Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Masih flashback....


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Biasa kan like sebelum membaca


......................


"Cuma......." ucap Nada yang kali ini terjeda oleh helaan napas yang cukup panjang.


Ghibran dengan setia masih mendengar kan setiap inci kisah yang malam ini Nada beberkan.


Ucapan Nada yang tergantung lama itu pun membuat rasa penasaran Ghibran semakin besar. Dengan gak sabar nya dia memotong dan mengkode agar Nada segera melanjutkan cerita nya.


"Cuma apa?"


Nada menggeleng pelan.


Ghibran mengerut kan kening. "Kenapa?"


"Gue belum bisa ikhlas dengan kepergian satu orang." ucap Nada yang lagi lagi menggantung.


"Siapa?" tanya Ghibran agak lirih.


Flashback lagi......


Nada dan Bagas menjadi sahabat yang gak pernah terpisah sejak saat itu. Dan di waktu mereka masuk ke SMP, di sana lah kedua nya berteman dengan Mita dan Adan.


Nada yang kurang melakukan sosialisasi dengan teman sekitar pun mulai kembali membuka diri dan bisa bermain dengan yang lain. Dan karena Nada bukan tipe orang yang bisa dengan mudah dekat dengan seseorang, maka yang bisa menjadi teman dekat nya hanya tiga orang yang selalu bersama nya itu.


Nada, Bagas, Mita, dan Adan. Mereka masing-masing mulai merajut asa bersama sama. Mereka bermimpi bisa pergi ke penjuru dunia dan mengelilingi dunia bersama.


Empat orang yang sejak bertemu sudah jadi teman baik dan sahabat sejati.


Sejak mereka berempat menjadi sahabat, mereka selalu menguatkan salah satu jika ada yang sedang sedih, atau sedang mengalami masalah.


Dan saat mereka mulai memasuki kelas dua SMP, kenakalan mereka semakin muncul.


Mereka adalah anak bar bar yang sudah diketahui oleh para guru, para biang onar.


Kak Rey bukan nya gak melarang Nada berbuat nakal, tapi sayang nya memang Nada yang susah di beri nasihat.


Tapi yang membuat Kak Rey gak bisa terlalu mengekang Nada dalam kenakalan nya itu, karena Nada adalah anak yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dia lakukan.


Setiap hari, Nada akan menceritakan tentang dia yang berbuat ulah dan dihukum bersama para bestie nya. Dan Nada pasti menepati hukuman yang para guru berikan.


Waktu itu, mereka berempat baru saja pulang dari sekolah setelah jam lima sore. Karena mereka habis dihukum membersihkan toilet seluruh sekolah seharian, sebab mereka lagi lagi membuat ulah.

__ADS_1


Nada yang pulang di bonceng oleh Bagas dan Mita di bonceng oleh Adan.


Di sebuah jalanan yang cukup ramai, Bagas dengan iseng nya malah menghentikan motor yang mereka kendarai. Dan itu membuat Adan yang ada di belakang mereka ikut menginjak rem.


Nada dan Mita saling tatap.


Mereka berdua heran, kenapa mereka malah berhenti di sini? Sedangkan tempat ini sangat ramai.


Bagas menarik Nada agar turun dari motor dan menghampiri orang orang yang sedang berkerumun.


Nada bertanya heran pada Bagas, "Agas... (panggilan Nada untuk Bagas.) kita ngapain kesini. Serem itu orang orang... Mana pada galak lagi kayak nya..." ucap Nada sambil bergidik ngeri melihat orang yang ada di sana kebanyakan bertubuh besar dan memiliki muka yang sangar.


Sementara itu, Mita dan Adan hanya mengikuti langkah dua orang di depan mereka itu tanpa bertanya apa apa. Mereka berpikir, toh gak ada rugi nya juga kan??


Mereka berempat akhirnya makin mendekati salah satu orang yang terlihat lebih muda dari pada yang lain.


"Misi kak..." kata Bagas saat sudah ada di hadapan orang itu.


Dan orang yang sedang sibuk dengan urusan nya di dunia maya itu pun mendongak kan kepala nya, dia melihat tiga anak SMP berdiri di depan nya.


"Kenapa dek?" tanya nya..


"Ini pada ngapain disini? Kok rame banget?"


Nada hanya jadi pendengar tanpa mau ikut dalam pembicaraan kedua nya.


"Ooh, ini pada mau balapan. Tapi sekarang yang awal. Tub yang pada balapan nya ada di sana" kata nya menunjuk orang orang yang sedang ada di garis start.


Yang Bagas ajak bicara itu tertawa pelan.


"Ini yang pada anak sekolah mau balap. Katanya sih kalo malem mereka lagi gak bisa. Jadi nya ya pada sekarang balap nya."


"Ooowh,..." Bagas mengangguk angguk.


Nada menarik narik tangan Bagas yang sejak tadi masih menggenggam tangan nya. Dan itu membuat Bagas menoleh. Bagas lalu menaikkan satu alis.


"Kita kapan pulang?? Ngapain masih di sini?" tanya Nada sedikit berbisik.


Bukan nya menjawab pertanyaan Nada, Bagas malah menoleh ke arah orang orang yang sudah siap untuk balapan.


"Ntar dulu ya Naaad,...." jawab Bagas. Dia lalu kembali mengalih kan pandangan nya ke orang di hadapan nya. "Mmm, kak....." ucapan Bagas terhenti saat dia sadar kalo dia gak tau nama orang itu.


"Panggil aja gue Bang Adi...."


"Iya.... Bang Adi,.... Kalo saya mau ikut balap boleh gak?"


Kata kata Bagas itu membuat Nada melotot kaget. Dia memukul lengan Bagas untuk menyadarkan nya. Dan Bagas cuma meringis pelan tanpa mengharukan pukulan Nada itu.

__ADS_1


Di belakang nya, Adan dan Mita ikut terkejut dengan keinginan Bagas yang tiba-tiba ini.


Ya gimana gak tiba-tiba? Mereka kan sekarang ini berniat untuk pulang ke rumah karena kelelahan habis menjalani hukuman. Lah ini malah mau ikutan balap.


Tapi Bagas gak peduli kalo dia baru di hukum. Toh dia gak merasa lelah.


Dan Bagas malah mengatakan kalau mereka emang gak mau mengikuti hal yang dia mau saat ini, ya mereka tinggal pulang dan tidur di rumah masing masing.


"Tega banget lu leeee,,,, gak kasian apa ama anak mu yang menunggu di rumah? Mereka nungguin lu yang bakal pulang bawa makanan looh...." ucap Adan men drama.


Bagas mendecih malas.


"Kebanyakan nonton drama indosiar lu bulan Ramadhan... Mana ada gue punya anak..." ucap Bagas ketus.


"Loh... Terus yang kemaren itu anak siapa? Gak mungkin kaaan, lu nyolong anak tetangga" kata Adan lagi sambil senyum mengejek.


Bagas menjitak kepala Adan yang malah memamerkan wajah nya dengan tampang gak berdosa.


"Puft....." Nada dan Mita menahan tawa mendengar perdebatan gak bermutu dari dua orang yang sama sengklek nya itu.


"Ketawa aja gak papa... Suer dah demi alek gue mah gak papa... Lu pada jelek kalo nahan tawa..." kata Bagas begitu menyadari ekspresi dua sohib cewek nya yang masih menahan diri supaya gak tertawa.


Dan akhirnya tawa Mita yang pecah lebih dulu. Lalu di sambung dengan suara Nada yang cempreng tepat di dekat telinga nya.


Bagas mendengus sebal." Huuh... Dasar Nada dering.... Amita bachan...."


"Dasar tabung gas tiga kiloo...." kata Nada dan Mita secara bersamaan.


Kali ini Adan yang tertawa ketika Bagas menyebutkan olokan nama mereka. Yaaa, itu adalah olok olok yang mereka buat sendiri.


Bulan Ramadhan.... Syahdan/Adan.


Amita bachan...... Mita


Nada dering.... Nada


Tabung gas tiga kilo... Bagas


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai dear readers semua...


Maaf nih ya, kemarin tuh author mau up, eh gak bisa kebuka dong.... Author kira hp author nya yang ada masalah.


Eh ternyata.... Author nya abis kuota.. Wkwkwkwk..


And makasih nih ya, buat para readers yang masih setia nungguin up nya kisah mereka.... Maaf banget aku sering nge gantung cerita. Maklum lah... Kadang otak thor nya lagi gak bisa mikir alur.

__ADS_1


Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.


Love you, see you in the next episode... Babay...


__ADS_2