Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Masih banyak yang sayang


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Hari pengumpulan tugas....


Satu persatu dari mereka mulai memberikan tugas yang sudah mereka kerjakan.


Bu guru tersenyum puas melihat tumpukan buku tugas yang ada di hadapan nya. Dan untuk nilai nya akan Bu guru beritahu nanti.


Kring kring kring....


Saat bel istirahat berbunyi, Nada langsung keluar seorang diri tanpa mempedulikan temen temen nya yang lain.


Dia pun berjalan pergi menuju ke kantin, tapi hanya untuk memesan satu cup minuman. Setelah mendapat apa yang dia mau, dia pun kembali melangkah kan kaki nya ke arah yang lain.


Nada pergi ke taman.


Tanpa dia sadari, di belakang nya ada seorang cewek yang mengikuti nya bahkan sejak dari kelas tadi.


Nada duduk di salah satu kursi panjang yang ada di taman sekolah itu. Satu tangan nya memegang cup minuman. Dan satu lagi memegang ponsel.


Nada menyeruput minuman nya sambil mengotak atik ponsel yang dia pegang. Si cewek yang mengikuti Nada itu diam di belakang punggung Nada. Dan cewek itu bisa melihat jelas layar ponsel Nada menampilkan deretan foto seseorang yang dia kenal.


Cewek itu tersenyum saat sendu. Lo masih belum bisa ikhlasin dia sepenuhnya ya, Nad. Batin nya.


Akhirnya dia pun mendudukkan diri nya di samping Nada. Dan itu membuat Nada menoleh ke arah nya. Nada memandang orang yang sangat dia kenal itu.


Kalian pasti bisa menebak kan... Siapa cewek yang sejak tadi membuntuti Nada itu...


"Ini udah setahun lewat Nad. Bahkan sebentar lagi bakal mencapai dua tahun. Lo masih belum bisa ikhlasin dia?" tanya Mita to the point.


Nada menghela napas nya pelan.


"Sejak dulu gue udah ikhlasin dia pergi kok, Mit."


"Gue sahabat lo bahkan sejak enem tahun yang lalu, Nad. Gue tau apa yang lo rasain. Tapi please... Jangan menyiksa diri sendiri kayak gini. Lo tau, gue selalu sedih kalo liat lo terpuruk selalu mengenang masa lalu." kata Mita panjang lebar sambil menatap Nada dengan intens.


Yang di tatap malah mengalihkan pandangan nya. Nada menundukkan kepala nya.


"Liat gue, Nad." ucap Mita sambil kedua tangan nya memegang bahu Nada.


Nada mengangkat kepalanya. Tapi mata nya masih teralih ke arah lain. Dia gak berani untuk menatap Mita. Sebenarnya Nada gak mau kalau sampai sahabat nya itu melihat bola mata nya yang berkaca kaca.

__ADS_1


Mita tau apa yang terjadi. Dia pun memeluk Nada, memberikan kekuatan. Nada sendiri tetap menahan tangis.


"Lo harus bisa ikhlasin dia sepenuhnya, Nad. Jangan cuma lo berkata ikhlas di mulut tapi lain lagi di hati lo. Dia pasti bakalan sedih kalo lihat lo masih aja sedih berkepanjangan kayak gini. Lupain dia." kata Mita sembari mengusap pelan punggung Nada.


"Lo tau kan, Mit. Gimana rasa sayang gue sama dia. Tapi kenapa? Kenapa dia harus ninggalin gue? Kenapa dia gak bisa ada di samping gue sampai sekarang ini." Nada akhirnya mengeluarkan apa yang sedang mengganjal di hatinya.


"Gue tau, Nad, betapa elo sangat sayang dan cinta ama dia. Tapi sayang Tuhan pada dia lebih besar dari pada rasa sayang lo. Kita kan cuma manusia biasa. Kita gak bisa mengubah takdir yang udah Tuhan siapkan buat kita. Ini adalah yang terbaik buat lo."


"Terbaik apa?! Dengan pergi nya orang orang yang gue cinta? Apakah kepergian orang orang yang gue sayang adalah hal yang terbaik?" tanya Nada tanpa bisa mencegah tangis nya lagi.


Untung nya, taman sekolah adalah salah satu tempat yang kurang diminati oleh para murid di waktu istirahat. Sehingga Mita dan Nada enggak menjadi pusat perhatian.


Mita yang mendengar kata kata Nada tadi menghela napas.


"Satu hal yang harus lo yakini, Nad. Selalu ada hal terindah di balik apa yang terjadi. Lo tau, Nad. Lo itu hebat. Bisa bertahan dalam rasa sakit kehilangan sampe selama ini." kata Mita kemudian.


Nada adalah orang yang kritis. Ucapan Mita itu membuat dia kembali memikirkan semua yang dia alami.


Kehilangan orang yang kita sayang itu memang sangat menyakitkan. Tapi apa yang kita alami bukan lah akhir dari segalanya. Masih banyak orang yang menyayangi kita selain mereka yang sudah pergi dan gak akan pernah kembali.


Kita bisa bahagia meskipun rasa bahagia itu harus dibayar dengan sebuah kehilangan.


Nada pun mengusap air mata nya pelan. Dia tersenyum melihat Mita yang saat ini begitu bijak menghibur kesedihan hatinya.


Mita ikut senang melihat Nada yang sekarang tertawa.


"Oh iya, dong... Ketika angin pencerahan melanda.... Mita pun datang dengan semangat nya..."


Mereka tertawa bersama.


"Air mata lo terlalu berharga untuk selalu jatuh karena kesedihan. Udah... Simpen air mata itu buat hari hari yang akan memberi lo kebahagiaan."


"Bijak nya kumat lagi euy...."


Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka. Siapa ya kira kira.....?


Tiba-tiba Mita tersenyum kecil. Dia memandang tepat ke arah mata Nada. Disana sudah enggak ada lagi buliran air mata yang tadi mengalir.


Hening beberapa waktu.


Hening.....


Hening......

__ADS_1


Sampai akhirnya....


Greeep......


Nada melingkar kan kedua tangan nya di pinggang Mita. Dan hal itu menjadi kan Mita sangat terkejut.


Kenapa?


Karena Nada jarang memeluk nya langsung. Biasanya pasti Mita yang selalu memeluk Nada lebih dulu.


"Thanks ya Mit, karena lo selalu ada buat gue. Selalu ngasih gue semangat. Makasih karena udah mau jadi sahabat gue yang terbaik."


Lagi lagi hal itu membuat Mita tersenyum kembali.


"Yakin lah Nad... Kepergian mereka bukan lah suatu hal yang akan menjatuhkan lo di titik terendah. Tapi karena hal itu lah, elo akan melompat ke titik yang lebih tinggi lagi.. Ingat yang satu ini... Masih banyak orang yang sayang banget sama lo dan mereka masih bertahan sampe sekarang."


Nada mengangguk membenarkan ucapan Mita.


"Masih ada abang lo, gue, Adan, temen temen lo yang lain. Dan yaaaah.... Mungkin bakal nambah seseorang lagi deh.." kata Mita yang kini terkekeh ringan dan mengedipkan sebelah mata nya.


Nada memicingkan mata nya pelan demi mendengar nya. Dia berpikir, siapa yang di maksud oleh Mita?


" Siapa? "tanya nya pelan karena dia gak tau ucapan Mita itu tertuju pada siapa...


"Ghibran...." jawab Mita dengan santai tanpa beban.


Wajah seseorang yang sejak tadi ada di belakang dua cewek itu jadi memerah. Dan dia langsung pergi menuju kelas nya tanpa melihat dna mendengar lanjutan dari percakapan kedua nya.


Siapa dia..... 🤣?


Nah loooh.... Siapa hayooo....??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai dear readers....


Sorry banget nih author baru up.


Maaf ya, author hiatus gak bilang bilang.


Semoga kalian masih setia ama Nada and Ghibran ya....


Salam sayang buat kalian dari author.

__ADS_1


__ADS_2