Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Ke pantai (sampai)


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Mereka sekarang melanjutkan perjalanan tanpa banyak basa basi lagi. Meski pun sebelumnya ke tiga orang itu begitu kaget dengan bawaan yang sangat banyak itu.


Dan mereka pun makan cemilan-cemilan yang tadi dibeli Nada itu. Dan yaaah.... Sekarang posisi mereka berbeda, karena sejak mereka bertiga selesai mengintip perang timpuk timpukan snack tadi, mereka bertiga sepakat untuk duduk bersama di belakang.


Jadi lah, sekarang yang duduk di depan itu adalah Ghibran dan Nada. Sebelumnya juga mereka berdua sempat protes dengan hal itu, tapi jujur sih, dalam hati Ghibran sih senang-senang aja tuh.


Nada yang masih ngerasa sebel karena harus duduk di depan berdua begini, supaya menghilangkan rasa sebel nya itu, dia pun memilih untuk mengambil salah satu cemilan di kursi belakang dan memakannya.


Headset masih terpasang rapi di telinganya.


Dan dia makan cemilan sambil asyik melihat dunia maya.


Di belakang, Mita, Rangga, dan Adan saling lirik. Mereka kan sengaja membikin dua makhluk itu duduk bareng supaya mereka berdua bisa ngobrol. Tapi lah ini malah pada sibuk satu sama lain.


Beda banget sama tadi, pas mereka berdua ada di minimarket.


Nada terlihat senyum-senyum sendiri, saat melihat salah satu foto yang ada di postingan seseorang.


Dream cathers 245 nama akunnya. Akun instagram yang isi postingannya berakhir di sekitar satu setengah tahun yang lalu.


Hmmmmmm... Siapa itu Dream cathers 245??


Nada sekarang menutup ponselnya lalu menatap kedepan. Rasanya mereka cukup lama ada di perjalanan.


Nada menoleh ke samping, ke arah luar jendela mobil. Tapi posisinya sambil bersandar di bantalan kursi. Dia memandang pemandangan di balik kaca jendela itu.


......................


Lima belas menit kemudian mereka sampai di sebuah pantai. Itu pantai yang cukup indah.


Pasir Putih sejauh mata memandang pohon kelapa yang berbaris rapi, juga ombak yang timbul di sekitar pantai berkilau tertimpa cahaya matahari.


Kebetulan hari ini adalah hari Minggu. Jadi pantai sedang ramai oleh para pengunjung. Dan itu membuat parkiran cukup sempit.


Ghibran cukup kesulitan untuk mencari tempat dimana mereka akan memarkir mobilnya. Dan setelah hampir sepuluh menit menghabiskan waktu mencari tempat parkir yang kosong, mereka pun akhirnya menemukan nya.


Setelah mobil terparkir rapi, satu persatu dari mereka turun dari mobil. Tapi mereka sempat tercengang. Kenapa coba ??


Ghibran yang turun lebih dulu, langsung berjalan memutar ke pintu mobil sebelahnya. Dia segera membuka pintu mobil dan membiarkan Nada keluar tanpa kesulitan.


Woow.... AMAZING. seorang Ghibran, Ghibran yang gue kenal, perlakuin cewek kayak gini.. Momen yang sangat langka ini.. Harus diabadikan ini mah kata Rangga dalam hati sambil mengambil ponselnya.


Ia langsung mengambil foto Ghibran dan Nada. sementara Mita dan Adan hanya melihat aksi Si Rangga itu.


Mereka akhirnya berjalan ke salah satu kursi panjang milik seorang penjual kelapa muda.

__ADS_1


"Pak kelapaknya lima buah ya.." ucap Ghibran setelah mereka semua duduk di kursi panjang itu.


Tak lama kemudian, kelapa muda pesanan mereka sudah ada di atas meja. Ghibran pun langsung membayarnya dan mereka meminum air kelapa muda itu.


Nada yang pertama kali menghabiskan air kelapa mudanya. Dia segera berdiri.


"Kita mencar mencar aja ya. Nanti kumpul lagi di sini." kata Nada sambil melangkah pergi.


Ghibran yang mau bangun dan mengikuti Nada, jadi duduk lagi begitu mendengar ucapan Nada tadi itu.


Mita bangun lalu menarik tangan Adan. Alhasil Adan yang masih minum lewat sedotan itu jadi ikut berdiri, sementara di mulutnya masih tertempel sedotan yang dia pakai. Ghibran dan Rangga yang melihat itu langsung tertawa.


Tapi tawa Ghibran terhenti, sewaktu Mita menepuk pundak nya sambil berbisik pelan, "Lo gak mau kejar Nada, gitu?" katanya sambil terus menarik Adan ke arah berlawanan dari arah mana Nada tadi pergi.


Mendengar ucapan Mita, Ghibran akhirnya bangun dan langsung berlari ke arah yang tadi dituju oleh Nada. Meninggalkan Rangga sendiri tanpa basa-basi.


Wah parah nih anak... Teman sendiri asal ditinggalin aja, mentang-mentang mau Pdkt. Rangga mengomel gak jelas begitu melihat Ghibran yang lari menjauh.


Karena sekarang cuma tersisa dia sendiri, dia pun segera angkat kaki ke sudut lain. Biasalah, walaupun sendiri, di mana ada cewek cantik, kesanalah Playboy somplak itu beraksi.


Gibran yang mengejar Nada melirik sekitar, Mana tuh anak? batin Gibran yang celingukan.


Tanpa dia sadar, seseorang di depan nya dengan jarak sekitar sepuluh meter dan sedang mengarahkan kamera berwarna hitam yang sedang dipegang nya ke wajah Ghibran.


Orang itu pun langsung memfoto nya. Sampai dua kali cekrek.


Orang itu mengarahkan kamera yang dia pegang kearah lain. Kemudian orang yang memfoto Ghibran itu mendudukkan dirinya di atas pasir, sambil terus mengambil gambar yang ada di sekeliling nya.


Ghibran yang masih mencari-cari Nada sejak tadi, melangkah lagi dan dia pun melihat orang yang dia cari itu, malah dengan santainya duduk di atas pasir yang putih.


Yupssss...... Yang tadi mengambil foto Ghibran adalah Nada. Ghibran pun menghampiri Nada dan ikut duduk di sampingnya.


"Lo lagi ngapain? Kok malah ke sini?" tanya nada yang sekarang asyik melihat-lihat foto yang berhasil ia ambil.


"Emang nggak boleh?" tanya Gibran balik tanpa menjawab pertanyaan Nada.


"Ya.... Bukan itu juga sih. Kan gue udah bilang, buat kita mencar mencar aja." jawab Nada.


"Kan kita ke pantai, tujuan utamanya buat menyelesaikan tugas. Bukan cuma libur weekend aja. Dan lo sama gue sekelompok loh. jadi nggak salah, kan? Sekalian kita nugas?" kata Ghibran lagi.


"Buat tugas yaaa.... Nggak usah kok. Orang udah selesai." kata Nada.


"Maksud lo?" tanya Ghibran sambil menaikkan sebelah alis nya.


"Lah kan tugas kita udah selesai. Deskripsi udah, detail nya juga udah. Tinggal masukin foto. Dan fotonya udah gua ambil. jadi nanti tinggal tempel."


Sejak tadi, Nada bicara sambil tetap menatap layar kamera nya. Dia kemudian melepas kamera yang dia pegang itu dan itu membuat kamera hitam itu jatuh tergantung di depan dadanya.


Nada lalu berbaring di atas pasir. Ghibran yang melihatnya cuma tersenyum tipis. Akhirnya dia pun ikut berbaring di samping Nada.

__ADS_1


"Kapan terakhir kali nya lo ke pantai?" tanya Ghibran yang tiduran di sampingnya itu.


Nada menoleh dan hanya sedikit mengernyit, mengingat kenangan kapan dia terakhir ke pantai. "Hmmm, kalo gue inget inget, mungkin hampir setahun lalu sih..."


Tiba-tiba Nada ingat sesuatu dan dia pun bangkit.


"Ayo ikut gue." ucapnya sambil menarik tangan Gibran.


"Gue mau dibawa kemana nih? tanya Ghibran yang kaget karena tiba-tiba ditarik ke sebuah sudut.


Tapi Nada gak menggubris pertanyaan Ghibran.


Dia terus berjalan sambil menyeret Ghibran hingga mereka sampai di hadapan seorang bapak-bapak, yang sepertinya bapak itu adalah seorang nelayan yang mau pergi ke laut.


"Permisi Pak, Bapak mau ke laut ya?" tanya Nada membuat bapak itu menoleh.


Ni cewek berani bener, padahal kan gak kenal kata Ghibran dalam hati.


"Iya non. Bapak mau ke laut." Jawab bapak itu.


"Aih.... Jangan panggil Non atuh Pak. Panggil Nada aja." kata Nada ramah.


"Kalau gitu panggil Bapak, Pak Adam saja."


"Baiklah Pak Adam. Kita berdua boleh ikut bapak ke laut?"


"Boleh aja, Neng Nada, tapi apa tidak apa-apa? Naik perahu bapak yang buruk ini?"


"Ini kapal Bapak bagus kok, Ya kan Ghib..." kata Nada menoleh ke arah Ghibran.


Ghibran memperhatikan perahu itu. Emang masih cukup kuat sih untuk mereka, tapi warnanya lumayan pudar. Nggak menarik.


Melirik ekspresi Ghibran yang kelihatannya mau menolak, Nada menginjak kaki kanan Ghibran dengan kencang. Dan membuat Ghibran menjerit kesakitan.


"Iya kan... Mau kan lo?" tanya Nada sedikit menekan kata-katanya.


Ghibran buru-buru menggangguk. Nada pun melepas injakan nya. Gibran menghela napas legah.


Dan saat dia menoleh ke sampingnya, Nada malah udah membantu Pak Adam mendorong perahu itu.


Ghibran pun ikut membantu mereka.


Dan setelah itu, tiga orang tersebut naik ke perahu.


Mereka pun memulai pengalaman berkeliling pantai dengan perahu Bapak nelayan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai hai dear readers...

__ADS_1


Hummmm, sebenernya, author pas hari raya mau up looh, eh malah sakit. Jadi lah gak bisa up. Dan setelah itu malah kehabisan paket.


Selamat membaca ya.... Jgn lupa buat pencet jempol nya ya.....


__ADS_2