
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Pelajaran berlangsung seperti biasanya.
Hanya ada dua orang yang kurang fokus dan sedikit melamun.
Dan dua orang itu adalah Nada dan Ghibran.
Nada yang masih kepikiran dengan kata kata Mita sebelumnya. Tentang bagaimana dia harus memilih sikap saat ini.
Dan Ghibran sendiri melamun tentang apa yang nanti akan dibicarakan Adan. Apalagi Adan yang sempat menyinggung soal perasaan nya pada Nada.
Hmmm.. Cafe Cerita? Itu kan Cafe yang waktu itu.. Batin Ghibran mengingat Cafe tempat dulu dia melihat Nada menyanyi dan tempat yang dikelola kakaknya Nada.
......................
Kring kring kring.. Bel pulang sekolah sudah berbunyi.
Mereka pun langsung pergi dari kelas dan menuju ke parkiran. Dan posisi Ghibran itu ada di belakang Mita dan Adan. Sedangkan Nada baru saja keluar dari kelas.
Tiba-tiba ponsel Adan berbunyi nyaring. Adan pun mengambil ponsel dari saku nya dan lalu menggeser layar hijau yang ada.
Adanπ±:Ya Ma... Kenapa?
Mama π² :.......
π±: Tapi ma... Sekarang ini Adan ada perlu.
π² :.....
π±: gak bisa nanti sore aja apa?
π² :.......
π±: Harus sekarang banget gitu?
π² :.......
π±: Emang soal apa an sih?! Sampe Mama ngotot nyuruh Adan pulang.
π²:.....
π±:Bukan ngebantah Maaa, lagian masih siang kok.
π² :.....
π±: Iya iya... Adan pulang sekarang.
π² :......
π±:Mita juga di ajak?
π²:......
π±: Mau ngapain sih? Kalo Nada di ajak juga gak?
π²:.....
π±:Yaudah kalo gitu. Berarti Adan ama Mita doang nih?
π²:....
π±:Iya Mamaku..... Bye assalamualaikum...
π²:.....
Mita sejak tadi melirik Adan, karena namanya sempet di sebut sebut.
Adan membuang nafas nya dengan kasar.
"Huuuft.... Mit, ikut ya, ke rumah."
"Ngapain?" tanya Mita.
"Tau tuh mama, nyuruh pulang. Kamu juga mesti ikut kata nya."
Mita mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Adan menoleh ke arah dimana Ghibran dan Rangga yang juga masih berjalan di belakang nya. Dia memberi isyarat kepada Ghibran kalau mereka bakal bicara nanti.
Ghibran pun mengerti dan mengiyakan nya.
Mereka sudah sampai di parkiran, Adan dan Mita pun langsung naik ke motor yang di bawa oleh Adan. Tapi mereka berdua belum pergi dari situ. Mereka masih menunggu Nada yang terlihat berjalan di koridor.
Dan saat Nada ada di hadapan mereka, Adan pun menjelaskan kalau dia dan Mita langsung pulang.
Setelah itu, Nada menunggu jemputan di depan gerbang. Ya, dia akan di jemput Kak Rey.
Dan Nada bersyukur Mita sudah pulang lebih dulu. Karena kalau tidak, dia akan mengoceh panjang lebar tentang Kak Rey adalah seorang kakak idaman. "Udah mah CEO, pengelola Cafe, sempet ngejemput adek nya lagi. Beeuh, idaman banget kakak kayak gitu... Kalo aja gue punya kakak yang kayak Kak Rey."
Kata kata yang sering di ucapkan Mita dan membuat Nada bosan sebab terlalu sering terdengar.
Ghibran yang melihat Nada berdiri di depan gerbang sendirian dari kaca mobil nya pun berhenti di depan nya. Rangga yang juga ikut nebeng bersama Ghibran ikut melirik ke mana pandangan Ghibran.
Ghibran menurunkan kaca mobil nya. "Bareng, Nad?"
Nada menoleh ke asal suara yang ternyata ada di depan nya. Dia pun menggeleng pelan. "Enggak deh. Katanya abang gue mau jemput."
"Udah bareng aja Nad, kita juga mau nongkrong dulu di Cafe Abang lo itu. Lo mau ke sana kan?"
"Heem."
Lalu terdengar suara Rangga yang ikut nimbrung pembicaraan mereka. "Mending lo ikut kita Nad. Jarang jarang loh, si kulkas kutub utara ini ngomong panjang begitu cuma buat ngajak balik bareng." katanya sambil terkikik pelan.
Ghibran melotot ke arah Rangga. Dan Rangga malah cengengesan "Napa tuh bola mata... Mau copot yak..?"
Setelah perdebatan Ghibran dan Rangga, Nada pum mau ikut bersama mereka. Tapi dia menghubungi dulu kakak nya agar tidak perlu menjemput.
Nada duduk di kursi belakang. Sedangkan Ghibran dan Rangga ada di kursi bagian depan.
Selama perjalanan, Rangga selalu mengisi keheningan di antara mereka dengan lelucon lelucon konyol nya. Nada pun tersenyum tipis mendengarnya.
Rangga kan memang ahli dalam hal lawak melawak seperti itu.
Tanpa sengaja, saat Nada tersenyum, Ghibran melirik nya dari kaca spion. Ghibran akhirnya ikut tersenyum. Senyum nya manis banget. Puji Ghibran dalam hati.
......................
Setelah sekitar 10 menit, mereka sampai di Cafe cerita.
Mereka bertiga pun masuk ke sana dan dua cowok itu segera duduk di salah satu tempat yang masih kosong.
Barista itu menghampiri Nada, dan barista itu terlihat cukup menghormati Nada.
"Kak Andi, tolong layani mereka berdua ya,"
Lalu Nada pergi ke ruang privasi dimana kakak nya sudah menanti.
Sampai di ruangan itu, Nada pun mencari keberadaan Kak Rey yang tidak ada di dalam. Sampai Nada keluar dan bertanya pada salah satu barista yang lewat. " Kak, Kak Rey kemana ya?"
"Boss Rey lagi meriksa bagian dapur, non."
"Owh, okey. Thanks ya." lalu Nada kembali masuk dan berganti pakaian dengan baju santai nya.
Nah, itu outfit yang dipakai Nada.
Dia lalu keluar dan pergi ke panggung musik. Kebiasaan nya setiap kali ada di Cafe.
Dan para pengunjung Cafe yang tahu betul Nada akan menyanyi pun meneriakkan namanya dan memberi semangat.
Mendengar keriuhan yang terjadi, Ghibran dan Rangga melihat ke depan yang disana ada Nada sedang berjalan ke arah mic.
"Assalamualaikum, halo semua nya... Kangen gak nih ama Nada?" tanya Nada begitu dia memegang mic.
"Kangen lah..." teriak para pengunjung itu
"Okey, Nada mau nyanyi nih ya..."
Mereka semua tampak begitu antusias mendengar kan nyanyian Nada.
Di matamu masih tersimpan
Selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan
__ADS_1
Terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah, hm-hm
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti
Htam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu
Gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar
Legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk, hm-hm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti
Hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu
Gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar
Legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk, hm-hm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
#Titip rindu untuk ayah...
Banyak pengunjung yang menangis saat Nada menyanyi kan lagu ini.
Bahkan Ghibran dan Rangga juga ikut menangis menghayati maksud dari lagu itu. Kebayang gak tuh....
Kemudian Nada turun dan berjalan ke arah kakak nya yang sudah muncul sejak pertengahan nyanyian nya.
Kak Rey mengacungkan dua ibu jari nya ke arah Nada. "You Are the Best.." kata nya..
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Hai hai dear readers.....
Semoga tetep suka ya ama cerita Nada....
And sorry ya, kalo cerita nya gak seru atau gak menarik. Maklum ya, kan ini pertama kalinya aku bikin...
__ADS_1
Selamat menikmati the story....
Salam sayang dari Ghibran... And author juga pasti nya... Bye Bye di eps selanjutnya...