Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Izin dari kak Rey.


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Nada dan Kak Rey pun saling pandang lalu tersenyum.


"Kamu tumben gak mau di jemput? Padahal Kakak kan lagi free, kenapa?" tanya Kak Rey pada Nada.


"Tadi temen Nada ngajak bareng."


Kak Rey lalu menanyakan kemana Mita dan Adan. Karena biasanya dua sejoli itu akan mampir sebentar ke sini. Dan mereka juga sering menemani Nada yang ingin nyanyi di Cafe.


"Mereka ke rumah Adan. Gak tau mau ngapain." jawab Nada.


Kak Rey mengangguk setelah mendapat jawaban dari adik nya itu.


Ghibran yang masih ada di Cafe itu, mengusap air mata nya yang masih mengalir karena lagu yang Nada nyanyi kan. Bahkan Rangga juga ikut kehilangan selera jail nya begitu mendengar lagu yang sangat menyayat hati itu.


Kak Rey menoleh ke sembarang arah, dan dia melihat seseorang yang sedang duduk berdua. Kak Rey Yang merasa familiar dengan wajah orang itu pun menghampiri dan menyapa nya.


Ya, orang yang dia datangi adalah Ghibran, seorang cowok yang dia ingat dulu pernah menjemput adik kesayangan satu satu nya itu.


Dan Ghibran, melihat kakak Nada mendekati nya pun tersenyum saat mata mereka bertemu. Rey yang melihat senyum Ghibran juga ikut tersenyum.


"Napa lo senyum senyum sendiri Ghib? Kesambet ya?" Rangga bertanya karena melihat senyum Ghibran yang jarang dia tampakkan. Maklum lah, Ghibran kan tipe orang yang cukup malah buat tersenyum.


Ghibran mengalihkan pandangan nya ke teman nya itu. Dia mendengus pelan. ''Kagak.."


Kak Rey yang sudah ada di hadapan dua orang itu berdeham pelan. Ghibran menengok ke depan nya sewaktu suara deheman itu terdengar.


" Hai, kamu teman Nada yang waktu itu pernah kesini kan? " sapa Kak Rey.


"Iya kak," Ghibran menjawab pendek.


"Duduk disini aja kak, bareng kita berdua. Biar nih kutub satu bisa banyak ngomong." Rangga berkata dengan santai seperti sudah kenal sejak lama.


Kak Rey tertawa pelan, "Memang dia itu jarang bicara ya?" dia lalu menarik satu kursi dan menduduki nya.


Nada menatap mereka bertiga di depan pintu ruang privasi, merasa gak ada yang harus dia lakukan, Nada pun masuk ke dalam dan lalu tiduran di sofa yang tersedia sambil memainkan ponsel nya. Tapi lama kelamaan, dia malah bener-bener tertidur.


"Kalo dia banyak ngomong nih ya kak, kayaknya bakal cepet dateng kiamat. Entah nyokap nya ngidam apa waktu dia masih cebong."


Ghibran melotot mendengar nya.


Kak Rey malah tertawa lebih kencang. Selera humor anak yang satu ini cukup tinggi. Kata Kak Rey dalam hati.

__ADS_1


"Jangan dengerin si somplak satu ini kak. Dia emang gitu orang nya."


"Hahahah, kalian ini ada ada aja. Yang satu irit bicara, yang satu lagi banyak bicara. Bener bener perpaduan yang cocok."


"cocok apanya kak... Yang ada makan ati mulu kalo deket nih anak."


"Nah loh,,, kita mesti siap siap nih." kata Rangga.


Kak Rey yang mendengar nya terkekeh, "Siap siap untuk apa?"


''Lah kakak gak denger tadi, dia ngomong nya banyak. Jadi kita musti buru buru. Kiamat udah deket."


Ghibran yang makin kesal dengan ocehan unfaedah yang dikatakan Rangga, akhirnya dia mengambil satu stick kentang yang ada di depan nya. Ghibran juga mengoles kan banyak saus pada stick kentang itu.


Rangga melihat nya, tapi dia menganggap Ghibran mau memakan itu. Sedangkan Kak Rey yang tau apa yang akan Ghibran lakukan cuma menggeleng kan kepala nya.


Bukan nya memakan stick yang udah dia lumuri saus, dia malah diam dan memegang nya. Ghibran masih menunggu.


Rangga lalu mengambil minuman dan mau menyeruput nya.


Dan......


Ghibran melempar stick kentang itu ke muka Rangga, pas mengenai jidat nya lalu turun ke hidung.


Dan Rangga malah mengusap bagian saus di jidat nya itu. Saus yang tadi nangkring disitu pun melebar sampai kena kedua alis Rangga.


"Terus aja ketawa, teruuus, ampe abis tuh pita suara. Bukan nya nolongin ini malah ngetawain. Solimi sekali dirimu every badeh...." kata Rangga dengan muka cemberut menahan kesal.


Kak Rey menyodor kan tisu yang dia ambil di saku nya. "Ini, hahahaha.... Ambil. Buat muka mu yang udah siap tinggal di goreng."


"Di kira ini bakwan kali ya siap di goreng. Muka ganteng kayak gini..." Rangga mencibir.


"Muka lu emang ganteng sih, Ga." kata Ghibran.


Rangga tersenyum lebar "Nah kan... Si kulkas aja ngakuin."


"Iya lah iya, gue ngaku kalo muka lu emang ganteng. Sampe sampe ganteng nya melebihi kegantengan makhluk pemakan pisang yang suka ada di Ragunan." Ghibran menambahkan sambil tertawa.


Rangga melemparkan tisu bekas dia membersihkan wajah nya tadi yang berlumur saus ke Ghibran. "Sialan lo."


"Oh ya, ngomong ngomong, kita belum kenalan lho..." kali ini Kak Rey yang berbicara. "Saya Reygan, kakaknya Nada. Kalian bisa panggil saya Kak Rey."


"Gak usah formal formal ngapa kak.... Kikuk gue jadinya.... Kenalin, gue Rangga, kak. Gue temen nya nih anak kutub. Emang sih, gue rada rada somplak, jadi maklum aja ya..."


Lagi lagi Kak Rey tertawa karena tingkah Rangga.

__ADS_1


"Ghibran kak." ucap Ghibran.


"Pendek banget lu kenalan nya." Rangga menoyor bahu bidang Ghibran dari belakang dengan tangan nya.


Ghibran mendengus. Dia akhirnya menjitak kepala Rangga dengan cukup keras.


"Ngapa lu jitak gua?? Ngajak war? Hayok.. Mau di mana. Mana gue udah pitrahan lagi......" Rangga menggulung lengan baju nya. Padahal mah baju yang dia pakai itu lengan pendek.


Ghibran sedang mengambil cemilan di atas meja, dia jadi kesel sebab sohib somplak nya itu sejak tadi gak bisa diam.


"Berisik lu somplak" kata Ghibran sambil memasukkan makanan yang dia ambil sebelumnya ke mulut Rangga yang masih sibuk mengomel.


"Hempfh...." dan itu berhasil menghentikan ocehan penuh keberisikan yang di ucapkan Rangga. "Uhuk uhuk...." Rangga sampai keselek oleh makanan Ghibran tadi.


Rangga pun segera minum supaya makanan di tenggorokan nya berjalan lancar.


"Kak Rey," panggil Ghibran.


Kak Rey menoleh ke arah Ghibran, '' Ya? Kenapa Ghibran?" tanya kak Rey.


Ghibran kelihatan ragu untuk mengatakan yang dia maksud.


" Kenapa Ghibran? Tanyain aja. Jangan malu malu kayak kambing begitu."


" Huuuft" Ghibran mengambil napas, lalu membuang nya. "Boleh Ghibran ajak Nada keluar?"


Kak Rey memicingkan mata nya saat Ghibran mengatakan hal itu. "kamu mau ajak Nada kemana?"


"Yaaaa, gak tau. Gimana nanti aja terserah Nada. Itu pun kalo Kak Rey ngebolehin." Ghibran menjawab dengan gugup.


Kak Rey tersenyum. "Kalo Nada emang mau pergi keluar sama kamu, It's okay. Kakak gak akan larang kalian."


Mendengar itu, Ghibran membulatkan matanya. "Beneran kan?"


Kak Rey mengangguk. "Yang penting jangan ajak dia ke tempat yang gak seharusnya."


"Aciecie.... Dapet izin dari calon kakak ipar..." Rangga meledek.


Mereka masih mengobrol sampai setengah jam kemudian. Setelah itu, Ghibran dan Rangga pun pulang ke rumah nya.


...****************...


Hai hai semuanya....


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa.....

__ADS_1


Love you dear readers....


__ADS_2