
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Setelah cukup lama, pertunjukan bintang itu pun akhirnya selesai juga. Nada merenggang kan tangan nya ke atas dan sedikit memutar mutar kepala nya ke kiri dan ke kanan.
Ghibran yang melihat itu di samping Nada cuma menggeleng kan kepala dengan pelan. Dia sendiri segera berdiri dan mengajak Nada untuk keluar dari ruang planetarium itu.
Nada tertegun melihat sebuah tangan yang terjulur tepat di depan muka nya. Dan tangan siapa lagi itu kalau bukan tangan Ghibran.
Entah kenapa Nada merasa gak bisa menolak uluran tangan Ghibran itu, mungkin karena dia sudah merasa nyaman dengan apa yang Ghibran lakukan.
Bisakah aku membuka hati untuk nya?? Tanya Nada dalam hati sambil menyambut uluran tangan Ghibran dan bangun dari duduk nya. Dia gak mengerti dengan apa yang sedang dia alami kini.
Di satu sisi, dia masih memiliki rasa yang tertinggal untuk orang yang paling dia sayang. Tapi di sisi lain, muncul sebuah rasa yang dia pun entah bagaimana mau menanggapi nya.
Mereka berdua segera berjalan keluar diantara orang lain yang juga ikut berbaris menuju pintu.
Nada melirik jam yang melingkar indah di tangan nya, dan jarum jam itu menunjukkan bahwa sekarang sudah waktunya dia harus pulang.
Setelah berjalan keluar dari gedung itu, mereka berdua lalu pergi ke parkiran dan segera kembali meluncur meninggalkan TIM.
Nada menepuk bahu Ghibran, dan Ghibran pun menoleh ke belakang nya, dia melihat Nada dengan tatapan bertanya.
"Pulang sekarang ya, ini udah malem. Gue takut kakak gue nyariin." kata Nada menjawab pertanyaan isyarat Ghibran tadi.
Tapi Ghibran malah menggeleng. Dan hal itu membuat Nada malah berfikir kalau Ghibran gak mendengar apa yang dia ucapkan. Dia akhirnya mendengus kesal.
Sebenarnya bukan Ghibran yang gak mendengar perkataan Nada, tapi dia menggeleng memang karena setelah ini dia mau mengajak Nada ke sebuah tempat lain yang udah dia siapkan.
Akhirnya selama perjalanan ke dua ini mereka gak banyak berbicara, Ghibran yang lebih fokus mengendarai motor nya, dan Nada yang malah sedikit melamun.
Nada melirik jalanan sekitar, dan dia mengernyit heran, karena jalan ini bukan lah jalan yang akan dia lalui untuk pulang ke Cafe.
Nada lalu menarik jaket Ghibran yang sangat dang dipakai. Merasa kalau pakaian nya ditarik tarik oleh cewek yang kini duduk di belakang nya itu, dia pun kembali menoleh sedikit karena juga harus memfokuskan matanya ke jalan.
"Kenapa Nad??" tanya Ghibran sediagak berteriak takut Nada tidak mendengar pertanyaan nya.
"Ini mau kemana?" tanya Nada.
__ADS_1
"Paaan??"
"Kita mau ke mana??" kata Nada lebih kencang dari yang tadi.
Ghibran tersenyum kecil karena pertanyaan Nada itu gak bakal dia jawab.
Nada yang kesal sebab gak dijawab pun menarik jaket Ghibran lebih kencang. Dan itu malah membuat Ghibran menghentikan laju motor nya di pinggir jalan yang terlihat sepi.
Hal itu membuat Nada jadi berpikir yang tidak tidak dan beranggapan Ghibran mau melakukan sesuatu yang diluar batas. Karena berpikir seperti itu, diam diam Nada mengepalkan satu tangan di belakang badan nya dan bersiap untuk meninju Ghibran.
Dirasa tangan Nada udah cukup gatal, dia pun langsung memberikan sebuah bogeman mentah di pundak Ghibran. Membuat Ghibran kini ada dalam posisi terjatuh dari motor karena pukulan nada itu bukan main main.
Ghibran melotot kaget dengan perilaku Nada yang satu ini. Kenapa gue dipukul?? Tanya Ghibran dalam hati sambil meringis dan mengusap usap pelan pundak nya yang terasa nyeri.
"Kenapa Lo......."
Belum juga Ghibran selesai dengan perkataan nya, dia kembali mendapatkan pukulan yang lumayan keras di wajah nya. Dan itu masih di lakukan oleh Nada.
Shiiit..... Damn.... Maki Ghibran dalam hati.
Dia pun bangun dan melihat Nada yang malah sangat santai setelah menonjok Ghibran tanpa perasaan tadi.
"Ngapa lo pukul gue, Nada??" tanya Ghibran penuh penekanan.
"Ngapa lo??" ucap Nada ngegas.
"**** dah.... Sakit Nad.... Lu kenapa sih?" Ghibran kembali bertanya sambil meringis memegang pipi nya yang sekarang pasti asa memar nya.
"Salah lo ndiri. Ngapain bawa gue ke tempat sepi hah.?? Lo mau culik gue? Atau mau yang enggak enggak?" tanya Nada bertubi tubi.
''Pikiran lo kejauhan..." kata Ghibran setelah mengerti apa yang dia alami sekarang ini. "Gue tuh berhenti gara gara lo yang narik narik jaket gue. Harus nya tuh gue tanya, lo kenapa narik gue? Lah belom juga ngomong udah ditampol duluan." kali ini Ghibran lah yang ngegas.
Mendengar apa yang di katakan Ghibran, Nada jadi agak merasa bersalah. Karena dia main mukul Ghibran tanpa mendengar alasan Ghibran berhenti di sini.
" Sorry ya, gue malah asal pukul lo. Mana mukul nya tadi kenceng banget lagi." ucap Nada menunduk.
Ghibran menarik napas panjang lalu membuang nya.
"Gini yah Nad, gue tuh berhenti sebab lo narik jaket gue. Bukan maksud gue ini tujuan kita selanjutnya."
__ADS_1
"Tapi gue mau pulang. Gimana kalo kakak gue khawatir gue belom pulang juga.?"
"Ck.... Lo tuh... Udah lah... Tenang aja, kakak lo gak bakal nyari. Gue udah bilang buat ajak lo ampe malem. Nanti gue anter pulang kok. Tapi sekarang ikut gue dulu."
Nada menaikkan satu alis nya. "Kemana lagi??" tanya Nada.
"Jangan dulu bahas kemana.... Masalah sekarang ini muka gue gimana Nad.... Sakit nih..." kata Ghibran.
Nada mengedarkan pandangan. Dan dia melihat ada kursi panjang di bagian yang cukup dekat dengan mereka.
Nada pun menarik Ghibran dengan lembut karena takut Ghibran kesakitan lagi. Dia membawa Ghibran untuk duduk di kursi itu.
Dan setelah mereka duduk di sana, Nada mengusap usap pelan pipi Ghibran yang memang sekarang ada bekas kebiruan akibat dari tonjokan nya tadi.
Ghibran yang di perlakukan seperti itu pun tersenyum tipis. Dan dia merasa kalau wajahnya kini memerah. Apa lagi wajah itu sedang diusap Nada. Ada untung nya juga gue di tonjok. Meskipun sakit siih...
"Sorry ya, gue gak tau lo berhenti in motor lo gegara mau nanya gue." kata Nada yang masih merasa bersalah.
"Gak apa-apa. Lagian ada untung nya juga sih gue di tonjok elo.." kata Ghibran.
Nada yang mendengar itu mengernyit. "Untung??"
"Kan gue jadi bisa di elus elus sama elo..." ucap Ghibran kemudian sambil tersenyum kepada Nada.
Ucapan Ghibran yang membuat wajah Nada memanas dan blushing...
Dia memalingkan mata. Dan karena gak fokus, Nada malah menekan bekas pukulan itu dengan keras.. Dan itu membuat Ghibran meringis lagi.
" Auuw....."
Nada buru buru menoleh dan seketika pandangan mereka berdua kembali bertemu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai dear readers....
Sorry ya kalo cerita bikinan author gak seru atau gak sesuai dengan selera kalian.
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
__ADS_1
Love you, see you in the next episode... Babay...