
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
...****************...
"Kita ke mana dulu ini, Nad.?" tanya Ghibran sewaktu mereka masih di perjalanan.
"Emang kita mau ngambil tema apa?" Nada balik bertanya.
"Gimana kalau tentang pantai?" jawab Ghibran santai.
Nada memicingkan mata mendengar kata pantai. "Kenapa lo harus pilih pantai sih?"
Mendengar ucapan Nada, Ghibran sedikit kebingungan. "Kenapa?"
"Iya, kenapa lo milih pantai? Kan ada tempat lain yang lebih simple."
"Lo tau gak? Simple itu bukan berarti yang terbaik kan? Gue tau, pantai emang bukan tempat yang paling the best, tapi ada sesuatu yang bikin pantai itu lebih spesial." jawab Ghibran lagi sambil tersenyum.
Kalo Rangga tau, teman nya yang terkenal cowok kulkas dua pintu itu senyum ke seorang cewek, pasti dia bakal heboh dan kalang kabut sendiri. Btw, Rangga lagi jarang muncul ya. Siapa yang kangen sama ke koplakan Rangga... 🤣
" Apa? "tanya Nada penasaran.
"Pantai itu punya sesuatu. Karena keindahan pantai, itu bisa menimbulkan rasa optimis, menghilangkan putus asa. Kalau banyak beban juga bisa kita keluarkan unek unek yang kita rasa dengan teriak tanpa ada pengganggu." jawab Ghibran berfilosofi.
Kenapa kata-katanya sama persis? Batin Nada..
...****************...
Flashback...
2 tahun yang lalu...
Dua muda-mudi itu asyik berkejaran di atas pasir pantai yang putih, dengan tanpa alas kaki sambil menenteng dua cangkang kerang hasil mereka bergulingan di pasir sebelumnya.
Terlihat anak cewek yang berada di depan mulai terkejar dan tak lama kemudian cowok yang ada di belakangnya bisa menangkap dia.
Hal itu membuat mereka tertawa tawa, ringan, seolah tanpa beban.
Mereka berdua duduk di sebuah batu karang besar yang berdiri kokoh, sambil menjulurkan kakinya ke bawah sana dan membiarkan ombak membasahi kaki mereka.
"Kenapa sih? Lu selalu bilang pantai itu tempat yang istimewa?" tanya si cewek yang duduk di samping cowok itu.
Cowok itu mengulum senyum. Rambut nya yang cepak dia usap ke belakang.
"Karena lo, Nada..."
Cewek yang tak lain Nada itu memukul lengan si cowok dengan cukup keras, tapi tidak sampai membuatnya terjungkal ke air. "Ih... Gue serius tau.. Gue tahu, tempat kaya pantai itu indah. Terus romantis nya juga ada. Tapi apa sih yang bikin tempat bernama pantai itu istimewa di hati elo?"
Cowok itu meringis pelan karena pukulan Nada tadi. "Kan udah gue bilang, disini spesial karena ada elo."
Nada melotot sebal, "Kita pertama ketemu bukan di pantai."
"Terus kenapa, kalo bukan tempat pertama kali kita ketemu."
"Iiish.... Yang bener dong!"
Cowok itu cuma terkekeh pelan ketika melihat muka Nada yang udah memerah.
"Bagas.....!" teriak Nada makin sebal pada cowok bernama Bagas itu, karena pertanyaannya gak mendapat jawaban yang memuaskan.
Nada pun akhirnya berdiri dan mau berjalan meninggalkan Bagas. Tapi baru juga dia akan melangkah, tangannya sudah lebih dulu dengan mudah ditarik ke bawah.
Dan itu membuat Nada kembali terduduk disamping Bagas. "Duuuh..... Kan, nih pantat gue sakit... Lo mah Gas, asal tarik aja."
Bagas melihat Nada yang sekarang jadi terduduk sambil mengusap punggung nya. "Ya lagian mau ke mana emang??"
"Au ah, sebel" kata Nada sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Iya iya, gue kasih tahu. Demi bebeb biar gak ngambek." Kata Bagas sambil mengedipkan sebelah matanya. "Elo tahu apa yang spesial dari pantai?"
Nada menggeleng mendengar pernyataan itu.
"Lihat tuh kesana..." ucap Bagas menunjuk ke depan. Nada pun mengikuti arah pandang nya. "Keindahan pantai itu bisa menumbuhkan rasa optimis, menghilangkan perasaan putus asa, kita bisa teriak sesuka hati demi bisa menumpahkan semua beban. Gak akan ada orang yang bakal mengganggu teriakan kita."
Flashback selesai...
Ghibran memicingkan matanya, dia menoleh ke arah spion demi bisa melihat ekspresi cewek itu.
Dan Ghibran pun terpaku sebentar karena wajah yang biasanya tanpa ekspresi dan begitu dingin itu, sekarang kelihatan begitu sendu. Seperti ada kesedihan tersendiri, karena ucapan yang dia katakan tadi.
__ADS_1
Apa dia inget yang namanya Bagas itu ya? tanya Ghibran dalam hati.
"Woooy.... Jangan ngelamun..." kata Ghibran.
"Apaan sih."
"Awas lu jangan melamun.."
"Kenapa emang?"
"Kemarin ada yang mati gara-gara melamun." Ghibran menakuti Nada.
Nada mengernyitkan keningnya, karena heran.. "Masa iya ngelamun bisa sampai mati?"
"Ya abisnya itu ayam ngelamun nya di rel kereta, jadi mati kelindes dah." kata Ghibran garing.
"Sial lo! Enak aja nyamain gue ama ayam..." kata Nada yang kesal dengan candaan Ghibran, sambil memukul keras tangan kanannya.
"Eeeh... Eeeh... Kenapa nih..." kata Nada yang panik.
Karena, motor yang mereka naiki tiba-tiba oleng.
Dengan refleks tangan Nada melingkar erat di pinggang Ghibran. Nada juga menyandarkan badannya di punggung Ghibran. Dan wajah Nada berada di atas bahunya.
Perlakuan Nada yang tiba-tiba itu, sontak membuat wajah Ghibran jadi merah mirip kepiting rebus.
Tapi dia segera menetralkan raut mukanya. Ghibran juga menstabilkan kendaraan roda dua yang tadi oleng mendadak itu.
Ghibran mendesis sebal. Padahal dalam hati, sebenarnya senang minta ampun.
"Duh apaan sih. Lo tadi main pukul aja. Kalau kita jatuh gimana?"
"So... Sorry,... refleks gue." kata Nada yang belum sadar dengan posisinya.
Ghibran menghentikan laju motornya di pinggir jalan, ketika merasakan kalau badan Nada sedikit bergetar.
Ghibran itu bukan seorang cowok b*go yang ketika lihat cewek bergetar, malah bertanya gak jelas. Dia tahu bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk segala macam pertanyaan gaje itu.
Ghibran langsung menuntun Nada supaya turun dari motor. Dan secara kebetulan, mereka berhenti di samping sebuah taman biasa. Tapi di sana ada beberapa kursi panjang. Ke sana lah Ghibran membawa Nada.
Setelah Nada duduk di kursi taman itu, Ghibran melepaskan jaket yang sejak awal diikat di pinggangnya. Kemudian langsung dipakai kan pada Nada. Jaket hitam itu sekarang melekat di badan Nada.
"Kenapa Nad? tanya Gibran.
"Gue takut..." jawab Nada lirih.
Ghibran merasa aneh dengan jawaban Nada. Karena motor itu tadi cuma sedikit oleh, nggak terlalu parah dan masih bisa diatasi. Tapi Nada kelihatan benar-benar syok.
Ghibran pun menenangkan Nada dengan cara memeluk nya. Karena mungkin dengan ini dia akan cukup tenang.
Di wajah cewek cantik itu gak tersisa lagi raut dingin dan tanpa ekspresi nya. Sekarang, yang ada cuma raut kaget dan takut.
"Tenang, Nada..."
Entah kenapa, Nada merasa nyaman ada di samping Ghibran. Apakah hatinya mulai terbuka pada sosok cowok yang kini menemani dan menenangkan nya itu??
Setelah agak lama, Nada mulai tenang lagi. Dan kemudian Ghibran pun menuntun tangannya, dan mereka akhirnya menaiki motor lalu melaju lagi.
"Sorry, ya... Ghibran.." kata Nada pelan.
"Apa??"
"Sorry, udah ngerepotin elo tadi."
"Udahlah, slow aja kenapa... Kita kan teman" kata Gibran. "Tapi bye the Way, kenapa lo takut?? tadi itu kan cuma sedikit oleng. Lah masih bisa gue tanganin."
Nada menunduk, dia menggigit bibirnya pelan.
"Tapi jangan kasih tau siapapun ya.."
"Tenang aja. Gue bukan ember bocor, kok. Dijamin gue tampung sendiri." kata Ghibran setelah mendengar ucapan Nada.
"Gue.... Gue.... Gue trauma."
Ghibran kaget mendengar nya. "Trauma kenapa??"
"Karena, gue kehilangan orang-orang yang berharga di sisi gue gara-gara kecelakaan. Mulai dari mama dan papa, dan gue sendiri pernah ngalamin hal serupa itu. Tapi gue masih beruntung. Ada seseorang yang menolong gue. Sayang nya, justru malah jadi dia yang jadi korban dan meninggal. Sejak saat itu gue selalu takut kalau kendaraan yang gue naikin tiba-tiba kayak tadi.
Ghibran tercenung dengan kenangan pahit Nada, pantes dia syok tadi.
__ADS_1
"Sorry ya, gue nggak tahu. Maaf karena gue udah bikin lo ingat luka lama."
"Nggak papa."
Dan demi menghilangkan rasa takut Nada sekarang, Ghibran pun mengalihkan pembicaraan.
"Well, kita ngerjain tugasnya di rumah gue aja ya. Mumpung di rumah gue sepi."
"Lah, bukannya kita mau buat deskripsi pantai?"
"Ya jangan sekarang ke pantainya. Sekarang mah kita bikin aja dulu deskripsi sesuai buku atau Google. Ntar hari Minggu, baru kita ke pantai."
Nada mengangguk pelan.
Setelah itu, nggak ada lagi percakapan di antara mereka.
...****************...
Sampai di rumah Ghibran, mereka berdua pun langsung saja masuk. Dan Ghibran membawa Nada ke kamar khusus.
Eiiiits...... Awas kalian jangan salah kira...
Kamar khusus ini bukan kamar tidur, kok. 😁😁Tapi kamar belajar, yang di dalamnya cukup luas dan bahkan ada perpustakaan mini nya.
Nada melihat lihat ke sekeliling. Rapi.. Batin nya pelan. Sedangkan Ghibran sekarang sedang ada di dapur.
Kemudian Ghibran kembali sambil membawa nampan di atas nya terdapat jus jeruk dan cemilan kering pedas.
Ghibran meletakkan nampan itu disamping Nada. Lalu dia mengajak Nada berjalan ke arah rak mini yang penuh oleh buku buku itu.
Ghibran menyuruh Nada mencari ensiklopedia tentang pantai, dan dia sendiri mencari buku lain yang juga menceritakan pantai.
Lima belas menit kemudian mereka mulai merangkai kata demi kata dari apa yang mereka rangkum di buku.
Sesekali tangan mereka mengambil cemilan dan minuman tadi.
Setelah hampir satu jam, mereka pun selesai membuat rangkaian kata yang mereka susun bersama.
Nada melirik jam yang tergantung di atas sana, di dinding yang ber cat biru langit itu.
"Ya ampuuun.... Jam dua..." kata Nada terkejut.
"Kenapa Nad?"
"Gue belum sholat zuhur. Ikut ke kamar mandi dong."
Ghibran pun memanggil pembantu yang ada dirumah nya itu.
"Bi Eniiiii....."
Wanita paruh baya yang dipanggil Ghibran menghampiri mereka berdua. "Ada apa, den..."
"Anter dia ke kamar mandi." kata Ghibran sambil menunjuk Nada. "Gih. Lo ikutin Bi Eni."
"Oke. Thanks ya." jawab Nada dan mengikuti bibi itu.
Ghibran menatap Nada yang pergi dengan Bi Eni.
Apa kita tetep bakal cuma jadi temen aja, Nad??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay hay Hay....
Duh.... Pusing nya... Punya keperluan yang belum juga kelar.....
Maaf ya dear readers.... Author baru up sekarang.
Ya... Namanya juga author masih hidup di real life ya..... Jadi banyak permasalahan yang harus author selesai kan. Dan lagi author kan masih amatiran...
Jadi sorry kalo author mengecewakan kalian.
Love you all...
Jangan lupa tinggalkan jejak 🐾 di sini ya...
LIKE.... VOTE.... RAMEIN DENGAN COMMENT.... 🤣
Bye Bye di eps selanjutnya...
__ADS_1