereka berdua saling tatap.... Dan setelah melihat hal itu, mereka pun akhirnya tersenyum bersama. Tau apa yang di pikirkan masing-masing, mereka pun lalu mengangkat tangan didepan dada dan berdoa dalam hati.
Dan ini lah doa Gibran.
Ya Tuhan Semoga aku bisa merasakan kehangatan keluargaku yang utuh, papa yang duduk di samping, dan mama yang mengelus rambutku. Dan mereka berdua mendengarkan kisah yang ku tuturkan,, mendengarkan cerita yang ingin kusampaikan, dan menjadi tempat keluh kesahku. Dan aku juga berharap, semoga suatu saat nanti aku dan dia bisa bersama, mengarungi hidup bersama, dan melewati segala kesulitan berdua. Hidup bahagia tanpa kesedihan masa lalu yang mengungkung. Bisakah aku masuk ke dalam hatinya Bisakah aku melepaskan semua kesedihannya Ya Tuhan izinkanlah aku bisa berbagi hidup dengan dia tapi apakah itu mungkin? sedangkan dalam hatinya masih ada seseorang yang sangat dia sayangi Mungkinkah aku bisa menggeserkan hal itu ya Tuhan??''
Dan ini adalah doa yang Nada panjatkan
"Ya Tuhan, Semoga Engkau tempatkan ayah dan ibuku di tempat yang terbaik, semoga Engkau Kirimkan aku sebuah kebahagiaan. Setelah semua kesulitan yang kualami ini. ya Tuhan, Aku ingin mengiklaskan seseorang yang telah Kau ambil dari sisiku, tapi rasanya sulit... kumohon ikhlaskan hatiku sehingga aku bisa berbahagia meskipun masih merindukannya.
Oh Tuhan apakah dia yang di sampingku ini adalah seseorang yang kau kirimkan untuk mengganti rasa Sepi ku... Ya Tuhan, benarkah dia akan menjadi seseorang yang suatu hari nanti akan menyayangiku? Apakah dia akan menjadi seseorang yang selalu menghibur Laraku? selalu ada di sampingku? dan apakah suatu hari nanti kami bisa bersama? atau justru dia Memiliki seseorang yang dia sayang dan itu Bukan Diriku?"
Tanpa sadar mereka berdua menyimpan benih sebuah rasa di dalam hati, tanpa tahu apakah masing-masing memiliki perasaan yang sama.
Nada mengusap wajahnya setelah doanya selesai iya ucapkan dalam hati. Dan tak lama Gibran pun ikut mengusap wajahnya lalu dia menoleh kearah Nada.
Mereka berdua saling tatap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai all readers....
Maaf ya author up nya sedikit.... Author juga mengsyedih liat kata nya cuma dikit.. Tpi udah gk tau mau nulis apa lagi....
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...
@Ashafiyah...
Jangan lah terus berdiam dalam masa lalu. Jangan terus diam di tempat karena sesuatu yang menjatuhkan mu. Karena di balik semua itu, ada sebuah kebahagiaan yang harus kau raih untuk masa depan mu....
Babay.....
__ADS_1