
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Hari minggu pagi....
Nada memilih untuk berlari pagi di sekitar rumah nya sendirian. Dia gak mengajak kakak nya. Karena sang kakak terlihat begitu kelelahan sebab semalam begadang menunggu nya pulang.
Apalagi dua sohib nya yang rumah mereka jauh dari rumah nya.
Dengan memakai celana training warna biru tua dan kaos lengan pendek warna biru muda, dia memulai jogging nya kali ini.
Gak lupa dia pun membawa earphone berwarna putih yang terpasang di kedua telinga nya. Dan ponsel nya dia simpan di dalam kantung celana training yang dia pakai.
Dia juga mengikat rambut nya dengan ikat ekor kuda. Tanpa make up, hanya memakai bedak tipis di wajahnya.
Dia melakukan jogging di sekitar rumah sambil berkeliling melihat lihat. Sebab dia udah lama gak memperhatikan jalanan yang sering dia lewati itu.
Dulu saat Bagas masih ada di sampingnya, mereka berdua selalu menyempatkan diri untuk jogging bersama. Dan bahkan melewati kompleks sekitaran rumah nya. Atau kadang mereka jogging nya di perumahan tempat Bagas tinggal.
Kadang mereka akan saling kejar kejaran dan saling menangkap. Membuat orang orang yang ada di sekeliling mereka harus memberi jalan lebih luas untuk mereka.
Nada menghela napas pedih saat dia mengingat masa lalu yang sangat indah dalam kenangan nya itu.
Saat itu, dia bebas mau melakukan apa pun dengan Bagas. Tapi sekarang?? Dia hanya bisa mengenang semua itu dalam khayalan semu.
Nada akhirnya memaksa kan diri untuk tersenyum tipis. Merelakan itu memang gak mudah. Apalagi bagi nya yang udah kehilangan orang yang dia sayang.
Nada melirik sekitar.
Gak beda jauh dengan dulu saat masih ada Bagas. Hanya ada beberapa rumah yang bertambah di sini. Kata Nada dalam hati. Dia merasa kembali ke masa silam dan di samping nya ada Bagas yang berjalan santai.
Tapi saat dia menoleh ke sampingnya, di mana dia berpikir bahwa disitu ada kekasih masa lalu nya itu, dia lalu sadar. Bagas gak ada di sini.
Nada menggeleng kan kepala nya dengan pelan. Sadar Naaaad..... Dia udah gak bakal balik lagi ke eloooo... Nada kembali membatin.
Dan tanpa sadar dia malah berjalan lebih jauh dari yang dia rencana kan. Dia berlari lari kecil melewati batas batas perumahan mewah yang dia tinggali. Dan dia gak sadar kalau dia udah keluar dari kompleks.
__ADS_1
Nada masih sibuk berlari kecil sambil melamun.
Tapi lama kelamaan dia melihat lihat tempat nya kini berjalan dengan bingung. Dimana ini?? Perasaan belum keluar kompleks deh...
Saat dia melirik sekitar.. Dia bingung dengan keadaan sekitar yang dia tau bukan kompleks perumahan nya. Dan dia pun menepuk dahi nya dengan sebal.
Nada menghentikan langkah kaki nya. Dengan napas yang masih teratur, dia kembali melirik sekitar, dia mencari toko kecil atau warung pinggir jalan. Dia berniat untuk membeli air mineral karena merasa haus.
Ya udah lah... Toh udah kepalang lewat juga kan... Sekalian aja lah ke taman deket sini. Dia berpikir begitu.
Nada memang bisa dibilang termasuk keluarga yang berada. Meski pun mereka hanya tinggal berdua. Dia dan kak Rey. Tapi walau begitu, dia gak di ajarkan untuk berlebihan dalam banyak hal.
Bagi nya, selagi ada di tempat yang sederhana, kenapa harus ke tempat yang besar??
Dia melihat kesana kemari. Tapi nihil, gak ada warung pinggiran di sekitar nya. Dia menghembus kan napas nya dengan kesal. Pipi nya menggembung.
Beberapa orang yang kebetulan melewati nya pun hanya bisa menahan diri supaya gak tertawa karena melihat pipi gembung nya yang membuat wajah Nada terlihat menggemaskan.
Tapi ada seseorang yang seperti nya gak bisa menahan diri nya melihat keimutan Nada yang sebenarnya jarang sekali terjadi itu.
Seorang bocah lelaki yang mungkin berusia tujuh tahunan menghampiri nya dengan wajah berbinar.
"Kakak cantiiiiik....." panggil bocah dengan baju kaos berwarna kuning itu begitu ada di hadapan Nada.
Melihat bocah itu, Nada pun berjongkok dan menyejajarkan tinggi badan nya dengan anak itu.
"Kenapa adek manis??" tanya Nada ramah. Sekarang ini, gak ada intonasi suara yang dingin dari nya. Mungkin Nada sedang merasa senang...
Bocah kecil itu mengerjap ngerjap kan mata nya dengan lucu. Dan hal itu berhasil membuat Nada tertawa ringan.
"Siapa nama kamu, adik manis??" tanya Nada dengan senyum di bibir nya.
"Aku Kepin.... Kakak cantik panggil aja adek tampan..." jawab bocah bernama Kevin itu.
"Nama yang manis... Kamu sama siapa ke sini nya??" tanya Nada lagi sambil mengelus rambut cepak Kevin dengan lembut.
"Kepin sama abang...." jawab Kevin lagi dengan raut wajah nya yang polos.
"Sekarang abang nya ada di mana?" lagi lagi Nada bertanya.
Tapi kali ini Kevin menjawab nya dengan gelengan kecil. "Endak tau.... Abang nya ilang kecebur got kali.." ucap nya dengan raut tak bersalah.
__ADS_1
Nada tertawa kembali. Kali ini sedikit lebih kencang dari sebelumnya.
Di saat dia masih tertawa itu, ada sebuah tangan yang menjewer telinga kiri bocah di depan nya itu. Membuat bocah tujuh tahunan itu meringis dan mengatakan sakit berkali-kali.
Nada mendongak melihat siapa yang menjewer bocah manis ini.
Dan terlihat lah seorang cowok yang seumur dengan nya. Mungkin lebih tua sedikit kali yaaa... Dia memakai sweater hijau dan celana levis hitam pekat. Dia masih setia menjewer Kevin dan menampilkan raut wajah yang garang, galak.
"Heeei..." kata Nada yang langsung berdiri dan berniat melepas kan tangan cowok itu.
Tapi belum juga dia menarik tangan si cowok, dia malah mendengar suara bass nya yang memarahi bocah yang dia jewer itu.
"Bagus yaaaa. Abang cariin di mana mana.. Tau nya ada di sini, bilang apa tadi?? Abang kecebur got?? Waah.. Ngajak war lu ya dek..."
"Aaaaa..... Abang... Ampun bangggg..... Endak gitu lagi deh.... Endak gitu lagi...." Kevin meringis karena tangan cowok yang seperti nya adalah abang nya itu masih bertengger di telinga nya.
"Apaan... Enggak lagi enggak lagi... Kebiasaan ya... Numpahin abang nya yang jelek jelek mulu...." cowok itu malah makin mengeras kan jeweran nya.
Nada yang sejak tadi masih stay nyimak pun menghentikan perdebatan adik kakak itu...
"Duh.... Itu kasian si Kevin nya... Lepas dulu... Hadeeeeuh... Abang yang gak berperikeabangan...." ucap Nada sambil menggeleng geleng kan kepala nya.
Mendengar suara dari orang yang ada di hadapan nya, dia pun melepas kan jeweran itu dan menatap Nada dengan aura mengintimidasi.... Takut penculik anak kali yak.. Wkwkwkwk..
Nada malah merinding dengan tatapan yang tajam itu. "Slow ..... Kenalin... Nama gue Nada... Lo siapa??" tanya Nada kali ini mengawali perkenalan.
"Nama gue........"
Siapa yaaaa.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai....
Sorry ya dear kemarin gak up...
Biasa lah ya... Author tuh lagi sibuk.... 🤣 🤣 🤣
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...
__ADS_1