Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Kucing


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Biasa kan like sebelum membaca


......................


Keduanya berjalan kaki ke cafe milik kakaknya Nada itu karena memang sebelumnya mereka berdua sama-sama berniat untuk jogging, jadi gak ada diantara mereka yang membawa kendaraan.


Sepanjang jalan, Nada mendelik sinis. Sedangkan cowok di sampingnya itu berjalan dengan santai tanpa merasa bersalah.


Tangan Ghibran memang udah gak merangkul Nada lagi, justru kedua tangan nya masuk ke dalam saku celana. Nada masih sebel dengan sikap Ghibran tadi di taman.


Nada akhirnya memilih berjalan sambil bermain ponsel, supaya hilang rasa kesalnya. Tiba-tiba langkah Nada terhenti, dan itu membuat Ghibran pun ikut berhenti melangkah.


"Kenapa?" tanya Ghibran.


Nada gak menjawab. Dia malah asyik mengutak-atik ponsel nya. Nggak lama, Nada mengangkat ponselnya ke atas. "Yok selfie..." ucapnya.


Ghibran menggeleng. "Nggak mau." tolaknya.


Tapi Nada terus memaksa, sampai akhirnya mereka selfie bersama. Nada yang puas dengan latar langit biru di belakang mereka pun mempost foto itu di akun media sosialnya.


Langsung banyak yang menyukai foto itu, juga banyak komen komen yang Nada terima. Diantaranya ada sebuah komentar yang membuatnya terdiam.


Penasaran??


Itu dari akun seseorang yang bernama @Bella_sarosa. Ada yang inget siapa dia?? Kalau nggak ya nggak apa-apa, itu mah DL. 🤣


Komennya adalah, 'Cewek gak tahu diri, lo... Setelah lo buat abang gue mati, lo masih bisa senang senang?'


Tanpa sadar, Nada mengepalkan satu tangannya begitu membaca kata-kata itu. 'Lo masih nyalahin gue? Gue juga korban Bell..' balas Nada cepat.


'BULLSHIT'


'Lo kira lo aja yang kehilangan? Gue juga!'


'Gue nggak peduli! Yang gue tau, gara gara lo abang gue gak ada.'


Nada menghela nafas lelah. Percuma Dia membalas apa pun pada cewek di seberang sana. Toh dia juga gak akan didengar. Nada memilih keluar dari aplikasi yang sedang dia pakai itu.


Gibran melirik, dia ingin bertanya tapi rasanya kelu.


Nada menoleh ke kanan dan ke kiri. Lalu matanya terhenti saat melihat sesuatu. Apaan tuh?? Batin Nada.

__ADS_1


Yang dia lihat adalah sebuah benda putih bergumpal yang lalu bersembunyi di balik pohon.


Nada yang ingin tahu apa itu pun, berjalan ke arah pohon rindang tersebut. Ghibran yang sejak tadi masih ada di samping Nada keheranan, apalagi begitu si cewek yang tak lain adalah Nada itu malah melangkah kearah lain.


Ghibran mengikuti dan mensejajarkan langkah kakinya dengan Nada "Lo mau kemana, Nad?" tanya Ghibran.


"Jangan berisik." ucap Nada pelan.


Ghibran mengerutkan keningnya, "Kenapa sih? Lo mau ngapain? Kenapa juga malah jalan ke situ? Ntar kesambet penghuni tuh pohon baru tahu..." bukannya berhenti bicara, Ghibran malah kembali berkata-kata dengan cepat. Membuat langkah Nada yang bisa dibilang pelan Itu terhenti.


Dia menoleh ke samping lalu memberikan sebuah pelototan saat Ghibran akan membuka mulut. Ghibran yang mau mengucapkan sesuatu lagi pun, segera menutup mulutnya sambil nyengir tanpa dosa.


Nada pun melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi. Sesampainya Nada di pohon tempat benda putih itu, mata Nada menangkap seekor hewan imut yang kini meringkuk tertidur di bawah pohon.


Nada itu adalah seorang cewek yang sangat suka dengan hewan-hewan imut atau berbulu lembut. Karena itu, dia sangat senang melihat hewan tadi.


Hewan itu adalah seekor kucing putih dengan bulu-bulu yang lebat. Melihat kucing yang baginya sangat imut dan manis itu, Nada pun semakin mendekat.


Sedangkan Ghibran, begitu tahu kalau yang di hampiri Nada adalah seekor kucing, dia memilih diam dan gak melanjutkan langkahnya.


Begitu sampai di depan kucing putih yang masih pulas tertidur itu, Nada berjongkok dan mengelus-ngelus kepala si kucing. Hal yang dilakukan Nada membuat kucing putih itu menggeliat lalu menguap dengan lidahnya yang menjulur keluar.


Ghibran bergidik ngeri melihat tingkah kucing yang baginya sangat agresif seperti itu. Dia menjaga jarak sekitar sepuluh langkah dari Nada.


Nada lalu mengangkat si kucing dan membawanya dalam pangkuan. Kucing itu malah mengerjap-ngerjapkan mata. Nada yang gemas dengan tingkah kucing imut ini, akhirnya menciumi wajah si kucing tanpa takut dicakar. Dia lalu berjalan menghampiri Ghibran dengan kucing yang masih ada di pelukannya.


Melihat Nada dan kucing yang mendekat, Ghibran memundurkan langkahnya secara perlahan. Nada menyadari kalau Gibran berjalan mundur menjauhinya, tapi karena dia gak tahu apa sebabnya, dia malah makin mendekati Ghibran.


"Lo kenapa?? Kok mundur mundur?" tanya Nada keheranan.


"Jangan deketin gue..." ucap Ghibran memelas. "Kenapa?" tanya Nada lagi dengan bingung.


Ghibran menunjuk kucing putih itu yang kini malah menatapnya. "Ini?? Kenapa?? Lo mau pegangin si imut ini? Nih kalau mau." kata Nada yang salah mengartikan maksud dari Ghibran sambil menyodorkan dan melepas kucing itu.


Ghibran kabur begitu si kucing ada di hadapannya, membuat Nada keheranan karena hal itu. "Lo kenapa sih??"


"Jauhin kucingnya dari gue..." kata Ghibran sedikit teriak.


Mendengar ucapan Ghibran, Nada baru sadar... Kalau cowok itu ternyata takut dengan kucing. "Pfttttt..... Lo takut kucing?" tanya Nada sambil menahan tawa.


"Bukan cuma takut, tapi fobia." jawab Ghibran ngegas. "Biasa aja kali. Gak usah ngegas juga." balas Nada judes. Dia pun mengambil kucing yang sejak tadi cuman terdiam sambil sesekali mengeong itu.


Setelah itu, Nada kembali meletakkannya di tempat semula. Ghibran menghela nafas lega. Nada menghampirinya dan mengajak Ghibran untuk lanjut jalan ke Cafe.


Di perjalanan, Nada melirik ke samping, karena cowok itu gak juga membuka percakapan. Dan dia bisa melihat raut wajah Ghibran yang masih sedikit pucat sisa ketakutannya tadi gara-gara si kucing.

__ADS_1


"Lo bener-bener takut kucing? Kok bisa? Padahal kan kucing imut."


Ghibran menoleh, "Gue bukan takut doang. Tapi phobia sama kucing."


"Kok bisa?"


Wajah Ghibran memerah. Dia terlihat menahan malu saat Nada mengatakan itu. Ghibran memilih gak menjawab pertanyaan Nada yang terakhir.


"Ceritain napa..." kata Nada penasaran. "Nggak nggak nggak.." Ghibran menggeleng cepat.


Penasaran?? kenapa bisa Ghibran si cowok sedingin es itu phobia dengan kucing, yang padahal adalah hewan lucu, imut dan manis??


Ayo kita flashback sebentar.....


Ghibran kecil berusia 7 tahunan dulu sangat suka dengan hewan yang bernama kucing. Kenapa? Katanya kucing itu empuk, enak buat dijadiin bantal.


Saat itu, dia sedang mengelus-ngelus kucing di pangkuannya. Tapi posisi Ghibran sendiri sambil berbaring. Jadi si kucing ada di atasnya yaaa... Kucing itu mengeong terus-terusan, tapi Ghibran nggak juga melepasnya, sampai-sampai si kucing mencakar dan menggigit tangan Ghibran.


Dan yang lebih parahnya lagi, kucing itu bersiap-siap kabur sambil membelakangi muka Ghibran, lalu tiba-tiba Ghibran merasa kalau wajahnya basah. Ternyata si kucing malah mengencingi mukanya. Wkwkwk... Malang... 🤣


Sejak saat itulah dia jadi phobia pada hewan tersebut.


Mereka berdua masih berjalan. Nada melirik sekitar. Ghibran yang melihat gelagat Nada jadi berpikiran aneh.. Apakah mereka tersesat??


"Nad.... Kita nyasar??" tanya Ghibran


"Nggak." ucap Nada santai. "Terus, kenapa lo larak lirik gak jelas?"


Ditanya begitu, bukan nya menjawab, Dia malah nyengir gak jelas. "Dih.. Malah nyengir.."


"Masalah gitu buat lo?" tanya nada dengan wajah julid.


Ghibran menggaruk kepalanya yang sebenarnya nggak gatal. "Masih jauh nggak sih?" Ghibran mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Bentar dulu... Ini udah deket." telunjuk Nada menunjuk sekitar sambil berhitung.


Ghibran menatap Nada heran. Saat di hitungan keempat, Nada malah menarik Ghibran ke tempat yang sesuai dengan hitungannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Holla guys..... Back lagi....


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.


Love you, see you in the next episode... Babay...

__ADS_1


__ADS_2