Sebutir Cinta Untuk Nada

Sebutir Cinta Untuk Nada
Ke pantai (di minimarket)


__ADS_3

Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa


......................


Yaaaah....


Seperti yang kita tau... Hari ini adalah hari dimana Nada dan teman teman nya akan pergi ke pantai.


Masing masing dari mereka memakai pakaian casual yang nyaman dan pas buat di pakai di waktu santai.


Sekarang ini, Nada masih bersiap siap di rumah nya. Sementara itu di rumah sudah gak ada kak Rey karena dia sudah pergi ke Cafe sejak tiga puluh menit yang lalu.


Nada memilih memakai baju kaos berwarna hitam berlengan pendek, celana jeans robek-robek berwarna biru, plus topi putih di atas kepalanya. Rambutnya dia ikat ke belakang, alias tidak tergerai, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih.


Di lehernya juga tergantung kamera model terbaru berwarna hitam.


Nada melirik jam dinding di kamarnya itu, dan jarum jam penunjuk waktu jam tujuh lewat empat puluh lima menit.


Nada pun langsung menyampirkan tas kecil ke pundaknya. Lalu dia keluar dari kamar dan Nada tidak lupa untuk mengunci kamar itu.


Nada berjalan ke dapur untuk mengambil air mineral dari kulkas, setelah itu dia kemudian meneguknya langsung di tempat.


TIN TIN TIN


Suara klakson di depan rumahnya membuat Nada menoleh. Nada buru-buru menyimpan air mineral itu ke dalam kulkas, lalu dia segera keluar rumah.


"Mbak Ais... Nada pergi dulu ya.. jaga rumah." teriak Nada sambil menutup pintu.


Dia bergegas naik ke mobil di hadapannya tanpa mendengar jawaban dari dalam rumah. Dia masuk ke kursi belakang di mana ada Mita dan Adan duduk di sana.


Sementara di kursi pengemudi, ada Ghibran dan Rangga.


"Nggak dikunci dulu pintunya, Nad?" tanya Mita di waktu Nada sudah duduk di sampingnya.


"Nggak. Soalnya sekarang ada Mbak Ais yang bakalan jaga rumah." jawab Nada seada nya.


Ghibran pun langsung menjalankan mobil itu ke arah Pantai yang mereka tuju, setelah pintu tempat Nada tertutup rapi.


Di perjalanan itu, Nada menyenderkan kepala nya kebelakang, sementara di telinga nya terpasang headset berwarna merah marun. Dia memejamkan mata nya tanpa peduli disamping nya sedang melakukan apa.


Sementara itu dua sejoli yang tak lain Mita dan Adan itu malah sibuk mengobrol sendiri.


Di belakang setir, Ghibran yang memakai masker hitam dan baju belang-belang biru, sekali-kali dia melirik Nada lewat kaca depan mobil nya. Sedangkan di samping nya, Si Rangga malah sibuk sendiri dan asik di dunia maya.


Baru juga sekitar lima belas menit di perjalanan, Nada membuka matanya. Dan dia melirik ke samping dimana Dua Sejoli yang menjadi sahabat nya itu masih asyik asyik nya berpacaran.


EKHEEEEM.....


Nada berdeham agak kencang. "Please ya.... Jangan menebar kemesraan." katanya sedikit ketus.


Mita dan Adan menoleh ke samping mereka. Kedua nya itu langsung melihat Nada yang memasang wajah sebal.


Adan malah cengengesan tak jelas.


"Iri bilang, Bos" ucap Mita menjawab keketusan Nada.


"Oh... Ya jelas lah... seorang bos mah harus selalu bilang." kata Nada.


"Ya ya ya... Terserah lo lah, Nad..."


Rangga yang ada di kursi depan, malah nggak terganggu sama sekali. Ghibran sendiri cuma senyum-senyum gak jelas melihat perdebatan mereka dari kaca depan itu. Ghibran gak berani untuk langsung menoleh ke arah Nada.


Author :Yayaya.... Ghibran malu malu kocheng nih yeeeee


Ghibran :Gimana lu lah thor....


Oke abaikan yang di atas.


...****************...


"Ghib... Tar kalo ada minimarket turun bentar." kata Nada secara tiba-tiba.


Ghibran pun cuma meng iya kan aja.


Sewaktu ada minimarket, seperti ucapan Nada sebelum nya, mereka berhenti dulu dan Nada segera keluar dari mobil.


Nada sempat menawari mereka siapa tau ada yang ingin ikut, tapi ternyata enggak ada.


Tapi gak lama kemudian, Ghibran malah ikutan keluar dan menyusul Nada masuk ke minimarket itu.


Ghibran melihat Nada yang asyik sendiri memilih cemilan di pojok sana. Dia pun menghampiri Nada.


"Asyik bener lo belanja..." kata Ghibran saat sampai di samping Nada.


"KODOK LONCAT...." kata Nada yang terkejut. "Bisa gak sih... Jangan ngagetin gue.. Untung gue gak punya riwayat sakit jantung." ucap Nada dengan into yang nge gasss...


Sementara itu, Ghibran malah tertawa tawa puas mendengar latahan yang diucap kan Nada tadi... Membuat Nada malah jadi makin sebal.


Kalian ada yang sadar gak sih?? Kalo itu dua orang gak bersikap dingin?


Nada yang kesal karena Ghibran masih aja menertawakan dia, langsung mengambil salah satu snack tanpa melihat nya lagi. Dan itu di pakai Nada untuk melempar Ghibran.

__ADS_1


Plaaak.....


Fiks ini mah bukan suara yang lagi tampar tamparan yaak... 🤣


Suara snack yang di lempar Nada tadi pas mengenai hidung Ghibran.


"Wah... Ngajak war ni anak." ucap Ghibran sambil mengambil snack lain dan langsung melempar nya juga ke arah Nada.


Tapi berhubung Nada itu orang nya peka an.. Dia tau kalau Ghibran bakal ikut lempar snack, jadilah Nada berhasil mengelak... Dan snack itu jatuh di samping troli belanjaan Nada.


Alhasil dua orang yang entah kapan dekat nya itu malah jadi main lempar lembing di sana.... Eh salah denggg... Maksudnya lempar snack. 🤣 🤣 🤣


Tingkah mereka berdua baru berhenti ketika Ghibran melempar snack yang cukup besaran berat, tapi bukannya kena Nada, malah kena pelanggan lain yang kebetulan sedang jalan ke arah mereka berdua.


Melihat apa yang terjadi, Nada pun ambil ancang ancang untuk mengambil langkah seribu karena dia yakin bakal ada pertikaian. Tapi dia gak bisa kabur, sebab Ghibran langsung menarik tangan nya.


"Ho ho ho.... Mau kabur? Tidak bisa.... Bikin masalah berdua, tanggung jawabnya ya juga berdua..." bisik Ghibran tepat di telinga Nada.


Nada merasa merinding mendengar suara Ghibran yang berbeda dari biasa nya.


Sedang kan orang yang kena timpukan snack tadi malah mendumel tak jelas sambil lirik lirik ke kiri dan ke kanan. Gak ada orang... Sapa yang lempar gue??


Tapi pas dia menghadap ke depan... Dia melihat dua orang yang sedang dalam posisi aneh menurut nya.


Cewek yang sebelah tangan nya dicekal di depan dada, dan cowok yang kepala nya ada persis di samping telinga si cewek. Mirip mirip lagi pelukan siiieh...Tapi ya dia juga sadar... Kalau itu bukan pelukan.


Wah.... Jangan jangan nih dua orang lagi yang sejenak jidat nya main timpuk timpuk kepala gue yang indah ini


Narsis skale anda mbaaak....


Dia pun menghampiri dua orang yang tak lain adalah Ghibran dan Nada tersebut.


"Wey wey... Kalian yak yang main timpuk timpuk gue..." katanya sambil mendekat.


"Bukan gue bukan gue...." jawab Nada... "Nih... Orang samping gue yang lempar..." tambah nya melemparkan kesalahan pada cowok di sebelah nya. Ghibran malah melotot mendengar kata kata Nada barusan.


Nada sendiri udah membayangkan akan ada sesi jambak jambakan ala ala cewek ketika melihat raut wajah cewek yang kena timpukan Ghibran itu kentara gak ramah.


..........


..........


..........


Apakah bakal ada jambak jambakan seperti bayangan Nada??


.........


......


"Lo gak marah?" tanya Nada...


"Gue tanya dulu kalian. Ini kalian ngapain maen timpuk snack gini? Trus ngapa bisa nyampe kepala gue coba?" cewek itu balik bertanya sambil menyilang kan dua tangan nya di depan dada.


Sekarang Ghibran yang bakal menjawab nya.


"Pertama, kita ke asyikan iseng, dan soal timpukan yang kena elo, sorry, gue gak sengaja. Niat nimpuk nih anak kutub malah kena orang lain. Sekali lagi gue minta maaf. Gak sengaja sueran..."


Pletak.....


Nada menjitak dahi Ghibran pas dia denger kata anak kutub... ''Gak nyadar diri lo ya..."


Cewek di hadapan mereka cuma bisa tersenyum melihat tingkah dua orang yang baru dia temui itu. Katanya kutub tapi mana dingin nya....


Yang lagi pacaran mah beda....


" Permisi.... "


Tiga orang itu menoleh ke arah suara.


Terlihat seorang pegawai minimarket itu menggeleng kan kepala nya ketika melihat kekacauan di bagian rak makanan ringan itu...


Kalo bukan pelanggan, udah gue pites ni orang orang.... Batin nya kesal melihat snack yang berhamburan di mana mana.


"Ada yang bisa bertanggung jawab?" tanya nya sopan tapi dalam hati mah beda lagi.... 🤣


Sabar sabar aja ya pak.... Maklum unsur anak Muda....


Ghibran dan Nada saling lirik... "Tenang aja ya pak... Kita beli ini semua kok..." kata Nada kemudian.


Itu membuat Ghibran dan cewek yang jadi korban Ghibran tadi membelalak kan mata nya karena kaget.


"Yakin lo sebanyak ini mau di beli. Tinggal rapihin aja kali..." bisik Ghibran gak setuju.


Kenapa Ghibran berkata begitu? Ya karena, Nada bilang se santai itu, sedangkan snack yang mereka lempar sejak tadi itu begitu banyak. Belum lagi yang udah Nada ambil sebelum nya dan sekarang ada di dalam troli. Itu troli juga penuh loooh. 🤣


"Gak bakal miskin kan cuma beli snack segitu? Lagian kalo gak abis ya bisa buat nanti aja sih... Gak usah di bikin ribet." bisik Nada pada Ghibran.


"Boleh minta lontong gak pak?" tanya Nada dengan wajah polos..


Ni bocah pengen gue karungin.... Imut amat sih kalo make muka kayak gitu... Batin Ghibran...

__ADS_1


Imut nyaaaa.... Batin si cewek...


Aduh... Inget anak dirumah dah.... Imut amat ni anak... Kalo itu batinan si bapak pegawai...


"Disini gak ada lontong... Kalo mau lontong mah di tukang lontong atuh.." kata si bapak pegawai.


Ekhem Ekhem... Ghibran berdehem pelan. Sebenarnya dia itu lagi menetral ka ekspresi nya ya... "Maksudnya minta tolong pak.... Lo malah jadi typo gini ngomong nya.." ucap Ghibran sambil menjitak dahi Nada.


"Enak amat lu main jitak jitak gue. Sakit tau...."


"Lo juga tadi jitak gue..." kata Ghibran sambil memutar bola matanya dengan malas.


Cewek itu sejak tadi malah jadi pendengar yang setia... Gak beranjak dari tempat itu. Gak sadar apa ya dia, kan tadi lagu belanja... 🤣


"Minta tolong apa mbak?"


"WHAT... gue dibilang mbak.... Bapak yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung... Abdi teh ngora keneh yeuh.... Masa masih muda gini udah di bilang mbak sih..... Jangan panggil mbak napa..." kata Nada yang tiba-tiba jadi cerewet.


Sebenarnya itu sifat asli Nada ya guys.... Dia sekarang lagi bersifat kayak sebelum dia jadi dingin.... Penasaran gak?? 😂


"Udah ah.... Kebanyakan ngomong.. Tolong ambilin troli lagi yak... Ya kali belanjaan sebanyak ini di bawa ama satu troli doang kan gak muat... Yang ada jatoh dijalan...."


Pegawai itu pun langsung pergi, dan gak lama dia kembali sambil membawa sebuah troli ukuran jumbo... Dan setelah Nada mengatakan terima kasih, bapak pegawai itu pun kembali ke tempat semula.


Nada pun segera memasukkan snack yang berhamburan di lantai ke troli kosong itu. Dan Ghibran tanpa di minta juga ikut membantu.


"Btw, nama kalian siapa? Kelihatannya kalian masih anak SMA ya... Kalian sekolah di mana? Sekarang kalian mau kemana? Trus kalian ke sini nya berdua aja nih?"


"Duh duh duh.... Mbak... Kalo nanya tuh satu satu ngapa? Pusing gue mau jawab yang mana dulu..."


"Helloooo... Tadi lo gak mau di panggil mbak.. Lah sekarang lo manggil gue mbak juga... Kita sama yaa.... Gue juga masih SMA." ucap cewek itu sebal karena di panggil mbak.


"Bodo lah... Gue kenal lo juga kagak..."


Ghibran cuma mendengar kan perdebatan dua cewek di hadapan nya tanpa mau ikut bicara.


"Makanya kenalan lah sama gue..."


"Ya kalo lo mau tau nama gue ama nih balok es, sebutin dulu lah nama lo. Itu namanya kenalan. Bukan lo yang pengen tau nama kita tapi gak ngasih tau nama lo sendiri." Nada mencerocos. Tapi tangan nya masih sibuk bergerak.. Dan cewek itu juga ikut membantu memasukkan snack yang ada di dekat nya.


" Oke oke... Kenalin, nama gue Alira Amanda William. Panggil aja Lira." kata cewek bernama Lira itu sambil menjulur kan tangan nya. Dan juluran tangan itu di balas oleh Nada.


"Oke, kenalin juga, nama gue Putri Nadya Alifah. Panggil Nada."


Lira melirik cowok di samping Nada, "Kalo lo?" tanya nya sambil menjulur kan tangan nya sekali lagi.


Tapi sayang, Ghibran gak menggubris uluran tangan Lira. Dia cuma menjawab pendek. "Ghibran".


Ternyata emang bener es...


Setelah cukup lama mereka merapikan cemilan itu ke troli, mereka pun langsung menuju kasir. Sedangkan Lira pergi ke area lain yang dia tuju sebelum nya.


"Beres juga dah..." kata Nada.


Nada yang membayar. Bukan karena Ghibran yang gak mau membayar kan. Tapi Nada emang bersikeras supaya dia yang membayar nya. Apalagi dia udah janji bakal traktir mereka.


Setelah selesai, dua orang itu pun langsung saja balik lagi ke mobil mereka.


Tanpa sepengetahuan keduanya, ternyata sejak tadi mereka jadi bahan intipan dari tiga makhluk yang sekarang udah lari ke mobil kembali, karena takut ketahuan. Siapa lagi kalau bukan Mita, Adan, dan Rangga.


Awal nya mereka penasaran, gimana reaksi es bertemu dengan kutub... Wkwkwkwk...


Tapi saat mereka melihat apa yang terjadi, dari awal sampai akhir, mereka sempat gak nyangka dengan apa yang bakal mereka lihat.


"Gila... Gak nyangka gue.. Si kulkas bisa kayak gitu.." kata Rangga...


"Nada juga gak dingin dingin tuh..." ucap Adan menjawab perkataan Rangga.


"Gue gak nyangka mereka bakal begitu. Tapi lucu dah liat nya." Mita menambahkan.


Mereka bertiga sekarang saling tatap....


"Fiks mereka jodoh..." kata mereka bersama an yang diakhiri dengan tawa tawa mereka.


Gak lama kemudian, Nada dan Ghibran sampai di mobil dan segera lanjut perjalanan. Sedangkan tiga orang penguntit itu pura pura gak tau apa apa. Seolah mereka gak ngintip...


Semoga ini pilihan yang bener buat lo, Nad.... Batin Mita..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HELLO washap.........


Hai hai hai... Come back lagi ama author... Sorry ya... Author up nya lama.... Yaaa, maklum lah... Otak author tuh pas pasan. Bikin ini cerita aja cuma modal sok berani.


Maaf banget ya kalian jadi nunggu...


Oh ya... Author mau ngucapin....


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA... MINAL AIDIN WAL FAIZIN.... Semoga besok kurban nya lancar ya.... Kalo gak ada hewan kurban, gak papa lah ya... Korban perasaan aja... Wkwkwkwk..


And... Berhubung sekarang ini ied... Jadi author up agak banyak... Moga kalian suka yak... Yah, kan biasanya cuma 1500-an, lah sekarang, 2200-an oy.... Author sendiri gak nyangka bisa sampe sebanyak ini....

__ADS_1


Love you all readers.... Tetep setia dengan Nada and Ghibran yak.....


Bye Bye... Sampai jumpa di eps selanjutnya...


__ADS_2