
Have fun all...
...***************...
Kita back ke dua orang yang masih bersama di UKS ini..
"Gimana? Udah ngerasa lebih baik?"
Ghibran yang ditanya mengangguk. "Udah mendingan sih. Gak terlalu sakit kayak tadi."
"Lagian lo ada ada aja. Kenapa coba gak makan sejak kemarin? Kan lo dari pagi ampe sore di Cafe. Masa kakak gue gak nawarin makan."
"Kakak lo nyuruh kok. Gue nya aja yg gak mau makan."
"Dua kali.."
Ucapan itu membuat Ghibran bingung. Apa yang dua kali?? Tapi belum juga dia bertanya, Nada malah memotong ucapan nya yang belum keluar. Beruntung nya, cewek itu gak melihat kearah nya yang udah membuka mulut.
"Dua kali gue harus nganter lo ke UKS. Kayak nya lo suka banget ya ama ruangan berbau obat gini."
"Dih... Siapa juga yang suka ama tempat orang sakit."
"Ada. Elo buktinya."
Ghibran berdecak. Tapi dia kini mencoba untuk mengingat, apa iya udah dua kali dia diantar ke UKS oleh cewek yang bersamanya ini. Dan yaaa, setelah beberapa lama, dia pun mengingat nya.
"Nad, bukannya lo cewek yang gak peduli sekitar ya?" tanya Ghibran setelah cukup lama mereka berdiam tanpa suara. Sedangkan Nada sedang asyik dengan dunia nya sendiri.
"Terus?" ucap Nada sambil menekan nekan huruf yang tertera di layar ponsel nya.
"Kenapa lo tiba-tiba peduli sama gue?"
"Gak tau."
"Gue serius Naaad..."
Nada memasukkan ponsel nya kedalam saku baju. Lalu dia menatap Ghibran yang kini masih menunggu jawaban. Kek lagi nembak aja nungguin... 🤣
"Udah gue bilang gue juga gak tau. Yang gue tau, lo itu mirip seseorang yang gue sayang."
Kali ini Ghibran mengernyitkan keningnya. "Siapa?"
"Gak usah tau."
"Lah kan lo yang mulai duluan Nad.. Ya kali gue gak penasaran. Lo ngomong nya setengah setengah gitu. Siapa lo? Pacar? Mantan?"
"KEPO lo kek monyet nya Dora." Nada menekankan kata kepo nya.
"Ya elah.. Dia yang mulai napa gue yang dimarahin sih." gerutu Ghibran pelan.
Nada melirik jam yang tergantung di dinding berwarna putih itu. Dan disana tertunjuk ke angka sembilan lewat. Berarti udah dua jam lebih dia menemani Ghibran. "Pelajaran selanjutnya lo mau masuk apa enggak?"
"Gimana ya.... Pengen sih masuk. Tapi males. Malah tadi pagi tuh niatnya gue mau bolos. Tapi gak jadi."
__ADS_1
"Ya udah. Kalo lo mau disini ya disini aja. Udah istirahat aja lo ampe pulang. Atau mau pulang duluan sekarang?"
"Lo mau anterin gue?"
"Gue? Nganterin lo?"
Ghibran mengangguk.
"OGAH.."
Ghibran mencibir saat mendengar suara Nada yang sedikit menggelegar itu. "ya udah. Kalo gitu gue gak mau pulang. Dirumah juga sendirian. Lo temenin gue aja Nad, disini ampe pulang." bujuk Ghibran.
"Males. Mending belajar."
Tak lama kemudian, perdebatan unfaedah mereka terhenti saat pintu UKS yang sejak tadi tertutup rapat itu kini terbuka lebar dengan suara gebrakan yang keras.
"Ghibraaaaaaan......" teriak orang yang mendobrak pintu sambil nyelonong masuk dengan wajah tanpa dosa. Membuat Nada refleks melemparkan botol air mineral yang masih tersisa setengah ke sembarang arah.
"Berisik somplak!" ucap Ghibran ngegas.
Yang masuk saat ini tak lain dan tak bukan adalah makhluk somplak yang ingin Ghibran hilangkan dari bumi. Tapi kalau dihilangkan, sayang juga, bakal berkurang kegilaan yang ada di sekitar nya. Siapa lagi kalau bukan Rangga.
Rangga yang sedang melangkah masuk secara tak sengaja menginjak botol yang tadi terlempar. Dan...
Brukkkkk..
Cowok itu jatuh telentang dengan wajah yang berada persis dihadapan kaki Ghibran yang sedang duduk sejak tadi. Naas nya lagi, Rangga yang gak engeh kalau diatas mukanya terdapat sebuah kaki lengkap dengan sepatu nya, langsung bangkit tanpa memperhatikan apapun lagi, membuat wajahnya tepat mengenai kotoran sepatu Ghibran. 🤣
"Bwahhahahahahhhh..... Mampus lo..." Ghibran tertawa terpingkal pingkal melihat nasib sohib satunya yang selalu mengenaskan itu. Sedangkan Nada cuma tersenyum simpul saja.
"Komuk lo biasa aja kali sih.... Bukannya kasian malah pengen nampol." nyinyir Ghibran sambil memasang wajah julid nya.
"Tauk ah. Gue ngambek sama lo" ucap Rangga cemberut. "Ngambek kok bilang bilang. Ngambek aja sono. Kagak duli gue."
"Huhuhu.... Muka handsome gue...."
"Dih... Muka pas pasan aja bangga." kali ini suara Nada yang terdengar. Ghibran tertawa puas mendengar nya, sohib nya ini emang selalu ternistakan.
Dengan malas dan ogah-ogahan, Rangga duduk di ranjang tempat Ghibran saat ini. Menggeser kan kaki Ghibran yang sebelah nya ada di atas. Dan sebelah lagi jadi pelaku penistaan Rangga.
"Tumbenan lo banyak omong Ghib... Biasanya juga diem diem bae kek balok es.."
Ghibran mendelik. "Dasar kutu kupret."
"Dih.... Biasanya juga lo kalo gue julidin diem bae. Ini malah lo yang ngejulidin gue. Kurang obat lo ya??"
"Berisik...." Nada menginterupsi.
"Peace beb..." ucap Rangga yang jiwa playboy nya keluar sambil mengacungkan dua jari ke atas.
Ghibran yang merasa panas dengan kelakuan Rangga pun memukul kan bantal ke kepala Rangga. "Kagak ada bebek disini." ucapnya ketus. "Swallow lek swallow..." Baru juga nyebut beb. Gimana kalo gue panggil ayang. Kebakaran lo.
"Lo ribet gak Nad. Ngurusin bocah atu ini?" tanya Rangga mengabaikan Ghibran yang ekspresi nya kayak pengen makan orang.
__ADS_1
"Ya ribet lah." jawab Nada pendek.
"Ebuset.... Ribet doang? Lo gak mau cerita gimana nih anak nyebelin nya? Gue aja kalo ngurusin tu orang nyerah."
Nada menatap Rangga dengan tajam. Sampai Rangga, bahkan Ghibran yang gak ditatap pun bergidik ngeri karena hawa mencekam kali ini... "BE.RI.SIK."
"Iya deh iya. Gue diem gue baek."
Nada mengalihkan mata. Lalu dia bangkit dan beranjak bangun dari duduk nya. "Kemana?" tanya Ghibran.
"Kantin."
"Ngapain?"
"Nyari ondel ondel." Nada lalu pergi dari sana meninggalkan dua orang yang saat disatukan jadi beban dunia bagi nya.
...****************...
"Wiiis... Gercep amat lo Ghib ma anak orang." Rangga mengerlingkan mata nya jail saat cewek itu hilang dari pandangan nya.
Ghibran menaikkan bola mata dengan malas. "Gercep apaan? Gue sakit lo sebut gercep emang somplak lo"
"Lu ngegas mulu perasaan dari tadi. Salah aku apa sama kamu mas??" pertanyaan lebay Rangga dengan wajah sok menyedihkan.
"Jijik gue..."
"Jawab mas?? Salah aku apa? Kenapa kamu tega hianatin aku mas? Kasian anak anak kita..."
"Duh.... Salah apa sih gue, ketemu jelmaan orang gila yang bisa masuk dengan santai ke sekolah."
"Sembarangan lo kalo ngomong. Gue ganteng gini disebut orgil..."
"Ngaku orgil lo?"
"Nyeh... Siapa juga yang mau disamain ama orgil.. Lu aja kali."
"Gue gak bilang lu orgil nya. Lu yang ngaku sendiri bambang."
"Tauk ah."
Rangga lalu memberikan senyum iblis nya pada Ghibran. "Lo cemburu ya tadi... Gue panggil si Nanad beb...."
"Lo ngomong gitu lagi, gue lempar lo ke sungai Amazon..." wajah Ghibran kini terlihat memerah. Entah malu atau marah. Dan itu membuat Rangga terbahak bahak. Karena biasanya begitu sulit membuatnya blushing kayak sekarang ini..
"Ghibran cemburu cihuy...." ledek Rangga sambil berlari pergi meninggalkan Ghibran yan udah siap dengan lemparan bantal nya.
Gue?? Cemburu??
...****************...
Visual Nada and Ghibran...
__ADS_1
Bye all....