
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Malam kali ini, satu kisah akan segera terbeberkan.
Ghibran yang begitu penasaran dengan kisah tentang Bagas, mencoba terus mengorek nya dari Nada. Sedangkan Nada sendiri entah kenapa kali ini begitu mudah menceritakan kisah yang selama ini dia pendam itu.
Flashback
Usia Nada masih terlalu dini untuk kehilangan kasih sayang dari orang tuanya. Dan kini dia hanya tinggal berdua dengan kakak laki laki satu satunya ini.
Saat itu mungkin dia masih berusia sekitar sebelas tahun, sudah lewat beberapa bulan semenjak kecelakaan yang menimpa keluarga Nada.
Nada menghabiskan waktu untuk merenung dan selalu diam tanpa ekspresi. Dia berubah menjadi anak yang pendiam, murung, dan gak punya semangat hidup.
Kakak nya udah berusaha untuk mengembalikan keceriaan Nada. Tapi usaha itu sia sia.
Sampai suatu hari, dia sedang duduk di suatu taman. Tiba-tiba ada bola yang terlempar dan berhenti tepat di depan kakinya. Nada mengambil bila itu. Dan Nada menoleh kesana kemari, dan dia pun melihat seorang anak laki laki yang sekarang berjalan menghampiri nya.
"Gue tebak tuh anak yang namanya Bagas." kata Ghibran memotong cerita Nada.
Nada mengangguk mengiyakan.
Anak laki laki itu meminta bola yang sedang di pegang oleh Nada. Dan Nada cuma memberikan bola itu tanpa berkata apa-apa.
Dan melihat Nada yang memasang ekspresi sedih, anak itu malah melepas kan bola yang udah Nada berikan lalu dia duduk di samping Nada.
Dia menjulurkan tangan kanan nya sambil berkata, "Kenalin, nama aku Bagas. Kamu siapa?"
Nada hanya menatap uluran tangan Bagas tanpa berniat membalas nya. "Nada." kata Nada singkat.
Bagas itu termasuk tipe anak yang gak peduli dengan sekitar. Tapi kenapa saat dia melihat Nada, dia langsung menyapa? Tapi walaupun dia gak peduli dengan sekitar nya, dia adalah anak yang sangat ceria.
Bagas kemudian menarik lagi uluran tangan nya dan menatap ke depan. "Kamu kenapa? Kok kayak sedih sih?"
Nada kecil itu menghembuskan napas nya dengan perlahan. Lalu dia menjawab "Mama dan papa udah gak sama aku lagi. Jadi aku sedih."
__ADS_1
"Aku juga udah gak punya mama dan papa."
Nada kecil menoleh ke arah Bagas, dan raut wajah Bagas terlihat menjadi sendu. "Kemana?"
Bagas terdiam, "Kata kakak, mama udah bahagia di surga, jadi aku gk usah nyari mama. Tapi mama selalu ngeliat aku kok." jawaban simple dari seorang anak kecil yang jika orang dewasa mendengar nya, mereka pasti akan tersenyum.
"Terus papa kamu kemana?" tanya Nada lagi.
Bagas menggeleng. "Gak tau."
"Kok bisa gak tau?" tanya Nada.
"Waktu itu, papa pergi. Gak tau kemana. Jadi aku cuma tinggal sama mama, kakak, dan adik. Tapi.... Sekarang mama gak tinggal sama aku lagi."
Lalu tak lama, raut sendu itu hilang. Tergantikan sebuah senyum ceria. Nada diam melihat senyuman itu. Dia lalu ikut tersenyum tipis. Senyum pertama sejak kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya.
"Kalo mama sama papa kamu kemana? Na..... Na..... Na apa sih?...."
Nada tertawa kecil ketika Bagas kesulitan menyebutkan nama nya. Sementara itu, di bawah sebuah pohon gak jauh dari mereka duduk, seseorang memperhatikan tawa Nada yang udah lama gak dia dengar.
Orang itu adalah Kak Rey. Dan dia sangat senang karena akhirnya Nada mau sedikit membuka diri.
Nada mengangguk kan kepala nya. Dia lalu menjawab pertanyaan Bagas tadi.
"Mama dan papa ku udah jadi bintang di langit. Mereka udah ninggalin aku. Aku jadi gak punya siapa siapa..."
Bagas bangun dari duduk nya lalu mengambil bola yang tadi ia lepaskan. Kemudian dia pun duduk lagi di sebelah Nada.
"Kamu gak punya siapa siapa? Kakak ato adik?"
"Aku punya satu kakak."
"Terus kenapa kamu sedih? Kan masih ada kakak kamu yang sayang sama kamu. Kan mama papa kamu udah bahagia jadi bintang, masa kamu mau sedih terus sih? Nanti mama papa kamu sedih loh... Nanti bintang nya jadi enggak terang. Terus kan kasian kakak kamu. Kamu gak kasian? Kan dia juga udah gak ada mama papa.."
Nada merenung memikirkan kata kata yang diucapkan oleh seorang anak kecil seumur nya yang bahkan baru kali ini bertemu. Dan dia akhirnya sadar kalau dia masih memiliki seorang kakak yang selalu melakukan apa pun untuk nya.
Sejak saat itu, Nada dan Bagas sering bertemu di taman itu. Mereka saling berbagi cerita, dan sejak itu juga senyum ceria Nada kembali. Dan hal itu menjadi sebuah semangat baru untuk kakak Nada, Kak Rey.
__ADS_1
Dan Kak Rey juga gak pernah melarang Nada untuk berteman dengan anak lelaki, karena itu lah dia bebas berteman dengan Bagas.
Pertemuan pertama mereka itu mungkin saat Nada baru menginjak kelas enam.
Dan akhirnya, mereka pun menjadi sahabat yang tak pernah terpisah kan. Kemana pun selalu bersama, bahkan Bagas rela pindah sekolah supaya bisa satu sekolahan dengan sahabat baru nya itu.
Ghibran yang mendengar kisah pertemuan Nada itu pun cukup terharu. Dia menjadi sadar kalau laki laki yang bernama Bagas itu adalah seseorang yang membuat semangat Nada bangkit. Membuat Nada kembali ceria, dan membuat Nada melupakan kesedihan nya.
Hmmm, dia jadi berpikir, kalau Bagas adakah orang yang sangat berarti bagi Nada.
Ghibran menghela napas dengan kasar. Apakah dia punya kesempatan yang sama seperti Bagas? Apa Nada masih bisa menyediakan sedikit tempat di hati nya untuk Ghibran?
Sementara itu, Nada kini sedikit tersenyum tipis mengingat kembali pertemuan nya dengan Bagas.
"Jadi dia orang yang paling berharga buat lo?" tanya Ghibran memecah keheningan antara mereka yang tadi sempat sama sama terdiam dalam lamunan masing-masing.
"Yah, dia adalah orang yang bikin gue bangun dari keterpurukan dan membuat gue inget kalau masih ada orang yang sayang sama gue."
"Orang tua lo udah beneran pergi?" tanya Ghibran hati hati, takut menyinggung perasaan Nada.
Sedangkan Nada mendengar itu lagi lagi tersenyum tipis. "Mereka memang udah pergi. Tapi mereka selalu sama gue. Lihat ke atas Ghib,..." jawab Nada sambil menunjuk dua bintang yang begitu terang bersinar dan saling bersisian di satu arah.
Ghibran melihat ke arah yang Nada tunjukkan.
"Apapun yang terjadi, mereka selalu hadir di hati. Walau pun kita udah beda dunia, tapi gue yakin, mereka kini udah bersinar indah di surga. Jadi gue gak terlalu sedih lagi kalo inget mama papa. Gue udah ikhlas kok mereka pergi dari gue. Cuma......."
Senyum tipis Nada kali ini sedikit memudar.
"Cuma apa?" tanya Ghibran yang penasaran.
Eng ing eeeeeng........
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai dear readers.....
Semoga pada sehat ya....
__ADS_1
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...