
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Setelah kedua nya saling menenangkan satu sama lain, mereka berdua kini melempar senyum tipis. Dan juga, lama-kelamaan Taman tempat mereka kini berada itu mulai ramai.
Berbeda dengan sebelum nya yang paling hanya ada satu atau dua orang.
Nada tiba-tiba mengusap kedua kuping nya yang terasa berdengung. Dan hal itu membuat Ghibran heran. Ternyata, telinga Nada berdenging karena ponsel nya yang sejak tadi masih menampilkan suara lagu-lagu itu, kini malah berdering secara mengejutkan.
Nada buru-buru melepaskan headset nya lalu mengeluarkan ponsel itu dari saku celananya. Dia menggeleng kan kepala nya pelan begitu melihat nama kontak yang membuat ponsel biru merk Vivo milik nya itu berdering.
Abang ganteng....
Ckckck.... Bukan dia yang mengetik begitu. Siapa lagi kalau bukan si kakak kesayangan nya.
Nada mengangkat panggilan telepon itu dan bangkit dari duduk nya. Dia berjalan ke arah yang cukup sepi di taman itu. Sedangkan Ghibran tanpa bicara apapun langsung membiarkan nya saja.
Nada 📱: Assalamualaikum... Halo Kak Rey..
Rey 📲:......
📱Iya kenapa? Nada lagi di taman.
📲:......
📱:Nggak. Mita sama Adan nggak ikut.
📲:.....
📱: Sama temen.
📲:.......
📱: Kakak kenal kok.
📲:......
📱:Diiiih, Kakak kok kepo...
📲:......
📱: Sama aja Abang Ku sayang.....
📲:......
📱: Cowok
📲:......
📱:Kak Rey jangan teriak. Nada bisa budek!!
📲:......
📱: Yaelah si Kakak, gede-gede senin.
📲:....
📱:Belum, orang Nada dari tadi masih ada di taman.
📲:....
📱:Pagi-pagi Udah nyuruh ke kafe aja.
📲:......
📱:Ya laper sih.
📲:.....
📱: Iya iya...
📲:.....
📱:Iya bawel.
📲:.....
__ADS_1
📱:Nggak kakak.... Peace....
📲:.....
📱:Iya ihhhh.....
Tut tut tut....
Nada segera mematikan panggilan telepon itu secara sepihak. Membuat Kak Rey yang ada di seberang sana mendengus kesal.
Selesai mengobrol, dia pun menghampiri Ghibran yang sejak tadi masih duduk di sana. Sambil berjalan, diam-diam Nada memperhatikan Ghibran yang saat ini malah sibuk dengan ponsel nya.
Kacamata yang sebelumnya disimpan, sekarang kembali bertengger manis di atas hidung Ghibran. Menurut Nada, Ummmmh..... Membuat sebuah visual yang menenangkan.
Dan Nada malah membayangkan kalau yang dipegang cowok itu bukan ponsel, melainkan sebuah buku. Dia juga membayang kan Ghibran yang bersandar ke pohon rindang. Bayangan yang sangat indah...
Sampai di depan Ghibran, bukannya pamit pulang karena tadi dia diburu-buru oleh kakaknya, Nada malah dengan santainya kembali menghempas kan diri di samping Ghibran. Dan dia masih asyik dengan pikirannya sendiri sambil tetap menatap Ghibran.
Ganteng..... Batin Nada tanpa sadar.
Dia menyenggol lengan Ghibran dengan menggunakan bahunya. "Liatin apa sih? serius amat lo..."
Ghibran menoleh sebentar lalu kembali fokus pada apa yang dia lihat. Nada yang pertanyaan nya diabaikan itu pun bergidik karena dia pikir cowok yang ada di sampingnya ini sedang melihat-lihat hal yang enggak senonoh.
Buat kalian para cowok, pasti tahu dong.... Apa yang dimaksud oleh Nada.
"Lo liat yang begituan ya?" tanya Nada tanpa malu. Ini emang sifat aslinya, blak-blakan tanpa peduli rasa malunya.
Kali ini Ghibran bukan cuma melirik, tapi menatap Nada dengan heran atas pertanyaan frontal yang baru saja cewek itu ucapkan. Dia mengangkat sebelah alisnya.
Nada berdecak malas. Dia kira cowok itu sedang pura-pura bodoh, malu mengakui kalau yang dia tanyakan itu benar.
"Ckckck.... Hadeeeuh.. Kenapa coba... Gue nemu cowok jarang yang bener??? Pasti banyak nya suka nonton b***p."
Ghibran membulat kan mata. Tadi itu dia emang sedang gak connect dengan pertanyaan Nada.
"Asal jeplak aja lo kalo ngomong. Siapa juga yang lagi lihatin b***p" kata Gibran kesal.
"Lah itu... Lo lihatin apa coba pasti b***p kan...." tuduh Nada masih keukeuh.
"Kan gue belum jawab iya. Jadi gue belum bilang kalau gue lihat yang kayak gitu ya..." sanggah Ghibran.
"Malu-malu meong lo. Gue udah sering ya, liat cowok ketauan nonton itu pasti pada ngeles."
"Ngaku aja sih Ghib...."
"Ya kalau nggak, apa yang mau gue akuin?"
"Diiih..... Lo pasti nonton itu. Yakin gue..."
"Nggak dear."
Mendengar kata akhir yang Ghibran ucapkan, Nada langsung terdiam.
Pelan tapi pasti, wajahnya yang biasa menampilkan raut datar atau dingin, saat ini malah memerah...
Dear????
Gibran menyadari raut Nada yang sedang blushing. Dan dia malah lanjut menggoda.
"Aciecie..... Nge blush nih...."
"Apa sih lo... Nggak jelas banget.."
Ckckck.... Inilah ungkapan yang jadi jurus andalan para cewek kalo lagi salting. Ngomong kalo si cowok gak jelas lah, gak ada kerjaan banget lah, atau kadang ngomong, Diiih.... Modus lo... Wkwkwkwk..
Padahal sebenarnya dia lagi nutupin ke salting an nya dengan perilaku yang dia terima.
"Iya... Iya... Sorry chagiya..." tukas Ghibran lagi.
Tau dong... Arti dari kata chagiya...
Lagi dan lagi, wajah Nada nge blush. Apa apaan ini... Pikir nya. Selama ini dia cukup sulit untuk bisa nge blush.. Bahkan meskipun mendapat kan ungkapan yang romantis dari orang yang menurut nya dia cinta, dulu.....
Tapi sekarang?? Hanya dengan dua kata, ingat loh... Dua kata...
Dear and chagiya...
Dua kata bermakna sama dengan bahasa yang berbeda. Dan dia udah blushing dengan mudah?? Sungguh dia sendiri gak menyangka.
Kalau saja di sini ada sahabat nya... Pasti mereka gak akan mengira bisa seperti ini. Dan mungkin Rangga adalah orang yang paling heboh kalau mengetahui nya.
__ADS_1
Nada yang gak mau Ghibran mengucapkan hal yang bisa membuat pipi nya kembali memanas, akhirnya mengalihkan pembicaraan.
"Lo liat apa?"
Ghibran terkekeh ringan. Dia tau kalau cewek yang bisa meruntuhkan kebekuan hati nya itu sedang berusaha membuat pengalihan.
"Gue gak liat itu, Nad.... Gak percayaan amat." cowok itu mengangkat dua jari nya.
Nada memicingkan mata curiga. "Terus lu liat apa??"
"Gue cuma lagi liat artikel tentang Mustafa Kamal Attaturk."
Kening Nada berkerut. Rasanya ia pernah mendengar nama itu. Tapi dimana??
"Dia pendiri Republik Turki, Nad...." ucap Ghibran menyadari ekspresi Nada.
"Hmmmmmm... Dia yang mati nya susah di kubur itu bukan?"
"Ya.... Dia yang menghapus khilafah di Turki. Dia juga yang mengharam kan pemakaian jilbab di Turki."
Nada mencoba mengingat nya. "Oh iya... Gue tau..." katanya begitu mengingat rentetan cerita Ghibran yang sama dengan salah satu sejarah yang pernah dia baca.
Mustafa Kamal Attaturk....
Siapa yang gak kenal dengan seseorang yang satu ini? Seorang presiden pertama Turki yang mengubah negara kekhalifahan Turki menjadi negara republik. Dia juga orang pertama yang mengatakan kalau Turki adalah sebuah negara komunis. Jauh sebelum Hitler menyerang dunia.
Yah, sebelum Nada tahu kisahnya, dia begitu suka dengan nama itu. Tapi begitu tahu apa yang telah orang itu lakukan, rasa suka nya perlahan menghilang.
Ghibran saat ini sedang membaca artikel yang menceritakan garis besar dari kehidupan presiden Turki pertama itu.
Hehehe.... Sedikit info buat para readers nih ya....
Yeaaah, walaupun Nada sering bergabung dengan anak-anak liar, tapi dia juga sangat suka membaca buku-buku sejarah. Dan buku sejarah yang besar setebal 1000 halaman, bahkan bisa dihabiskan dalam waktu hanya 3 minggu. Waktu yang bisa dibilang tergolong cepat.
Kalau author paling cepat sebulan. 🤣
Nada lalu bangkit.
"Mau kemana?" tanya Ghibran sewaktu melihat Nada yang mulai berjalan tanpa berkata apa-apa lagi.
Nada menoleh ke belakang. "Cafe...." jawabnya singkat.
"Ngapain??" Gibran kembali bertanya.
pertanyaan yang dirasa Nada adalah basa-basi.
"Mau berak! Kenapa?"
"Lah.... Berak mah di toilet. Kalau Cafe itu ya tempat makan."
"Itu tahu!!" kata Nada ngegas..
"Gak bisa diajak basa-basi..." lirih Ghibran.
"Basa-basi lo udah terlalu basi!"
"Pedes amat omongannya Nad..."
"Bodo!"
Ghibran lalu ikut bangkit dan menghampiri Nada..
"Mau kemana lo?" tanya Nada heran. Bukannya menjawab, Ghibran malah merangkul Nada dan lanjut berjalan.
"Heh lepas... Ghib.... Lepas coba" Ucap Nada kesal sambil berontak.
Ghibran mendekatkan wajahnya ke telinga Nada. "Jangan berontak mulu. Atau gue cium lho di sini.." Gibran berbisik lirih.
Membuat Nada langsung berhenti memberontak. Tapi dia mendelik kesal kearah Ghibran.
Kalau bukan gara-gara di sini udah rame gue bogem loh Ghib.... Batinnya mendumel kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
MUEHEHEHEH......
Sorry yaaaaa, author baru up setelah sekian tahun lama nya. Wkwkwkwk...
Tadi nya author mau kasi bonus up buat hari ini, eh males.. Jadi ntar aja deh lah ya.... 🤣
Pengen crazy up... Tapi blom bisa.... Paling cuma bisa bonus up aja yak....
__ADS_1
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...