Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Bayang masa lalu.


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


And sorry baru up sekarang... Karena ak lagi ada beberapa masalah yg harus diselesaikan....


...****************...


"Nad...." panggil Ghibran setelah Nada selesai nyanyi..


Nada cuma menoleh tanpa menjawab panggilan nya.


"Anter gue bentaran ya...."


"Kemana?"


"Gue pengen ke taman.. Udah lama gue gak kesana."


Nada keliatan lagi mikir..


"Udah deh.. Gak usah kelamaan mikir. Gue cuma minta anter ini.. Gak bakal ngapain lo sueran..."


"Udah dek.. Temenin aja kasian. Tapi inget ya, gak boleh pulang malem. Sebelum maghrib mesti udah ada di sini." kata Kak Rey.


Akhirnya Nada pun manggut dan langsung pergi ke luar.


"Nad... Lo mau kemana?" teriak Ghibran.


"Lo bilang mau ke taman. Ayok.." jawab Nada dengan tanpa ekspresi nya.


"Sabar aja ya Ghib, tuh anak emang gitu. Entar lama lama juga biasa." kata Rey menenangkan.


"Tenang aja kak.. Ini namanya perjuangan."


"🤣 🤣 .. Bisa aja. Udah buru gih."


"Pamit ya kak.."


Rey tersenyum. Moga moga dia bisa bikin adek gue senyum lagi kayak dulu.


...****************...


Di mobil, mereka saling diem dieman. Karena rasa canggung dan mereka yang belum dekat. Ghibran sendiri bingung mau ngomong apa, dia kan emang jarang ngobrol ama cewek..


Lama kelamaan, karena gak betah dwnagn kecanggungan yang ada, Ghibran pun membuka pembicaraan.


"Lo mau ke taman mana Nad?"


Nada ngelirik Ghibran sekilas, kemudian pandangan nya balik lagi ke luar jendela.


"Lo yang ngajak kan?" tanya nya yang langsung di iya kan oleh Ghibran. "Ya udah terserah lo."


Baru kali ini gue gak bisa ngomong kayak gini nih... Kalo si Rangga tau.. Abis gue diledek.. Batin Ghibran.


Karena Ghibran yang gak tau mau ke taman mana, akhirnya dia minta Nada yang nentuin kemana mereka bakal pergi.


"Taman Menteng..." kata Nada menentukan.


Ghibran pun mengarahkan mobil nya ke taman Menteng.. Sambil sekali kali dai melirik cewek yang ada di sebelah nya itu.


Dan karena jalanan yang gak terlalu macet, mereka pun gak lama sampai ke tempat yang mereka tuju.


Setelah sampai, mereka berdua langsung turun dari mobil dan membaur di taman.



Mereka pun mencari tempat yang pas untuk duduk dan makan cemilan yang sempat di beli di jalan tadi.


Nada pun menemukan tempat duduk yang kosong dan mengajak Ghibran pergi ke sana. Kemudian mereka pun diam disana tanpa ada percakapan.


Nada melirik ke cowok yang ada di sampingnya itu. Andai elo yang ada di samping gue... Bukan dia... Batin nya membayangkan seseorang. Ghibran sendiri gak sadar kalau dia di perhatiin oleh Nada.


"Btw, lo sering kesini?" tanya Ghibran memecah keheningan di antara mereka.


"Dulu iya. Tapi sekarang enggak."


"Kenapa? Tempat ini bagus. Adem juga. Gue seneng taman ini yang lo pilih. Jujur sih... Gue baru pertama kalinya kesini."


"Tumben lo cerewet."


Ghibran diem... Emang sejak ada Nada, dia ngerasa bahwa dirinya berubah. Gak se dingin dulu. Meskipun begitu, itu juga cuma pada orang tertentu. Salah satunya cewek yang lagi menemani nya ini.


"Sejak ada elo.."


Nada yang lagi ngeliat ke arah lain pun gak fokus dengan jawaban Ghibran. Dia menoleh. "Apa?"


Ghibran tersenyum.. "Sejak ada elo gue berubah."

__ADS_1


Apa hubungannya sama gue coba? Ni orang ada ada aja. Batin Nada.


"Gue gak tau kenapa gue bisa kayak gini. Padahal kan, gue ini terkenal dingin nya ama cewek, tapi kayaknya itu gak berlaku buat elo deh."


Nada cuma mengangkat bahu nya.


Mereka pun kembali melamun lagi. Sama sama pergi dari dunia nyata, mengenang masa lalu...


Ghibran inget masa masa dia yang selalu ditinggal pergi oleh mama papa nya, dia yang selalu mencurahkan apa yang dia rasa di taman favorit nya.. Dan dia juga inget janji yang dia buat untuk gak pernah menjadi orang brengsek dan bikin orang yang dia sayang kecewa.


Sementara itu disisi lain, Nada sedang membayangkan seseorang yang sangat dia rindu...


*Seorang anak cowok yang sedang membuat sesuatu dari bunga yang ada di taman.


"Hei... Gas... Jangan di ambil bunga nya. Ntar kita kena marah."


"Tenang aja Nad... Ini aman kok... Gak bakal ada yang marah. Liat aja tuh.. Banyak juga kan yang ngambil bunga."


Nada cuma menggeleng melihat kelakuan cowok itu. Kayak anak kecil aja sih... Batin nya geli.


Cowok itu selesai membuat rangkaian bunga yang sejak tadi dia sembunyi kan dari pandangan Nada.


" Nada.... Liat ini... Ini buat lo.. "


Kata cowok itu pada Nada sambil menyerahkan mahkota bunga yang dia buat. "Lo inget satu hal ya... Lo akan selalu ada di hatj gue. Gak peduli apa pun yang akan terjadi, kita akan selalu bersama. Kita bakal bareng terus sampai kita dewasa. Dan inget omongan gue yang satu ini.."


Nada menerima mahkota bunga itu.


"Nada.... Gue... Akan selalu cinta sama elo.. Elo yang ada di hati gue, gak ada yang lain..."


Nada yang mendengar ucapan itu pun terharu.


"Gue sayang elo, Gas..."


"Gue juga sayang sama elo. Elo itu Al nya gue.... Gak ada yang boleh manggil elo Al selain gue.. Inget ya*..."


Nada tersenyum mengenang hal itu. Dia pun berdiri dan jalan mendekati bunga yang sedang mekar.


Ghibran cuma merhatiin perilaku Nada saat itu. Karena lamunan nya buyar saat Nada bangun dari tempat duduk nya.


Nada memetik satu bunga yang cukup indah. Dia perhatikan bunga berwarna kuning itu, dulu lo bikinin gue mahkota dari bunga yang ini kan, Gas...


"*Siniin bunga nya..."


"Loh... Buat apa? Kan tadi lo kasih ke gue.. Masa mau di ambil lagi sih..." kata Nada tapi tetap menyerahkan rangkaian bunga yang dia pegang.


Cowok itu memakai kan mahkota itu ke kepala Nada. "Nah.. Kan kalo gini cakep..." katanya..


"Al... Udah Al.... Udah... Geli..." ucap si cowok itu sambil tertawa kegelian..


Karena gak tahan dengan gelitikan Nada, dia pun memilih kabur dari genggaman Nada,


"Bagas.... Jangan kabur....." sambil mengejar cowok yang dia panggil Bagas itu. Gak peduli mereka jadi perhatian banyak orang..


Mereka berdua pun kejar kejaran seperti anak kecil di taman itu*.


Tanpa sadar, Nada memerhatikan sekeliling nya.. Masih sama seperti setahun setengah yang lalu...


Ghibran memanggil Nada supaya duduk lagi seperti semula. Dan Nada pun balik lagi duduk seperti semula.


Ghibran mengerti, taman ini punya kenangan tersendiri buat Nada. Terlihat dari cara Nada bersikap, seakan ada sesuatu yang membuat nya kangen.


...****************...


Ghibran memerhatikan Nada yang sekarang sedang makan cemilan. Dia juga sesekali ikut memakannya.


"Kapan lo terakhir kali kesini?"


"Udah cukup lama. Kenapa?"


"Gue liat, lo kayak nya punya kenangan spesial disini."


Nada cuma diam.


Dan Ghibran pun mencoba mendekat kan diri ama Nada dengan mengobrol ringan selama mereka ada di taman itu. Dan mereka pun masih tetap ada di taman sampai menjelang sore.


Seenggaknya sekarang kedekatan mereka berdua ada kemajuan. Gak seperti biasanya yang cuma bisa lirik lirikan.


Dan karena hari yang udah mulai sore, Ghibran pun mengajak Nada buat pulang.


Mereka akhirnya pulang dari taman itu, dan Ghibran mengantar kan Nada ke Cafe Cerita.


Sepulang dari taman, Nada langsung masuk ke ruang privasi kakaknya untuk ganti pakaian. Dan Ghibran kembali ngobrol dengan Kak Rey.


Kling.. Bunyi notif chat dari ponsel Nada, dia pun melihat siapa yang menge chat nya. Dan ternyata itu dari Mita.


Mita :Nad.. Kita nongkrong yuk ditempat biasa

__ADS_1


Nada :Sorry deh gue gak bisa.


Mita :Kenapa? Lo sakit?


Nada :Capek.


Mita :Tumben lo ada kata capek... Biasanya juga ngamar mulu. Ato lo abis nyanyi ya..


Nada :Enggak. Pokoknya gue gak bisa.


Mita :Yaah Nad, gak ada elo gak seru... Masa gue berdua aja ama Adan.


Nada :Ya kali.. Terus gue harus jadi nyamuk diantara kalian gitu? Ogah.


Mita :Gak gitu juga sih.... Atau lo ajak siapa lagi kek... Please... Kita udah lama loh gak kesini. Sejak....


Nada :Iya gue tau... Sejak gak ada dia di antara kita kan...


Mita :Sorry..


Jadi gimana nih...


Nada akhirnya ngalah aja dengan keinginan sang sahabat.


Nada :Oke.. Tapi gue ajak orang lain ya.. Gue gak mau cuman jadi nyamuk yang gak di anggap gara gara ada sama kalian yang sibuk pacaran.


Nada pun segera sholat ashar dan langsung keluar lagi. Dia menghampiri Ghibran dna kakak nya yang lagi asyik ngobrol.


Gaya Nada yang sekarang ini simple dan gak ribet.



Ghibran yang ngeliat nya makin suka ama cewek ini. Karena dia tuh beda ama cewek lain yang biasanya bergaya berlebihan.


"Mau kemana dek?" tanya Kak Rey.


"Mita ngajak pergi. Gak apa apa kan kak?"


"Baru juga pulang udah mau pergi lagi."


Nada gak menjawab, cuma masang muka melas nya. Membuat kakaknya jadi gak bisa melarang. Tapi itu pun dengan catatan harus pulang sebelum jam sembilan malam. Dan harus hati-hati dijalan.


"Tapi kamu pergi sama siapa dek?"


Nada langsung melirik Ghibran.


"Ghib, temenin gue mau gak?"


"Kemana?"


"Ketemu Mita ama Adan. Temenin ya... Gue gak ada temen nya nih..."


Ghibran tersenyum... Karena sebenarnya emang dia tuh pengen ngajak Nada jalan lagi. Ghibran pun mengangguk.


Kak Rey menawarkan Ghibran untuk ganti pakaian dulu dengan pakaian kak Rey. Karena sejak siang dia belum juga ganti.


Jadilah Ghibran memakai baju hoodie milik kak Rey.



Mereka berdua langsung pergi lagi dari Cafe, tapi sebelumnya Ghibran meminum dulu jus mangga yang sejak tadi ada di meja kak Rey.


Dan di jalan mereka lagi lagi saling diam. Tapi Ghibran pun memberanikan untuk bicara.


"Gak papa nih Nad, lo pergi ke sana ama gue? Nanti temen lo pada marah."


"Tenang aja. Mereka gak bakal marah. Dari pada gue sendiri. Mereka kan berdua, masa iya gue jadi nyamuk."


Hening lagi...


Gak lama kemudian...


"Boleh gak gue minta satu hal sama elo?"


Nada menoleh.. "Apa?"


"Gue mau kita temenan..."


"Temen? Oke. Gue sih gak masalah."


"Thanks.." kata Ghibran sumringah.


Seenggaknya sekarang kita bukan orang asing lagi...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggal kan jejak ya...

__ADS_1


Oh iya dear readers... Author mau kasih tau.. Kalo mulai sekarang, author bakal up dua hari sekali ya... Itu pun kalo author lagi gak ada masalah...


Love you....


__ADS_2