
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Kali ini Ghibran udah siap dengan rencana ajakan ke dua nya ini.
Sekarang Ghibran sedang bersiap siap untuk pergi ke Cafe cerita dan ketemu Nada. Karena kebetulan nanti adalah malam minggu, jadi pas sekali dia akan mengajak Nada langsung hari ini juga ke tempat tujuan.
Ghibran memakai jaket berlengan pendek warna kuning dan gak lupa dengan aksesori gelang kecil yang kini tersemat di tangan nya. Dengan alis nya yang lebat dan hitam, dan jangan lupa kan hidung nya yang mancung membuat Ghibran terlihat sempurna.
Dia sekarang sedang mencari cari motor yang ingin dia pakai kali ini. Karena dia merasa sedikit bosan membonceng Nada selalu memakai motor ninja hitam nya.
Di garasi rumah nya terpampang tiga motor yang semua nya adalah milik Ghibran. Salah satunya menarik perhatian Ghibran dan membuat dia memilih motor itu.
Motorcycle LED Light Kits
Itu adalah motor yang menjadi hadiah ulang tahun nya dua tahun lalu dari sang mama, dan hanya pernah dia gunakan lima kali.
Sebelum mengambil motor itu, dia memasang kupluk jaket nya di kepala.
Ghibran segera menyala kan mesin motor itu dan memanaskan nya sebentar. Tak lama dia pun meluncur meninggalkan rumah nya menuju ke tempat yang dia yakin sekali kalau sekarang Nada ada di sana.
......................
Sepanjang perjalanan Ghibran sering kali bersiul siul senang, tapi tentu sambil memperhatikan jalanan. Di telinga nya terpasang headset berwarna hitam dan tersambung ke ponsel yang tersimpan rapi di dalam saku celana nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu, karena jarak dari rumah Ghibran ke cafe milik kakak Nada agak lumayan jauh, dia pun menghentikan kendaraan roda dua nya tepat di depan bangunan bernuansa estetik itu.
Ghibran cuma mematikan mesin motor dan menyimpan kunci motor nya ke dalam kantong saku yang ada di bagian kanan jaketnya.
Karena Ghibran berpikir Nada pasti ada di dalam sana, dia gak menyimpan kendaraan nya itu di tempat parkir yang sudah di sediakan pihak Cafe.
Dia melangkah kan kaki nya ke arah pintu masuk sambil melepaskan kupluk jaket nya.
Baru kali ini Ghibran datang ke Cafe yang memang sudah cukup terkenal ini di sore hari. Karena kan biasanya dia datang ke sini di waktu siang dan pulang sore.
__ADS_1
Ghibran mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru Cafe, berharap Nada atau kak Rey ada dan terlihat di sudut pandang nya. Tapi nihil, dua orang yang sedang dia cari itu tidak juga kelihatan.
Ghibran juga sempat melirik ke arah dimana Nada biasanya bernyanyi, tapi di tempat itu juga tidak ada Nada.
Dia akhirnya memilih untuk pergi ke salah satu meja dan duduk di sana.
Tak lama, seorang barista datang menghampiri Ghibran dan menyodorkan menu sambil menyapa dengan ramah. Ghibran pun memilih beberapa menu yang sering dia pesan kalau datang ke tempat ini.
Dia juga menyempatkan untuk bertanya kepada barista itu, "Kak Rey atau Nada ada gak ya mas?"
Barista itu pun melirik ke arah Ghibran "Cari boss Rey atau non Nada memang?"
"Emmm, sebenarnya sih cari Nada." Ghibran menjawab dengan ragu.
"Waah, kayaknya si mas nya telat deh nyari non Nada. Soalnya tadi sih non Nada udah pergi bareng non Mita. Tapi kemana nya sih saya gak tau." barista itu memberi tahu Ghibran.
Ghibran menghela napas, di fikiran nya sudah terbayang kalau dia gak akan bisa mengajak Nada pergi malam ini. Dia menghembuskan napas dengan kasar.
"Kalo gitu, boleh saya minta tolong untuk panggil kan kak Rey nya? Mungkin kak Rey tau dimana Nada sekarang.." kata Ghibran akhirnya.
Barista itu mengangguk dan pergi membawa daftar pesanan Ghibran ke dapur Cafe lalu setelah itu dia pergi ke ruang khusus boss nya dan memberi tahu bahwa ada yang sedang mencari nya dan sekarang duduk di kursi ke 09.
Dia pun duduk di depan Ghibran dan tersenyum. Mereka berdua sempat basa basi sebentar sampai kemudian pesanan Ghibran datang.
Ghibran mengaduk aduk minuman nya dengan malas. Dan hal itu diketahui oleh kak Rey yang sejak tadi memperhatikan sikap Ghibran.
"Kenapa?" tanya kak Rey begitu mendapati bahwa wajah Ghibran sedikit kusut.
Ghibran menatap kak Rey, dia kembali menghembuskan napas nya. "Kak Rey inget kan, Ghibran sempat bilang kalau mau ajak Nada pergi," kata Ghibran akhirnya.
"Yaaaa, dan beberapa hari yang lalu juga Nada sempet cerita kalau kamu mengajak nya pergi ke puncak, BERDUA... Apa itu benar?" kali ini kak Rey bertanya dengan nada mengintimidasi.
"Huuh. Iya kak, itu bener, Ghibran memang sempat mengajak nya ke puncak, tapi itu gak beneran kok." jawab Ghibran.
Kak Rey memicingkan matanya, merasa percaya gak percaya. Dia pun menuntut penjelasan kepada Ghibran. Karena bagaimana pun, ini menyangkut adik kecil kesayangan nya.
Kak Rey gak mau kalau sampai Nada mendapat kan orang yang salah dan malah membawa nya ke jalan yang salah. Tentu nya dia ingin yang terbaik untuk Nada.
Jadi dia gak semudah itu untuk percaya dengan kata-kata Ghibran. Meskipun menurut kak Rey sendiri, sepertinya Ghibran adalah orang yang baik. Dan Nada akan beruntung jika bersama nya.
__ADS_1
Tapi dia berpikir bagaimana kalau ternyata fikiran nya itu salah? Karena kadang, apa yang terjadi itu sering kali tidak sesuai dengan ekspektasi.
Maka dari itu dia akan memastikan bahwa Ghibran benar benar baik dan tepat untuk mendapatkan hati Nada.
Ghibran pun menceritakan kalau dia begitu merasa kebingungan mau mengajak Nada perg ke mana, tapi dia mendapatkan saran dari Papa nya, dan dia pun mengatakan alasan papa nya berkata begitu.
Karena sebenarnya tempat yang dia maksud bukan puncak, tapi tempat lain yang sudah dia siap kan malam ini.
Mendengar penjelasan dari Ghibran, kak Rey akhirnya yakin kalau remaja muda di depan nya ini adalah orang yang memang cocok untuk menyembuhkan luka hati adiknya.
Kak Rey tersenyum lebar karena lega.
"Tapi sayang nya, Nada sekarang gak ada dan mungkin rencana Ghibran malam ini bakal batal." kata Ghibran kemudian.
Mendengar pernyataan itu, kak Rey malah terkekeh. Ghibran yang melihat nya pun merasa heran.
"Ya kamu susulin aja ke tempat dia nongkrong sekarang Ghibran... Gak usah di batalin. Kan sayang banget kalo udah capek-capek di siapin malah gak jadi."
Ghibran ikut tersenyum lebar begitu kak Rey mengatakan hal itu. "Emang boleh nih kak?"
"Ya boleh lah... Masa iya kagak. Kamu susul aja dia. Hmmm, tadi itu Nada bilang ke kakak, kalau dia mau nongkrong bareng di tempat biasa."
Ghibran yang bingung dengan dimana tempat tongkrongan Nada pun menanyakan nya.
"Kamu kan pernah anter Nada ke sana. Pasti tau kan.."
Ghibran membulat kan mata. "Jangan bilang yang kakak maksud itu tempat anak anak jalanan yang waktu itu.?" tanya Ghibran.
"Nah itu tau. Udah gih buru ke sana..."
Begitu tahu dimana tempat nya, Ghibran segera pamit dan pergi dari Cafe...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Holla guys.... Author yang selalu merindukan kalian ini come back....
Maaaaaaf nih yaa, kemarin tuh author lagi cuaaapek, jadi nya gak up deeh.
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
__ADS_1
Love you, see you in the next episode... Babay...