Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Perdebatan


__ADS_3

*Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaa


Maaf yak kalo kalian gak suka.... Cya*...


...****************...


**Ting ting ting....


Bel tanda istirahat berbunyi nyaring**.


Anak anak yang lagi sibuk ngadem di kantin dan beberapa tempat lain itu pun segera pergi ke kelas masing-masing.


Nada, Mita dan Adan juga langsung menuju kelas mereka. Mereka bertiga jalan dengan santai.


Sedangkan Ghibran dan Rangga malah tergesa gesa. Karena guru yang selanjutnya ini lebih parah dari yang tadi. Dari pada disemprot karena telat masuk, mending cepet cepet kan....


Skip di kelas...


Pak guru yang masih cukup muda itu menjelaskan dengan rinci pelajaran fisika. Dan sekarang ini yang sedang di jelasin itu tentang cincin newton yang ditemukan oleh Isaac Newton.


"Jadi anak anak semua, siapa yang bisa memberi tahu bapak tentang substansi persoalan optik cincin Newton??" tanya Pak Zul, guru pelajaran fisika itu. Meskipun sebenarnya Pak Zul sendiri beranggapan gak akan ada murid nya yang bisa menjawab.


Satu menit.....


Dua menit.....


Gak ada yang mengacungkan tangan. Itu bikin Pak Zul cukup senang karena sekarang saatnya dia memamerkan kepintaran nya itu...


Dan di waktu Pak Zul tersenyum...


Seseorang mengacung kan tangan...


"Saya pak......"


Siapa dia?


Pak Zul langsung mendesis tak suka... Berani nya anak bocah yang menurut dia gak ngerti apa-apa tentang optik malah mau menjawab...


"Ya..." kata Pak Zul ramah, padahal sebenarnya mah dia udah mau marah... Karena penjelasan hebat yang bakal dia beri malah kejeda.


"Saya bisa...." kata murid itu datar dan tanpa ekspresi. Seketika, hawa kelas langsung berrrrrr..... Dingin....


"Apa kamu benar bisa atau hanya mencoba menjawab saja?" tanya Pak Zul meremehkan.


Sementara murid murid lainnya sibuk bolak balik melirik dari pak Zul dan murid yang menjawab itu.

__ADS_1


"Apa harus saya menjawab pertanyaan Bapak?"


Gileee, ni anak emang murid apa bukan si? Gue yang guru kok malah kena intimidasi dingin nya... Batin Pak Zul.


"Pak... Dia mau jawab tuh... Kenapa bapak malah nanya laen lagi sih....." kesal Adan.


"Saya hanya bertanya, bukan? Apakah itu masalah Syahdan?" kata nya dengan suara dan sorot mata tajam, kayak mau makan orang... 🤣


BRAKKKKK.....


Nada langsung menggebrak meja. Sontak semua yang ada di sana menoleh kearah dia. Termasuk Pak Zul.


Pak Zul merasa direndahkan oleh murid satu nya itu."Kenapa kamu justru menggebrak meja... Apa kamu sudah tidak menghargai saya yang masih ada di hadapan kalian?" katanya garang.


Nada memasang tampang dingin..


"Sejak kapan saya gak menghargai anda?"


"Lalu kenapa kamu malah....."


"KAPAN SAYA HARUS MENJAWAB PERTANYAAN PERTAMA ANDA!?" kata Nada membentak guru killer itu memotong omongan nya. Sedangkan guru yang dibentak itu malah langsung ciut nyalinya. Ck... Killer dari mana nya coba....


Gibran cuma geleng-geleng kepala ngeliat Nada yang begitu. Sementara Rangga malah inget waktu dia dimarahin Nada.


Mita dan Adan meneguk saliva dengan kasar, mereka berdua itu sahabat Nada sejak lama, jadi mereka tau Nada bakal marah. Makanya tadi Adan ngomong begitu ke Pak Zul, supaya Nada yang mau jawab pertanyaan tadi gak kepotong lagi.


"Ehem...." Pak Zul sedang menetralkan ekspresi nya yang tadi kaget setengah mati, "baik, apa yang bisa kamu jawab.."


Nada memasang senyum smirk... "Jadi maksudnya anda sebagai guru meremehkan saya yang hanya murid?"


Note.... Kelas sejak tadi tegang banget tuh yak... Gara gara perdebatan antara mereka...


"Kalau memang iya, apa kamu bermasalah dengan itu? Bukankah memang seharusnya kalian tidak mengerti persoalan ini, karena ini adalah persoalan tingkat kuliah.." katanya tanpa sadar


"Dengan begitu bapak mengatakan kalau bapak sendiri bodoh bukan?"


Mita paham betul sekarang ini Nada lagi mempermainkan si guru yang sok itu. Sejak dulu emang itu lah kebiasaan nya.


Adan malah liat perdebatan sengit mereka dengan santai... Soalnya dia tahu, bukan Nada yang bakal malu, tapi guru yang katanya killer itu.


Pak Zul keliatan banget udah marah campur malu dengan ucapan Nada. "Apa maksud kamu?!" tanya nya geram. Yang lain malah masih fokus jadi penonton yang baik.


"Bapak bilang ini persoalan tingkat anak kuliah, tapi kenapa anda malah mengajarkan nya pada murid SMA? Bukankah itu berarti bapak bodoh karena mengajarkan apa yang bukan pada tingkatan nya?" tanya Nada sarkas..


Skak mat....

__ADS_1


Pak Zul cuma diam membatu ngedenger ucapan Nada yang cukup tajam itu.


"Cukup debat nya..." kata Nada lagi begitu Pak Zul mau membuka mulut nya.


"Saya mau menjelaskan apa yang tadi bapak tanya kan."


" Substansi nya adalah Newton terang terangan berhasil membuktikan kesalahan teori warna yang dikemukakan Descartes dan Aristoteles, bahkan Robert Hook ketika itu. Perlu dicatat, Robert Hook mengadopsi teori cahaya berdasarkan filosofi mekanis Descartes dan mereka semua, ketiga orang itu menganggap warna punya spektrum yang terpisah pisah. Melalui optik cekung yang kemudian melahirkan dalil cincin, Newton membuktikan bahwa warna punya spektrum yang kontinyu dan spektrum warna sama sekali tidak dihasilkan oleh sifat sifat kaca, tapi semata mata produk dari sifat sifat hakiki cahaya." kata Nada panjang lebar.


Pak Zul yang sejak tadi meremehkan pun malah bungkam.


Ghibran diam mendengar kan. Dia juga tambah kagum dengan jawaban Nada yang begitu sistematis.


Tapi Nada belum puas....


"Newton mengatakan, kecuali kalau bapak ingin menyangkal manuskrip ilmiah yang tak terbantahkan selama lima ratus tahun, bahwa tebal tipis nya partikel transparan menentukan warna yang dipantulkan nya. Itulah persamaan ketebalan lapisan udara antar optik sebagai dalil utama warna cincin." tambah nada yang keliatan nya baru cukup puas.


" Bagaimana pak? Apa jawaban saya kurang memuaskan anda?"


Pak Zul cuma bisa terpaku.


" Saya katakan pada anda pak... Sebagai seorang guru yang menjadi teladan, tidak seharusnya anda bersikap meremehkan kami. Seharusnya anda memberi kami dukungan dan membuat kami tidak down semangat. Bukan malah menghancurkan semangat yang sedang kami bina. Apa anda tidak memiliki sifat seorang guru sehingga bisa bersikap menyebalkan seperti sekarang ini?" tanya Nada kembali dengan intonasi yang cukup bisa membuat guru itu langsung terhenyak.


Pak Zul langsung keluar dari kelas tanpa bicara apa apa lagi. Kelihatannya dia benar-benar malu di ceramahi oleh anak muridnya.


Nada puas ama reaksi guru itu.


" Gila Nad.... Sumpah tadi lo keren abis...." kata Adan memecah keheningan setelah guru itu pergi.


"Ice Face.... You are the Best.... Lo tau gak sih kita tuh paling males liat gaya sok nya tuh guru.. Lo hebat banget tadi...." puji seorang murid cowok yang kebetulan ketua kelas.


Satu kelas itu segera sibuk ngasih pujian pada Nada.


"Biasa aja....." kata Nada balik ke mode dingin nya....


Ghibran cuma merhatiin sikap dan gerak gerik Nada....


Dan gak lama kemudian, bel pergantian pelajaran pun berbunyi. Gak lama masuk seorang guru cewek yang langsung mengajar.


Dan kali ini.... Pelajaran pun tanpa ada hambatan...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo dear readers ku sekalian.... Semoga kalian suka ya.....


Jangan lupa pencet jempol, dan terus pantengin kisah mereka....

__ADS_1


Love you all.... ❤️❤️❤️💕


__ADS_2