Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Tugas


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


...****************...


Di taman sebuah rumah yang cukup megah, ada seorang cewek yang duduk melamun sambil memandang bintang bintang di atas langit sana.


Dan meskipun jarum jam sudah menunjukkan waktu mal, dia masih tetap bergeming, nggak menunjukkan tanda bahwa dia akan pergi dari taman itu.



Mata nya terus berkelana di setiap bintang yang bisa di capai oleh jangkauan pandang nya. Mata itu menyiratkan banyak hal, banyak kejadian, banyak alasan, dan banyak pula keadaan yang sekarang hanya menjadi kenangan, juga menyiratkan apa yang begitu sulit dia ungkap kan.


Tiba-tiba, tatapan nya terhenti, terpaku pada dua bintang yang bersanding bersisian di ujung pandang nya. Dua bintang yang bersinar lebih terang dari bintang yang lain nya.


Dia tersenyum kecil,...


Dan pandangan nya kembali berkeliaran mencari satu bintang yang dia ingin kan.


Di tengah sana... Terlihat satu bintang yang terang di tengah formasi keindahan itu.


Dan demi melihat bintang yang menyendiri itu, seketika dia terbayang wajah tiga orang yang selalu mengisi fikiran nya, tiga orang yang menjadi alasan dia bertahan diam dalam kerinduan, tiga orang yang rela mengorbankan apa pun demi diri nya.


***Lo harus tetep kuat....


Kamu baik baik aja, nak?....


Liat sayang, papa bawain boneka beruang besar buat kamu... Buat kamu peluk kalo mau tidur...


Lo gak boleh menyerah..... Lo harus bertahan.... Lo... Lo adalah hal terindah yang udah Tuhan kasih buat gue..


Hallo putri papa yang cantik... Ikut papa yuk.. Kita main ke depan...


Nada sayang... Mau mama masakin apa hari ini?...


Nada.... Awas jatuh... Jangan lari lari.. Nanti abang kamu ngambek loh....


Lo kuat... Gue tau lo itu kuat.... Lo bisa tetep berjuang kan....


Maaf.... Maafin gue... Gue gak bisa lagi ada di samping elo... Tapi elo adalah keajaiban yang membuat gue ngerti, apa itu rasa cinta...


Nada.... Mama gak akan selamanya sama kamu sayang, kamu harus siap ya, saat itu semua terjadi...


Princess kecil.... Papa adalah cinta pertama kamu kan.....


Terima kasih atas semua hal yang udah kita lalui bersama... Maaf gue harus pergi....


Semoga lo bahagia suatu saat nanti... Love you***...


Kenangan kenangan itu melintas begitu saja... Membuat raut wajah cewek yang biasanya berekspresi dingin dan cuek itu sekarang begitu sembab....


Kenangan yang membuat dia ingin balik lagi ke masa silam....


Tak lama kemudian, datang seseorang menghampiri cewek cantik yang sedang terduduk di rerumputan itu.


Orang itu langsung saja menghempaskan pantat nya di samping cewek yang sedang menahan tangis nya.


"Kalo mau nangis, nangis aja dek.... Ada kakak yang bakal selalu jadi tempat kamu numpahin semua kesedihan kamu. Jangan selalu memendam nya sendirian." katanya...


Nada menoleh. Melihat siapa yang ada di sampingnya. Dna dia pu langsung memeluk nya sambil menangis lebih kencang sampai sesenggukan.


" Kak Rey...... 😭😭😭😭😫"


Iya.... Orang itu adalah Kak Rey. Dia menyadari kalau di jam selarut ini adik kesayangan nya itu belum juga masuk ke dalam rumah.


Kak Rey mengelus pelan rambut Nada yang tergerai. "Kamu masih belum ikhlas, dek?" katakan Rey lirih.


"Nada cuma kangen..."


"Inget gak, dek? Dulu papa pernah bilang apa sama kita.."


Nada yang ada di pelukan abang nya itu segera mendongak, mendengar ucapan kakaknya. "Apa?"


"Orang yang menyayangi kita kan kita sayangi, mereka gak akan pernah bener bener pergi. Meskipun mereka ada di surga, sejati nya mereka selalu bersama kita."


"Iya Nada inget..."


"Liat bintang di atas sana... Bintang yang paling terang bersinar, itu mereka yang terus menjaga kita."


Nada cuma bisa terdiam mendengar ucapan kakak nya.


"Udah... Sekarang waktunya kamu masuk ke dalam. Besok kamu sekolah kan. Takut nya nanti malah kesiangan..." ucap Kak Rey sambil menarik tangan Nada pelan. Mengajak masuk ke rumah.


...****************...


Keesokan harinya...


Nada berangkat sekolah diantar oleh kakak nya.


Dan di parkiran sekolah dia melihat dua sahabat nya. Mita dan Adan. Dia pun menghampiri mereka.

__ADS_1


Dan ketiga nya pun akhirnya berjalan berbarengan ke kelas.


Di kelas udah ada Ghibran dan beberapa orang yang hadir. Mereka bertiga langsung menuju kursi masing masing.


Skip.....


Guru pun masuk dan mengabsen murid muridnya. Setelah itu dilanjutkan dengan materi pelajaran.


"Bla... Bla... Bla..."


Selesai.... 🤣


"Baiklah anak anak.... Untuk hari ini cukup pelajaran dari ibu... Tapi sebelum ibu keluar, ibu mau memberi kalian semua tugas yang di kerja kan oleh dua orang."


Seorang murid mengangkat jari telunjuk nya. "Tugas tentang apa bu?"


"Kalian kerjakan tugas ini sebaik mungkin ya.. Ibu akan jelas kan tugas apa yang ibu berikan."


Dan bu guru pun menjelaskan tentang tugas yang akan di buat oleh para murid itu.


Setelah itu Bu guru pun menunjuk murid murid nya dengan siapa mereka berkelompok.


"Baiklah... Kamu dan kamu... Nada dan Ghibran... Mita dan Alden... Rangga dan Via... Syahdan dan Elsa.... Kamu dan kamu..." ibu guru menunjuk sampai semua mendapatkan kelompok nya.


Yesssss.... Gue bareng ama Nada.... Batin Ghibran senang.


Kok gue gak ama ayang beb siiii.... Adan melirik ke samping nya.


Tiba-tiba..... Adan mengangkat jari nya.


" Ya Syahdan, ada apa?"


"Boleh tuker patner gak bu... Ama Mita ya...."


"Tidak ada yang bisa menukar partner. Kalian harus satu kelompok dengan yang ibu tunjuk. Tidak ada penolakan.!"


"Wuuuu... Bucin luuuuu..." temen temen sekelas bersorak nyaring sambil menertawai Adan yang gak bisa bareng pacar nya.


Adan pun memasang wajah melas nya. Berharap bu guru bakal baik hati pada dia.


"Jangan memakai raut itu di hadapan ibu. Rasanya ingin ibu getok muka kamu Syahdan..."


Dan gak lama, bu guru pun keluar. Kemudian berganti pelajaran.


Kring kring... Suara bel istirahat berbunyi.


Mita dan Adan mengajak Nada ke kantin, tapi Nada menolak. Dia bilang mau pergi ke perpus dulu. Keduanya pun gak memaksa Nada. San di luar kelas mereka pun berpisah.


Nada masuk ke dalam perpustakaan dan menjelajah rak rak buku itu. Mencari buku yang sesuai selera nya sekarang. Dan setelah mendapat apa yang dia inginkan, Nada pun langsung saja duduk di kursi yang udah di sediakan.


Di saat Nada sedang fokus membaca, ada seseorang yang duduk di hadapan nya. Tapi Nada gak terlalu peduli. Toh perpus itu tempat umum. Asal jangan saling menganggap.


"Nada......" orang itu memanggil.


Nada menoleh sebentar, kemudian pandangan nya fokus lagi pada buku yang sedang dia baca. Dia cuma menjawab dengan deheman singkat.


Ghibran yang ada di depan Nada pun menghela napas nya perlahan. "Nad..." panggil nya lagi.


Nada gak menoleh sama sekali. Cuma menjawab "Apa?"


"Tugas kita yang tadi gimana?"


Nada melirik malas. "Lo gak liat gue lagi apa sekarang?"


"Ya gue liat. Kan mata gue masih normal kali."


"Kalo lo liat... Lo tau kan sekarang gue lagi ngapain."


"Ya elo lagi baca buku."


"Nanti aja masalah tugas mah."


"Jangan di nanti nanti. Menunggu itu kan sakit.." kata Ghibran sambil nyengir.


"Lo kesini mau ngapain? Mau nge bucin? Apa mau ganggu gue baca?"


"Gak dua duanya."


"Terus?"


"Lo tuh adem banget sih. Cair dikit ngapa."


"Untung temen."


"Gue cuma mau nanya... Kita mau ngerjain tugas nya di mana? Di rumah gue? Apa di rumah elo? Apa di Cafe abang lo itu?"


"Terserah..."


"Ya udah nanti kita pulang nya bareng aja. Jadi langsung cabut buat tugas. Kan kita juga mesti nyari referensi nya."

__ADS_1


"Serah lo..."


Masih aja dingin... Padahal kita udah temenan....Ghibran membatin..


...****************...


Sepulang sekolah, Gibran yang sudah berniat mengerjakan tugas dengan Nada pun menunggu cewek itu di parkiran.


Di samping nya, motor ninja hitam kesayangannya siap menemani ke tempat tujuan mereka.


Gak lama kemudian datanglah cewek yang ditunggu-tunggu itu bersama dua temannya. Kelihatan dari jauh kalau Mita dan Adan itu sedang berbicara, tapi Nada cuma diam saja, gak ikut pembicaraan mereka.


Ketika mereka sampai di parkiran, baru lah Ghibran tahu apa yang mereka ributkan. Ternyata mereka mengeluh tentang tugas tadi.


Mita yang kesal karena Adan malah satu kelompok untuk tugas itu dengan cewek lain. Sedangkan Adan yang dibuat pusing karena menenangkan Mita yang gak juga reda marah nya. Adan juga sambil ngomong ngomong berbau bucin.


Nada menolehkan matanya dengan malas..


"BERISIK....." bentaknya yang kesal karena keduanya sibuk berdebat sejak keluar dari kelas.


Mita dan Adan langsung saja diam sambil lirik-lirikan. Sejak dulu, mereka memang enggak bisa berkutik kalau Nada yang marah.


Gibran sendiri menahan tawa melihat mereka berdua, yang mirip anak pasrah dimarahin sama emaknya. Dan sewaktu Adan merayu Nada untuk menenangkan cewek itu, tapi ternyata malah dibales dengan pelototan, tawa yang sejak tadi ditahan langsung keluar dari mulut Gibran.


Membuat mereka bertiga menoleh secara berbarengan ke arahnya. Melihat kalau dirinya jadi pusat perhatian tiga orang itu, dia cuma bisa garuk-garuk kepala meskipun gak gatal.


"Nunggu siapa Ghib? Gebetan ya?" tanya Mita.


"Tuh yang di samping lo."


"Adan??"


"Ya elah, ngapain juga gue nungguin kloningan Si Rangga?"


Mita tertawa. "Jadi lu nungguin Nada?"


Pertanyaan itu cuma dapat deheman dari Gibran.


"Wah tumben-tumbenan lo... Ada apa nih?" adanw menggodanya.


"Ada apa, apaan?" Ghibran bertanya.


Nada sendiri cuma diam bersandar di salah satu motor yang masih ada di sana.


"Lo udah mau ngajak kencan ya?" kata Adan sembarangan.


"Ya bukanlah."


"Terus apaan dong?"


"Gue ama dia udah janjian mau ngerjain tugas."


"Rajin bener lu. Baru juga tadi tugas nya udah mau di kerjain."


"Ya harus." kata Ghibran singkat.


"Emang lah... Iya.. Yang rajin mah iya gue percaya..."


"Lo mau ngerjain tugas di mana Ghib?" tanya Mita


"Nggak tahu." jawab Ghibran. "Ayo Nada.." Gibran mengajak Nada naik ke motor Ninja nya.


"Gue cabut duluan ya, guys" Kata Nada sambil naik motor Gibran.


Dan setelah itu, mereka pun melesat pergi dari hadapan dua orang muda mudi berpacaran itu.


"Beb, lu ngerasa gak, Nada agak beda sekarang... Enggak kayak kemarin-kemarin.." kata Adan yang melihat Nada dan Ghibran semakin menjauh.


"Iya, gue juga ngerasain kok."


"Mudah-mudahan aja dia lebih baik, nggak selalu mengenang masa lalu."


"Amin"


Mereka berdua akhirnya pergi dari tempat itu...


Masa lalu apa yang dimiliki oleh Nada???


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai hai...


Dear readers yang udah berbaik hati baca novel ku ini...


Sorry ya... Author lagi mudeng... Jadi cuma segini deh....


Jangan lupa tinggal kan jejak 🐾 ya....


Love you...😘😘😘

__ADS_1


Note.... Sorry ya bukan kemarin up nya.... Jaringan nya lagi jelek.


__ADS_2