
Hy all...
Rangga : Thor... Lo jaat ama gue. /nangis lebay
Author : Eeeh, si koplak.. Kenapa lu baru keliatan?
Rangga : Lu mah... Gue gak keliatan ya lo nya gak masukin gue... Pengen banget gue pites ni othor atu.
Author : Lu pites gue, gue lempar ye..
Rangga : Iya dah iya.. Mangap thor mangap..
Author : Maaf Rangga..... Bukan mangap..
Rangga :Iya kok, gue maafin... 🤣 🤣 🤣
...****************...
Kita skip aja lah ya....
Dua orang beda gender itu udah sedari tadi masuk ke dalam kelas yang baru terisi tiga orang. Masih sepi....
Dan setelah cukup lama, murid lain pun mulai berdatangan dan memenuhi isi kelas.
Nada memainkan pulpen yang dia pegang, sedangkan matanya melirik kesana kemari mencari dua orang teman yang belum juga tiba. Tak lama, muncul seseorang dengan tas tersampir dan rambut acak acakan. Siapa lagi kalau bukan Syahdan alias Adan.
Nada melambaikan tangan meminta cowok itu mendekat. Dan Ghibran yang duduk di depan nya hanya diam dan gak melakukan apapun.
Dengan gaya slengean Adan mendekati Nada yang memanggilnya. Sambil menyugar rambutnya ke kanan, dia mengedip kan sebelah mata nya pada seorang cewek di pojok yang sedang menatap nya tak berkedip.
Melihat tingkah sok sohib satunya ini, membuat Nada melemparkan buku tulis yang sudah dia keluarkan sejak tadi. Dan...
Pluk.....
Tepat mengenai mukanya yang kini menatap Nada dengan horor. Adan mengambil buku yang terjatuh itu dan kembali melemparkan nya kepada si pemilik. "Muka ganteng gue....." ucapnya mendramatis sambil memperlihatkan wajah sok mengenaskan.
Nada menangkap buku itu dengan santai menggunakan satu tangannya. Adan yang melihat itu cuma bisa mendumel kesal.
"Tega amat sih lo, Nad... Orang ganteng itu kalo datang di sambut dengan baik. Lah ini mah disambut pake kertas melayang." Adan berkata saat sudah ada dihadapan Nada.
"Mana Mita?"
"Gak ada. Dia gak berangkat sekolah. Lagi sakit perut katanya. Gue juga tadi gak ketemu ayang beb. Dia nya ngedekem dikamar kagak keluar.." cowok itu kini duduk diatas meja Nada.
Nada hanya ber Oh ria. Dia berpikir nanti Sepulang sekolah, dia akan menjenguk temannya itu. "Minggir lo. Jangan duduk di situ."
"Bentar napa... Capek nih gue.... Tadi gue lari larian takut guru dah masuk."
"Kagak duli. Hus hus hus..." Nada memainkan tangannya sperti mengusir anak ayam. Adan mendengus sebal. "Tadi aja gue dipanggil. Sekarang gue diusir."
"Kagak usah banyak drama... Sana lo. Kalo kagak, gue aduin lo ke si Mita. Tadi lo ngegoda anak cewek."
__ADS_1
"Lu mah maen nya cepuan... Kagak asik ah.." sungut Adan kesal. Tapi ucapan Nada itu membuat dia melangkah pergi ke kursi tempat nya duduk. Gimana pun juga, dia takut kalo Nada beneran bakal bilang hal tadi. Padahal Nada cuma ngomong. 🤣
...****************...
Sementara itu Ghibran yang ada di depan nya, sejak tadi diam dan gak bersuara. Tapi Nada gak merasa aneh. Karena toh cowok itu memang gak suka bicara.
Dan kali ini, giliran satu lagi makhluk somplak penghuni alam gaib yang datang dengan cara sendiri..
Rangga masuk ke dalam kelas dengan cara bersalto di depan pintu, niat nya mau masuk sambil gaya, tapi naas, kakinya yang sebelah malah nyangkut dipintu hingga akhirnya Rangga malah terjatuh dengan gak estetik nya. Apalagi muka nya kini tertutup oleh tas yang terbuka dan isinya keluar kemana mana.
Seisi kelas menertawakan Rangga.
"Kumenangis.... Membayangkan..." bukannya segera bangun, dia malah bernyanyi dengan posisi yang masih tiduran di lantai. Bocah prik emang....
Masih dengan muka tertutup, Rangga bingung, kenapa kelas jadi sepi? Bukan nya tadi pas dia jatuh masih rame ya? Pelan pelan dia menyingkirkan tas biru tua itu dari wajahnya. Dan boooooom.....
Mukanya memelas saat itu juga. Mati gue... Mana si killer lagi yang ngajar... Rangga segera bangun dan cengengesan gak jelas. "Sorry pak...."
"Duduk di tempat mu!" guru killer itu menekankan kata katanya.
Rangga bergidik ngeri sambil ngacir ke tempat duduk nya. Kagak mau dah gue berurusan ama tuh guru. Bisa gila gue.....
Tapi saat duduk di kursi nya, dia sedikit heran dengan Ghibran yang gak bergeming." Napa lo, Ghib?" tanya nya pelan ketika menyadari wajah teman nya itu cukup pucat.
Ghibran menggeleng. Tapi Rangga yang kenal betul gimana sikap Ghibran, dia pun sadar sesuatu. "Lo belum sarapan kan??"
Pertanyaan yang gak mendapatkan jawaban. Nada dibelakang mendengar kan obrolan mereka. "Mending lo ke UKS deh. Muka lo udah kayak mayat gitu." ucapan Rangga yang blak blakan itu bikin Nada terkejut. Karena setaunya, saat masuk tadi cowok itu masih biasa.
Rangga yang udah mau berdiri dari duduk nya malah ditahan oleh Ghibran. Seperti nya dia gak mau.
Sedangkan didepan sana, Pak guru itu sudah siap untuk mengajar. Tapi pelajaran nya kali ini sedikit terinterupsi karena ada sebuah tangan yang terulur keatas.
"Ada apa, Nada?" tanya nya.
"Saya izin ke UKS pak."
"Kamu sakit?"
"Enggak."
"Kalo gak sakit kenapa mau ke UKS?"
"Anter Ghibran."
Pak guru itu meneliti Ghibran yang memang tampak sakit. "Baiklah, kamu boleh pergi."
Tanpa basa basi lagi, Nada langsung menarik Ghibran keluar dari kelas. Dan yang bikin Rangga tercengang... Ghibran yang tadi gak mau ke UKS kini malah pergi dengan Nada.
Saat keduanya ada diluar kelas, Ghibran menyandar didinding. Rasanya dia gak bisa berjalan. Lemas, perih, perutnya serasa di aduk aduk. Tadi pun, dia memaksakan diri supaya bisa keluar dari sana karena Nada udah menarik nya.
Terlihat jelas raut khawatir pada wajah Nada. "Lo sakit? Tadi enggak deh."
__ADS_1
Ghibran gak menjawab. Dia malah memejamkan mata. Karena cowok itu tetap diam, akhirnya Nada memilih untuk memapah nya sampai ke UKS. Dan begitu Ghibran tiduran di ranjang, dia segera keluar dan pergi.
...****************...
Setelah cukup lama, Nada kembali masuk ke ruangan dimana Ghibran ada disana sambil menenteng sebuah bungkusan berisi semangkuk bubur. Dia juga membawa air mineral di tangannya yang lain.
Nada tersenyum kecil, melihat Ghibran yang kini sedang tidur. Dia duduk dikursi sebelah ranjang dan menyusun bubur bersama air nya di atas meja. Dia juga mengeluarkan sebotol obat berwarna putih dengan tulisan mylanta.
"Ghibran... Bangun dulu.." Nada membangunkan Ghibran sambil menoel noel pipinya dan membuat Ghibran terusik lalu membuka mata.
'' Nih minum obat dulu."
Nada juga membantu supaya Ghibran bisa bangun dan mendudukkan nya, lalu setelah itu dia memberikan obat tadi dan menyuruh Ghibran meminumnya.
Setelah itu, dia pun memberikan bubur tadi pada Ghibran tapi cowok itu gak menerimanya. Gak suka bubur...
" Makan dulu Ghib...."
"gak suka bubur.." ucapnya pelan.
"Lo itu lagi sakit. Makanya makan bubur dulu..."
Ghibran tetap menggeleng.
"Lo gak makan gue gak bakal ngomong sama lo sebulan." ancam Nada. Dari tadi nih anak suka ngancem.. 🤣
"Oke oke.. Gue makan bubur nya." Ghibran mengalah lalu kembali bangkit dan memegang mangkok itu. Tapi terlihat jelas kalo tangannya bergetar. Membuat Nada mau tak mau mengambil nya dan menyuapi Ghibran.
Baru juga dua suapan, Ghibran udah menutup mulutnya, tapi dia kembali membuka nya saat Nada memelototi nya.
"Kenapa lo gak sarapan?"
"Bibi lagi cuti."
"Nyokap?" pertanyaan ini hanya dijawab dengan kedikkan bahu.
"Sejak kapan lo gak makan?"
"Kemarin"
Pantesan... Batin Nada.
Dan Nada terus berbicara meskipun pendek pendek, supaya Ghibran terus makan. Dan terbukti kini tinggal suapan terakhir.
"Makanya, lain kali tuh sarapan dulu. Mana gak makan seharian lo kemarin."
Gue seneng Naaad.....
...****************...
Bye bye...
__ADS_1