
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Sambil makan bareng begitu, sesekali Ghibran lirik lirik ke arah Nada. Sedangkan Nada gak sadar kalau dia diperhatikan sejak tadi. Nada masih tetap sibuk dengan aktivitas makan nya tanpa mempedulikan lirikan Ghibran.
Melihat ada sebuah kesempatan emas, Ghibran pun mengambil ponsel yang tersimpan di dalam saku nya. Awak nya Ghibran memang membuka aplikasi, tapi dia lalu mengganti nya dengan kamera dan mengabadikan momen makan nya Nada di hadapan nya ini.
Bahkan setelah itu Ghibran memfoto Nada secara terang terangan dan meminta Nada untuk berpose.
Dan Nada secara refleks malah berpose dengan tangan yang memegang sendok berisi nasi goreng di depan mulut nya tanpa masalah. Hal itu membuat Ghibran tersenyum tipis.
Mereka berdua makan bersama dan sesekali bercanda sampai kemudian ada orang yang masuk ke dalam kelas dan menghentikan candaan mereka.
Nada lalu membereskan kotak bekal yang dia gunakan, kemudian memasukkan nya kembali ke dalam tas.
Nada meminum air mineral dan lalu di ikuti oleh Ghibran.
Tak lama, masuk lah Mita dan Adan ke dalam kelas dan menghampiri Nada yang masih duduk di kursi nya. Dua orang itu bertanya apakah Nada udah makan atau belum, karena dia gak pergi ke kantin.
Nada tersenyum melihat kekhawatiran kedua sahabat nya itu. Dia pun menjawab kalau dia udah makan dan bahkan mengatakan kalau mereka gak percaya, silakan tanya ke Ghibran karena tadi kedua nya makan bersama.
Dan mendengar hal itu, Mita dan Adan pun saling melihat dan melempar senyum.
Dua orang yang menjadi sahabat Nada sejak lama itu pun memilih kembali ke tempat duduk nya masing masing.
Ghibran cuma mendengar kan pembicaraan mereka tanpa mau ikut bergabung.
Akhirnya bel tanda istirahat selesai pun berbunyi. Dan setelah itu baru lah Rangga yang sejak awal belum masuk ke dalam kelas, melangkah kan kaki nya di depan pintu dan masuk ke kelas.
......................
Ghibran sudah mengeluarkan buku untuk pelajaran yang selanjutnya, tapi ternyata masuk seorang guru dan memberi tahu mereka bahwa sekarang ini gak ada pelajaran karena para guru sedang melakukan rapat dan yang pasti akan sampai pulang sekolah.
Meskipun seperti itu, mereka dilarang untuk pulang dan tetap berdiam di kelas sampai jam sekolah berakhir.
Berhubung saat ini sedang jam kosong alias jamkos, kelas mereka pun menjadi lebih rame dari pasar Senen sekalipun. Ada yang ngobrol, ada yang asyik pacaran, ada yang tidur, bahkan ada yang malah main karaoke - an sambil menggebrag gebrag meja.
Dan Rangga adalah salah satu dari mereka yang sibuk membuat kelas menjadi berisik.
"HAREUDANG HAREUDANG HAREUDANG..." Rangga makin asyik bernyanyi.
"PANAS PANAS PANAS....." anak anak yang lain ikut menyambung lagu.
"SELALU SELALU SELALU...." kata Adan ikutan.
__ADS_1
"PANAS DAN HAREUDANG...." sekarang Mita yang ikut berteriak.
Nada memilih memasang headset dan mendengar kan lagu dari handphone nya. Sementara Ghibran malah sibuk sendiri dengan pikiran nya yang masih berputar pada bagaimana dia akan mengajak Nada seperti yang di saran kan papa nya.
Masalah nya Ghibran masih memikirkan apa reaksi yang akan Nada berikan.
Dia takut Nada malah akan meng iya kan ajakan nya dan nanti malah berujung dia yang harus menjauhi Nada.
Dan Ghibran merasa gak siap dengan hal itu. Sebab baru kali ini ada seorang cewek yang bisa membuat nya nyaman yang padahal mereka bukan teman lama.
Dia baru kenal apa itu rasanya jatuh hati, dan dia gak mau kalau harus bener bener jatuh dari ketinggian karena belum apa apa sudah harus menjauhi cewek dingin dan agak susah di takluk kan itu.
Gue takut, gimana dong... Tapi, saran papa emang bisa gue pegang. Batin Ghibran sejak tadi terus berkecamuk...
Dia sibuk dengan dunia khayalan nya sendiri sampai sampai dia gak sadar kalau sekarang ini kelas nya udah sepi. Dan dia disadarkan oleh Nada yang sedikit mengguncang bahu nya saat berjalan melewati Ghibran.
Ghibran yang tersadar dari lamunan panjang nya itu menoleh ke sampingnya, ke tempat sekarang Nada berdiri. Dia menaikkan satu alis nya dengan keheranan, maklum, masih mode nge lag... 🤣
"Mau ke mana Nad?" tanya Ghibran.
Nada memutar bola matanya dengan malas, "Ya pulang lah. Emang lo mau nginep di sini gitu? Di sekolah?" kata Nada dengan ketus.
Ghibran malah jadi kayak orang linglung. Dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan kelas yang sekarang sepi.
"Kemana yang lain?"
"Ghib..." kata Nada.
Ghibran mendongak. "Hmmm??"
"Lo ketularan virus somplak nya si Rangga ya?"
Mendengar hal itu Ghibran mendengus.
"Pulang ayok cepet." kata Nada yang malah jadi ngegas sambil menarik tangan Ghibran keluar.
Ghibran yang tertarik oleh Nada pun langsung mengambil tas di sampingnya dan ikut berjalan ke luar dari kelas. Dia melirik tangan nya yang sejak tadi gak dilepas oleh Nada dan sekarang masih terus di genggam.
Ghibran berdeham pelan, sebenarnya itu untuk menetral kan ekspresi wajah nya yang sedang senang.
Mereka pun langsung pergi ke parkiran sekolah bersamaan.
Sampai di sana, Ghibran bingung mau memulai ajakan nya dengan cara bagaimana. Dia terus melirik Nada sementara tubuh nya gelisah.
Nada yang akhirnya sadar dilirik pun menoleh kan mata nya dan menatap Ghibran. Pandangan nya seolah bertanya ada apa?
__ADS_1
Ghibran mengalih kan matanya ke arah lain. Tapi di satu sisi dia tetap berfikir awal mula percakapan mereka.
Nada yang keheranan karena Ghibran tampak gelisah seperti itu pun bertanya, "Ghib? Lo kenapa?"
Ghibran yang biasanya sering berkata kata datar kini malah gugup...
Entah Nada sadar atau enggak, kalau sikap nya pada Ghibran sudah gak sedingin di awal. Dia malah lebih banyak bicara dengan Ghibran dari pada duo sohib nya itu.
"Ck, ni anak... Di tanya malah diem diem bae..."
Ghibran menarik nafas dengan kasar lalu menghembuskan nya, dia sedang memberanikan diri untuk bicara dan mengajak Nada. "Nad, gue mau ngomong.."
"Ya ngomong tinggal ngomong sii, gak usah dibawa ribet."
Gak dibawa ribet gimana?? Masalah perasaan dan masa depan loh... Ghibran sekarang malah sibuk ngedumel dalam hati.
"Emmmmmm....." Ghibran bergumam gak jelas.
"Apaan sih?"
"Gue..... Gue...."
"Elo kenapa?"
"Jangan di potong dulu ngapa... Biarin gue ngomong dulu..."
"Ya lagian lu ngomong nya lama... Kayak mau nembak aja." kata Nada terkesan santai.
Ghibran malah melotot mendengar kata kata Nada. Dengan gampang nya nih cewek bilang begitu. Pikir Ghibran.
"Gue.... Gue...."
Nada setia menunggu ucapan Ghibran yang sejak tadi gak selesai itu.
"Gue mau ajak lo ke puncak Bogor, ke villa bokap gue, tapi BERDUA... gimana??"
Nada yang mendengar ucapan Ghibran itu melotot....
Kira kira apa jawaban Nada yaaa? Apa dia bakal nerima ajakan Ghibran, atau nolak?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Holla holla Come back dear readers semua...
Sorry ya, agak telat up nya, soalnya tadi author nonton horor dulu... 🤣
__ADS_1
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...