Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Raffaello


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Biasa kan like sebelum membaca


......................


Setelah mereka berdua berjalan cukup lama, akhirnya Nada dan Ghibran sampai juga di Cafe Cerita milik Kak Rey itu.


Nada mengedarkan pandangan nya ke sana ke mari. Dia mencari kakak nya yang kata nya sedang duduk dengan seorang teman.


Mata Nada fokus pada satu titik, disana dia melihat seseorang yang cukup dia kenal. Seorang cowok yang mungkin seumur dengan kakak nya itu. Dan yaaah, dia memang salah satu teman kakak nya. Lebih tepat lagi, cowok itu adalah seorang anak geng Angkasa.


Geng Angkasa, adalah geng yang sering menemani Nada kalau sedang ada di arena balap atau tongkrongan. Pasti masih inget dong dengan Aldo?


Hmm?? Aldo apa Aldi ya, author lupa...


Yang pasti dia lah....


Cowok yang kini ada di Cafe dan sedang duduk diam menikmati secangkir cappuccino itu adalah salah satu dari mereka. Nama nya Raffaello, biasa di panggil Raffa, atau Fael.


Karena ada Fael lah, Nada bisa dengan bebas main dengan anak geng Angkasa. Kenapa? Sebab kakak nya itu selalu menitipkan nya pada Fael. Di kira barang apa? Di titipin segala?? Begitu lah fikir Nada setiap kali kak Rey menelepon Fael.


Dan tanpa Nada sadar, Fael menyimpan satu perasaan yang lebih. Fael menyayangi Nada bukan sekadar dianggap adik, tapi juga karena dia lambat laun mulai menyukai Nada, meskipun Fael selalu mencoba menghilangkan perasaan nya.


Fael gak mau kalau Nada mengetahui bahwa apa yang dia rasa kan itu lebih dari adik kakak. Dia takut kalau Nada akan menjauhi nya. Lagi pula, Nada kan sejak dia kenal memang udah punya seseorang yang mengisi hati nya.


Walaupun sekarang orang itu udah gak lagi ada di sini.


Nada berjalan menghampiri Fael. Dan Ghibran dengan setia mengikuti langkah kaki Nada saat ini. Ghibran sedikit keheranan saat menyadari kalau mereka menuju ke satu meja yang di tempati oleh seseorang.


Tapi begitu melihat siapa yang mereka hampiri, otak nya mulai memutar memori yang ada, karena merasa cowok itu pernah dia lihat. Dan yah, dia mulai ingat kalau cowok itu adalah salah satu orang yang pernah dia lihat saat menyaksikan tanding Nada dengan Reza tempo hari.


Begitu sampai di depan Fael, Nada mengernyit heran melihat orang yang udah dia anggap kakak nya juga itu kini malah asyik menunduk kan kepala.


"Gak seperti biasa." gumam Nada pelan tapi masih bisa terdengar oleh Ghibran yang berdiri di samping nya.


Nada bingung dengan Fael yang biasa nya tegak menunjukkan rasa angkuh kini tertunduk.


Dia lalu menepuk pelan pundak Fael. Meski pun tepukan Nada terkesan pelan, karena Fael sejak tadi melamun ya dia jadi terjengit kaget. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, dan dia semakin kaget saat melihat Nada yang dengan santai nya malah sedang menarik satu kursi supaya bisa duduk ber sampingan dengan Fael.


"Ya ampun deeek.... Ngagetin aja lu. Orang mah dateng ngucap salam, lah ini mah mukul pundak orang." lontar Fael sambil mengelus dada nya.


"Dih.... Kak Fael nya aja yang kagetan." sengit Nada membalas.


"Yang salah siapa, yang di salahin siapa..." bisik Fael. Tapi meski pun dia berbisik, Nada masih bisa mendengar nya dengan sangat jelas.

__ADS_1


Nada melotot. Dia menatap Fael dengan tatapan yang tajam. "Ngomong apa tadi??" ujar Nada sambil tersenyum mematikan.


Sedari tadi, Ghibran cuma menjadi seorang pendengar yang setia. Dan dia gak mau ikut dalam pembicaraan dua orang itu. Dan dia dengan santai nya malah menyeruput cappuccino milik Fael yang di anggurkan oleh pemilik nya saat mereka berdua sibuk berdebat.


"Btw, Kakak Nada di mana?" tanya Nada sambil melirik sekeliling mencari keberadaan kakak nya.


"Ngapain nyari Kakak kamu? Depan kamu kan ini kakak kamu. Mana ganteng lagi." jawab Fael dengan senyum manis yang tersungging sambil memamer kan wajah nya yang memang cukup tampan itu.


Nada mendengus mendengar ucapan Fael yang terkesan sombong tapi bener itu. "Ganteng dari mana coba... Gantengan juga kakaknya Nada." cibir nya.


"Iya dah iya... Di sini bukan kakak kamu tuh... Soalnya gak ganteng."


"Ya ya ya... Kak Fael emang ganteng. Tapi gantengan Kakak Nada yang satu lagi. Kak Fael mah setengahnya ajalah.


"Dih gitu amat sama Kakak sendiri." Fael memasang wajah julid.


"Apaan tuh muka, minta ditampol!" Nada menjawab dengan tak kalah julid nya.


Fael mendengus mendengar jawaban Nada.


Fael lalu meraba ke atas meja mencari kopi Cappucino miliknya yang tadi baru dia minum sedikit.


Saat tangannya gak menemukan cangkir kopi itu, Dia pun melihat ke arah meja dan kaget karena kopi milik nya gak ada di sana. Matanya lalu tertuju ke arah Ghibran yang sedang menggenggam cangkir kopi yang setahu nya adalah miliknya.


"Ngapa lu minum!?" tanya Fael kesal.


Ghibran mengangkat bahu nya acuh. Dan itu membuat Fael tambah sebal. Dia akhirnya menarik Nada ke depan. Ternyata dia mengajak Nada untuk duet nyanyi.


Bersama kenangan yang ungkit luka di hati


Luka yang harusnya dapat terobati


Yang ku harap tiada pernah terjadi


Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan


Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan


Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian


Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki


Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian


Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam

__ADS_1


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Mungkin sejenak dapat aku lupakan


Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam


Atau menggoreskan kaca di lenganku


Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan


Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam


Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan


Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai


Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan


Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian


Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Wajar bila saat ini,


Ku iri pada kalian yang hidup


Bahagian berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidup ku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


#diary depresi ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


MUEHEHEHEH.....


Bonus up nih ya....

__ADS_1


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.


Love you, see you in the next episode... Babay...


__ADS_2