Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Masalah ulat-bulu


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Biasa kan like sebelum membaca


......................


Setelah mereka berdua sibuk berdoa masing-masing, mereka pun tertawa bersama.


Kali ini mereka gak lagi di landa keheningan. Mereka berdua sekarang sedang sibuk mengobrol tentang hal hak yang mereka suka dan tak suka.


Dari percakapan kedua nya, Ghibran jadi tahu kalau Nada adalah tipe orang yang phobia pada hewan berbulu pembuat gatal itu.


Apa lagi kalau bukan ulat bulu.


Nada bergidik ngeri ketika membayangkan ada ulat bulu yang bagi nya sangat menyeram kan. Dn Ghibran malah menceritakan tentang ulat bulu. Nada ingin menghentikan cerita Ghibran. Tapi dibalik itu dia juga penasaran.


Yups, Ghibran ini termasuk cowok yang sangat suka membaca artikel atau melihat video yang berbau hewan hewan... Dan dia pernah melihat sebuah tayangan yang menjelaskan tentang ulat bulu.


Nada yang sebenarnya di satu sisi agak takut saat mendengar cerita ulat bulu dari Ghibran,tapi di sisi lain dia juga ingin tau bagaimana kehidupan hewan yang bisa membuat nya menjerit dan loncat loncat itu.


Dan Ghibran mengatakan kalau ada beberapa jenis ulat bulu yang cukup berbahaya. Salah satunya adalah...


Ulat listrik.


Nada menatap Ghibran dengan sangat penasaran.. Ulat listrik?? Dia baru kali ini mendengar nya.


Ghibran terkekeh melihat wajah Nada yang baginya malah jadi sangat imut.


''Lo gak takut gue ceritain soal ulet??'' tanya Ghibran sambil kembali membaring kan tubuh nya di atas rerumputan taman itu.


''Ya,,, takut sih... Tapi rasa penasaran gue lebih besar... Jadi coba lo ceritain?? Emang ada gitu ulet listrik.? Baru denger gue...''


"Di tempat kita emang gak ada Nad... Adanya di negara lain, di mana ya?? Gue lupa sih ada nya di negara mana.. Tapi seinget gue itu tuh salah satu ulet yang berbahaya."


"Bahaya nya dimana?? Kan ulet mah bikin gatel. Iya sih gatel bahaya..."


Ghibran berdecak malas. "Bukan soal gatel nya Nadaaaa.."


Nada mengerjapkan matanya dengan pelan.. Tanda dia kini sedang ada dalam fase kebingungan...


"Gak usah ngebug juga kali...." kata Ghibran sambil menjitak jidat Nada dengan agak kencang.


"Autch..... Sakit Ghib..... Maen jitak aja lo..." ucap Nada yang sebal karena tiba-tiba di jitak llau mengelus elus jidat nya yang terasa sakit.


"Jadi mau dengerin gak nih???"


"Iye iye... Gue dengerin.."


Ghibran pun kembali menceritakan tentang ulat-bulu itu.


Ulat yang berwarna kuning, dengan bulu bulu yang tajam dan runcing. Dan ulat yang satu ini sangat panjang. Bisa mencapai dua atau tiga meter. Bukan karena panjang satu hewan. Tapi karena ulat yang satu ini tuh selalu sambung menyambung. Ukuran sebenarnya sih sama seperti ulat biasa. Tapi mereka selalu berbaris.


Dan yang membuat ulat ini bahaya, adalah sengatan listrik nya. Karena itu lah di namai ulat listrik. Bahkan ulat ini bisa membunuh makhluk hidup yang menyentuh nya.

__ADS_1


Ulat ini bisa di bilang termasuk hewan yang langka. Dan sering ada di dataran dataran yang berupa tanah pasir.


Nada bergidik lagi. Kali ini lebih merasa ngeri dari sebelumnya. Ulat yang cuman menyentuh nya bisa mati??


"Jangan jangan lo boong lagi... Masa ada sih ulet yang kayak gitu."


Ghibran memutar bola mata nya dengan malas. "Ngapain juga gue bohong.. Gak ada untungnya..." kata Ghibran..


"Tapi itu bener-bener ada gitu??" tanay Nada lagi..


Ghibran cuma mengangguk mengiya kan pertanyaan Nada.


"HATCIS.......🤧🤧🤧🤧"


Nada tiba-tiba bersin sangat keras. Untung gak keluar ingus...Wkwkwkwk... Dia lalu menggosok gosok hidung nya dan membuat hidung nya merah.


Ghibran lalu menahan tangan Nada yang masih akan menggosok hidung nya lagi. "Udah jangan di gosok terus."


"Gatel Ghib..." ucap Nada memelas.. Dia masih ingin menggosok hidung nya yang kini malah sedikit berair.


Tapi, belum juga Ghibran menjawab.. Saat dia ingin berkata, ucapan nya malah terjeda oleh suara dering ponsel Nada yang berbunyi begitu nyaring.


Nada buru-buru mengambil ponsel yang tersimpan di saku kemejanya itu, dan melihat kontak yang memanggilnya.


Di layar ponsel terlihat nama kak Rey yang terpampang jelas.


Nada pun segera mengangkat telpon itu dan beranjak bangun, sedikit menjauh dari Ghibran yang kini menatap nya dengan raut wajah bertanya.


Nada menjawab pertanyaan Ghibran dengan gerakan mulut tanpa suara. Dan itu membuat Ghibran mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


📲 Kak Rey :kamu kenapa belum pulang dek?? Ini udah jam atu lewat loh...


📱 : Masih di taman nih kak.


📲 :kenapa belum pulang??


📱: Ada udah bilang ama Ghibran pengen pulang, tapi katanya ntar dulu. Ada juga pengen pulang sekarang..


📲 :Ya udah atuh pulang aja... Kk nungguin kamu dari tadi...


📱:Iya kak. Ada bilang ama Ghibran.


📲 :Gimana??


📱:Gimana apanya??


📲 :Gimana kencan nya??..


📱:Diiih... Si kk suka gak jelas.. Siapa yang kencan coba...


📲:Eleh Eleh... Sok malu malu kucing gitu.


📱:Paan daah...


📲: Emang anak itu ngajak kin kamu kemana dek?

__ADS_1


📱:Ntaran aja lah Ada kasih tau....


📲: Yaaaa... Napa gak sekarang sih??


📱:Ada mau PULANG.....


📲: Iya.....


📱: Ya udah, Ada tutup ya telpon nya.


📲: Iya.. Hati hati di jalan nya.


📱:Shiap kakak kesayangan Ada...... Assalamualaikum..


📲: Waalaikumsalam...


Setelah itu telepon pun berakhir dan Nada melangkah kembali ke arah Ghibran yang sejak tadi diam diam melirik nya.


Sedang kan Nada sendiri gak sadar kalau cowok yang sedikit demi sedikit mulai membuat dia membuka pintu hati nya itu sedari tadi melihat nya.


Ghibran menaikkan satu alis begitu Nada sampai di hadapan nya. "Kenapa??''


''Kak Rey nyuruh pulang.'' kata Nada menjawab pertanyaan Ghibran.


Ghibran mengerut kan kening nya. Emang ini udah jam berapa?? Batin nya. Dia lalu melihat jam tangan nya. Dan ternyata sekarang ini udah menunjukkan jam satu lewat lima belas menit.


Gak kerasa ya, kalo kita duduk bersama orang yang kita suka. Rasa nya baru aja tadi gue nyari nyari dia... Kata Ghibran di dalam hati. Menggerutu.


''Jadi mau pulang sekarang nih??'' tanya Ghibran dengan tak rela. Dia masih ingin menghabiskan waktu berdua begini.


Meskipun saat ini mereka berdua hanya berstatus teman. Tapi seenggaknya mereka bersama memandang bintang.


''Ya pulang sekarang lah.... Ya kali taun depan..'' Nada mendengus pelan. Tapi dengusan nya itu masih terdengar jelas di telinga Ghibran.


"Iya ayo..."


Mereka pun lalu beranjak bangun dari duduk nya dan pergi meninggalkan taman itu. Kembali ke tempat dimana Ghibran menyimpan motor nya sebelum ini.


Setelah itu.....


Mereka pun meluncur pulang dengan Nada yang memakai hoodie Ghibran. Dan itu pun dia lakukan karena terpaksa. Sebab Ghibran memaksa nya agar gak kedinginan di perjalanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai hai all readers.....


Sorry nih yaa,,,, author malah jadi cerita soal ulet bulu. Wkwkwkwk....


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.


Love you, see you in the next episode... Babay...


@Ashafiyah


Jangan selalu memandang masa lalu dengan perlawanan. Karena masa lalu tetap lah masa lalu. Dia tak akan pernah bisa kita kembalikan dan memulai nya lagi. Bangkit lah. Karena masih ada masa depan yang menanti mu....

__ADS_1


Babay....


__ADS_2