
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Biasa kan like sebelum membaca
......................
Teriakan nyaring itu begitu melengking dari belakang mereka.
Dan itu sontak saja membuat Ghibran dan Nada menoleh ke asal suara. Sementara yang diteriaki malah diam saja, seolah nama yang tadi dipanggil itu bukan mengarah kepada nya.
Dan bocah itu dengan santai nya malah meminum minuman yang sejak tadi dia pegang, yang tadi di berikan oleh Nada.
Ghibran mengernyit saat dia melihat cowok yang kini berlari kearah mereka, begitu cowok itu melihat bocah di samping Nada.
Mukanya kayak familiar... Batin Ghibran sambil mencoba mengingat-ingat wajah Abby.
Sedangkan Nada cuma bisa menghela nafas pasrah melihat kedatangan cowok itu. Mungkin dia sedang mempersiap kan mental untuk mendengar perdebatan adik dan kakak yang baru dikenal nya ini.
Cowok itu kini ada di dekat mereka bertiga. Dia terbungkuk bungkuk dengan nafas yang terus berpacu.
"Lo siapa??" tanya Ghibran penasaran dengan wajah yang terasa gak asing di depan nya ini.
"Bentar... Huh.. Huh... Napas gue masih ketinggalan di jalan..." ucap Abby sambil memejam kan mata nya.
Nada memutar bola mata nya dengan malas begitu mendengar ucapan yang menyesatkan dan keluar dari bibir tipis Abby tadi.
Sementara itu, bocah dengan baju kaos berwarna kuning yang tak lain adalah Kevin, cuma diam sambil sesekali menguap. Karena dia sendiri bingung mau melakukan apa. Dasar bocah... Wkwkwkwk.
Ghibran menatap Abby dengan tatapan penuh selidik, "Siapa lo?? Wajah lo keliatan familiar..." tanya Ghibran lagi dengan aura mengintimidasi.
Sedangkan Nada cuma duduk diam dan mendengarkan obrolan dua cowok yang kini sama-sama berdiri dihadapan nya itu.
Mendengar pertanyaan Ghibran yang seperti udah pernah kenal dengan nya, Abby pun mencoba mengingat-ingat wajah orang di depannya itu. Apa iya mereka pernah ketemu??
Hummmmm....
Mungkin dua cowok dengan wajah di atas rata-rata itu, sekarang sedang ada dalam fase ngelag kali yak..
Nada yang bosan melihat Ghibran dan Abby masih saling berpandangan pun menarik Kevin untuk tiduran di paha nya. Nada lalu mengelus kepala Kevin sampai si bocah itu tertidur.
Tiba-tiba..
"SI CENGENG...."
"SI ABAH..."
Teriak mereka berdua secara bersamaan setelah terdiam selama sekitar 10 menit.
Suara dua orang itu begitu menggelegar. Dan teriakan mereka berdua sampai membuat Kevin yang baru saja sedikit ter tidur pulas sambil menjadikan kaki Nada sebagai bantalan itu langsung terbangun.
__ADS_1
Wajah bocah kecil itu seperti bersiap untuk mewek, dengan bibir jebleh, hidung merah dan mata sipit karena baru bangun dari tidur.
Nada yang menyadari kalau ekspresi Kevin siap untuk menangis kencang pun menepuk-nepuk kepala Kevin dengan lembut.
Dan syukurlah.... Meskipun bocah itu tidak kembali tidur, ekspresi wajahnya sudah kembali seperti semula.
Fyuuuh.... Lega... Batin Nada.
Abi dan Gibran yang sadar dengan gerakan Kevin pun menoleh, dan dua orang itu malah mendapatkan sebuah pelototan maut.
Kedua nya meneguk saliva dengan kasar, lalu memalingkan wajah nya ke arah lain. Merasa ngeri dengan hawa mengerikan yang diberikan oleh cewek itu.
"Huuuft...." Nada menghembus kan napas dengan kasar. "Kalian berdua saling kenal?" tanya Nada dengan intonasi yang datar.
Ghibran menggaruk tengkuk nya. "Kita satu TK waktu kecil." jawab Ghibran agak kaku.
Sejak tadi, headset memang masih terpasang di telinga Nada, tapi dia mengatur nya dengan volume suara yang rendah. Sehingga dia masih bisa mendengar ucapan-ucapan yang ada di sekitarnya.
Gibran dan Abby yang masih berdiri itu saling merogoh kantong saku masing-masing dan mereka pun secara gak sadar menyodorkan ponsel nya secara bersamaan, sambil berkata....
"Nomor lo.."
"Pfttttt..." Nada menahan tawa karena dia lah yang menyadari kalau gerakan Ghibran dan Abby itu sama.
Ghibran menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan kemudian memasuk kan ponsel nya ke dalam saku kembali. Lalu dia mengambil ponsel milik Abby yang masih di pegang oleh sang pemiliknya.
Setelah mengetik kan nomornya di ponsel itu, dia pun memberikan nya kembali kepada yang punya.
"Lo kenal dia, Nad?" tanya Ghibran begitu mereka saling bertatapan.
Nada menjawab dengan gelengan kepala sambil mengedikkan bahu acuh tak acuh.
Ghibran langsung mengerti. Nggak tahu dan nggak mau tahu!! Itu yang dimaksud oleh Nada.
........
Sekarang Nada dan Ghibran cuma berdua di taman itu.
Karena Abby dan Kevin tadi langsung pamit untuk pergi begitu Abby selesai menerima telepon.
Suasana yang cukup canggung.
Masing-masing dari mereka gak ada yang membuka suara sedikitpun.
Nada memilih mengeraskan volume suara dari lagu yang dia dengar di headset itu. Nada pun memejam kan mata nya.
Ghibran sesekali melirik Nada. Dia kini bingung mau memulai percakapan apa dengan cewek irit bicara yang kini ada di sampingnya itu.
Ditambah lagi dia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya murung.
Merasa gak ada suara sedikitpun sejak tadi dari orang yang kini bersama nya itu, Nada membetulkan posisi duduknya jadi sedikit menyamping ke arah Gibran.
__ADS_1
"Lo kenapa?" Pertanyaan yang Nada ucapkan saat dia sadar kalau Ghibran kini malah melamun.
Ghibran yang tiba-tiba ditanya itu pun terlonjak kaget, dia mengusap dadanya berkali-kali. Setelah agak reda dari rasa kagetnya, barulah dia menjawab pertanyaan Nada.
"Nggak apa-apa." kata Ghibran
Nada memicingkan mata, merasa kalau jawaban cowok itu adalah sebuah kebohongan.
"Lo ada masalah??" tanya Nada kembali.
Ghibran cuma menjawab dengan gelengan kepala.
"Lo gak pintar bohong, Ghib..."
"Kentara ya, kalau gue lagi ada masalah?" tanyanya pelan.
"Lo mau cerita? Siapa tahu itu bisa mengurangi sedikit beban lo. Yaaah... Meskipun mungkin gue gak punya solusi." ucap Nada menawarkan.
Yaaaa.... Kalau kita banyak masalah, beban, atau apalah. Yang membuat kita gelisah. Kita bisa menceritakan nya. Kita butuh teman untuk mendengarkan keluh kesah kita. Mungkin orang itu tak selalu punya jalan keluar atas apa yang kita hadapi. Tapi setidaknya beban hati bisa sedikit berkurang.
"Selama ini gue gak pernah cerita soal kehidupan pribadi gue sama orang lain." ucap Ghibran setelah terdiam beberapa saat.
"Rangga??" tanya Nada penasaran.
"Nggak juga... Gue selalu mendem masalah Gue sendirian."
Nada yang mengerti Kalau masalah yang Ghibran maksud adalah masalah tentang keluarga nya pun nggak lagi mengatakan apapun.
Dia membiarkan Ghibran berbicara dengan sendiri nya. Entah kenapa, dia merasa gak tega ketika melihat raut murung Ghibran saat ini.
"Gue cuma pengen dapat perhatian yang se layaknya. Selama ini orang tua gue memberikan materi yang berlimpah, tapi hampir nggak ada waktu buat bisa ngobrol sama gue.
Gue suka iri sama keluarga orang, mereka bisa saling berbagi, melengkapi, curhat-curhatan bareng. Sedangkan gue??
Bokap gue sibuk dengan urusan kantor, begitu juga sama nyokap gue. Sibuk ngurus kantor. Sampe anak sendiri malah gak di urus. " ucap Ghibran tanpa sadar mengeluarkan unek unek yang ada.
Nada mendengarkan cerita Ghibran dengan seksama dan tanpa menjeda sedikitpun.
Apa Ghibran akan curhat pada Nada kali ini???
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Holla guys...
Maaf ni ya... Author nya sering ghosting mulu. Wkwkwkwk...
Oh ya, mungkin nanti author bakal jarang up nih ya dear... Soal nya author sekarang agak jarang pegang hp. Jadi sorry ya...
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
Love you, see you in the next episode... Babay...
__ADS_1