
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Nada yang mendengar kata kata Ghibran barusan malah melongo... Dia bingung dengan perkataan bintang tersenyum itu... Emang ada ya, bintang yang bisa tersenyum?? Perasaan bintang mah bersinar... Ucap Nada di dalam hati.
Tapi Ghibran gak terlalu memperhatikan Nada yang masih bengong dan kepikiran, dia tetap fokus dengan jalanan yang sedikit banyak mulai menunjukkan cahaya nya.
Dan ketika Nada sudah agak tersadar dari kebingungan nya, dia pun mengedarkanji pandangan nya ke jalanan yang mereka lalui. Dan melihat tempat yang cukup dia hafal jalur nya itu membuat Nada sedikit memicingkan mata.
Nada lalu menepuk pundak Ghibran, dan Ghibran yang merasakan tepukan pelan di pundak nya agak menolehkan kepala nya ke arah Nada yang mengulurkan kepala di dekat telinga nya.
Jarak sedekat itu membuat muka Ghibran memanas dan terlihat memerah.
"Kenapa?" tanya Ghibran untuk mengalihkan ekspresi nya.
"Kita mau ke mana? Perasaan gue tau ini jalan." Nada balik bertanya sambil tetap mengedarkan mata nya.
"Kita bakal ke TIM" jawab Ghibran simple.
Nada mengerutkan kening nya. Ke TIM? mau apa? Kan tadi Ghibran bilang mau liat bintang, tapi kenapa malah ke TIM?? Nada bertanya tanya dalam benak nya.
Readers pasti tau dong apa itu TIM?? Taman Ismail Marzuki... Tempat yang jadi salah satu destinasi kota.
Nada yang gak mau ambil pusing pun memilih untuk diam dan menunggu aja apa yang akan dilakukan oleh Ghibran.
Setelah perjalanan, mereka berdua akhirnya sampai di tempat tujuan. Dan beruntung bagi Ghibran karena acara yang dia inginkan masih belum di mulai, lebih tepatnya sebentar lagi akan dimulai. Mungkin sekitar lima belas menit lagi.
Setelah memarkirkan motor nya di tempat parkir, dia langsung menarik Nada untuk masuk ke dalam. Dan Ghibran melangkah kan kaki nya ke suatu ruangan yang di dalamnya sudah cukup ramai.
Sedang kan Nada cuma bisa mengikuti langkah kaki Ghibran.
Dan ternyata tempat yang mereka tuju adalah planetarium... Kalian tau kan planetarium??
Lagi lagi Nada melongo dengan tujuan Ghibran. Mau apa mereka kesini?
"Ghib... Kita mau apa sih??" Nada kembali bertanya saat langkah mereka berhenti di depan pintu masuk.
Ghibran yang mendengar pertanyaan Nada menelengkan kepala nya. Dia tersenyum tipis. "Kan gue udah bilang mau ngajak lo liat bintang yang tersenyum. Dan gue mau ajak lo ke dua tempat dimana kita bisa melihat nya. Ini tempat pertama."
__ADS_1
Nada masih kebingungan. Tapi Ghibran buru buru mengatakan bahwa mereka berdua harus segera masuk ke dalam ruang planetarium itu.
Mereka lalu melangkah masuk kemudian mencari tempat duduk yang masih kosong. Dan tempat yang mereka dapatkan itu sedikit ujung di arah kiri dan ada di urutan depan.
"Jangan lupa matiin hp lo." kata Ghibran setelah mereka mendudukkan diri.
Nada lalu mematikan ponsel nya. "Lo enggak?" tanya Nada yang melihat Ghibran gak melakukan hal yang sama.
"Gue udah matiin hp dari tadi. Jadi Hp gue mah emang sejak tadi gak nyala." jawab Ghibran dengan santai.
......................
Mereka berdua kemudian duduk dengan tenang. Sebelum itu Ghibran sempat mengatakan untuk menikmati pemandangan yang akan ada nanti.
Dan gak lama kemudian pertunjukan yang indah pun dimulai...
Ghibran sejak tadi bukan memperhatikan penjelasan dari pihak tempat ini, malah terus menatap Nada yang terpesona. Dia hanya sekali kali mengedarkan mata nya ke atas kubah yang menampilkan berjuta bintang.
Tak lama berselang, Nada melihat tiga bintang yang berada di garis lurus, dia yang merasa gak tau nama dari bintang itu pun menoleh kan matanya ke samping dimana Ghibran duduk.
Dan itu membuat Ghibran sadar lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Wajah nya bersemu merah.
Tapi hal itu tak disadari oleh Nada karena dia terlalu fokus dengan hal yang terhampar di atas nya.
"Ghibran...." panggil Nada pelan sambil menoel tangan kanan Ghibran.
Ghibran kembali menghadap Nada. Dia menaikkan sebelah alis nya. Satu tangan nada menunjuk tiga bintang tadi. "Itu bintang apa??" tanya nya.
Ghibran lalu melihat bintang yang Nada tunjuk, tapi dia malah mengedikkan bahu tanda tak tau. Nada mendengus melihat nya.
Nada kembali melihat bintang bintang di atas sana, dan tanpa sadar itu membuat nya tersenyum.
__ADS_1
Tiba-tiba ia mendengar sebuah bisikan, dan itu adalah suara Ghibran yang ada tepat di daun telinga nya. "Gimana?? Bintang ini bisa membuat lo tersenyum, gue seneng liatnya."
Nada kembali melihat Ghibran, dan saat itu lah dia netra mereka bertemu. Hal itu menimbulkan efek dah dig dug di hati keduanya. Mereka masih terus bertatapan seolah masing-masing tersihir indah nya bola mata mereka.
Setelah cukup lama mereka saling pandang, Nada sadar lebih dulu dan memalingkan muka. Dia menetralkan pikiran nya yang sekarang serasa gak tentu.
"Kenapa lo ajak gue kesini??" tanya Nada pelan tanpa melihat Ghibran.
Ghibran tersenyum begitu pertanyaan Nada terlontar. "Lo adalah cewek yang berbeda. Karena itu lah gue ajak lo kesini agar lo tersenyum melihat keindahan langit di atas kita."
"kenapa lo bilang bintang tersenyum?" tanya Nada yang masih bingung dengan perkataan Ghibran sebelumnya.
"Karena bintang yang begitu indah ini terus tersenyum pada kita. Mereka bersinar tanpa peduli apa yang kita lakukan. Mereka terus bersinar meskipun cahaya nya kadang redup. Dan sinar itu menghadirkan senyum buat lo..." ucap Ghibran yang entah kenapa tiba tiba berfilosofi.
Nada kembali tersenyum mendengar perkataan Ghibran kali ini.
Mereka berdua pun kembali melihat kubah berjuta bintang itu.
Dan Nada sedikit mengambil pesan tersendiri dari pemandangan ini. Bintang.....
Bintang yang selalu hadir apapun keadaan nya. Bintang yang selalu memancarkan sinar nya memberikan kedamaian. Dan bintang yang menjadi saksi semua umat manusia.
Bintang yang hadir di balik gelap nya malam, menjadi bukti bahwa dibalik seluruh kesedihan, ada bahagia yang memanjakan. Ada sebuah kesabaran yang akan hadir dalam seluruh masalah.
Bintang yang tetap datang, meskipun dia tidak diperhatikan. Dan itu adalah sebuah janji semesta, kebahagiaan akan tetap hadir meski dipenuhi kepedihan.
Semangat Nada..... Aku akan menjadi bintang meski hanya untuk diri sendiri... Batin Nada menghayati pemikiran nya.
Nada memandang cowok disamping nya itu, dan saat itulah dia sadar, ada sebuah rasa dalam sebuah pertemuan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai dear readers.....
Maaf ya, beberapa hari lalu author gak up... Abis author malah keasyikan nonton film siii, sampe lupa kalo ada kisah yang harus dilanjutkan...
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...
__ADS_1