
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Abby masih kelimpungan dan bingung mencari adik bontot nya. Dia bahkan sudah berteriak-teriak memanggil nama Kevin. Tapi tetap saja nggak ada tanda-tanda adiknya berada di mana.
Abby mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan karena sejak tadi berlarian.
Sementara itu di tempat lain yang bisa dibilang lumayan jauh dari tempat sang tokoh baru kita ini, seorang cewek berkaos biru itu cuma bisa menatap jengah bocah dengan rambut cepak di hadapan nya.
Yups..... Siapa lagi mereka kalau bukan Nada dan Kevin.
Bocah itu ternyata sejak tadi mengikuti langkah kaki Nada, tanpa mem pedulikan kakaknya yang kini entah ada di mana.
"Kamu kenapa ikutin kakak??" tanya Nada yang kini sedang duduk di kursi taman sekitar situ.
Sedangkan yang ditanya malah mesam-mesem nggak jelas dan juga nggak menjawab pertanyaan nya. Hal itu membuat Nada jadi sebal.
"Kalau kakak kamu nyariin gimana?" tanya Nada lagi.
Kali ini dia membuka tutup botol minuman yang sempat dia beli tadi di salah satu toko kecil pinggir jalan. Dan bukannya Dia meminum minuman itu, Nada malah memberikannya kepada Kevin yang masih setia berdiri di depan nya.
Dia lalu kembali membuka botol minum lain dan langsung meneguknya. Nada tadi memang membeli dua botol air minum, yang satu untuknya dan satu lagi untuk bocah kecil itu. Karena Nada tahu pasti Kevin juga sedang kehausan.
Air yang diminum Nada langsung habis setengah dalam satu kali teguk. Sedang kan Kevin yang melihat cara minum Nada pun cuma bisa melongo, merasa heran dengan kakak cantik di hadapan nya.
Nada yang merasa kesal karena sejak tadi Kevin terus menatapnya, tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan pun menaikkan alis kiri nya.
"Gak mau duduk nih??" tanya Nada dengan malas.
Kevin melirik tempat kosong di samping Nada. Sebenarnya dia ingin duduk, tapi karena muka Nada yang kelihatan kesal dan ingin makan orang, Kevin jadi gak mau untuk duduk.
Karena merasa gak ada jawaban, Nada pun pura-pura mau menaikkan kakinya untuk selonjoran di kursi taman itu. Tapi baru juga dia akan mengangkat kakinya, tempat itu udah diduduki oleh Kevin secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Gitu kek dari tadi." gumam Nada pelan.
Kevin yang masih bisa mendengar suara gumaman Nada pun cengengesan nggak jelas.
Nada yang kini kembali meneguk habis air minum yang ada di tangannya, dia minum sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Mungkin sekalian untuk cuci mata kali yaaaa... Wkwkwk.
Dan saat matanya menatap lurus kearah samping kirinya, dia melihat seseorang yang cukup familiar dan dia kenali.
D i ujung sana, orang itu mengenakan kaos dengan warna abu-abu dan sebuah tas selempang yang tersampir di bahu nya. Juga sebuah jam yang melingkar di tangan kanan, dan gelang kecil berwarna hijau di tangan kiri nya yang memegang ponsel.
Dan meskipun orang itu mengenakan kacamata yang membuatnya terlihat berbeda, Nada tetap bisa mengenalnya dengan sangat jelas.
Cowok itu juga sedang memainkan ponsel nya dengan satu tangan, sementara tangan yang lain malah membetulkan letak kacamata yang dia pakai.
Cowok itu adalah Ghibran.
Tapi karena Nada takut salah mengira, dia pun menyipitkan mata nya untuk memperjelas, apakah benar itu Ghibran yang dia kenal atau orang lain??
Dan setelah dia melihat dengan jelas meskipun lumayan jauh, dia pun tahu kalau itu memang benar-benar Ghibran. Cowok yang semalam mengajak nya melihat bintang-bintang.
Nada kemudian melambaikan tangan nya, meminta Ghibran untuk mendekat.
Ghibran yang merasa terpanggil pun akhirnya mendekati mereka berdua dengan kening sedikit berkerut, karena heran melihat ada seorang anak kecil di samping Nada.
Setelah Ghibran ada dihadapan Nada dan Kevin, dia pun tersenyum kecil kearah Nada. Nada lalu sedikit menggeser kan tempat duduk nya dan menepuk tempat kosong yang ada di samping nya. Ghibran pun langsung duduk di tempat yang telah nada berikan tadi.
"Lo lagi ngapain??" tanya Ghibran.
Nada menyibak sedikit rambutnya yang menghalangi kening, kemudian baru lah menjawab pertanyaan Ghibran. "Gue jogging dari rumah."
Mendengar ucapan Nada itu, Ghibran pun melotot. "Jogging apa mau kabur??" tanya Ghibran kembali dengan keheranan.
"Apa an sih nggak jelas lo!" ucap Nada ketus dan sedikit tinggi.
"Siapa yang nggak jelas Nad?" tanya Ghibran kembali.
__ADS_1
"Ya lo lah, ya kali bik Siti tukang jualan seblak." ucap Nada ngegas.
Ghibran terkekeh mendengar nya. "Bukan nggak jelas, Naaad.. Tapi gue kaget aja. Habis lu jogging kejauhan amat dari Komplek rumah." ucap Ghibran menjelaskan.
Nada menghembuskan nafas dengan kasar. "Gue kelewat dari bates komplek. Ya udah sekalian aja ke sini."
Ghibran mengangguk angguk kan kepala nya pertanda paham. Ghibran lalu melirik ke samping Nada.
"Siapa tuh Nad? yang ada disamping lo?"
Nada ikut melirik arah pandang Ghibran. "Bocah nyasar. Nggak tahu siapa." jawab nya sambil mengedik kan bahu acuh.
Kevin yang sejak tadi diam saja pun mendengus pelan mendengar jawaban dari Nada. "Kakak cantik jangan suka sembarangan ngomong yaa... Kevin nggak nyasar kok. Kan Kevin ikutin Kakak dari tadi."
"Yang suruh kamu ikutin Kakak siapa?" Tanya Nada, dia pun mendengus pelan.
Ditanya seperti itu, Kevin malah senyum tanpa dosa dan gak menjawab pertanyaan nada itu.
Huuuh..... Sabar sabar ngadepin anak kayak gini... Batin Nada frustasi. Sebab sejak tadi bocah itu di tanya gak juga menjawab. Cuma cengar cengir atau tertawa gak jelas.
Emak nya dulu ngidam apa sih.. Sampe punya anak bikin gedek kayak gini.... Kembali Nada membatin. Apalagi tampang bocah kecil itu terlihat menyebal kan.
Saat Nada masih sibuk mendumel dalam hati, dan Ghibran yang menahan tawa melihat ekspresi Nada, tiba-tiba ada sebuah teriakan yang sangat nyaring.
Dan suara itu terdengar dari ujung sana.
"KEVIIIIIIN"
Nah loooh... Pawang nya si Kevin udah mulai teriak...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo dear readers semua..
Maaf ya, kemarin gak up, trus sekarang malah telat up nya. Soal nya author lagi kecapean sejak kemarin. Ini juga tadi nya mah, hari ini tuh gk bakal up, tapi takut kelamaan readers nungguin. Ya udah lah.. Up aja. Wkwkwkwk..
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
__ADS_1
Love you, see you in the next episode... Babay...