
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Marah, kesal, dan bisa dibilang cemburu, itulah yang dirasakan Ghibran sekarang. Tapi ya mau bagaimana lagi, dia sendiri nggak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kepada si cewek dingin itu.
Jadi dia harus tanggung resiko kecemburuan nya ini. Dia memandang ke depan, terlihat disana Nada dan Fael yang masih setia bernyanyi berdua.
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. Hal itu membuat dia terjengit kaget dan menoleh ke arah orang itu. Terlihatlah oleh matanya, seseorang yang menjadi kakak dari Nada. Siapa lagi kalau bukan Kak Rey.
Tapi pandangan Ghibran langsung kembali ke depan. Kak Rey yang melihat tingkah Ghibran itu tersenyum tipis. Dia langsung duduk disamping Ghibran dan ikut menatap ke depan, di mana adik kecilnya masih asyik berduet dengan seseorang yang sudah dianggap kakak.
"Cemburu ya..." ucap Kak Rey menggoda tanpa menatap Ghibran.
"Nggak. Siapa yang cemburu.." Ghibran mencoba berkilah, padahal jantungnya udah dag dig dug ser, karena pertanyaan yang langsung mengena di hatinya itu.
"Udah, nggak usah ngelak. Keliatan kok kalau kamu cemburu sama si Fael."
Ghibran menoleh sebentar lalu mengedikkan bahu dengan acuh. "Samperin gih," suruh Kak Rey melihat ekspresi Ghibran yang seperti mau makan orang. Tapi Ghibran menggeleng.
"Orang itu siapa? Kakak kenal?" tanya Ghibran penasaran.
"Dia temen kakak. Dan lagi, Nada juga udah nganggap dia sebagai kakak. Tapi.... Yaaaah, gitulah." Kak Rey menghela napas pelan.
Ghibran mengangkat alis nya. "Kenapa? Kok Kak Rey kayak yang bingung gitu."
Yang di tanya malah tersenyum tipis. Cowok dewasa dengan style yang cukup keren itu kelihatan enggan untuk mengatakan nya. Membuat Ghibran jadi makin heran dengan tingkah laku nya.
"Kenapa sih kak?"
Ghibran yang begitu penasaran terus bertanya kenapa..
"Dia sayang sama Nada lebih dari sekedar rasa adik kakak. Si Nada emang gak peka, tapi kakak tau, dia nyimpen rasa yang lebih. Sayang nya, mungkin dia bakal bertepuk sebelah tangan, karena di hati Nada, udah ada nama seseorang."
Ghibran mendengar kan dengan seksama, dan hati nya tiba-tiba berdesir saat Kak Rey mengatakan kalau Nada udah punya orang yang spesial. Terlebih lagi, orang yang kini masih berdiri di atas panggung sana dengan cewek yang dia suka itu ternyata juga menyukai nya.
"Maksud Kak Rey, tuh orang suka ama Nada? Wah.. Gak bisa di biarin...." tukas Ghibran tanpa sadar. Ucapan nya membuat Kak Rey memandang nya.
"Kalo kamu emang suka ama Nada, kejar dia. Apa lagi tuh anak tipe orang yang gak peka an. Kalo kamu diem diem bae, kapan coba bisa jadian ama dia."
Wajah Ghibran memerah, kak Rey dengan mudah nya bilang kata jadian, padahal PDKT aja belum. 🤣
"Adek kak Rey yang cuma satu satunya itu emang susah buat buka hati. Karena dia udah pernah ditinggal seseorang. Jadi kalau kamu emang bener suka ama Nada, kamu harus berjuang dengan keras. Kamu harus bisa luluhin hati Nada yang udah beku."
Ghibran tercenung mendengar nya. Pernah ditinggal seseorang? Batin nya bertanya. Apakah itu Bagas yang pernah disebut Mita??
" Susah kak." gumam nya." Jangan kan berjuang buat dapetin hati nya, kami deket juga baru sebatas aja. Bahkan belum bisa di sebut temen."
"Ya nama nya juga berjuang Ghibran .... Kalo mau langsung ya nama nya mi instan."
__ADS_1
Ghibran tersenyum kecil. "Dia kadang dingin, kadang ramah, kadang jadi pemarah. Ghib jadi bingung, susah buat deketin nya."
"Kakak boleh tanya, Ghib?"
"Kenapa?"
''Kamu suka sama Nada dari mana nya?"
"Enggak tau." jawab Ghibran singkat. "Pertama kali ketemu Nada, waktu itu malem, Ghib lagi bingung soalnya mobil tiba-tiba mogok. Nah, ada Nada yang nyamperin. Trus dia malah marah marah gak jelas. Ya jadi kesan pertama itu, bisa di bilang kesel."
Kak Rey terkekeh. "Dia emang gitu. Mungkin mood nya lagi buruk kali. Jadi dia marah tanpa sebab."
"Bisa jadi. Dan pas dia jadi anak baru, Ghib sempet bingung, soalnya kayak pernah ketemu gitu, setelah Ghib inget inget, ternyata dia si cewek yang nyebelin. Lama kelamaan, gak tau kenapa, Ghib bisa suka sama dia. Padahal sebelumnya Ghib gak pernah suka sama siapa pun." ungkap Ghibran panjang lebar.
Kak Rey manggut manggut mendengar nya. Jadi bisa di bilang, awal buruk permulaan cerita mereka. "Perjuangkan selagi bisa, Ghib. Karena lambat laun, Nada bisa suka sama kamu kalau kamu emang berjuang. Tapi kalau kamu tetap diam, ya dia pasti bakal berfikir kalau kamu gak punya perasaan lebih. Apalagi kakak liat, sekarang ini Nada mulai lebih ceria, gak terlalu dingin kayak sebelumnya."
"Mungkin kalian masing masing sama-sama suka dalam hati, tapi kalian susah buat bisa mengungkapkan nya. Jangan pernah ragu soal perasaan. Karena keraguan cuma jadi penghalang kebahagiaan. Semua butuh proses dan waktu. Coba kejar. Karena cinta gak akan bisa tercapai kalau kamu tetap berdiam di tempat yang sama."
Ghibran kembali tersenyum mendengar penuturan Kak Rey yang cukup panjang itu. Dan itu membuat sebuah tekad di hati nya kian membara. Gue emang harus berjuang lebih keras lagi. Kalo enggak, kami gak akan pernah bisa tau, apa yang kami rasakan selama ini. Ghibran kembali membatin.
Kak Rey lalu bangkit dari duduk nya. Dia memberikan senyuman lebar pada Ghibran dan menepuk nepuk pundak cowok yang menyukai adik nya itu. "Semangat. Bukti kan kalo kamu emang beneran suka sama Nada." lontar nya tanpa menghilang kan senyuman.
Kak Rey pun berjalan menjauh dari Ghibran dan masuk ke dalam ruang private. Mungkin ada yang harus dilakukan nya di sana. Sedangkan Ghibran hanya bisa memandang langkah kaki kak Rey tanpa mampu mengucapkan apa pun. Rasanya masih kelu. Mendengar kata semangat dari nya yang berarti dia setuju kalau Ghibran mendekati adik nya.
Ghibran akhirnya malah jadi senyum senyum sendiri.
Dia pun mencoba memberikan diri. Dia berjalan ke depan di mana Nada kini berdiri. Mereka baru saja selesai dari duet nyanyi nya.
Fael yang melihat nya mengernyit heran.
Ghibran membisikkan sesuatu pada Nada, dia mengajak Nada untuk bernyanyi bersama nya di atas sana. Lebih tepat nya meminta dengan suara semu memaksa. Membuat Nada menghela napas dan mengangguk kan kepala.
You are the one girl
And you know that it's true
I'm feeling younger
Every time that I'm alone with you
We were sitting in a parked car
Stealing kisses in the front yard
We got questions we should not ask but
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
__ADS_1
So tell me that you love me too
In the summer, as the lilacs bloom
Love flows deeper than the river
Every moment that I spend with you
We were sat upon our best friend's roof
I had both of my arms round you
Watching the sunrise replace the moon
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
We were sitting in a parked car
Stealing kisses in the front yard
We got questions we shouldn not ask
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
Tell me that you love me too
Tell me that you love me too
#How would you feel
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hola para readers....
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...
__ADS_1