
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Nada mengulum senyum saat dia mengingat kekonyolan mereka berempat waktu dulu.
Ghibran di samping nya tertawa mendengar olokan yang di ucapkan Nada.
"Haha.... Lu di panggil Nada dering??"
Nada menoleh begitu Ghibran mengatakan hal itu. Dia ikut tertawa meski pun tawa kecil dan gak terlalu nyaring. "Masih mending.. Dari pada dia.. Tabung gas....."
"Masa kecil kalian indah banget ya.... Gue jadi iri.." kata Ghibran kemudian sambil menatap Nada dengan tatapan teduh. Sedikit tersirat nada sendu dari kata-kata yang terlontar.
Nada menaikkan sebelah alis nya. Kemudian dia mengerutkan kening sampai sampai wajah nya terlihat lucu. "Maksudnya?"
Hmmm... Sebelumnya Nada yang sedikit menceritakan kisah masa lalu nya bersama ketiga sahabat nya. Dan kali ini, Ghibran seperti nya akan mengeluarkan unek unek masa lalu yang selalu dia pendam.
"Lo tau Nad, gue adalah anak satu satu nya di keluarga." Ghibran pun menceritakan kisah kehidupan nya pada cewek yang kini menemani nya memandang keindahan langit ini.
__ADS_1
Ghibran dulu begitu sulit untuk bergaul. Dia adalah anak manja yang semua keinginan nya harus terpenuhi. Apapun itu.
Tapi sayangnya, kedua orang tua nya sulit memberi satu hal yang sangat dia inginkan. Kebersamaan.
Mama nya selalu sibuk dengan urusan kantor dan dunia permodelan nya. Sedangkan papa nya juga selalu pulang malam dan sering lembur. Mereka berdua jarang sekali memberikan waktu untuk Ghibran.
Sejak kecil Ghibran di urus oleh pembantu. Mulai dari pagi sampai malam nya. Mulai dari makan, mandi, dan semua nya. Bahkan mama dan papa nya juga bisa di bilang jarang sekali untuk melihat hasil dari proses belajar nya.
Dan hal itu membuat pribadi Ghibran menjadi dingin dan cuek pada sekitar. Membuat Ghibran jadi sulit untuk bergaul dan akhirnya tidak memiliki teman satu pun.
Ghibran pun terbiasa dengan sikap kedua orang tua nya yang lebih mementingkan pekerjaan itu. Tapi se terbiasa biasa nya Ghibran, dia tetap lah seorang anak yang ingin perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya.
Nada kini fokus mendengar kan cerita Ghibran. Dan mereka juga memandang langit sambil yang satu bercerita dan yang satu mendengar kan...
"Lo tau gak Nad, gue kadang sering banget iri sama orang lain yang bisa jalan jalan bareng mama dan papa nya. Sejak kecil gue sering pergi ke sebuah taman, di situ gue selalu berharap ada keajaiban." Ghibran menghembuskan napas.
Dan dia juga gak bisa curhat pada orang lain karena dia gak memiliki teman, gak memiliki kakak, dan dia hanya bisa melimpah kan semua kekesalan dan kemarahan nya di taman itu.
"Apa gue salah Nad? Kalo gue ingin sedikit perhatian dari mama dan papa? Gue selalu ngalah dengan keinginan mereka. Tapi mereka gak juga ngasih waktu buat kita bisa punya time family.."
Nada menarik nafas nya dalam dalam dan kemudian menghembus kan nya.
"Gue cuma pengen keluarga gue kayak yang lain. Yang saling curhat, saling sayang, dan saling menguat kan. Bukan inya saling berjauhan. Setiap kali gue pengen jalan bareng mereka, pasti ada aja alasan supaya kita gagal pergi."
__ADS_1
Nada kembali menoleh ke arah Ghibran. Dan meskipun samar samar, tapi dia masih bisa melihat ada butiran bening yang menggenang di sudut mata Ghibran.
Yaa, Ghibran itu paling rapuh kalau udah menceritakan tentang keluarga nya. Dia yang begitu ingin punya keluarga seperti lainnya.
"Gue tau Ghib, gimana rasanya sepi tanpa orang tua. Tapi lo masih beruntung. Mereka masih ada. Sedangkan gue? Mereka udah bahagia dan gak akan balik lagi ke sisi gue."
"Yaaaah, yang pasti walau pun gue kurang kasih sayang dari orangtua, gue selalu mencoba yang terbaik buat mereka. Meskipun mereka gak suka liat nilai pelajaran gue gimana, gue tetep berusaha jadi yang terbaik di kelas. Walau gimana pun juga, gue gak mau bikin mereka kecewa.."
"Tenang aja... Lo selalu punya cara untuk bisa bahagia, meskipun itu dengan cara diri sendiri. Mereka pasti bangga sama lo."
Yaaa, mereka pasti bangga sama lo....
Kata kata Nada yang satu itu terus terngiang ngiang dalam benak Ghibran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai dear readers...
Maaf ya baru up lagi.
Biasa lah... Thor nya lagi gk konek..
And maaf cuma sedikit, soalnya thor lagi ngerjain tugas... Jadi susah banget mikir nya...
__ADS_1
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...