Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Hmmmm.....


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Lanjut yaaaa......


......................


Nada membulat kan mata mendengar ajakan Ghibran yang bagi nya kedengaran gak masuk akal itu.


Pergi ke puncak, berdua?


Nada menabok kepala Ghibran dengan sangat kencang. "Lo udah sarap ya?"


"Adududuh.... Sadis amat sih situ mbak... Mau gak?" kata Ghibran sambil mengelus kepala nya yang tadi kena tabok Nada. Dan tak lupa dia juga menaik turunkan alisnya.


Nada makin melotot dengan ucapan Ghibran. "OOOGAAAH....." teriak Nada seraya langsung mengambil langkah kaki seribu keluar dari parkiran sekolah itu.


Ghibran tersenyum tipis melihat kepergian Nada, dia merasa lega karena ancaman papanya untuk menjauh kan dia dari Nada kalau Nada menerima ajakan nya ini gak akan pernah terlaksana.


Sekarang tinggal rencana ajakan ke dua. Kata Ghibran dalam hati lalu naik ke motor ninja hitam kesayangan nya itu kemudian ia pun meluncur meninggalkan sekolah.


Ghibran yang tadinya mau mengajak Nada pulang bersama pun urung karena melihat Nada yang udah masuk ke dalam sebuah mobil Ferrari putih dan lalu mobil itu melaju.


Ghibran yakin kalau itu adalah kakak nya Nada yang pasti nya menjemput.


......................


Di dalam mobil, Nada mendumel kesal karena ajakan Ghibran yang membuat nya sebal itu.


Kak Rey yang duduk di samping Nada sambil memegang kemudi setir pun menyadari raut kesal adiknya itu. Dan itu membuat kak Rey terkekeh pelan.


Nada memalingkan wajah nya ke arah kak Rey yang masih tertawa. Tawa kak Rey membikin Nada malah jadi tambah cemberut.


"Kakak ngapain ketawa sih?!" tanya Nada ketus.


"Kakak lucu liat muka kamu yang cemberut itu. Kenapa sih? Ada masalah?" tanya kak Rey yang meski pun terkekeh tapi tetap terkesan perhatian pada adiknya.


Nada mengalih kan pandangan nya ke luar jendela mobil. "Enggak."


"Ayok lah... Cerita sini ama kakak. Keliatan banget muka kamu yang kusut gitu. Kayak baju yang gak di setrika aja."


"Hmmm..... Cerita gak yaaa?" kata Nada sedikit menggoda kakak nya.

__ADS_1


Tapi dia gak berani melanjutkan nya karena pas dia melirik kakaknya, kak Rey malah menatap tajam dan membuat Nada meneguk saliva dengan kasar.


"Hehehe... Peace kak... Jangan marah napa.... Serem bener..." Nada mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya ke atas membentuk huruf v.


"Kenapa, hmmm? Ada yang ganggu adek kakak ini di sekolah? Atau ada yang naksir?" sekarang malah kak Rey yang balik menggoda Nada, dan itu membuat wajah nada blushing...


"Aciecie.... Ada yang naksir nih yeee....."


"Ck. Kakak ngeselin.... Siapa juga coba... Gak ada tuh yang naksir Nada, orang Nada aja jarang ngobrol ama temen sekelas." kata Nada sebal.


"Ya udah deh... Iya iya... Sok mangga eneng nek carita naon? Sok ku akang di dangukeun...."


"Eleh eleh.... Sok sok-an sunda ceritanya mah... Nada gak mau cerita ah. Kakak nya nyebelin. Belum tentu juga di dengerin..."


"Lah malah pundung ini bocah...."


"Kakak gak asik. Masa Nada di sebut bocah..."


"Iya dah iya... Kakak salah daaah.... Udah ah. Buru cerita.. Mumpung kakak berbaik hati mau dengerin.." ucap kak Rey yang mengakhiri perdebatan unfaedah mereka berdua.


"Tapi dengerin nya yang bener...." kata Nada sambil melirik tajam dan di balas anggukan dari kak Rey.


Nada menceritakan kejadian sejak pagi tadi... Dan kak Rey dengan setia mendengar kan nya.


Akibat mobil yang berhenti tanpa aba aba, Nada jadi kejedot ke depan dan itu meninggalkan bekas berwarna merah... "Kakak..... Kalo mau berhenti tuh bilang dulu napa...."


Kak Rey cuma cengengesan gak jelas melihat adik nya yang ngedumel gara gara kelakuan nya itu.


"Terus kamu terima gitu ajakan tuh orang? Kamu mau gitu pergi ke puncak berdua ama dia? Emang siapa yang ngajakin kamu kayak gitu?" kak Rey bertanya dengan cepat.


Nada mengambil tisu yang tersedia di dashboard mobil dan menjejal kan nya ke mulut kakaknya supaya berhenti ngerap.


" Satu satu nanyain nya...pertama, ya Nada gak terima lah ajakan nya. Yang kedua, ogaaaah. Trus, yang ngajak nya tuh si Ghibran."


"Aphhuh... Aphhuh...." kak Rey membuang tisu yang ada di mulut nya sambil mendengus kesal. Tapi saat kak Rey mendengar nama Ghibran, dia jadi teringat cowok yang pernah bilang kalo dia akan mengajak Nada pas di Cafe itu.


"Bentar.. Jangan bilang kalo yang ngajak kamu itu orang yang sama ama yang sebelumnya ke Cafe dan ngobrol ama kakak."


Nada menjentikkan jari nya, tanda kalau ucapan kakak nya itu emang bener. "Yups..... Betul sekali... Selamat... Anda mendapat kan hadiah mengurus Cafe dengan lebih semangat karena kata-kata anda itu benar sekali..." ucap Nada sambil tertawa.


"Yaelah... Dikira lagi maen tebak tebakan kali ya.." kata kak Rey kemudian mengacak acak rambut Nada lalu menjitak nya.


"Yaak... Kak Reeeeeey....... Napa Ada malah di jitak....." teriak Nada lalu merapihkan rambutnya yang berantakan karena ulah kakaknya itu.

__ADS_1


Kak Rey tertawa terbahak bahak melihat hal tersebut.


Tapi dalam hati dia berseru senang, karena adiknya yang sebelumnya agak dingin kini kembali lagi keceriaan nya meskipun sedikit demi sedikit.


Kak Rey kembali melanjutkan perjalanan pulang yang tadi tertunda karna kekagetan nya.


Lalu mereka berdua pun larut dalam kegiatan nya masing masing. Nada yang membuka ponsel dan mengotak atik nya, dan kak Rey yang kembali menyetir sambil berpikir tentang cowok yang diceritakan Nada dan pernah bertemu dengan nya itu.


Hmmm......


Seperti nya cowok yang bernama Ghibran itu cukup bisa membuat adik kecil ku ini melupakan kesedihan nya. Semoga dia bisa mengembalikan keceriaan adikku yang sudah lama hilang ini. Aku yakin dia adalah tipe orang yang baik dan bisa di percaya... Kak Rey terus membatin di dalam hati.


Tapi kenapa dia mengajak adik ku bermalam di puncak? Apa dia berniat yang tidak tidak? Tapi dari raut wajahnya dia terlihat seperti anak yang baik. Dan kalau pun dia ada niat buruk, kan harus nya gak minta izin dulu pada ku untuk mengajak Nada pergi. Akh... Sudah lah... Mungkin dia punya sebuah rencana tersendiri. Kak Rey masih sibuk dengan batinan nya.


Nada yang merasa ada keanehan, melirik ke luar jendela, dan dia lalu kembali melirik kakak nya sambil mendelik. Tak lama dia tersenyum misterius sebab timbul ide jail nya.


1


2


3


..... Dan.....


"KAKAAAAAAK....." Nada berteriak tepat di telinga kakaknya.


Membuat kakaknya lagi lagi menghentikan mobil dengan tiba-tiba, tapi kali ini Nada sudah siap dan tidak terbentur lagi.


Kak Rey mengelus elus kuping nya, "apaan sih..."


"Cafe udah kelewat 100 meter tauuu"


"Eheheh..." kak Rey lalu memutar balik arah mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai semuanya...


Sorry yaaa, kalo cerita author ini agak gaje...


Author aja pusing mo nulis apa... Wkwkwkwk..


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.

__ADS_1


Love you, see you in the next episode... Babay...


__ADS_2