
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Nada melotot mendengar ucapan terakhir Mita itu. Tapi dia sendiri memilih untuk tidak menjawab apa pun. Nada hanya mengarahkan pandangan nya lurus ke depan.
Tapi entah kenapa hati nya sedikit nyaman saat nama Ghibran di sebut.
Mereka akhirnya kembali saling berdiam diaman. Mita masih menunggu bagaimana reaksi dan jawaban Nada dari perkataan nya tadi.
Setelah mereka berdua dilanda keheningan selama beberapa saat, Nada menoleh lagi ke arah sahabat nya itu. Terlihat oleh Mita, di mata Nada tersirat begitu banyak pertanyaan. Mita yang melihat hal itu pun menaikkan satu alis nya.
"Kenapa?" tanya Mita yang keheranan.
"Kenapa apanya?" bukan nya menjawab pertanyaan yang tadi di lontar kan Mita, Nada malah balik bertanya dengan raut bingung yang terlihat aneh.
Ada yang tau si Nada ke masukkan apa? Wkwkwkwk....
Mendengar pertanyaan Nada, Mita pun hanya bisa memutar bola mata nya dengan malas. "Kenapa lo liatin gue sampe kayak gitu sih? Gue nih masih waras dan normal ya..." kata Mita sambil tertawa ringan.
Sekarang malah Nada yang memutar bola mata nya dan juga berdecak sebal dengan kata kata Mita.
"😒.... Lo kira gue nih udah belok apa ya? Enak aja..." ucap Nada ketus.
"Napa tuh muka? Mau gue sleding?"
"Sohib gak ada akhlak lo.."
"🤣 🤣 🤣" Mita tertawa puas.
"Huuh.... Nyebelin lu Mit. Jadi pengen gue goreng lo biar bermanfaat."
"Lo kira gue nih bakwan kali yak... Maen goreng goreng aja... Udah ah. Back to topick..." Mita mencoba untuk mengakhiri debat unfaedah mereka berdua.
"Lo kenapa tadi liatin gue kayak gitu?"
Nada terlihat gengsi menanyakan apa yang sekarang sedang ada di pikiran nya ini. Tapi karena dibalut rasa penasaran, dia pun bertanya.
"Kenapa lo harus nyebut nyebut nama si Ghibran tadi? Apa maksudnya coba..." tanya Nada to the point.
Mita menghela napas jengah. Rasanya pengen gue bawa lu ke tempat rukiyah, Nad. Gak peka amat sih...
"Lo itu yah... Bener bener gak peka ama perasaan orang... Dulu waktu lo masih ama dia, si Reza suka ama lo aja lo gak tau. Padahal lo dan dia paling dekat ama si Reza. Sekarang.... Lo udah jadi jones.... Masiiih aja gak peka an." Mita nyerocos panjang kali lebar dan jadilah luas.
__ADS_1
Kalau kalian lupa sama Reza, biar author ingetin deeh... Dia tuh yang sempet nantangin Nada itu looh.. Yang akhirnya malah kalah juga.
Owh iya, mungkin kalian bingung dan bertanya tanya nih yaaa, Nada kok gak dingin lagi sih.... Kalo enggak pun gak papa sih..
Jadi, sifat dingin Nada itu bukan sifat aslinya. Nada yang dulu sebelum kehilangan, itu cewek yang periang, ceria, dan bisa disebut sedikit bar-bar. Dia juga termasuk tipe yang mudah buat bergaul.
Tapi semua keriangan nya itu hilang setelah dia kehilangan cowok yang dia sayang.
Dan sekarang, setelah mengenal Ghibran, sifat asli Nada sedikit demi sedikit mulai kembali. Hmmm, apa Ghibran bakal bisa jadi orang yang berharga di hidup Nada?
"Iya dah iya... Gue mah jones... Jomblo happines..." kata Nada. Nada pun melanjutkan "Gue belum siap, Mit. Lo kan tau, sampe sekarang aja gue masih kebayang terus tentang dia." wajah Nada berubah jadi sendu.
Tatapan mata yang tadi masih memandang ke depan kini malah kembali menunduk. Mita diam, dia gak tau harus apa. Jelas dia tau, sebesar apa rasa sayang Nada kepada dia.
Readers bisa nebak siapa itu dia??
Author mau kasih tau, kalo dia yang mereka maksud adalah Bagas. Kalian inget dong siapa itu Bagas....
"Nad, lo gak bisa gini terus." Mita akhirnya menjawab setelah terdiam mencari kata kata yang pas. "Lo harus mulai belajar menghilangkan bayangan dia, dan mencoba buat membuka hati untuk orang lain. Jangan selalu berkutat di masa lalu kayak gini. Lo punya kebahagiaan yang lain. Bukan cuma dia aja. Gue cuma kasih lo saran ya, sebelum lo menyesal dengan apa yang lo lakukan saat ini."
Nada tersenyum tipis mendengar nya." Thanks banget ya, Mit. Lo selalu ada buat gue.."
Mereka pun saling melempar senyum.
......................
Ghibran yang tadi masuk terburuk buru dengan wajah memerah sekarang malah menelungkup kan kepala nya di atas meja. Kebetulan kelas masih sepi, dan Rangga masih sibuk di kantin.
Ghibran terlihat tidur, padahal dia hanya menyembunyikan wajah nya yang sedang blushing.
Gila.. Gila... Tadi si Mita apa apaan sih... Pake nyebut nama gue segala. Salting kan nih gue jadinya.... Dumel nya dalam hati gak berhenti berhenti.
Yups.... Ghibran lah yang sebelumnya menguping pembicaraan Mita dan Nada di taman.
Di saat Ghibran masih bergelut dengan pikiran nya... Ada dua orang secara tiba-tiba masuk ke dalam kelas dan salah satu nya menuju kursi yang ada du belakang Ghibran.
Mendengar langkah kaki, Ghibran mendongak. Dan melihat siapa yang ada di kelas saat ini, dia pun memalingkan wajahnya.
Nada agak keheranan dengan tingkah Ghibran yang gak seperti biasa ini. Biasanya kan dia itu selalu memasang wajah dingin juga, tapi ini?? Seperti nahan malu...
Tapi Nada tidak menghiraukan nya. Nada tetap berjalan dan kemudian duduk di tempatnya.
Nada melirik Mita yang ada di seberang kursi nya. Mereka pun saling tersenyum lagi.
__ADS_1
Kayaknya lagi pada iklan pepsodent deh ni bocah dua. Dari tadi pada senyum senyum mulu perasaan... 🤣
Ghibran yang muka nya semakin mirip kepiting rebus karena kedatangan Nada tadi pun buru buru keluar dari kelas tanpa mempedulikan pandangan Mita dan Nada yang kini malah tertuju pada nya.
Nada menatap Ghibran dengan begitu banyak pertanyaan... Harus kah gue membuka hati untuk nya? Tanya Nada dalam hati.
Kalo boleh jujur... Nada memang merasa nyaman dengan kehadiran Ghibran. Tapi dia sendiri masih bingung. Dia menganggap Ghibran sebagai apa?
Sekarang ayo kita beralih ke tokoh utama kita yang masih blushing....
Gibran pergi ke toilet. Disana dia mencuci wajahnya dan menatap bayangan dirinya sendiri di balik cermin. Dia sedang mencoba menetralkan ekspresi wajah nya supaya kembali seperti semula.
Dia pun mengusap wajah nya lalu keluar dark toilet.
Tapi dia kaget.
Di depan toilet, ada seseorang yang seperti nya memang menunggu Ghibran...... Adan.
Adan melihat Ghibran dengan tatapan mengintimidasi. Ghibran heran dengan sikap Adan yang tiba-tiba begini. Karena Adan terkenal dengan sifat humoris nya di kelas.
Adan juga menghalangi pintu toilet dengan sebelah tangan nya.
"Ada apa?" tanya Ghibran tanpa basa basi.
"Lo suka kan sama Nada?!"
Kring kring kring
Belum juga Ghibran menjawab nya, bel berbunyi menandakan istirahat selesai.
Adan mendesis kesal. "Gue tunggu lo pulang sekolah di Cafe Cerita." katanya sambil berlalu pergi.
Nah loooh... Ada apa nih dengan Adan!?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo halo dear readers....
Sekali lagi maafin author ya karena sebelumnya hiatus gak bilang bilang....
Makasih yaaa, kalian masih mau setia nungguin kisah Nada...
Dan yaaa, sorry nih yaaa, kalo alur ceritanya terlalu lambat. Soalnya author bikin nya emang gini. Wkwkwkwk...
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak ya....